20 Oktober 2015

teman

disepanjang perjalanan hidup kita, kita menemui banyak teman, silih berganti, ada yang tetap berada disekitar kita, ada yang pergi mengucap perpisahan atau sebaliknya kita yang berpindah.

teman baik, tak ada silih bergantinya, selamanya ada disekitaran hati kita, history chatting kita, log telfon masuk keluar kita, di medsos kita, meskipun raga tak selalu ada bertegur sapa. tidak banyak, namun sangat berarti.
genggamlah teman baik seperti menggenggam pasir pantai, tidak terlalu erat mencengkram, tidak pula terlalu longgar.

teman baik jangan disia-siakan, namun jangan juga menyandarkan banyak harapan, ia manusia, banyak kurangnya.

#selfreminder

03 Oktober 2015

Siap

Lagi banyak undangan pernikahan yang beredar nih, mau senior, mau temen seangkatan, mau junior, semua hampir barengan nikahnya di bulan oktober ini.
Ada yang sudah diduga sebelumnya bakal nikah, ada yang tak terduga.

Mantan teman sekamar saat di wisma dulu ternyata juga mau nikah, bikin kejutan lagi, nikahnya disaat mereka belum selesai perkoass-annya, sesama koass pula, hehe emangnya kenapa coba, kan udah jodohnya. Nah, terusiklah niat kepo dan niat mau ngegodain kenapa mau nikah cepet...
Dan tadaaa... dia bilang ;
" aku inget kata-kata kakak(saya yang dimaksud) dulu, Allah pasti tau yang mana yang udah siap, jadinya aku persiapkan diri dulu, trus ya udah, gitu deh, hehe"

Hahaha ternyata saya turut andil dalam menginspirasi seseorang!
#halah geer bingit.

Begitulah, memang saya waktu sekamar dengannya, sering baca buku tetang pernikahan, pinjam buku orang aja sih semuanya, ga ada yang dibeli sendiri, saya bertekad menyelesaikannya sebelum tamat kuliah, karna entah kemana mau minjam buku lagi dan entah kapan mau menimba ilmu tentang itu lagi saat koass yang sibuk dengan segala tentang rumah sakit dan pasien. Dan saya sempet diledekin sama teman-teman bakalan cepat nikah karna udah nyicil ilmunya dan sering bikin masakan diwisma, haha ternyata itu adalah do'a untuk saya, alhamdulillah.


Tapi saya berpesan untuk mantan sekamar saya yang akan menikah itu ; " meskipun kita dah tau ilmunya, tetap aja pas menghadapi medan sesungguhnya terasa beda, lebih seru, yang bahagia ya bahagia banget, yang sedih juga sedih banget "

Kemarin ikut mendengarkan nasihat pernikahannya anak perawat puskesmas oleh ustadznya : " rumah tangga itu ga bisa dibangun dalam hitungan hari-bulan- tahun, tapi selamanya"

Heuuuheuuu...

Terimakasih untuk suami tercinta, untuk tanggungjawab, cintakasih, perhatian, kesabaran, ketegasan, kelembutan, nasihat, penjagaan dan semua pengorbanan yang selalu dicurahkan untuk saya dan buah hati kita tercinta.

Semoga Allah memberkahi rumah tangga kita, semoga abang meridhoi ce, semoga kita bisa menjadi orangtua yang baik. Aamiin ya Rabb.

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget