30 April 2012

Lama sekali tak bercerita


Tadaaaa…

Here I come  \^^/

Pasti ga ada yang kangen sama saya.. hihi, udah ketebak.

Banyak cerita, sumpah, ini banyak sekali cerita seru, tapi banyakan ga pentingnya , hehe.


Cerita ga pentingnya ;

Err… saya punya pena angry bird! -_-

Dan… ini sudah bertahan seminggu.

Hebat kan?

Secara…. Kalo di rumah sakit itu, pena kita kan punya kaki, bisa hilang tiap hari, nah kalo makenya pena yang standar, dengan merk ‘Standard’ pula, yakin deh, itu sehari aja umurnya, beneraaan, paling juga dipinjam, trus ga balik, ato lagi ribet2 nya nulis status pasien trus harus kontrol intensif pasien dengan segala hal, maka si pena terlupakan begitu saja.

Tapi, kalo penanya unyu begini..

Beuh… mana boleh ilang, mana boleh dipinjam, ups.

Oi, indak penting!


Kedua,

Saya kangen karate. Titik.


Ketiga

Oh tidak, kenapa tugas utama ko-ass itu adalah yang bernama menunggu?

Maka terbitlah sebuah kebiasaan yang membunuh disini ; JAJAN.

Tidak.tidak.tidak . keluarkan saya dari siniiiiii


Yang PENTING :

Saya sudah bisa menolong persalinan normal dan jahit perineum, ayeeee. Eh Alhamdulillah ^^


Udah ah

Sayonara :p


Published with Blogger-droid v2.0.4

13 April 2012

terminasi kehamilan

adakah uang tidak menyukai bayi mungil menangis kuat?

banyak pasangan yang mendambakannya sebagai penguat ikatan kasih sayang, penerus perjuangan, cahaya mata untuk anak-anak yang tumbuh besar menjadi shaleh shalihat berakhlak baik dan membanggakan..


namun bagaimanakah rasanya ketika harapan itu masih menari-nari dipelupuk mata tetapi karna suatu dan lain hal, kehamilan itu harus diakhir atau diterminasi, maksudnya segera dilahirkan dengan segala resikonya, nah bagaimana rasanya?


mungkin sungguh rasa tak rela yang mendengung-dengung

namun apa daya, harus ada pilihan yang terbaik.

save mother first, itu prinsipnya.


Published with Blogger-droid v2.0.4

08 April 2012

pir

pir pir pir..

kayak uterus

eh?

banyak kandungan airnya

katanya bagus buat jantung


dapet jatah buah terus, dan seringnya pir.

haha


Published with Blogger-droid v2.0.4

01 April 2012

setia

mendapat pengajaran yang sungguh berharga dari ayah kedua ce.
ketika kami bercengkrama (ah, lebih tepatnya beliau bercerita, saya mendengarkan sembari sesekali menimpali) mengenai kehidupan.

beliau mengajarkan tentang cinta pada anak gadisnya yang ia anggap sudah mengerti dan membutuhkannya.
"celi tahu betapa seriusnya tentang rasa itu?
perasaan yang tidak bisa dipaksakan, ketika dihilangkan pun akan meninggalkan luka yang bagi hati kita, apalagi wanita akan menjadi derita dan sakit yang tidak bisa dipungkiri.
maka berhati-hatilah untuk bermain dengannya, ujilah terlebih dahulu, takar seberapa di kita, seberapa di orang itu, jangan menurutkan keinginan menggebu sesaat, pada akhirnya setialah yang menentukan cinta itu akan terus bertahan, ketulusan menerima, tak pun saling menyakiti saat tak merasakan hal yang sama, hargai pengakuannya namun pertimbangkan niatnya" (fyi, redaksi disadur dari bahasa ibu, bahasa minang)

Apak, begitu ce memanggil beliau, adalah tetangga rumah kami semasa ce kecil, ce sering dititip disana , sudah menjadi keluarga sendiri hingga sekarang. minggu kemarin ketika tercetus rindu itu, maka ce main ke sana. tak habis cerita kami seharian, banyak nasehat yang disampaikan. kami pun sempat masak berdua (oho, sebenarnya tidak berdua, Apak tidak mengizinkan ce bantuin beliau masak, beliau bisa mandiri katanya). Apak yang dulu mengajarkan disiplin kepada kami, titah-titah beliau yang tegas namun memang untuk kebaikan kami bersama, beliau sungguh gemar bercerita, dan cerita2 beliau benar-benar disampaikan dalam perspektif berbeda.

"jangan pikirkan saya, saya sudah 72 tahun, tinggal menunggu hari saja " ucapnya sambil tersenyum
" lho, ce berarti juga menunggu hari, kan ga tau kapan" jawab ce keheranan.
" hahaha, kan pintar celi tu, sengaja mengungkapkan kalimat seperti itu, sebagian orang yang mendengarnya pasti langsung prihatin thdp Apak, namun dalam hati Apak menertawai orang itu, dia tak sadar, dia pun termasuk dalam pernyataan yang disebutkan -menunggu hari-" beliau pun terkekeh.

Apak dan Ibuk sudah menikah sejak kira2 40 tahun yang lalu, memiliki 5 orang anak, hidup sederhana dengan rumah yang nyaman. Apak sungguh pribadi yang koleris dan sanguinis , sedangkan Ibuk benar-benar melankolis, riwayat kenapa mereka bisa menikah baru ce ketahui kemarin itu, karna dahulu ce dianggap masih anak kecilnya yang lugu (beuh) dan belum perlu mengkonsumsi kisah ini, tapi kemarin udah boleh (yay ^_^). banyak energi positif yang mereka salurkan kepada kami dahulunya dan sekarang pun masih. tak pernah rasanya sekali pun melihat mereka bertengkar (atau mungkin mereka benar2 menjaga agar tak menampakkannya di depan kami).

pernyataan beliau berikut ini bisa saja benar, bisa juga tak sepenuhnya seperti itu ;
" salah satu yang menguatkan ikatan hati dalam pernikahan adalah keturunan"

ps: jadi pengen nulis tetang hal ini karna barusa baca bukunya Asma Nadia "Catatan Hati Seorang Istri", semuanya cerita sedih, duka, deritanya prahara rumah tangga, nah disana bukan hanya cinta yang menentukan bahtera itu bisa berlayar dan survive hingga tujuan atau tidak,masih butuh pengorbanan, setia dan keimanan yg kuat kpd pemberi rasa cinta itu.

maret pun berlalu

maret pun berlalu
dengan cerita indah, cerita geges, dan segala merananya
haha
bergulir... bergulirlah waktu..



apapun yang diperbuat, akan ditanyai satu persatu
hingga detilnya.

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget