02 Januari 2014
#onedayonejuz
ayo gabung
basahi lidah dengan tilawah, sesibuk apapun.
akan ada masanya malas melanda, tapi jangan menyerah, kasih hukuman ke diri sendiri jikalau lalai,
jika orang lain bisa, kenapa kita tidak?
http://onedayonejuz.org/2014/01/02/pendaftaran-odoj-kini-melalui-satu-pintu/
06 Maret 2012
Allah knows
tetap saja
semua ada hikmahnya.
tetap tegar sobat, jadilah anak yang sholehah selalu.
*pelajaran hari ini untuk micelia ; Allah menjawab do'amu dengan berbagai cara yang Ia pastikan bahwa itu yang terbaik bagimu!
06 November 2011
#prayFor PesisirSelatan
#np Dunia Yang Lebih Indah -Firdaus-
menjadi fitrah manusia hidup di dunia
perlu sesama begitu adanya
pabila duka mengusik indahnya suka
dan seharusnya bangkitlah di jiwa
rasa peduli menolong sesama
bukan hanya bicara
tindakan yang utama
di sini kita dengan segala yang dipunya
semuanya fana, titipan semata
lihat mereka saudara kita di sana
dalam nestapa di manakah cinta?
rasa peduli menolong sesama
bukan hanya bicara
tindakan yang utama
coba rasakan setiap tangisan
tak berhenti berharap akan huluran tangan
memberi cinta dan harapan
bersama kita melangkah kaki
menuju dunia yang lebih indah
pernahkah kita bayangkan jadi mereka
belum tentu kan mampu, cuba sedari
tanya diri sendiri
apakah ada simpati
Banjir Bandang Pesisir Selatan
> 4 orang meninggal
10 kecamatan terendam
52.000 lebih pengungsi
22 unit sekolah rusak sedang-berat
sekarang tim Penanggulangan Bencana Unand sedang berada di posko bantuan di Lengayang Kasiak Putiah, kondisinya ;
Kecamatan Lengayang, nagarinya ; kambang timur, utara, tengah, terendam setinggi lutut.
dan ada korban di kambang barat ; 3 org meninggal.
di Linggo Saribaganti kondisinya parah, bangunannya rusak sedang-berat, ada keluarga yang hilang dan ada yang meninggal, kebutuhan disana ; pakaian, minuman, obat-obatan.
bantulah meringankan beban mereka, rekan-rekan dapat menyalurkan bantuan via Bem Km Unand , silakan kirim ke rek BNI atas nama ZARWATI 0152947300 dan CP beliau 085263336204. terimakasih banyak. mohon doanya utk para korban di sana. terimakasih
Allahu akbar walillahilhamd, hari kemenangan tiba, kita berbahagia, semoga setidaknya mereka tidak larut bersedih.
11 Januari 2011
Who am I ?
*bongkar-bongkar file, ternyata ketemu ini yang belum kelar dan diposting :P
sunday midnite, June 20, 2010
blom mau tidur?
Hmm.. insomnia lagi
Bosen belajar, mending ngetik2 ga jelas dulu (belajar bentar2 aja, laen2nya ya.. gitu deh, haha)
Tadi liat iklan pak Mario Teguh, besok, eh ntar malam jam 19.00 WIB acaranya Golden way tu berjudul 'who am I'
Hmm… bisa nonton ga ya?
Mudah2an deh
Aih, tergelitik pengen nulis tentang itu deh, 'who am I' ..
Sayang, lagi ga ada kaca yang bisa ce liat buat matut2 diri, sebenernya ce dah kenal diri ce yang sebenarnya itu blom ya?
Haha, dulu ketika ce masih kecil, pernah terpetik kesimpulan aneh yang maksa banget, gini ;
"Kok orang-orang di dunia ini banyak ya? "Ice kecil bertanya-tanya sendiri pada dirinya, lagi ngelamun ceritanya :P
"oo.. mungkin mereka semua ada karna buat nemenin ce kali ya? Kayak figuran2 di film2 gitu" ngang"guk2, meyakinkan dirinya sendiri dengan jawaban itu
"eh, tapi kok ada yang datang dan pergi, ada yang masih tetap di sisi ce, jo Piki udah pergi(meninggalkan dunia ini), trus orang2 lain yang keberadaannya jauh gitu gimana, masa jauh2 aja dari aktor utamanya (refers to Ice) ?" mulai menganalisa..
"ah.. bodo, ga usah dipikirin, jalanin aja, mau orangnya rame kek, mau sepi kek, yang pasti hari-hari ce masih berjalan, mungkin suatu saat ce bakal tau misteri ini" nyerah deh…, ya… namanya juga anak esde. ^,^
Tapi, ketika SMA ada bukti otentik yang tak terbantahkan untuk jawaban tentang pertanyaan ce akan keberadaan orang-orang di dunia ini, dan jawabannya itu sungguh fantastis, bukan hanya hal sepele seperti yang dipikirkan oleh seorang Ice kecil dulu.
"Dan tidak Kami ciptakan manusia dan jin selain untuk menyembahKu".
QS Adz Dzariyat :
Wow, subhanallah.. itulah tujuan kita diciptakan…
24 November 2010
30 September 2010
hari ini, setahun yang lalu
pukul 17:15 memang sudah berlalu, dan gempa itu ga memperingati ulang tahunnya dg mengulangnya tahun ini (semoga saja tak pernah)
tapi kita yang memperingati hal yang sangat masih lekat dalam ingatan..
hari dimana ketakutan akan amarah bumi ini.., akan kekhawatiran sanggupkan kita menjalani ujianNya berupa musibah gempa bumi..
banyak hal yang hilang, tpi itu semua memang hanya titipan..
sethun berlalu, banyak hal yang berubah.., banyak hal patut disyukuri juga, kesempatan yang Allah berikan sekarang semoga tak disia2kan.
ya Allah hasbunallah wani'mal wakiil.. ni'mal maula wa ni'mannashiir...
rahmati negri kami ya Allah...
26 Januari 2010
Ketaping Beach, it'so beautiful, awesome!!





Ketaping, West Sumatra on the island of Sumatra, Indonesia. It is located about 23 km north-west of Padang (the capital city), Padang Pariaman regency.this beach is near to International Airport of Minangkabau , Ketaping.
09 November 2009
Taplau lagi
Sunday, November 08, 2009, 8 :56 am
Today's Sunday…….horay…. (hahaha walo pun stress dikit mo ujian blok 7, tp harus menikmati hari minggu dunk :P)
I want to ride my bicycle… I want to ride my bicycle…
Ga jauh2 amat sih, ga mungkin ke jembatan Siti Nurbaya sekarang, coz mengingat, menimbang dan memutuskan 2 hari lagi mo ujian, n baru selese baca materi 4 minggu, harus mengefektifkan waktu dunk (cailah.. gayanya..ni aja masih main2..)
Lumayan memanaskan tubuh bentar, mengeluarkan keringat sekalian menghirup udara pagi yang segar n bonusnya aroma asin pantai yang eksotis ( bukan aroma ikan asin yah…hehehe). C pergi bareng kak dina (hari kamis kemaren sama kak yani yang kebetulan nginep di kostan). Huhuy….. pantai.. langsung aja selonjoran di pasir, hmm lumayan basah ternyata (ya iyalah, tadi malam kan hujan), subhanallah… indahnya pantai pagi hari ^___^ . puas duduk bentar, mulai ancang2 buat lari marathon di pasir pantai , tapi kak dina ga mau, ywd sendirian aja, tapi baru 4 ato 6 putaran udah capek, udah hypoxia aja(dasar lemah, males olahraga), abis tu udahan, eh pas duduk ada anjing gede , berbulu tebel warna krem berlari sambil nyengir (bisa yah?) ke arah c… langsung berdiri dan menghindar.. takut…..tapi pemiliknya bilang dia jinak kok, hehehe… akhirnya ga takut lagi, anjing itu terus ngikutin pemiliknya marathon di pasir tu, entah sampai berapa kali balik, lama banget, wah…anjingnya kuat…(hahaha ya iyalah), makin lama mereka makin ke tengah laut aja, awalnya si anjing takut2 pas ombak datang, tapi karna majikannya makin ke tengah dia ikutin juga, pas datang ombak besar dia bisa berenang loh (hahaha…baru liat c secara langsung anjing berenang, kalah c…hohoho).
Ternyata enak juga kayaknya punya anjing jinak gitu, tapi yg ngga enaknya kalo dijilet or digigitin kali ya.
Di taplau padang rame juga tadi, ada pasangan suami istri dengan anak batitanya, ayahnya kayaknya mau ngenalin anaknya dengan sensasi kaki dijilat ombak deh, kan beda tu rasanya antara kaki kena air aja dengan kalo kita bediri di pantai dengan air ombak yang nanti serasa menarik kaki kita ke laut, nah kayaknya batitanya takut2 juga, tapi ketawa2 juga, ah so sweet…. Dulu c pernah diperkenalkan dengan laut di usia semuda itu ga sih? (ntar tanya Ama ah..), jadi inget film Song of Sun juga, pemeran utamanya itu pengen banget main ke pantai bersama ortunya waktu kecil, tapi karna dia alergi sinar matahari jadinya ga bisa deh..
Pantai…pantai… besok2 mau ke pantai lagi….memandang ombak, menyentuh ombak, memandang sunrise or sunset…….mentadaburi Maha Karyanya Allah..
03 November 2009
Great story..... ^,^

KISAH SEPASANG KADAL
ni sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
merontokkan tembok.
Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara
tembok yang terbuat dari kayu.
Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal
terperangkap di antara ruang kosong itu, karena kakinya
melekat pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran.
Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut
telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama
kali dibangun.
Apa yang terjadi?
Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi
terperangkap selama 10 tahun???
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak
sedikitpun,
itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan
hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak
kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan
kadal itu,
apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat
bertahan.
Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor
kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya...astaga! !
Orang itu merasa terharu melihat hal itu.
Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan
kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta...cinta yang indah.
Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan kecil seperti dua
ekor kadal itu.
Apa yang dapat dilakukan oleh cinta?
Tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan
tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10
tahun.
Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat
memiliki karunia yang begitu mengagumkan.
Dari cerita ini, kita bisa mengambil hikmah tentang
hubungan yang terjalin antara orang tua, anak, saudara
lelaki, saudara perempuan, teman,......
Berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan
orang-orang yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA
KASIHI!!!
Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah
menyentuh hidup anda,
dan membuat anda bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih
dalam lagi tentang hidup.
forward-an dari mba tety
06 Oktober 2009
Big earthquake
Wednesday, September 30, 2009 sekitar jam 5 sore
Kejadiannya berlangsung cepat, ketika c terbangun setelah terlelap dengan mukena masih di badan(abis sholat ashar), karena diguncang sehebat2nya oleh alam…
Detik2 pertama belom nyadar sepenuhnya apa yang terjadi, yang jelas c berusaha menyelamatkan diri keluar dari kost, keadaan di ruang tamu udah amburadul, 3 sepeda bergelimpangan, barang2 pecah belah dilemari jatuh berserakan, k dati masih berusaha menggerapai ke pintu yang terkunci, walo jatuh bangun kak dati masih sanggup berpikir tuk mencari kunci yang tergantung di dinding, Alhamdulillah, dapet, n kita buru2 keluar, tapi kak dati ga jadi, coz harus menyambar jilbab dan jaket di kamar dulu, c pun segera balik arah, menerobos dalam goncangan hebat tu dan berusaha meraih jilbab, tas dan kaos kaki, tapi ga sempet ngambil dompet. K dati udah stress nunggin c sama helma di luar
"cepetan dek.. udah tinggalin aja semuanya…pokoknya kita lari dulu…. " teriak kak dati dg histeris
"kak, laptop helma masih di dalem, apa kita ga pake sepeda aja?" rintih helma putus asa
"udah tinggalin aja, kita kunci aja rumah" seru kak dati lagi.
Udah deh kami lari sekuat tenaga, karna udah terbayang di benak, dg goncangan sehebat itu bukan ngga mungkin tsunami bisa muncul 30 menit kedepannya. Dengan terseok2 c berusaha mensejajari langkah kak dati dan helma, dengan tas seberat 5kg,c langsung terengah-engah.
"kak, jangan tinggalin ice…."c masih berusaha mengeluarkan segenap tenaga tuk lari
Ngeliat tembok dinding PJKA yang udah runtuh, hati kami makin menciut, di arah sawahan sana asap tebal menggumpal2, banyak kebakaran. Mobil2, motor2, bersiliweran, laju dg kencang, wajah2 pucat pias yang tergesa2 yang kami temui. Sayangnya baru di simpang sawahan, kaki c udah lecet, ga sempet pake kaos kaki, sepatu kets tak terlalu nyaman dipake untuk disaat seperti itu, kak dati udah melepas sandal jepitnya dan lebih kencang berlari, akhirnya kami kehilangan kak dati, hanya jemari tangan helma yang bisa c pegang erat waktu itu.
"helma, jangan tinggalin ice, kita pasrah aja ya"lirih c dalam nafas yang tersengal, c juga gentar memikirkan keluarga juga gimana di rumah
"iya" pegangan itu makin erat "kita lari aja sejauh kita mampu",
Tubuh ini udah lemes aja, hanya bisa beristighfar, teringat kalo hari tadi aja masih banyak dosa yang tertoreh, jika mati saat tertidur tadi, tentunya udah kebayang vonis yang diterima, tapi dengan sisa kekuatan itu, kaki tetap menapak cepat2, menyelip di antara kacau balaunya kendaraan dan orang2, kami sebentar2 berlari, sebentar2 berjalan, tapi tetap berpegangan erat. Ketika sudah lelah berlari, terpikir tuk mencari tempat yang tinggi yang terdekat aja, ada keliatan mesjid yang berlantai 2, tapi ketika melihat mesjid itu rusak, kami makin ngeri aja. Di pasar simpang haru(esoknya c liat pasar itu udah rata dg tanah, ketika kami lewat setelah gempa belum runtuh), ada yang terkapar di jalanan, ibu2 yang berdarah2, sepertinya kecelakaan atau tertimpa bangunan, tapi apa yang kami bisa perbuat? Kami belum bisa memberi pertolongan. Di jembatan andalas, kemacetan lebih parah lagi, kami nekat berlari di tengah jalan, menyibak motor dan mobil yang crowded , hingga akhirnya di lepas dari kemacetan itu kami bisa berlari lebih kencang, dengan estimasi sebisanya, kami rasa udah 15menit berlari, masih ada kemungkinan untuk tsunami, orang2 di sepanjang jalan selalu melihat ke arah laut, yang udah gelap pekat oleh asap kebakaran, banyak yang mengira itu air yang bergulung, tapi kami terus berlari, tak mau menoleh ke belakang terus, karna itu menciutkan nyali kami. Entah dimana kami baru bisa menemukan angkot yang kosong.
"gimana helma, kita naik aja?kita ga mungkin sanggup lari sampe atas, helma ada bawa duit?" Tanya c cepat
Dia hanya menjawab dg anggukan, dan kami berebutan dengan orang2 lain untuk naik, Alhamdulillah masih ada tempat. Di atas angkot kami baru mengatur nafas, kemudian berfikir untuk ngasih kabar ke rumah, tapi sayangnya baik sinyal simpati maupun im3 ga ada dua2nya(ouh… apa gunanya c poligami kartu?), tapi helma bisa menerima telpon dari sesama kartu axis, dari abangnya, dan dia langsung histeris nanyain gimana kabar keluarga di pariaman, sayangnya abangnya juga belum dapat kabar. Di dekat simpang Ketaping By Pass mo ke Limau Manih, lebih2 lagi macetnya, ga bisa bergerak, akhirnya kami memutuskan untuk turun dan lari lari dengan sisa2 kekuatan( ga benernya c belum makan nasi dari tadi pagi, hanya makan bakwan 1 biji dan ngemil kacang tojin di rumah Thesa). Kami lari di tengah jalan, dan selalu bero'a smoga ga terjadi tsunami,trus juga supaya kami bisa meninggal khusnul khotimah sekarang atau pun nanti-nanti (eh, ngga taunya Helma msih sempet berdo'a semoga lulus blok 7, hohoho…. Lai bado'aan lo c tu?). maceeeettttt banget, kami menguak jalan di antara bisingnya klakson mobil dan motor. Ada bus kota di sana, tapi ketika ditanya dia mau ngisi penumpang dulu, ya udah ga da waktu untuk itu, lari lagi, ada bus kota lagi yang berputar arah dari limau manis ke limau manis lagi, kami lari mengejar bus itu, hampir aja ngga dapet, dan hupp….. loncat, dan dapet. Di bus, bukannya bernafas lega kami masih stress, mikirin gimana keadaan keluarga di rumah, gimana k dati tadi udah lelah atau belom untuk lari, mikirin temen2 lain yang belom kami temui, apa mereka baik2 saja. Sakingnya sibuknya berpikir kami udah nyampe pasar baru, liat lagi ke arah laut,sepertinya ngga ada tanda2 tsunami, Alhamdulillah, gempa susulan yang besar pun belum ada terasa, trus kami mikir, dimana kami bakalan ngungsi, kalo ke unand atas, udah ngga ada bus kampus atau angkot, ya udah mampir dulu ke kost-an Neta(hanya itu tempat yang tau), deket sana, kami pelukan dan nanyain kabar masing2, n kami baru tau kalo gempa itu episentrumnya dari Pariaman, makin paniklah kami mikirin keluarga di Pariaman ( c panic mikirin Apa c lagi di ketaping, deket pantai banget). Kost-an Neta retak2 cukup parah, dan mereka bikin tenda, kami sempat duduk sejenak di sana untuk menenangkan diri dan dikasih air mineral sama Neta, whuaahhh.. kami dehidrasi banget abis lari dengan kepanikan yang tinggi tadi. Tapi setelah itu kami memilih untuk ngungsi di mesjid deket sana aja, coz udah mo maghrib juga.
Di Mesjid Muttaqin Muhammadiyah Pasar Baru udah banyak yang berkumpul di sana, ada rusak2 sedikit tapi masih bisa berlindung di sana. Tapi ngga ada air untuk berwudhu, akhirnya kami numpang di kost-an deket sana. Oia kami ketemu sama temen SMAnya Helma yang punya pulsa kartu Axis-nya, dan c sempet nelpon ke Abang di cilegon, tapi ngga di angkat,jadinya sms aja kalo c baik2 aja. Sholat maghrib hari itu bener2 menggetarkan hati c, menangis hati dan mata ini, membayangkan seandainya ketika c tertidur tadi ngga bangun2 lagi karna udah mati tertimpuk dinding atau atap rumah, atau sempet lari tapi ga bisa selamat karna ada tsunami, trus juga membayangkan hal2 yang terburuk yang terjadi pada orang2 yang c sayangi. Apalagi ketika imam membacakan surat pendeknya c ngerti artinya, kalo Allah selalu bersama orang2 yang sabar, dan sebaik2nya manusia yang ketika ditimpa musibah ia akan mengucapkan innalillahi wa innaillahi roji'un… c udah pasrah aja, hanya c berharap klo c diberi kekuatan untuk tabah menghadapi kenyataan terburuk.entah karna c sesenggukan gitu, orang disebelah c juga ikut sesenggukan. Abis sholat c liat ada orang yang c kenal, iya itu Atikah Rahimah, temen c pas bakti di FK, temen angkatan juga, kalo ada Tika tentunya ada Suci Uthari, bener aja, deket Tika ada cici, ya ampun…. Seneng banget rasanya ketemu orang2 yang kita kenal di saat2 seperti itu. Kami pelukan juga dan langsung cerita banyak, kalo mereka lari dari kost-an mereka yang di Jati Rawang dg motor abangnya cici, dan Tika ngga sempet ngambil banyak barang, ke sana aja masih pake piyama, hanya bisa menyambar rok, dompet dan hp, cici pun gitu, hanya saja dia sempet nyambar celana dan cardigan. Mereka bilang kost-an mereka ngga papa, hanya rumah2 deket situ ada yang rusak berat. Tapi masih ada temen mereka yang ketinggalan di kost, coz ngga bisa kebawa semua dg motor.
Jadilah kami ngumpul berempat dan kemudian nyari makanan (perut c udah protes banget2), Helma ngga makan coz dia sore itu barusan makan. Untung aja masih ada yang mau jualan dan maghrib itu harga makanan masih normal.di sanalah kami bercerita banyak, n ternyata Helma sempet jatuh terhempas ketika gempa, ketika berpelukan bertiga dengan kak Zie dan kak Yeyen gempanya kuat banget dan menghempaskan mereka bertiga yang lagi di tempat jemuran kain di belakang kost, naasnya Helma yang kejepit di bawah dan jatuhnya ke batu2an pula, ketika berlari tadi belum terasa sakitnya, tapi udah nyampe atas terasa banget sakitnya, sayangnya kami ngga punya balsem atau pun minyak kayu putih. Abis kenyang, kami balik lagi ke mesjid untuk sholat isya, dan ternyata c ngeliat bang Dino,saudara c yg tinggal di sebelah rumah, dan langsung c tanyain gimana kabar lubuk alung, tapi dia ngga tau, coz ketika di perjalanan lubuk alung-padang terjadi gempa di air tawar, dan dia ngga mungkin pulang berbalik arah, karna lebih sulit untuk melawan arus orang2 yang berdesakan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Trus,c mo nebeng pulang juga ngga bisa coz dia bawa temen, ywd nitip pesen aja biar orang rumah ngga khawatir dg keadaan c. abis itu Abang c nelpon, n marahin c kenapa c pake ngungsi2 segala ke unand atas, iihhh.. si Abang, coba aja dia yang ngerasain, pasti panic juga, kan Jati daerah yang rawan kena tsunami, gempa sebesar itu siapa yang ngga panic coba?ga lucu kan kalo c sendirian yang bertahan di kost-an?
Tapi malam itu, kami ketemu lagi sama kak Dati, dia langsung histeris meluk Helma (ice juga abis itu)..
"ya Allah… ketemu juga sama adik2 aku…tadi udah cemas banget…manalah mereka ni.." dengan haru dia memeluk kami, kami juga seneng banget bisa ketemu lagi, setidaknya kami tau kalo k dati baik2 aja, karna dia lebih cepet lari, jadinya kami hilang di antara ribuan orang lainnya, tapi dia beruntung, bisa nebeng sama akhwat yang bawa motor dari UNP dan nyampe lebih dulu dari kami, tapi nyariin kami dan yang laennya kemana2 dulu. Huff… lepas satu kecemasan…, dan kami memutuskan untuk tidur di sana aja maam itu, dengan pertimbangan di situ tak terlalu dingin dan ada listriknya, coz semua mati lampu malam itu. Tapi Helma menjadi lapar malam itu, udah jam 10 malam dan kami coba cari makanan di tempat tadi, eh, udah abis, dimana2 juga sama, trus beli biscuit dan air mineral aja, kami berjalan lebih jauh lagi, bakso juga abis, tapi di sana kami ketemu kak Rizkiyanti Anggraini dan K Putri Yana Sari, mereka bilang temen2 wisma lain ada di warnet deket situ, tapi ada beberapa yang belum ketemu. Akhirnya ketemu juga nasi ampera, tapi jadi mahal, Rp. 10.000,- mungkin karna langka itu kali ya. Trus kami lihat keadaan temen2 dulu di warnet itu, banyak yang ketika gempa masih di kampus untuk rapat(banyak banget yang lagi ngadain rapat di kampus, kampus sendiri juga banyak rusak), kayak Chacha, Heka dan Kak Iis, Eka ada di kost-an dan sempet tertimpa gantungan dinding karna dinding mereka ada yang runtuh, ada luka2 juga, tapi untung tak terlalu parah. K Rani sepedanya ditinggal aja dijalanan karena macet, ngga tau bisa dapet lagi atau ngga, yang lainnya di sana ada Dilla psikm, k Imel '07, ni Ul, marya solehati, anak2 '09, n ada beberapa lagi, tapi c ngga inget, nah kak Sari juga hilang di jalan, Thesa, K venny dan k yati ternyata ngungsi deket gerbang Unand. Mereka yg berteduh di warnet situ kami ajakin ke mesjid, tapi ngga mau, takutnya mesjidnya sewaktu2 bisa runtuh karna berlantai2.
Malam itu terasa panjaaaaaang banget, jam 11 malam baru bisa tidur meringkuk di antara pengungsi lain(kebanyakan mahasiswi Unand), tapi jam 12 lewat 10 menit, kebangun, udah pagi ini? Yah… ternyata belum…trus liat keadaan, masih seperti tadi, tidur lagi, kebangun lagi jam 3, udah pagi ni? Belum juga, coba merem lagi, dingin menggigit ke bawah lapisan subkutan, tapi masih bisa tidur, trus kebangun jam 4 lewat, karna c dibangunin k Dati soalnya c ketawa lagi tidur (c juga nyadar barusan tu lagi mimpi lucu, eh spontan ketawa, tapi beberapa detik kemudian ngga inget mimpi apa). Udah pagi ni? Urrrggghhh.. kok belum pagi2 juga sih?padahal biasanya tidur itu berasa bentar banget pas mo kuliah, kan barusan tidur jam 10 malam eh ternyata udah jam 5 pagi aja, tapi emang waktu itu relative banget ya, kalo lagi disuasana ngga nyaman gitu, waktu itu bagai merangkak, lama banget…
Sekitar jam7 ice, helma dan temennya mmemutuskan untuk segera pulang ke pariaman, pikiran kami belum tenang, karna ngga tau keadaan keluarga gimana. Untuk naik angkot lurus kami harus berebutan dengan orang lain. Di sepanjang jalan ingin rasanya menangis, padang sudah luluh lantak… bagai kota mati.. infrastruktur ambruk mengerikan, menimpa orang2 yang mungkin tidak sempat menyelamatkan dirinya
Suasana pasar raya juga mencekam, masih tersisa asap kebakaran kemarin, entahlah… berapa nyawa yang terenggut di sana. Tapi untungnya masih ada supir2 nekat yang menambang pagi itu, yah meski harus berebutan dan bahkan memangku orang di atas angkot c bisa juga nyampe di rumah dg selamat, Alhamdulillah keluarga dan rumah c masih utuh, tidak kurang suatu apa pun…
10 September 2009
fetus-neonatus

Thursday, 10 September 2009, 6:57am
As u know, di blok 7 ni kan c belajar tentang tumbang-tumbuhkembang- anak, wuih… materinya buanyakkk banget, tp itu berarti ilmu c yang bertambah juga banyak dunk.
Minggu ini kami mulai belajar tentang perkembangan janin hingga neonatalnya(bayi baru lahir), oh iya, karna blok ini udah nyinggung2 aspek klinisnya makanya juga belajar tentang gangguan2 di kehamilan, pada patrus (proses persalinan), dan saat2 post natal. Uhh… berasa beruntung banget c bisa ngelewatin masa2 berbahaya itu dulu(sekarang banyak hal2 yang mengancam keselamatan juga, tapi ga semengerikan resiko janin dan bayi dalam menghadapi dunia), beruntung banget ga harus mengalami kompilkasi fetal maupun neonatal, dan beruntung banget2 Ama c ga kenapa2 (walo katanya udah 4 kali abortus sih), beliau ga sampe mengalami eklampsia(kesatuan penyakit yang disebabkan oleh kehamilan, kalo ringan namanya pre-eklampsia, bisa kompleksitas dari hipertensi, edema, proteinuria. Yang sering menyebabkan kematian tu eklampsia berat ; pendarahan dan infeksi).
Nutrisi c dan kakak2 c juga terbilang baik kayaknya, kan tumbuh kembang kami lancar2 aja, dan untungnya Ama c ga punya riwayat malnutrisi (tapi entahlah kenapa Abang c yang pertama bisa BBLR), psikologisnya juga aman (nah… produknya kan juga jadi anak2 manis semua…gwahahaha :D). ntar c tanyain deh, kenapa beliau bisa melahirkan anak2 yang sebegini kerennya (huah..gubrak! narsisnya! Apalagi Niwa tu yang merasa bangga banget, merasa pinter banget, hoi..nyadar neng…).
Tapi c jadi kasian banget sama ibu2 hamil di Indonesia, angka kematiannya tinggi banget, yah, harus gimana lagi, mereka memiliki pengetahuan yang rendah tentang pemeliharaan kesehatan dirinya dan janinnya selama hamil dan sesudah melahirkan, dan yang tragisnya yang ga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, jadi mereka yang sudahlah kepayahan menanggung sakit mengandung menjadi sia2 perjuangannya ketika bayinya ga bisa dilahirkan dengan selamat ke dunia karna ga ada yang nolongin kecuali dukun beranak dan kekuatan dirinya sendiri yang luar biasa, Alhamdulillah kalo dua-duanya bisa selamat, tapi kan malang ga bisa ditolak, melahirkan dengan cara itu sangatlah berisiko, sang ibu bisa eklampsia, si anak bisa kena infeksi, coz berapalah hygiene-nya praktek perdukunan seperti itu.
Singkat cerita, ternyata ga mudah menghadapi dunia ini, si anak dan si ibu harus sama2 berjuang tuk menaklukkan tantangan di depan yang menghadang, ga hanya satu masalah yang menanti, tapi tak hingga…
So, hargailah hidupmu saat ini kawan…. Walo perjuanganmu yang dimulai saat kemenangan seekor sperma yang menaklukkan sang ovum udah terjadi jauh sekali di belakang, kini belum saatnya tuk berhenti, terus berjuang, hidup ga untuk disia-siain…
Ps: c baru melihat tempat dimana c dilahirkan (walo dari kejauhan) disaat c udah berumur 18 tahun, wah…. Lama banget tuh.., iya c dilahirkan di Puskesmas Padang Pasir, Padang (dibelakang RS Selaguri), 11 september 1990, kira2 jam 12 siang, kata Ama c, c susah banget dilahirin (muahahaha… tu karna c nakal… :D)
02 Agustus 2009
HIDUNG dan LIDAH ELEKTRONIK
Dalam keseharian, kita temukan diri kita dikelilingi ribuan aneka rasa dan aroma yang menambah keindahan yang tak terkira dalam hidup kita. Bayangkanlah keharuman semerbak bunga, bau segar tanah yang terbasahi air hujan, bau wangi orang-orang yang kita cintai, serta rasa khas setiap makanan yang kita nikmati. Kini marilah kita berpikir untuk sesaat, akan seperti apa jika semua rasa dan bau tersebut sirna, atau tak pernah ada. Bahkan membayangkan ketiadaan semua itu untuk sesaat saja sudah cukup membuat kita mengakui betapa berharganya nikmat rasa dan bau tersebut bagi kita. Yang menyediakan segala kenikmatan ini adalah Allah, Pencipta semua makhluk hidup. Sebuah ayat dalam Al Qur'an menyatakan: Dan jika kamu menghitung-hitung ni'mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl, 16: 18)
Meskipun rasa dan bau terdapat dalam ragam dan jumlah yang berlimpah, kita mampu membedakannya dengan mudah satu sama lain. Ini hanya mungkin jika Allah mencipta seluruh aneka kenikmatan ini beserta perangkat yang memungkinkan kita mengenali perbedaannya masing-masing. Perangkat pengindera rasa dan bau ini bekerja dengan sempurna sepanjang hidup kita.
Antara Hidung dan Hidung-Hidungan
Bukti kesempurnaan Allah dalam mencipta dua perangkat pengindera ini dapat ditemukan pada sejumlah alat elektronik buatan manusia yang meniru cara kerja keduanya. Banyak peralatan listrik telah dibuat di masa kini sebagai tindakan pencegahan terhadap bahaya semisal kebakaran atau kebocoran gas. Mekanisme penciuman pada hidung manusia digunakan sebagai contoh rancangan peralatan ini.
Detektor kebakaran adalah salah satunya. Saat mengetahui keberadaan asap di udara, detektor ini mengeluarkan bunyi peringatan. Perangkat penerima khusus dari detektor ini menyerupai sel penerima bau pada hidung kita, tapi dengan satu perbedaan: Sistem penerima bau makhluk hidup jauh lebih kompleks dibandingkan sistem mekanis pada detektor kebakaran.
Orang juga telah membuat 'hidung elektronik' dengan mencontoh sistem penciuman manusia. Dengan mengembangkannya berdasarkan rancangan hebat hidung mereka sendiri, mereka menyebut alat ini 'hidung elekronik'. Hidung elektronik dipakai di sejumlah kegiatan ekonomi termasuk industri makanan dan parfum, serta obat dan bahan kimia. Meski merupakan kemajuan berteknologi tinggi, para ilmuwan dengan cepat menyatakan bahwa peralatan sepintar itu bukanlah setara apalagi tandingan bagi hidung pemberian Allah.
Lidah Kuno yang Berlubang
Struktur mengagumkan indera pengecap pun telah mengilhami banyak ilmuwan. Perangkat yang meniru fungsi lidah manusia telah dikembangkan, seperti lidah elektronik misalnya. Temuan ini membantu kita membedakan antara makanan segar dan lama, serta menemukan kebusukan pada makanan akibat pertumbuhan bakteri. Pada lidah buatan ini, sirkuit elektroniknya mempunyai 100 lubang teramat kecil, masing-masing dirancang menyerupai bintil pengecap pada lidah manusia. Tapi, dibandingkan dengan lidah manusia, lidah buatan ini merupakan alat pengecap yang sangat kuno. Lidah kita jauh lebih baik dibanding lidah elektronik, dan ini hanyalah menunjukkan betapa besar nikmat indera pengecap ini.
Perangkat penciuman dan pengecap pada manusia adalah bukti lain akan kesempurnaan Allah yang tiada banding dalam mencipta. Dialah yang mempunyai kasih sayang tak terhingga atas hamba-Nya. Ini adalah satu dari sekian banyak nikmat-Nya atas seluruh makhluk hidup. Kita akan mampu memahami nikmat ini dengan mengkaji seluk beluknya secara mendalam, lebih dari sekedar mencium bau dan menggoyang lidah. (hy)
TIDAK HANYA MENCIUM BAU
Apa yang kita sebut 'bau' sebenarnya adalah butiran-butiran kecil zat kimia bernama molekul yang menguap dari benda-benda. Misalnya, apa yang kita cerna sebagai aroma kopi bubuk segar sebenarnya adalah molekul dari kopi itu sendiri yang menguap dan tersebar di udara. Jadi, kuatnya bau sebanding dengan kuatnya tingkat penguapan molekul tersebut. Roti yang baru saja dikeluarkan dari kotak pemanggang (oven) mengeluarkan aroma lebih kuat daripada yang telah lama berada di luar. Ini karena molekul-molekul roti beterbangan sangat bebas di udara akibat panas pemanggangan. Molekul-molekul ini dapat meliputi wilayah yang sangat luas ketika teruapkan.
Banyak molekul mempunyai bau, tetapi air bersih tidak berbau. Sifat air yang tak berbau ini merupakan nikmat besar bagi kita, karena ini mencegah timbulnya banyak masalah. Misalnya, sekuntum mawar yang tak terbasahi air dengan mawar yang basah, beraroma persis sama.
Yang membedakan satu bau dengan yang lainnya adalah perbedaan susunan molekulnya. Perbedaan ini teramat tipis sehingga perubahan satu atom karbon saja pada sebuah molekul aroma dapat mengubah aroma sedap menjadi busuk. Aroma aneka makanan adalah hasil dari susunan khas pada ikatan antar-atom yang membentuk molekul aroma. Setiap molekul dirancang untuk tugas tertentu. Ini mengisyaratkan bahwa rancangan hebat ini pastilah diciptakan oleh Allah.
Mengenali 10.000 jenis bau
Setiap kali kita bernapas, udara yang tersusun atas campuran triliunan molekul gas mengalir ke dalam hidung kita. Di dalam campuran udara ini, terkandung pula molekul-molekul bau yang teramat kecil. Sebagian udara yang memasuki hidung kita dialirkan menuju sel-sel syaraf penerima bau oleh tulang hidung. Dengan cara inilah molekul-molekul bau mencapai sel-sel syaraf penerima bau pada bagian atas hidung. Sel-sel syaraf penerima di bagian ini lalu mengirimkan pesan yang mereka terima dari molekul bau ke otak. Pusat penciuman di otak selanjutnya mengumpulkan pesan-pesan dari beragam sel syaraf penerima dan memeriksa serta menafsirkannya secepat kilat. Inilah yang kemudian memunculkan apa yang kita rasakan sebagai "bau." Singkatnya, hidung bekerja bagaikan laboratorium analisa kimia. Hidung teramat peka sehingga mampu mengenali hingga 10.000 bau yang berbeda. Yang sungguh menarik adalah kecepatan menakjubkan dari semua proses ini. Antara saat molekul kopi memasuki hidung kita hingga kita mengenali baunya hanya memerlukan waktu kurang dari sedetik.
Jelas bahwa sistem sempurna ini tak mungkin dihasilkan oleh serangkaian peristiwa alamiah biasa tanpa penciptaan sengaja, sebagaimana pernyataan kaum evolusionis. Sebagaimana seluruh sistem lain dalam tubuh manusia, indera penciuman juga merupakan rancangan yang teramat kompleks. Inilah kehebatan Allah dalam mencipta.
Mengoleksi aneka jenis bau
Ketika pertama kali kita memasuki rumah makan, kita akan segera mengenali aroma aneka hidangan dari piring-piring di sekitar kita maupun dari ruang masak. Namun setelah sesaat saja, kita secara sadar berhenti merasakan atau mencium aroma-aroma ini. Ini terjadi berkat mekanisme yang disebut adaptasi. Dengan sistem ini, bau yang kita cium sepanjang waktu tidak mengusik atau mengganggu kita. Sebaliknya, kita dapat mengenali bau berbeda yang lain dengan lebih mudah.
"Pengingatan bau" adalah sisi ajaib lain dari proses penciuman. Setiap bau yang pernah kita kenali disimpan dalam arsip di dalam otak kita menggunakan perangkat penyandian khusus. Jadi, kapan pun kita mencium bau lain, otak kita memeriksa dan membandingkannya dengan yang tersimpan di dalam arsip. Jika bau tersebut baru bagi kita dan tidak terdapat dalam ingatan, maka kita mencoba mengenalinya dengan membandingkan dengan bau lain yang lebih kita kenal. Menariknya, informasi penciuman jauh lebih tahan lama di dalam otak kita daripada informasi penglihatan atau pendengaran. Mencium sekilas aroma tertentu seringkali membangkitkan berbagai ingatan yang saling terkait.
Hanya 5% saja untuk mencium
Ketika mendengar kata "hidung", secara alamiah kita akan berpikir tentang indera penciuman. Namun, penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya hanya 5% dari hidung kita yang digunakan untuk mencium bau. Sisanya 95% melakukan dua tugas penting dari sistem pernapasan. Tugas pertama adalah menghangatkan dan melembabkan udara yang kita hirup setiap detik. Lapisan lendir yang menutupi bagian dalam hidung melembabkan udara dengan melepaskan uap air. Pembuluh kapiler yang terletak persis di bawah lapisan lendir ini membantu menghangatkan udara yang melalui saluran ini. Dengan cara ini, udara menjadi sesuai untuk paru-paru kita yang peka. Perangkat ini bekerja bagaikan alat pengatur udara sangat canggih yang mengatur suhu dan kelembaban udara.
Tugas kedua dari hidung adalah menjadi "penjaga gerbang" menghadapi kuman dan butiran debu yang terbawa oleh udara yang kita hirup. Butiran yang bisa membahayakan ini terperangkap oleh lapisan lendir dan kemudian oleh silia, organ yang mirip rambut. Lalu lendir yang dipenuhi bahan-bahan berbahaya ini didorong oleh silia ke arah tenggorokan. Kemudian, lendir ini dikeluarkan dari tubuh melalui batuk, atau, jika tidak, akan tertelan dan dihancurkan oleh asam di dalam lambung. Lapisan lendir, sel-sel penghasil lendir, dan silia bekerja layaknya sebuah pusat pembersihan kimiawi yang dibangun di dalam hidung kita.
Sampai di sini, Anda dapat memahami dengan jelas bahwa sistem di dalam hidung kita ini merupakan contoh rancang-bangun tanpa banding yang juga menjadi bukti lain ciptaan Allah yang sempurna.
Sumber : majalah insight edisi 6. Sept 2003


