29 April 2013

neuro

neuro.neuro.neuro.

tidak seram

tapi tetap saja masih membingungkan


dan ketahuan sekali ;
"dek , kamu ga semangat sekali, ga niat neuro ya?"

"lebih tepatnya ga niat masuk fk bang "
+_+'

heu heu heu

ayo semangaaaaaat ^^9

15 April 2013

Kenapa kita sebut

Kenapa kita sebut ia dengan malam?
Apakah karena gelapnya?
Sebab, di luar sana, banyak orang
yang sepanjang malamnya tetap
terang benderang
Bergelimang cahaya dan kesibukan
Kalau begitu, tidak ada definisi
malam baginya
Kenapa kita sebut ia dengan malam?
Apakah karena itu waktunya kita
tidur?
Sebab, di luar sana, banyak orang
yang seluruh malamnya tetap
terjaga
Matanya membuka entah mengantuk
ataupun tidak
Jika demikian, tiada arti malam
untuknya
Kenapa kita sebut ia dengan malam?
Apakah karena suara jangkrik
berderik, lantas kunang-kunang
terbang menari?
Atau karena burung hantu ber-uhu
merdu, ditimpali kelepak suara
kelelawar?
Atau karena bulan dan bintang
muncul menghias malam? Dan
galaksi bima sakti terlihat gagah?
Atau boleh jadi sebaliknya karena
kesunyian, senyap telah takjim
menutup hari?
Atau mungkin karena matahari telah
beristirahat di balik kaki langit?
Entahlah.
Saya tidak tahu definisi orang-
orang.
Tapi kalau kau bertanya kenapa aku
menyebutnya malam?
Sederhana, Kawan, karena itu
berartu sudah saatnya kita
meletakkan sejenak seluruh beban
pikiran
Sejenak mengingat satu atau
beberapa hal kejadian sepanjang
hari
Memaafkan dan melupakan rasa
sakit
Melepaskan dan meluruhkan rasa
benci
Pun mengikrarkan dan meneguhkan
janji-janji
Menaikkan dan memanjatkan
harapan-harapan
Berterima kasih atas begitu banyak
kasih sayang
Karena mungkin saja, ini malam
terakhir kita
Dan besok tiada lagi matahari.
*Tere Lije

13 April 2013

Sepagi ini

4.38 am
Sepagi ini bapak kost-an udah mulai bantu membilas cucian istrinya...
Saya saja baru mulai mencuci , heuuu...

06 April 2013

Dokter

Sharing sedikit, siapa tau bs berguna.

Masuk FK sulit?
Banyak yang bilang gitu sih, persaingannya lbh ketat krn bnyk yg mengidamkan profesi yg prestisius dan katanya 'aman' utk pd masa apapun a.k.a selalu diperlukan.
Well, ga terlalu sulit kok dibandingkan utk tetap bertahan didalamnya, menjalani prosesnya.
Di kuliah kami dijejali dg semua teori yg blm terbayang sebaik jika kami menghadapi pasien lgsg, mengawang diatas buku2 tebal.
Mencapai S Ked pun tak mudah(sistem blok bikin ujian tiap 2 bln, dan angka kegagalannya tinggi) apalagi dg dikembalikannya kewajiban skripsi.
Masuk ko-ass harus ujian recalling memory semua dr thn 1, baik tulisan maupun praktek (kita harus belagak dokter di depan dokter konsulen/spesialis yg entah seberapa tau bodohnya yg kita lakukan itu).
Jika gagal salah satu, ulang lg tp nunggu periode berikutnya.

Next : ko-ass a.k.a keset, strata terbawah RS, lebih rendah dr CS. Siap di marahi, siap disalahkan, itu depan pasien yg akan ketemu kita tiap hari.
Ada 13 stase, lama masing2 1-2bln.

Next utk jd dokter, kita harus ujian lagi, ujian kompetensi dokter (UKDI), kita bayar 3.600.000 utk ujian tulis dan prakteknya.
Dan kemungkinan gagal itu tinggi dg passing grade yg naik tiap thnnya (persis UN, tp ini jgn harap bs nyontek2, anak siapa pun lah, ga ada dispensasi, skrg standar lulusnya mau naik jd 70).
Jika gagal, ujian lg, bayar lg.
Tau ga, di unand ada yg sampai 7 bhkn 12 kali ulang.ada periodenya pula.

Jika lulus bisa internship setahun (magang di RS daerah), disini dokter mentah ini lebih miris lagi nasibnya, tanggung jawab sdh spt dokter jaga, tp gaji hny 1.000.000 dan itu rekap sekali tiga bulan.
Utung kalau tdk jauh dr domisili, kalau dapat aceh atau kalimantan nasib akan lebih sulit.

Jadi dokter;
Pasien bnyk komplain, hukum mudah sekali menyalahkan dokter walaupun tdk ada niat mencelakakan pasien.

Jd spesialis kaya :
Harus jalani pedidikannya 4-6 th dlu, dan ini lebih menderita dprd koass yg jd keset tadi.

^^'

Jd kalo ada adiknya, tetangganya ,atau nanti anaknya mau masuk FK.
Saranin utk mikir panjang dlu ya..

Cheers..
Hidup koass!
Jaya dokter indonesia!



***

Oia, sengaja sih ga bikin 'enaknya' jadi dokter di postingan diatas.

Pasti pada mikir ;
'ih si ce ko ndak basyukur bana, ngaluah se, bnyk yg berharap bnyk jd dokter mah'

Hoho sengaja.
Ce sgt bersyukur kok (insyaAllah) jd dokter, siapa sih yg ga mau jadi bermanfaat bnyk buat org lain, kesehatan kan salah satu aset penting manusia, dan jika harapan mereka utk sehat bs mereka 'dapatkan' kembali melalui perantara dokter(Allah yg menyembuhkan) mereka akan sgt berterimakasih (nerima ucapan dan tatapan penuh terimakasih dr pasien dan keluarganya itu sesuatu yg Iwaw bgt).

Jd dokter itu enak kok, tp mikir2 lah dlu (teteep, haha)

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget