22 Juni 2015

Tetap menyusui saat puasa

Ramadhan kembali menyapa, alhamdulillah...
Ramadhan kemaren di pekanbaru, sekarang di mataram. Ramadhan kemaren hanya beberapa hari bersama suami, selebihnya dipisahkan jarak, ramadhan kami bertiga bersama disini.

Ramadhan kali ini saya sedang dalam kondisi menyusui, haus dan lapar sih, wajar aja, cadangan makanan dan cairan tubuh kan berbagi dengan bayi saya yang masih rajin sekali menyusu ( belum genap dua bulan), tapi kok rasanya tetep semangat-semangat aja dibanding ramadhan tahun lalu ya? Hehe mungkin karna hati senang, jadinya beban lumayan jadi ringan, bahkan rasanya lebih berat puasa saat hamil (ketika saya mengqadha puasa ramadhan kmrn dlm kondisi hamil 6bulan).

Awalnya mau dicoba dulu, apakah bayi saya bisa tetap biasa saja kalau asupan minum dan makan siang hari saya di stop, alhamdulillah dia ga ada dehidrasi, ASI saya tetap lancar (tetap ngocor walaupun tidak seekstrim ngocor dihari biasa) dan bayi bisa tidur siang yang cukup, malam hari tentu saya layani dengan senang hati(walaupun tampilannya ngantuk buanget tengah malam, tapi percayalah, saya senang-senang saja kok, hehe) saja jika ingin meminta lebih lama dan banyak, anggap sebagai kompensasi yang siang sebelumnya saja. Tentu saja saya harus lebih sering meraih gelas di malam hari. Saya berharap semoga ramadhan kali ini bisa tetap semangat puasa dan menyusui tidak terganggu. Happy breastfeeding , happy fasting.

17 Juni 2015

Cerita kak nayla #2

Sepertinya semua anak bayi memiliki 'radar ibu' , begitupun kakak, meskipun sudah terlelap dilengan ibu, kemudian diletakkan di tempat tidur kakak, kakak seringkali masih mengintip dari celah mata kakak yang terbuka sediiiikit sekali ; " ibu masih ada ga ya" mungkin itu yang ada dipikiran kakak. Dan ketika ibu beranjak sedikit, bola mata kakak yang ngintip sedikit itu juga ngikutin ibu kalau-kalau akan pergi jauh.


Kakak juga punya insting yang kuat kalau ibu lagi megang gadget atau ngga, karna bagi kakak gadget itu 'big no' banget, kalau ibu makan dan minum kakak nyantai aja, tapi kalau ibu megang gadget kakak langsung gelisah, tapi kalau nelfon sih gapapa, hihi belajar kayak gitu dari mana sih sayang?

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget