19 Maret 2013

A piece of heart

hei, kemana saja kamu bersembunyi duhai sepotong hati
dan..
lihatlah dirimu, kenapa menyedihkan sekali?
menyudut disana
menggigil dengan lebam-lebam disemua sisi yang terlihat
siapa yang begini tega kepadamu?

bicaralah...
aku akan dengarkan
hingga kau lega

15 Maret 2013

Saya sedih

Saya sedih
Sesedih pau yang dicuekin ga dikasih makan ga diajak main ga dikasih larutan penambah energi

Well
Saya sedih
Pokoknya

Apa sih ce??

wahai koass-koass, bermental bajalah!
bersikap manislah!
jaga keikhlasan.
semoga selamat sampai tujuan.
sekian dan terimakasih.
saya tetap saja masih merasa sedih.

Terpesona

Saya selalu terpesona oleh diksi-diksi yang meliuk-liuk dari tulisan orang
Sungguh

Saya selalu terpesona dengan orang yang bisa menulis dengan bagus, apalagi jika menginspirasi.

:)

Bahasa, kata-kata memperlihatkan kehalusan dan kedalaman jiwa (dalam salah satu caranya, masih banyak cara yang lain).

Banyak-banyak membaca.
Iqra', lalu ikatlah dengan tulisan

11 Maret 2013

Ajari

Ajari,
Ajari aku untuk mengeja
Ajari aku untuk membaca
Ajari aku untuk memahami
Ajari aku untuk menyelami


Hidup kehidupan
Tak sederhana
Tak berkutat antara duka dan suka
Tak menangisi cinta apalagi benci

Ajari
Untuk mengucap
Ajari
Untuk lantang meneriakkan kesalahanku
Ajari
Untuk mengangguk anggun akan kebenaran

Hehehe ini cerita aneh. Percayalah.

04 Maret 2013

Mati

Mati lagi-lagi mati
Aromanya pekat

Semua yang bernyawa pasti kembali padaNya


Saya lagi nunggu giliran
Menunggu dengan harap2 cemas
Harap akan ridhoNya
Cemas akan murkaNya

03 Maret 2013

Kawan, ini kabar kematian

Terhitung bulan april silam ce memasuki dunia klinik, dunia yang sungguh hectic, berkumpulnya beragam orang, beragam kondisi, beragam kepentingan.
Dan ce disini belajar, belajar untuk memantaskan diri sebagai dokter yang baik utk pasien2 ce kelak.
Hingga saat ini baru beberapa kali ce melepas kematian pasien, maksud ce, pasien yg sedang ce pegang itu ce lihat kepergiannya.
Di obgyn utk perdananya, ada 2 org, di bedah ada 2 org dan di interne (masih) 1 org.
Sedih?
Takut?
Kasihan?
Nano2, 'tergantung' pasiennya bgmn, ya ampun..udah setega itu kamu ce...
Ga sih, in general ce sedih, gregetan juga kalo ada yg sbnrnya bisa dilakukan utk menunda kematian itu tapi tdk adanya SDM yg terampil dan pelayanan profesional SAAT ITU (para expert buanyak sekali disini) atau fasilitas(lagi2 nyalahin fasilitas) yg ga ada.
2 anggota keluarga terdekat ce jg meninggal disini, kakak dan nenek.
Nyawa milik Allah, ga bisa menggugat kapan Ia akan mengambilnya.

Kemaren, ada pasien yang tiba2 henti nafas, bergegas kami kesana, ternyata sdh terlambat, nothing to do(ini inplisit ya), hanya bisa memastikan kematian beliau dg mendengarkan degub jantungnya, rasakan nadi carotisnya dan melihat pupil matanya.
Bapak itu telah berpulang.
Tapi, yang meremukkan hati adalah ketika dokter yang merawat pasien itu merangkul istri pasien dan menangis terisak memohon maaf.
Ce pribadi, tak sanggup melihatnya. Dan tak sanggup membayangkan bila di posisi dokter tersebut, apakah akan berbesar hati mengakui kesalahan dan meminta maaf atau malah mengeraskan hati dan air muka dan berkata " maaf ibu, bapak sdh berpulang, tolong ikhlaskan"

Mana yang benar?
Mana yang benar?
Mana yang baik?

Ini kabar kematian, kawan..

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget