23 Agustus 2009

Apa yang terjadi padaku?

Saturday, August 22, 2009

Kemaren, abiz tarawih sendirian di kamar, c tepar, cape' banged seharian berdiri di dapur berjam-jam masak buat acara mando'a.tapi kemudian jam 11 malam c kebangun dengan kesakitan. Kenapa coba?

Nyeri banged di dada ini, tiap c menarik nafas(inspirasi), ada sesuatu yang menyesakkan,ada yg terasa ikutan naik dan terasa membakar, sternum c juga berasa abis di tonjok, itu terjadi berkali2, intervalnya 30-60 detik, kebayang kan sakitnya? Ama nyuruh c banyak2 istighfar dan sholawat trus minum air putih, c turutin tapi ga ngefek, trus c coba duduk bersandar, ga mempan. Coba tidur miring, masih sakit juga. Ya Allah kenapa ini? Trus kan ga bisa juga midnite begitu ke dokter, ya udah c mcoba tu k berfikir jernih, coba cari di buku Patofisiologi, liat di indeks " nyeri dada",gini kira2 :

Nyeri dada dapat merujuk pada organ pernapasan, bisa karna pleuritis(pada pleura parietalis), atau pnuemothorac juga bisa, tapi gejalanya, pada pleuritis bakalan nyeri seperti di iris2, bersin-batuk, pernapasan kussmaul. Tapi juga bisa nyeri dada ini di sebabkan oleh iskemia miokardial, perikarditis dari jantung, dan bisa juga karna terganggunya nervus intercosta(herpes zoster). [Patofisiologi vol.2, EGC, hal 776-777]

Hiiiii.. ngeri c mbacanya?kok bisa segitunya? padahal c Cuma tidur tengkurap doank kok, apa bisa ada hubungannya dg yang di atas. Euh.. ga tau deh. Trus ada temen c juga yang bilang, kalo dada terasa terbakar, mungkin emfisema, ya udah c cari juga tuh apa tu penyakit (eh, bukan nama makanan ya? :P), nih dia ;

Emfisema paru merupakan suatu perubahan anatomis parenkim paru yang ditandai dengan pembesaran alveolus dan duktus alveolaris yang tidak normal, serta destruksi dinding alveolar. [Patofisiologi vol.2. EGC, hal 784]

Nging..nging…otak c mencerna sedikir demi sedikit, berusaha membongkar memori tentang blok system organ 1, system pernapasan. Haia… perasaan setelah c palpasi normal2 aja kok, kalo obstruksi nafas mungkin mungkin aja sih, coz kan sternum kita tak begitu kokoh, dia terdiri dari kartilago(tulang rawan) juga, trus mungkin terganggu pengembangan rongga dada karna memikul beban berat dari punggung, trus sternumnya pun jadi tertekan ke dalam, tapi yang c herankan itu, kenapa nyeri itu terus menerus?ga hanya seketika pas klimaks dari terganggunya keluar-masuk udara ke rongga dada, kenapa ketika nafas udah teratur nyeri itu masih terasa menyiksa, bahkan sampe esok paginya?


 

Huff… makin nambah sakit aja setelah bingung dengan teori2 itu, ga da spesifiknya yang sesuai dengan keluhan c, ya udahlah nikmati aja sakitnya, Alhamdulillah besok siangnya udah ilang, tp c masih penasaran nih, ada yang bisa jawab kenapa bisa gitu ngga?


 

Ps: hadowh… ni cerita panjang banged, boleh juga ni kayaknya buat jadi scenario modul system organ, wakakaka, oia, c inget banged kalo yang namanya scenario itu, ujung2nya selalu ada ini:

"Jika Anda sebagai Dokter, jelaskan apa yang terjadi pada 'orang sotoy' di atas?" Heuheuheu..(nyengir MODE:ON)

1 komentar:

ice mengatakan...

hohoho banyak yg ngomen di sini http://www.facebook.com/note.php?note_id=121402269818

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget