17 Mei 2011

DC..DC..DC..

Dekan Cup, event tahunan di kampus FK Unand tercinta

3 tahun ce di sini, udah 3 DC berarti yang dijalani, jujur saja sekali pun belum pernah liat piala bergilir bertuah itu. Ah..ah..ah.. mungkin karna tidak pernah mengikuti inagurasi sampe akhir (selesainya jam 11 an malam juga), mungkin juga kami angkatan 2008 belum pernah memperoleh gelar juara umum, atau karna foto piala itu ga pernah terekspos secara massif (tapi gawat juga kalo ada foto piala itu dimana-mana,nanti fotonya dielus-elus , dicium-cium sama yang ngebet banget dapet piala itu. #imajinasi liar).

2 hari lagi, piala itu insyaAllah akan dipergilirkan dari juara bertahan 2 tahun,yaitu Cerebri (Pendidikan Dokter 2007) kepada antara Pendidikan Dokter angkatan 2008 (costa 8) atau angkatan 2009 (Dorlan) yang sedang bersaing sengit dengan perselisihan perolehan poin yang tipis.

1 hal yang ce rasakan auranya sejak didengung-dengung kan angkatan kami harus mendapatkan piala itu tahun ini : MANIK DeSe (manik itu rasa [senang] berlebih-lebihan terhadap DC [spellingnya gitu kan? De-se]). Semua pengen juara, semua pengen berpartisipasi, baik berbakat atau ngga, semua aware dengan berapa perolehan poin sementara, geregetan kalo angkatan lain dapet poin, senyum lebar kalo berhasil jauh memimpin klasemen sementara. Ah ya, ga semua juga, ada yang apatis, itu biasa.


 

Wew…wew…wew…

4 kategori utama udah lewat pada umumnya, DC ilmiah, DC rohani, DC Seni dan DC olahraga. Costa 8 (angkatan kami, community of medical student two thousand and 8) jatuh bangun, kadang juara 3, juara 2, juara 1 atau ga menang sama sekali. Banyak ngirimin peserta, banyak yang berguguran, tapi ga sedikit yang menang, beberapa waktu kami pernah di posisi ke 2, ke 1, berselisih jauh atau malah Cuma berselisih poin 1 saja dengan Dorlan (pendidikan dokter kosong Sembilan) sekarang, benar-benar bikin perut kembang-kempis, harap-harap cemas, kami memang masih ada harapan, tapi cemas juga rasa-rasa hati tangan ini sebentar lagi menjangkau piala itu, eeehh.. ada yang berlari juga ingin menyambar segera.


 

DC…DC…DC..


 

Ps: Alhamdulillah, KAMI JUARANYA! :P

08 Mei 2011

Untuk para nenek

Hikshikshiks… huaaaaaa….

Membanjir tangis ini setelah nonton "the way home"

Ga pernah sejadi-jadinya nangis pas lagi nonton gini, bahkan termasuk jarang ce nangis gara-gara nonton.

Ini mata udah bengkak, semoga besok pagi udah pulih.


 

Entahlah, rindu ce yang mendalam kepada mendiang nenek ce, Ma'wo,mungkin yang menyebabkan ce larut kayak gini.

Di film itu (mungkin udah ada yang nonton juga, produksi tahun 2002, korea), ada anak kecil yang dititipkan pada neneknya yang tinggal di desa oleh ibunya. Neneknya ga bisa bicara, sudah rabun, jalan terbungkuk. Si Sang-Woo (cucunya) sangat tidak sopan pada neneknya, bilang kalau 'beliau tuli yang terbelakang', dan 'bisu yang bodoh' (ya, tidak bisa baca-tulis, menelpon, tapi maklum aja kan, di desa terpencil gitu). Sang-woo selalu saja sibuk dengan gameboy nya, makanan instannya, menolak untuk berinteraksi dengan neneknya, membuang makanan yang dimasakkan neneknya, memecahkan pispot keramik satu-satunya, membuang sepatu neneknya yang sudah dijahit beliau ke gudang, yah… banyak lagi lah kenakalan anak-anak umur 10 tahun, pada nenek yang dia rasa bukan menyenangkannya tapi menyusahkannya. Padahal beliau dengan terbungkuk-bungkuk seperti itu masih menggarap ladangnya, masih mencucikan bajunya, masih merebuskan ayam ketika si Sang-Woo ingin fried chicken (yang kemudian dia menolaknya sambil ngambek).


 

Kenapa ce menangis?

Fuhhh..

Karna itulah yang dahulu ce lakukan pada nenek ce, melawan beliau, mengambil jajanan jualan Ma'wo tanpa izin, bermain tanpa ingat waktu, dan parahnya memposisikan beliau sebagai orang paling menyebalkan nomor satu di kehidupan ce, astaghfirullahal'azim, hamba memang dzalim ya Allah…. Allahummaghfirliwaliwalidayyawarhamhumkamaarabbayanasaghira…

Ampuni salah hamba padaMu dan padanya ya Allah


 

Dibesarkan sendirian dengan nenek itu, memang beda rasanya, abang-kakak ce ga bersama ce di rumah yang di Lubuk Alung ini, figur ibu pun tidak jarang diambil alih olehnya,

dari mengomeli sampai memuji,

dari menghardik hingga memanggil sayang,


 

cinta beliau tidak harus diungkap dengan kata

dari tiap kali beliau memaro/membagi makanan yang dimakannya bersama ce,

dari tiap kali sapaannya "alah pulang ce", lalu merangkul leher ce untuk kemudian mencium pipi kanan dan kiri ce (Ama pun tak pernah melakukannya sejak ce sekolah ini),

dari tiap kali beliau membanggakan kemampuan masak ce pada siapa pun,

dari tiap kali beliau bertanya ; "lai ka dapek jo ma'wo maliek ce jadi dokter ko?",

dari tiap nasehatnya yang sudah ratusan kali mampir ditelinga ini ; "elok-elok hiduik tu, imaik-imaik"


 

ya Allah, ingin rasanya mengirimkan kartu ucapan seperti yang diberikan Sang-Woo pada neneknya yang berisi ;

"Aku merindukanmu"

Now, the one thing that I can do is send you my pray..

Al Fathihah


 

Ah ya, judulnya salah….

"untuk yang masih bisa memeluk neneknya, sayangilah mereka, berbaktilah"


 

ps: tangis ce di ambulan 23 juni 2010 dulu bersambung lagi…

hup! Sudah, sudah ce, seka tangis itu, wake up! Make her dream come true Ce.. !

05 Mei 2011

beasiswa PPA

3 tahun berturut-turut Alhamdulillah Allah selalu memberikan ce kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini (PPA : penunjang prestasi akademik)
entahlah, kriterianya kayaknya tdk terlalu pasti (menurut ce :P)
yang pasti harus IPK >3,00
dulu pas tahun satu, ada syaratnya nilai yang diajukan tidak boleh lebih rendah daripada yang diajukan sebelumnya (artinya kalo ngambil utk kedua kalinya, jgn turun nilainnya)
alhamdulillah, tahun kedua nilai ce ga turun, dapet lagi, dan ternyata seperti tahun lalu juga, ada teman2 yang nilainya lebih tinggi dari ce, tapi ga dapet.. entahlah...

di tahun ini, coba lagi, tapi ga ngambil lewat jalur biasa eh ga masukin formulirnya di dekanat, Heka bilang karna ce punya kesempatan untuk ngajuin lewat jatahnya DPM di atas (lembaga dan UKM di tk Universitas dapet jatah untuk mengajukan anggotanya untuk menerima PPA dan BBM ini) maka mending ce mengurangi persaingan (halah!) di kampus fk bawah ini untuk ngedaftarin PPA tahun ini. agak ribet ngurusnya waktu itu, karna lagi ujian, dan juga persiapan mau ke Bandung, tapi Alhamdulillah utk jalur penjatahan di atas deadline nya lebih lambat, jadi walo agak ragu (temen2 dibawah sudah ngajuin semua, sdgkn ce belum) tapi terus ajalah, udah terlanjur gini.

dan Alhamdulillah... nama ce keluar juga, bahkan di bold
hikhikhik... agak malu, di bold nama ce, tapi nilainya tidak lebih tinggi dari yang lain.
ce denger2 banyak yang protes, kenapa ni si Micelia Amalia Sari ini dapet, yang lain nilai terendahnya segini (lebih tinggi) >yang protes nilainya lebih tinggi dari ce kayaknya...
huhuhu, bagusnya dipisah atau dijelasin aja disana kali ya, biar orang2 ga bersuudhzon pada ce...

well kesimpulannya
banyak jalan dapetin beasiswa
jaga nilainya supaya ga turun (for me : 5 semester awal, fiuu... masih bisa, tapi semester 6.., speechless ... T.T)
sebelum nge-judge sesuatu, tabayun dulu, cari fakta dulu ya... ^_^

Soal urogenital lainnya (2)


 

blok 17

H» Be» HCO3»

Analisa gas darah apa?


 

Ruptur uretra posterior kecuali :

  1. perdarahan peruretra
  2. straddle injuries
  3. sering disertai fraktur pelvis
  4. pertolongan pertama dengan sistostomi
  5. higk riding prostat


 


 

10. uterus berasal dari lipatan lapisan?

- mesoderm


 

52. penyebab perut gembung?

-hiperkalemia


 

93.ciri-ciri glomerulus nefritis lesi minimal?


 

94. terapi sindroma nefrotik

-antibiotik (metil prednison)


 


 

Berusia 55tahun lelaki, ada benjolan pada pinggang kiri sejak bulan yang lalu. BAK berdarah dan didiagnosa tumor ginjal

47.trias tumor ginjal selain gejala diatas?

a. painless hematuri

b. nyeri pinggang

c. demam

d.kolik

e. bukan salah 1 diatas


 

48. pencitraan yang dibutuhkan?

49. tumor terbanyak pada orang dewasa?

Berusia 11bulan,diare,dehidrasi berat,mata ubun cekung,nafasa dalam, pH rendah

Penderita sesak nafas kenapa?

a.kehilangan K

b.kehilangan na

c. kehilangan bikarbonat

d. kelebihan klorida

e. semua salah


 


 


 

10. infeksi burtholini yang menjadi abses memerlukan penanganan?

- terapi konservatif??


 


 

52. adenocarsinoma pada bone scan ada metastasis tulang belakang

a. kemo

b. radio

c. prostatektomi

d. hormaonal


 

93. jenis kanker transisioner grade II vesica urinaria memberikan ciri-ciri mikroskopik?


 

94. bagi seorang ibu yang pernah mendapatkan terapi dietilstilbesterol akan berisiko mendapat tumor?

- sarcoma botryoides


 


 

47. Berusia 11bulan,diare,dehidrasi berat,mata ubun cekung,nafas dalam cepat, pH rendah

Bayi menderita? Asidosis metabolik

Sesak nfs disebabkan?

Tatalaksananya?

Soal urogenital lainnya

  1. Pernyataan yang tidak benar tentang sindrom nefrotic adalah : Seluruh kasus SN hanya dapat disembuhkan dengan terapi khusus
  2. Yang bukan merupakan immunopatologi glomerulonefritik adalah : bakteri streptococcus terbawa ke aliran darah dan mengendap di glomelurus ginjal
  3. Yang terlibat pada kerusakan glomerulonefritis adalah :
  4. Kelainan ginjal yang sering ditemukan pada anak-anak setelah mengalami infeksi traktus respirasi adalah :

    a. fyelonefritis akut

    b. glomerulo sklerosis

    c. glomerulo infeksi akut

    d. lipoid nekrosis

    e. NTA

  5. Gambaran hyaline hingga menyerupai tiroid adalah :

    a. GN kronis

    b. PN kronis

    c. GN proliferasi akut

    d. fusi

  1. Yang tidak termasuk prioritas tatalaksana GGA adalah :
  2. Kerusakan glomerulus pada glomerulonefritis adalah :
    1. Keterlibatan system inflamasi dan system komplemen
    2. Keterlibatan system komplemen tanpa system inflamasi
    3. Keterlibatan system inflamasia tanpa system komplemen
    4. Imunitas sel T tersensitifitasi
    5. Semua benar
  3. Gejala klinis glomerulunefritis :
    1. Hematuria dan proteinuria
    2. Hypertensi
    3. GGA
    4. Sindrom nefrotik
    5. Semua benar
  4. Pria 25 tahun sindrom nefrotik dia memakai kortikosteroid tidak ada reaksi. biopsi tampak dinding menebal oleh karena : glomerulonefritismembranosa
  5. Kimet sel Wilson : nefropati DM
  6. Mengecilnya ginjal berhubungan dengan primary kontrakted kidney disebabkan kelainan :
    1. Glomerulus
    2. Tubulus
    3. Jaringan interstisial
    4. Pembuluh darah
    5. Pyelum
  7. Ulkus hurner ditemukan pada : sistitis interstisial
  8. Degenerasi hidrofili terjadi dalam epitel ginjal,sebelum nekrosis pada nekrosi tubulus. Apa toksinnya :
    1. Epithelium gliko
    2. Mercury
    3. Herbisida
    4. Carbon tetra clorida
    5. Rifamphisin
  9. Pada pasien CA transisional grade II pada vesica urinaria ditemukan :
  10. Pernyataan yang benar tentang GGA pre renal : dapat menjadi renal jika hiper perfusi tidak ditangani
  11. Criteria glomerulus nefritis lesi minimal : edfoot process
  12. Obat pada sindrom nefritik : prednison,katopril,spirolaktone
  13. Kondisi yang tidak menyebabkan GGA pre renal : sepsis,hypertensi maligna,stress arteri renalis
  14. GGA pre renal dapat dijumpai pada kondisi dibawah ini :
  15. Kelainan glomerulus nefritis akut ditemukan pada :
    1. anak usia 3-7 bulan
    2. menimbukan gross hematuria
    3. disebabkan reaksi imunologis
    4. ditemukan adanya bakteri dalam urine
  16. UTI pada ibu hamil : hindari ototoksin
  17. GN sekunder terapi farmakologis : AB spectrum luas
  18. Mengenai penyakit GNA
  19. Badan schiller duvan khas pada
  20. Patogenesa glomerulonefritis
  21. Obat pada prostatitis kronik
  22. Pria 50 tahun retensia urine,prostat 70 gr,gambaran mikroskopik
  23. Wanita mata oedem palpebra,sebelumnya ada riwayat sakit tenggorokan,keadaan umum kurang,adanya oedem tungkai,yang tidak mungkin :
    1. Hematuria gross
    2. Hematuria miskroskopik
    3. Proteinuria
    4. Poliuria
  24. Laki-laki 21 tahun buang air kecil seperti cucian daging, kelopak mata sembab sejak 5 hari yang lalu,palpebra oedem, HB 14,2 gr,leukosit 12100/mm3, LED 29/jam, 0/3/6/71/17/13, urinalisis protein positif, reduksi negative, sedimen eritrosit 60,80/lpb, leukosit 4-5/lpb. Pemeriksaan yang dianjurkan :
  25. Tumor ganas testis yang bersifat radiosensitive :
    1. Seminoma
    2. CA embrional
    3. Yolk sac tumor
    4. Khorio Ca
    5. Teratoma immature
  26. Pria 50 th,retensia urine, prostat besar, berat 70 gr, penampang seperti sarang lebah, merupaka mikroskopik :
    1. Kelompok sel-sel squamosa
    2. Kelenjar mengalami poliferasi
    3. Sel-sel epitel transisional
    4. Fibromuskular mendesak ke kelenjar hingga athrofi
  27. Rupture vesika urinaria dapat terjadi : ekstravasasi intra dan ekstra peritoneal
  28. Pemeriksaan untuk GGA kecuali :
  29. Penyakit bowen bedanya dengan erithropoiret :
  30. Diurethik mengganggu reabsorbsi ginjal dimana :
  31. Tumor ginjal yang berhubungan dengan analgetik : Ca Urotelial pelvis renalis
  32. Badan schiller duval gambaran mikroskopik pada :
  33. Pasien kecelakaan tertimpa motor,pinggang kanan nada jejas merah kebiruan, buang air besar kemerahan, curiga trauma tumpul abdomen, pemeriksaan lanjutan yang dilakukan adalah :
  34. Pemeriksaan IVP : bisa membedakan grade I dan II
  35. Nilai gfr dekat dengan kreatinin cleareance
  36. Oedem palpebra, gizi baik, proteinuria positif, jenis silinder, diagnose?
  37. Hasil lab : oedem seluruh tubuh, silinder granuler dan silinder leukosit… diagnose??
  38. Pemeriksaan untuk membedakan ikterus hemolitikus dengan ikterus obstruksi total :
    1. Bilirubin
    2. Darah samar
    3. Urobilin
    4. Benar semua
    5. B dan C benar
  39. Pemeriksaan lab,maka keadaan pada pasien :
    1. Leukositosis (12.100)
    2. Hematuria (60-80 lpb)
    3. Shift to the left
    4. Proteinuria

Tumor ganas anak karena : Kehilangan gen WT 1

Soal Urogenital HARI II 2006

2. seorang pasien wanita usia 14 tahun, datang dengan keluhan nyeri alat kelamin. Pada pemeriksaan didapatkan hematom dan luka memar pada labia dan perinium sebesar tinju dewasa. Setelah dilakukan observasi selama 30' terlihat semakin besar maka dokter memutuskan.

a. melakukan eksplorasi

b. mengompres daerah hematom

c. memberi antinyeri

d. melanjutkan observasi 30' lagi

3. trauma hymen korban perkosaan..

a. jam 5

b. jam 7

c. jam 11 dan 1

d. jam 5 dan 7

4. kecelakaan lalu lintas dengan robekan perineum. Fungsi anus normal, dilakukan..

a. jahit segera

b. rujuk segera

c. dibiarkan saja, sembuh sendiri

d. diberi obat saja

6. robekan genitalia pada waktu hubungan seksual yang meluas sampai ke vagina disebut..

a. kolpophoreksis

b. kolporaphi

c. hematokolpos

d. hematometra

7. trauma pada uterus dan vagina diluar masa kehamilan, persalinan yang harus dilakukan :a. Repair segera

b. tidak mengganggu hubungan seksual

c. hentikan sumber perdarahan

d. stop perdarahan dan repair

kalo gak salah jawabanny Stop perdarahan dan reparasi

8. berikut ini termasuk neoplasia genital wanita kecuali

a. abses bartholini

b. kista gerhard

c. kista endometriosis

d. kista bartholini

9. kelenjar bartholini mengalami infeksi berulang, apa yang dilakukan?

a. pengobatan oral

b. ekstripsi/ ekstrupsi ( lupa tulisannya)

c. marsupialisasi

d. observasi

11. pada vagina,,biasa kita dapatkan tumor yang berasal dari sisa-sisa embrional adalah :

b. kista gardner

13. 35 thn è perdarahan pervaginam. Ditemukan pada, kecuali :

a. polip serviks

b. Ca. Serviks

c. myoma uteri

d. cervisitis kronis

14. pasien di atas, setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan massa seperti bola pingpong yang berasal dari potrio, warna merah, permukaan licin dan mengkilat serta mudah berdarah. Ini merupakan :

a. polips serviks

b. karsinoma serviks

c. myoma uteri

d. cervisitis kronis (jawaban)

15. untuk membedakan kelainan di atas jinak atau ganas, pemeriksaan yang dilakukan adalah?

Pap smear

16. keganasan serviks sering ditemukan pada usia reproduksi. Salah satu alat pemeriksaan patologi anatomi adalah dengan memeriksa

a. mulut rahim

b. squamo-columnare junction

c. ektoserviks

d. endoserviks

17. pemeriksaan keganasan yang lain untuk skenario di atas (Ca serviks) adalah..

a. ...

b...

c. pap smear

18. tumor jinak uterus yang sering ditemukan

a. Ca. Endometrii

b. hiperplasi endometrii

c. myoma uteri

d. sarcoma uteri

19. tumor uterus yang berhubungan dengan kehamilan...menyebabkan kecuali...

Atonia uteri

20. indikasi histerktomi kecuali ???

21. pria 40 thn, 55 kg, 170/110 mmHg, leukosit + +, kreatin serum 5 mg %, anemi, riwayat batu saluran kemih. Datang dengan sesak..

21 LFG ????

15,3 è d. 15 – 29

22. laki-laki, 40 thn, BB 55 kg, sesak nafas, riwayat batu ginjal, kreatinin 5 mg%, apa penyebab PGK nya??

23. jenis anemia è anemia normositik normokrom

25. wanita 50 thn, 40 kg, DM, mjntah, TD 180/100, kreatinin 3 mg%...

Pengobatan yang dapat dilaksanakan kecuali..

a. diet rendah protein , rendah kalium

b. pengendaalian TD

c. dialisis

d. pengendalian gula darah

e. berantas infeksi

26. target penurunan tekanan darah :

a. <120/80\

b. <130/80

c. <130/90

d. <140/90

e. <150/90

27. obat antihipertensi untuk DM dan gagal ginjal : ace inhibitor

28. stadium penyakit ginjal ( dari no 25 )

a.1

b.2

c.3

d. 4

e. 5

29. pernyataan yang benar tentang GGA pre renal :

Akan terjadi NTA, apabila perbaikan hipoperfusi gagal dilakukan.

30. yang menimbulkan GGA prerenal adalah kecuali

a. sepsis

b. syok

c. stenosis arteri renalis

d. hipertensi mailgna

e. penyakit jantung kongestif

31. GGA renal dapat ditemukan pada kondisi, kecuali :

a. GNA

b. ATN

c. vaskulitis

d. gangguan hemodinamik intrarenal akibat NSAID

e. nefritis akut interstial berhubungan dengan obat

32. beda GGA dan GGK pada anak adalah : ????

33. pemeriksaan mikroskopis urine saat evaluasi pasien GGA dapat menjelaskan petanda?

a. inflamasi tubulus dan glomerulus

b. ISK

c. uropati kristal

d. a dan b

e. semua benar

34. untuk menentukan ukuran ginjal dan ada tidaknya obstruksi pada pasien GGA, pemeriksaan penunjang yang sesuai dilakukan ?

a. foto polos abdomen

b. USG ginjal

c. pemindai radionuklir

d. pielogram

e. CT scan abdomen

35. Yang tidak termasuk dalam prioritas dalam tatalaksana Gagal Ginjal Akut :

a. cari dan baiki faktor pre dan post-renal

b. optimalkan curah jantung, aliran darah ke ginjal

c. baiki dan tingkatkan aliran urin

d. mulai terapi dialisis sebelum komplikasi, siapin donor ginjalnya

e. nutrisi adekuat sejak dini


 

Seorang laki-laki, umur 40 th, naik sepeda motor membonceng anak lelakinya, umur

17 th, tertabrak anjing. Langsung dibawa ke UGD. Bapaknya jejas pinggang kiri dan

mengalami syok. Maka dokter memasang infus dan resusitasi cairan. Untuk

memonitor banyaknya cairan yang keluar dipasang kateter, lalu dari kateter keluar

urin merah. Anaknya keluar darah dari metus uretra dan jejas selangkangannya.


 

36. pemeriksaan lanjutan pada bapaknya :

a. foto polos abdomen

b. ureterosistografi

c. rontgen pelvis

d. IVP

e. tidak benar semua

39. indikasi operasi trauma ginjal secara umum, kecuali ?

40. Penyulit "late" trauma ginjal kecuali :

a. hidronefrosis

b. hidroureter

c. fistula fenokutan

d. urolithiasis

e. pielonefritis kronis


 

46. Cewek, 55 th, tonjolan pinggang kiri sejak a bulan yll. BAK kadang berdarah. Pasien

ke dokter – diagnosis – tumor ginjal

Apa tindakan pemeriksaan selanjutnya :

a. uretrosistoskopi

b. IVP

c. retrograde ureterografi

d. anteretrograde urografi

e. BNO


 

48. Manakah yang bukan merupakan indikasi untuk colok dubur :

a. bernodul

b. keras

c. prostat membesar

d. asimetris

e. bukan salah satu diatas


 

50. Seorang laki-laki, 72 th, datang dengan retensi urin, maka dokter melakukan

pemeriksaan : colok dubur


 

Seorang laki-laki, 22 th, keluhan buah pelir membesar sejak 6 bulan yang lalu.

Benjolan tidak nyeri, hilang timbul, juga tidak ada riwayat demam. Kemungkinan

pasien diduga tumor testis.


 

51. Gambaran bertangkai terdapat pada tumor?


 

53. Seorang pria yang berumur 22 tahun telah berkunjung ke Poliklinik Urologi dengan

keluhan buah pelir yang membesar sejak 6 bulan yang lalu. Benjolannya tidak berasa

nyeri & tidak hilang timbul. Pasien tidak ada riwayat demam & trauma.

Kemungkinan pasien diduga tumor testis. Pemeriksaan Tumor Marker yang

dianjurkan kecuali


 

  1. Alkali Phospatase
  2. Alpha Feto Protein
  3. LDH
  4. BHCG
  5. Tidak ada yang benar


 

54. Yang manakah tidak berkaitan dengan tumor testis ?

a. boleh melakukan biopsi melalui skrotum

b. kemosensitif

c. radiosensitif

d. operasi orchidectomy tingkat tinggi

e. prognosa baik


 

56. Laki-laki, 23 th, berguling-guling kesakitan, nyeri pinggang menjalar ke ujung

Kemaluan, dari pemeriksaan status lokal ; nyeri morfi & CVA +ve

Keluhan :

a. nyeri kolik ginjal

b. nyeri kolik ureter

c. nyeri kolik empedu

d. nyeri kolik usus

e. nyeri somatik


 

59. Seorang lelaki 23 tahun mengalami sakit perut, muntah-muntah, mengerang kesakitan

dan berguling-guling. Rasa nyeri menjalar dari pinggang sampai ke ujung

kemaluannya. Pada pemeriksaan status lokalis, terdapat nyeri tekan di sudut costo

vertebralis. Pertolongan pertama yang perlu anda berikan kepada pasien?

a. beri infus


b. beri suntikan obat spamolitik

c. beri antibiotika

d. beri kompresi hangat di pinggang

e. rujuk pasien untuk foto rontgen abdomen


 

61. Anak, 4 th, nafas bau jengkol. Datang ke Puskesmas bersama ibunya. Tidak kencing

sejak tadi malam, menangis. Vesika urinaria teraba penuh. Skrotum oedem. Apa yang

terjadi ? –obstruksi uretra

62. Infiltrasi urin yang tidak ditanggulangi menyebabkan komplikasi :

63. Penatalaksanaan segera untuk intoksikasi jengkol : adalah dorsumsisi dan pasang

kateter sambol menyemprotkan meylon


 

Laki-laki, 30 th, tidak bisa kencing dan kesakitan, kira-kira 1 tahun yll kecelakaan lalu

lintas, dirawat karena patah tulang, panggul, tidak bisa kencing, dan perdarahan

peruretra. Setelah dibawa ke RS sembuh. Riwayat sekarang buli-buli penuh, tidak

teraba indurasi, urethra anterior tidak bermasalah tetapi tidak bisa kencing.


 

64. Retensi yang terjadi disebabkan karena :

a. obstruksi orifisium uretra interna


b. striktura pars membranosa

c. striktura pars bulbosa

d. striktura pars penilis

e. meatus stenosis


 

65. Pertolongan pertama yang diberikan :


a. pasang kateter

b. melakukan pungsi buli-buli

c. infus

d. antibiotik

e. analgetik


 

68. Retensi dari organisme penyebab UTI sering terjadi & dapat diatasi dengan :

a. cyprofloxacin

b. trimethoprim

c. nitrofurantoin

d. rotasi pemberian a/b tiap hari

e. norfloxacin


 

71. tes DM berat??

Benzidin


 

81. bila ada pemeriksaan terbukti asto (+), maka diagnosa...

a. TB ginjal akut

b. batu ginjal

c. nefritis akut

d. gagal ginjal

e. tumor ganas

82. diagnosis lebih pasti kalau sediment urine ditemukan silinder..

a. lilin

b. leukosit

c. hialin

d. granular

e. eritrosit

86. tumor ganas ginjal pada orang dewasa adalah : grawits

90. keganasan pada testis yang radisensitiv : Seminoma

97. trauma ginjal derajat 3 menurut AATS...

98. trauma ginjal dengan infark segmental, ekstravasasi dan laserasi sampai duktus pengumpul, derajat berapa???

Soal Urogenital HARI I (2006)

Ps: walaupun kita diwanti2 untuk tidak mempercayai soal ini tidak akan keluar lagi, tapi kalau belajar dari sini untuk menguji kemampuan ga ada salahnya kan? ^_~

2. epitel ureter berkembang dari ?

a. ectoderm

b. epitel kloaka

c. mesoderm intraembrional

d. saluran mesonefros

3. septum urorektal berasal dari

a. usus diafragma distal

b. diafragma pelvis

c. mesoderm

d. sentrum tendineum perinei

4. walaupun glomerulus mrp unit yang berkembang dari susunan metanefros, melalui bagian mesoderm intra embrional yang berada di lateral mesoderm paraksial, mesoderm lempeng sisi lamina viseral berperan dalam pembentukan

a. epitel uretra

b. m. Bulbospongiosus

c. diafragma urogenital

d. otot polos dinding uretra

5. kelainan dari saluran vesika urinaria ke alantoin yang tidak menutup atau kelainan kongenital berupa urin yang dapat keluar melalui umbilikus dari vesika urinaria yaitu :

Urachus persisten

6. kejadian desensus testikulorum berkaitan dengan pembentukan..

a. uretra

b. ureter

c. kanalis inguinalis

d. k femoralis

( kalo gak salah karna pembentukan kanalis inguinalis )

8. vas deferen yang membedakan saluran kelamin pria dan wanita berasal dari perk?

a. sinus urogenital

b. kloaka

c. mesonephros

d. metanephros

9. rongga peritoneum wanita dapat berhubungan dengan dunia luar karena tuba uterina barasal dari

a. saluran mesonefros

b. saluran muler

c. kanalisasi epitel vagina

d. kloaka

10. uterus berasal dari lipatan lapisan apa???

Mesoderm

12. pilihlah pernyataan yang paling benar pada proses diferensiasi sex ?

13. BBL, ambigous( gonad tidak teraba ) dugaan male pseudohermaprodit. Menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti

a. kadar steroid

b. kadar DHT

c. kadar T

d. pemeriksaan karyotipe

e. kadar elektrolit plasma

14. apabila pada pemeriksaan bayi baru lahir terdapat ambigus genitalia dan gonad tidak teraba, dicurigai terdapat defisiensi 21-hydroxylase, selain pemeriksaan karyotiping, pemeriksaan apa lagi yang diperlukan?

a. elektrolit serum (jawaban)

b. kadar 11-deoxycortisone

c. kdar 17-dyhydroprogesteron

d. USG abdomen

e. urogenitografi

16. keadaan yg tdk berhubungan dengan androgen yang berlebihan pada kehamilan adalah :

a. klitoromegali pada perempuan

b. ukuran penis berlebihan

c. fusi labioskrotal pada perempuan

d. skrotum dlm bentuk dan ukuran normal

e. sinus urogenital tunggal pada perempuan

17. kelainan kongenital yang sering ditemukan pada organ genitalia wanita berhubungan dengan perkembangan

a. duktus mulerrian

b. duktus wolfii

c. ovarium

d. duktus skene

18. wanita 12 thn, datang dengan keluhan tidak haid, nyeri siklik bulanan, seks sekunder dalam batas normal.

Diagnosis ?

  1. uterus didelfis
  2. agenesis uteri
  3. agenesis vagina
  4. hymen imperforata

19. wanita infertil primer dismenore, kesakitan saat koitus. Kenapa?

20. kelainan uterus akibat gangguan embrional duktus mullerian

21. agenesis uterus dan ..( kayaknya hymen imferforata ), terjadi akibat kegagalan ..

c. septum urogenitalis

d. septum anorektal

e. septum vaginalis

22. ibu membawa anaknya dengan keluhan tidak ada liang vagina. Kata dokter tidak introitus vagina. Apa yang kita lakukan??

23. ibu punya bayi dengan 2 kelamin, kromosom xy. Tindakan dokter keluarga

a. rujuk

b. observasi sampai pubertas

c. biarkan saja

d. diagnosis dengan mkrh syndrom

24. hormon yang mempengaruhi pembentukan duktus muller pada wanita adalah

AMH

25. kelainan kongenital uterus karena kegagalan..

Mullerian

26. minggu selesainya diferensiasi genitalia externa..

a. 8

b. 10

c. 12

d. 16

e. 20

27. BB 70 kg, skor daldiyono 12, berapa defisit cairan??

    4 liter

28. penyebab sesak nafas pada soal no 27

a. asidosis metabolik

b. asidosis respiratorik

c. alkalosis metabolik

d. alakalosis respiratorik

e. syok

29. cowok, 50 kg, mencret dan muntah-muntah sejak 6 jam yang lalu. Skor daldiyono 12. kehilangan cairan apa yang terjadi padanya ?

Hipokalemi (mungkin)

30. skenario tentang pasien yang muntah dan mencret... "Pada pemeriksaan fisik akan didapatkan ?"

a. bradikardi

b. fox cholerica

c. nafas cepat dan dangkal

d. anemi

e. asites

31. cewek 18 thn, kaki bengkak, muka sembab, tidak ada sesak nafas, pemeriksaan urin protein (+ + +)

Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

a. albumin serum

b. SGOT, SGPT

c. natrium serum

d. kalium serum

e. globulin serum

32. edema disebabkan oleh :

peningkatan tekanan koloid osmotik plasma

33. tekanan osmotik koloid plasma menurun pada sindrom nefrotik disebabkan oleh

Jawaban : hipoalbuminemia

34. cewek 18 thn, edem muka dan tungkai, proteinuria +3. kelainan lab yang ditemukan :

a. hiperkolestrol

b. HDL tinggi

c. LDL rendah

d. trigliserida tinggi

e. semua benar

Wanita, 30 th, demam menggigil sejak 5 hari yang lalu, dari pemeriksaan fisik

ditemukan nyeri ketok CVA . Dari pemeriksaan labor ditemukan sediment leukosit >

50/LPB.


 

35. Diagnosa untuk pasien :

a. pielonefritis

b. uretritis

c. ureteritis

d. sistitis

e. ureterolitiasis


 

36. Apa hasil lab selain di atas : leukositosis


 

39. Wanita, 20 th, baru menikah mengalami disuria & poliuria. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan nyeri tekan pada simfisis pubis

Diagnosa : sistitis


 

40. Pengobatan rasional pada penderita adalah seperti berikut , kecuali :

a. banyak minum

b. nutrisi yang adekuat

c. spasmolitik (mengurangkan kontraksi)


d. istirahat total


 

Gejala : pielonefritis, 1 minggu yang lalu terinfeksi E. Coli > 100.000, sekarang \

dirawat lagi dengan hasil pemeriksaan bakteri yang sama E. Coli > 100.000


 

42. Apa diagnosa penyakitnya : seharusnya ISK relaps, tapi pilihan jawaban ada ISK

sederhana / ISK berulang, mungkin infeksi kronis juga ?


 

43. Urosepsis


 

46. Bayi, 1 hr, 3000gr, x bs minum karena langit2 terbelah, berapa cairan yang

dibutuhkan dalam 24 jam? = 180 ml


 

47. pH↓, BE↓, HCO3↓ = asidosis metabolik


 

50. Bayi baru lahir, berat 2500 gr, suhu tubuh 39°C, tidak bisa minum. Hitung kebutuhan

elektrolit dalam 24 j . Jawaban : 150ml


 

51. ADH kerja di ginjal di ?

a. tubul distal

b. tubul proksimal

c. tubul koligentes


 

52. Tatalaksana hipokalemia


 

54. Di antara kelainan berikut , yang manakah tidak berkaitan dengan hormon

testosteron:

a. hipospadia

b. epispadia

c. undesensus testis

d. khriptokisme

e. mikropenis


 

56. Kelainan kongenital yang memerlukan tindakan koreksi / bedah :

a. agenesis ginjal unilateral

b. agenesis ginjal bilateral

c. hipospadia glandular tanpa cordae

d. mikropenis

e. epispadia


 

58. Pemeriksaan karyotip harus dilakukan pada : severe hypospadia


 

59. Faktor yang tidak berhubungan dengan hipospadia adalah :

a. defek kromosom

b. endocrinopathy : defek testosteron

c. enzymatic : defek 5-alpha reduktase inhibitor

d. exposure estrogen dan progestin pada trimester 1 kehamilan

e. defek Zn pada trimester 1 kehamilan


 

60. Penyakit penyerta yang jarang terjadi pada hipospadia, kecuali :

a. kriptochitisme

b. hernia inguinal

c. mikropenis

d. kelainan skrotum

e. meatus i...


 

61. Kontraindikasi dari hipospadia : sirkumsisi


 

62. Manakah keadaan dibawah ini yang harus dikoreksi segera : phimosis dengan infeksi

berulang-ulang pada anak usia 1 th.


 

63. Kelainan kongenital yang bisa menyebabkan gagal ginjal :

a. pyelum bifidum

b. ureteropelvic junction obstruction

c. duplikasi ureter

d. complete double system

e. incomplete double system


 

64. Uncomplicated UTI

a. tanpa kelainan anatomi & fungsi sistim urinarius ♥

b.dengan kelainan anatomi & funsi sistem urinarius

c. harus diketahui faktor penyebab sebelum diberi pengobatan

d. kebanyakan disebabkan oleh bakteria E. Coli


 

65. Simptomatik bakteriuria ( ga ngerti, di slide disuruh kasih TMP + SMX, kata'a lebih

lama terapi lebih memuaskan hasilnya? )

a. hati-hati pada bumil AB dapat melewati plasenta

b. pada bumil terapi kontroversial

c. anak terapi kontroversial

d. bila tekanan urinarius meingkat berikan AB

e. bila tidak meningkat berikan AB


 

73. pengobatan glomerulopathy sekunder....

Evan W


 

78. laki-laki 25 thn diberi kortikosteroid tidak berespon, biopsi ginjal dengan penebalan pembuluh darah kapiler, diagnosanya???

Evan W


 

81. tentukan hubungan kiri dan kanan yang sesuai..

    1. nefritik sindrom – smooky brown urine

    2. nefritik sindrom – oliguria

    3. sindrom alport – nefritis herediter

    4. sindrom good pasture – hematemesis

82. glomerulonefritis akut...

    1. anak-anak usia 3 – 7 tahun

    2. gross hematurie

    3. reaksi imunologi

    4. bakteri dalam urine

Rosa


 

96. yang bukan penyebab GGA pre-renal

- sepsis

- congestif heart failure

- stenosis arteri renalis

-hipertensi maligna

Siska solina


 

97. GGA dapat dijumpai pada keadaan berikut ini, kecuali:

a. GN akut

b.

c. vaskulitis

d. gangguan hemodinamis intrarenal

e. nefropati interstisial akut karena obat

Suri


 

98. pemeriksaan urin pada evaluasi pasien GGA, dapat menentukan

a. inflmasi glomerulus atau tubulus

b. infeksi saluran kemih

c. uropati kristal

d. semua benar

e. a dan b benar


 

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

Writed by : Thesa Aryanti

SKENARIO 1

PENGORBANAN ENZA DEMI ORANG TUA

    Enza 18 tahun, seorang mahasiswa kedokteran tingkat awal, sudah tiga hari ini ia menderita batuk dengan riak yang mulanya putih tapi sekarang sudah berubah warna menjadi kekuningan, pilek dan demam. Sebelum sakit ia kehujanan karena bolak-balik naik sepeda motor dari rumah kos ketempat tinggal orang tua Enza untuk merawat ibunya yang sedang sakit. Enza kemudian berobat ke puskesmas didekat kosnya. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik pada Enza, didapatkan adanya febris, malaise, sneezing, rhinorrhoea,pharyngitis dengan suhu 38°C dan adanya ronki basah halus nyaring dibagian basal punggung kanan.

    Untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan darah rutin, kultur dan sensitifiti kuman banal dari sputum serta foto toraks agar dapat memberikan terapi yang sesuai.

    Sementara menunggu hasil pemeriksaan, dokter menasehatkan Enza agar beristirahat, minum air putih yang banyak, jangan dekat dengan anak balita karenadapat menular, memberikan parasetamol, dekongestan serta kombinasi amoxicillin dan asam klavulanat. Selain itu, dokter juga berpesan kepada Enza untuk Menutup mulutnya dengan sapu tangan setiap kali batuk. Enza dapat dirawat dirumah, tapi bila tidak patuh dengan nasehat dokter, penyakitnya bisa menjadi parah dan membutuhkan rawatan dirumah sakit. Bagaimana saudara dapat menjelaskan keadaan yang dialami oleh Enza ini?


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Terminologi

  • Riak à Lendir yg keluar dari tenggorok saat terserang batuk
  • Sneezing à Mengeluarkan udara secara paksa dan involunter melalui hidung atau mulut, disebabkan karena adanya iritasi pada membran mukosa
  • Rhinorrhea à Keadaan yang menunjukkan adanya Discharge bebas berupa lendir cair yang keluar dari hidung
  • Faringitis à radang pada faring karena infeksi virus dan

bakteri

  • Febris à Keadaan suhu tubuh diatas normal (37,5°C)
  • Parasetamol à Derivat paraaminofenol yang berfungsi

sebagai antipiretik, analgetik ringan, dan

anti inflamasi sangat lemah

  • Dekongestan à Agen simpatomimetik yang bisa

meredakan hidung tersumbat (venokonstriktor)

  • Amoxicillin à Derivat penicillin yang bersifat sebagai

antimikroba (golongan beta-laktam)

  • Asam klavulanat à Inhibitor beta-laktam
  • Malaise à Perasaan tak menentu berupa tak nyaman dan lelah


 

Identifikasi Masalah

1. Mengapa Enza pilek, demam, batuk dengan riak yang awalnya putih lalu menjadi kekuningan?

    - Pilek     : Hipersekresi mukus

    - Demam    : Kenaikan suhu tubuh karena infeksi

    - Batuk    : Mekanisme pertahanan tubuh untuk

mengeluarkan benda asing dari saluran

pernafasan

    - Riak kekuningan : Mukus yang sudah bercampur

dengan sel-sel PMN    

2. Apakah ada hubungan Enza yang kehujanan, bolak-balik naik motor dengan kondisi Enza sekarang ?

     Ada. Kebiasaan Enza bolak-balik naik motor menyebabkan ia sering terpapar oleh polusi udara dan menurunnya sistem imun akibat kehujanan sehingga mudah terkena infeksi.

3. Apa interpretasi dari anamnesis dan pemeriksaan fisik pada Enza?

    Febris    : Demam, suhu tubuh meningkat

    Malaise    : Lemah karena kondisi tubuh yang tidak fit

Sneezing     : Proses untuk mengeluarkan sekret

    Ronkhi : Penumpukan cairan di saluran nafas

    Faringitis : Radang pada faring karena mikroorganismenya menetap di faring

4. Apa tujuan pemeriksaan penunjang ?

    Foto toraks : Untuk melihat infiltrat di paru

    Darah rutin : Pemeriksaan leukosit

    Kultur : Mencari organisme penyebab

    Sensitifitas : Untuk melihat antibiotik mana yang cocok

5. Mengapa dokter menasihati Enza untuk beristirahat dan minumk air putih yang banyak ?

    Istirahat : Memulihkan kondisi tubuh

    Minum air putih : Membantu menurunkan suhu tubuh

6. Mengapa dokter memberikan kombinasi amoxicillin dan asam klavulanat ?

    - Untuk memperluas spektrum

    - Bakteri yang menghasilkan beta-laktamase à amoxicillin + asam

klavulanat

    - Bakteri yang tidak menghasilkan beta-laktamase à amoxicillin

7. Apa sebenarnya yang terjadi pada Enza ?

    Infeksi saluran nafas atas akut (Pneumonia)


 


 


 


 


 


 


 


 

Sistematika


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Learning Objective

Mahasiswa Mampu Mengetahui dan Menjelaskan tentang :

1. Epidemiologi ISPA

2. Etiologi ISPA

3. Patogenesis dan Patofisiologi ISPA

4. Manifestasi Klinis ISPA

5. Pemeriksaan (Fisik & Penunjang) ISPA

6. Diagnosa ISPA

7. Tatalaksana ISPA

8. Komplikasi ISPA

9. Prognosis ISPA


 

1. Rinithis (COMMON COLD)

Epidemiologi :

Sering terjadi pada anak-anak usia < 3 tahun

(6- 8 kali episode tiap tahunnya)

Etiologi :

Virus (paling sering) dan bakteri

Yang tersering : rhinovirus (25-80%)

             coronavirus (10-20%)

             virus influenza (10-15%)

Virus lain : adenovirus, coxsackie virus, echo virus. 

Manifestasi Klinis :

  • Gejala koriza :

    pengeluaran cairan nasal berlebihan, bersin, mata berair, sakit kepala, nyeri otot

  • Gejala faringeal :

    sakit tenggorokan, peradangan pada faring dan pembesaran kel. adenoid yg menyebabkan obstruksi nasal, batuk, rasa kedinginan, parau

  • Gejala faringokonjungtival :

    gejala faringeal yang disusul oleh konjungtivitis + fotofobia + rasa sakit pada bola mata

  • Gejala influenza :

    demam, menggigil, lesu,sakit kepala, nyeri otot, dll

Penatalaksanaan :

  • Common cold dapat sembuh dengan sendirinya dengan cara istirahat yang cukup
  • Infeksi Virus : tidak perlu terapi spesifik

    Antivirus :

    Influenza A : amantadine dan rimantadine diberikan dalam 48 jam setelah onset

    Influenza A & B : Inhibitor neuraminidase

Infeksi sekunder oleh bakteri : antibiotic

2. FARINGITIS

à Suatu peradangan pada tenggorokan (faring)

Etiologi :

  • Bakteri    : streptokokus β haemolitikus grup A,              pneumokokus, n. gonorrhoeae,c.diphtheria,          h. influenza
  • Virus    : rhinovirus, adenovirus, parainfluenza virus          dan coxsackie virus.

Manifes :

  • Demam tinggi
  • Nyeri tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Suara serak
  • Tonsil membesar disertai eksudat putih-putih
  • Tonsil dan faring hiperemis

Kelenjar limfe di leher teraba dan nyeri bila ditekan

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan penunjang

  • Pemeriksaan terhadap apus tenggorokan
  • Skrining terhadap bakteri streptokokus
  • Leukositosis

Terapi :

  • Faringitis yang disebabkan oleh bakteri :

    diberi penisilin, jika alergi penisilin beri eritromisin

  • Faringitis yang disebabkan oleh virus :

    beri aspiria, acetominopher untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri pada tenggorokan

    dianjurkan istirahat di rumah, karena faringitis karena virus dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan

3.Croup (Laringotrakeobronkhitis)

Suatu grup penyakit heterogen yang mengenai laring,trakea, dan bronkhitis

Jenis :

  • Viral Croup : ada gejala prodoromal infeksi respiratorik (gejala obstruksi saluran respiratorik selama 3-5 hari)
  • Spasmodic Croup : ada faktor atopik, tanpa gejala prodromal. Pada anak-anak dpt terjadi obstruksi saluran nafas tiba-tiba selama beberapa saat
  • Epidemiologi : sering pada anak-anak usia 6 bulan – 6 tahun
  • Etiologi : human parainfluenza virus (HPIV 1,2,3,4), virus influenza A dan B, adenovirus, respiratory syncytial virus, virus campak
  • Patogenesa :
  • Infeksi pada nasofaringàmenyebar ke epitel trakea,laringàradang difus,eritema,edemaàmobilitas pita suara tergangguàsuara serak, turbulensi aliran udaraàstridoràretraksi dinding dadaàpasien lelahàhipoksiaàgagal nafas

Manifestasi Klinis :

Batuk menggonggong    Hidung berair

Suara serak            Disfagia

Stridor inspirasi        Demam

Demam            Malaise

Pemeriksaan :

  • Laboratorium : Leukositosis
  • Radiologi : gambaran udara steeple sign (menara)

Tatalaksana :

  • Inhalasi uap dingin untuk melembabkan saluran nafas, meringankan inflamasi, mengencerkan lendir
  • Epinefrin untuk menurunkan permeabilitas vaskular epitel bronkus dan trakea memperbaiki edema mukosa laring dan meningkatkan laju udara pernafasan
  • Kortikosteroid untuk mengurangi edema mukosa laring
  • Intubasi endotrakeal untuk mengatasi obstruksi nafas
  • Kombinasi oksigen dan helium untuk meningkatkan oksigenase darah
  • Antibiotik : sefalosporin generasi 2/3 untuk infeksi bakteri

4. Bronkitis

à Proses inflamasi yang mengenai trakea dan bronkus

Jenis :

a) Bronkitis Virus

Etiologi : rhinovirus, RSV, virus influenza, virus parainfluenza, adenovirus, paramyxovirus

b) Bronkitis Bakteri

Etiologi : Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae

Manifestasi Klinis :

Batuk kering (fase awal)    sakit tenggorokan

Hidung tersumbat        nyeri retrosternal

Pilek                gatal pada kulit

Sesak nafas            Sputum banyak

Terapi :

- Tirah baring

- Hindari udara dingin/ kering

- Obat batuk yang mengandung kodein/dekstrometorfan untuk batuk kering pada fase awal Antibiotika jika penyebabnya bakteri

5. Bronkiolitis

  • Penyakit IRA- bawah yang ditandai dengan adanya inflamasi pada bronkiolius
  • EPIDEMIOLOGI

    tersering pada bayi 2-24 bulan, puncak 2-8 bulan.

    95% dibawah 2 tahun, 75% dibawah 1 tahun

    sering pada laki-laki tidak dapat ASI dan lingkungan padat penduduk

  • ETIOLOGI

    umumnya oleh virus (95% RSV, sisanya adenovirus, influenza, rhinovirus, parainfluenza)

  • PATOFISIOLOGI

    Infeksi virus pada epitel bersilia bronkiolus menyebabkan respon inflamasi akut (udem, timbunan debris mati, dan sekresi mukus) diikuti inlfitrasi limfosit peribronkial dan edema submukosa.

    sedikit saja penebalan mukosa akan memberikan hambatan aliran udara yang besar, terutama pada bayi yg penampang saluran respiratori kecil.

Resistensi bronkiolus meningkat selama fase inspirasi

dan ekspirasi, tetapi karna radius saluran respiratori

kecil pada ekspirasi, maka terjadi air trapping dan

hiperinflasi.Proses ini akan mengganggu pertukaran gas

normal di paru, sehingga terjadi penurunan

kerjaventilasi paru -> ketidakseimbangan ventilasi

perfusi -> hipoksemia dan hipoksia jaringan.

  • MANIFESTASI KLINIS

    Mula-mula bayi menderita gejala ISPA atas ringan berupa pilek yang encer dan bersin. Gejala ini berlangsung beberapa hari, kadang-kadang disertai demam dan nafsu makan berkurang. Kemudian timbul distres nafas yang ditandai oleh batuk paroksismal, wheezing, sesak napas.

Bayi-bayi akan menjadi rewel, muntah serta sulit

makan dan minum.

- Bayi mengalami demam ringan atau tidak demam

sama sekali dan bahkan ada yang mengalami

hipotermi. 

- Terjadi distres nafas dengan frekuensi nafas lebih dari 60 kali permenit,kadang-kadang disertai sianosis, nadi juga biasanya meningkat.

- Terdapat nafas cuping hidung, penggunaan otot bantu pernafasan dan retraksi. Retraksi biasanya tidak dalam karena adanya hiperinflasi paru (terperangkapnya udara dalam paru). Terdapat ekspirasi yang memanjang , wheezing yang dapat terdengar dengan ataupun tanpa stetoskop, serta terdapat crackles. Hepar dan lien teraba akibat pendorongan diafragma karena tertekan oleh paru yang hiperinflasi. Sering terjadi hipoksia dengan saturasi oksigen <92% pada udara kamar.

  • DIAGNOSIS

    Kriteria bronkiolitis terdiri dari:

    (1) wheezing pertama kali,

    (2) umur 24 bulan atau kurang,

    (3) pemeriksaan fisik sesuai dengan gambaran infeksi virus misalnya batuk, pilek, demam dan

    (4) menyingkirkan pneumonia atau riwayat atopi yang dapat menyebabkan wheezing.

  • Untuk menilai kegawatan penderita dapat dipakai skor Respiratory Distress Assessment Instrument (RDAI), yang menilai distres napas berdasarkan 2 variabel respirasi yaitu wheezing dan retraksi. Bila skor lebih dari 15 dimasukkan kategori berat, bila skor kurang 3 dimasukkan dalam kategori ringan.Pulse oximetry merupakan alat yang tidak invasif dan berguna untuk menilai derajat keparahan penderita. Saturasi oksigen < 95% merupakan tanda terjadinya hipoksia dan merupakan indikasi untuk rawat inap. 
  • Tes laboratorium rutin tidak spesifik. Hitung lekosit biasanya normal.

Pada x-foto lateral, didapatkan diameter AP yang bertambah dan diafragma tertekan ke bawah. Pada pemeriksaan x-foto dada, dikatakan hyperaerated apabila kita mendapatkan: siluet jantung yang menyempit, jantung terangkat, diafragma lebih rendah dan mendatar, diameter anteroposterior dada bertambah, ruang retrosternal lebih lusen, iga horisontal, pembuluh darah paru tampak tersebar.

  • TATALAKSANA

    1. Terapi suportif: oksigenasi, pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, dan nutrisi yang adekuat.

    2. Bronkiolitis ringan biasanya bisa rawat jalan dan perlu diberikan cairan peroral yang adekuat. Bayi dengan bronkiolitis sedang sampai berat harus dirawat inap.

    3. Penderita resiko tinggi harus dirawat inap, diantaranya: berusia kurang dari 3 bulan, prematur, kelainan jantung, kelainan neurologi, penyakit paru kronis, defisiensi imun, distres napas. Tujuan perawatan di rumah sakit adalah terapi suportif, mencegah dan mengatasi komplikasi, atau bila diperlukan pemberian antivirus. 

Penanganan bronkiolitis:

    1. Cairan dan nutrisi: adekuat, tergantung kondisi penderita

    2. Oksigenasi dengan oksigen nasal atau masker, monitor dengan pulse oxymetry dan bila perlu dilakukan analisa gas darah. Bila ada tanda gagal napas diberikan bantuan ventilasi mekanik.

    3. Bronkodilator: nebulasi agonis beta2: salbutamol 0,1 mg/kg BB/dosis, diencerkan dengan cairan normal saline, diberikan 4 – 6 kali per-hari

4. Steroid, pada bronkiolitis berat: deksametason 0,1-0,2 mg/kg/dosis, IV

5. Antibiotika: penyakit berat, keadaan umum kurang baik, curiga infeksi sekunder

6. Digitalisasi: bila ada tanda payah jantung

6. PNEUMONIA

  • EPIDEMIOLOGI

    - 15-30%

    - Dominan pada pasien dengan 1/lebih penyakit dasar

    - sering pada lansia

  • ETIOLOGI

    - inhalasi bahan2 organik & anorganik

    - obat-obatan

    - mikroorganisme : bakteri, virus, fungi, protozoa

  • FAKTOR RISIKO

    - Usia >65 dan <5 tahun

    - penyakit kronik (ginjal, paru)

    - DM

    - Imunosupresi

    - ketergantungan alkohol

    - malnutrisi

    - ventilasi mekanik

    - lingkungan

    - pasca operasi

  • PATOFISIOLOGI

    infeksi dalam alveoli à membran paru meradang dan berlobang-lobang à cairan, eritrosit, leukosit keluar dari darah dan masuk ke dalam alveoli à infeksi menyebar dari alveolus ke alveolus à Daerah luas pada paru à konsolidasi (paru terisi cairan dan sisa2 sel)

    MANIFESTASI KLINIS

        stadium awal = proses penumonia dapat dilokalisasikan dengan baik hanya pada satu paru, disertai penurunan ventilasi alveolus, tetapi aliran darah melalui paru tetap normal

        

        mengakibatkan 2 kelainan utama pada paru:

        - penurunan luas permukaan total membran pernapasan

        - menurunkan rasi ventilasi-perfusi

                    

                            hipoksemia dan hiperkapnia

        

        darah yang mengalir melalui paru yang teraerasi menjadi 97% tersaturasi dengan O2, sedangkan yang mengalir melalui sisa paru tidak teraerasi hanya 60% tersaturasi dengan O2.


     


     

    saturasi rata-rata darah yang dipompakan jantung kiri ke aorta hanya sekitar 78%

    DIAGNOSIS

        1. ANAMNESIS

            a. Evaluasi faktor pasien

             - PPOK (h. influenzae)

             - kejang / tidak sadar

             - penurunan imunitas

            b. Lokasi infeksi

             - PK

             - PN

            c. Usia pasien

             - bayi (virus)

             - dewasa muda ( m. pneumoniae)

             - dewasa (s. pneumonia)

            d. Awitan

             - akut (s. pneumonia)

             - knronik (m. pneumonia)

        2. Pemeriksaan fisik

            a. Oleh virus : mialgia, malaise, batuk kering dan non produktif

            b. Klasik : demam, sesak napas, tanda konsolidasi paru

    PEMERIKSAAN PENUNJANG

            a. Radiologis

             - lesi berupa kavitasi air fluid level sugestif

            b. Labor

             - leukositosis (bakteri)

             - normal / rendah (virus/mikoplasma/ pada infeksi berat)

             - faal hati mungkin terganggu

            c. Bakteriologis

             - ambilan sputum, darah, aspirasi naso trakeal, bronkoskopi,

    biopsi)


     


     

  1. COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA
  • EPIDEMIOLOGI

        Insidensi tahunan : 5-11 kasus per 1000

        15-45% perlu dirawat di RS

        Insidensi paling tinggi pada pasien yg sangat muda dan lansia

        mortalitas : 5-12% pada pasien dirawat di RS

                 25-50% pada pasien ICU

  • Manifestasi klinis

        1. gejala umum : malaise, demam, kaku otot, mialgia

        2. gejala spesifik pada toraks : dispnea, pleuritis, batuk, hemoptisis

        3. sianosis, takikardi, takipnea, dengan pekak fokal, pernapasan bronkial, rub pleuritik pada pemeriksaan torak

        4. pada pasien muda / tua / pneumonia atipikal (mycoplasma) : gambaran nonrespirasi dapat menonjol (konfusi, diare, ruam)

  • PEMERIKSAAN PENUNJANG

        1. Tes darah rutin : hitung sel leukosit, protein reaktif C, hemolisis dan aglutinin, tes fungsi hati abnormal

        2. Gas darah : identifikasi gagal napas

        3. Mikrobiologi : kultur darah pada kasus yang berat

        4. Radiologi : foto toraks dan CT Scan

  • PENILAIAN KEPARAHAN

        1. Klinis : usia >60 tahun, laju respirasi >30/menit, TD diastolik <60mm Hg, fibrilasi atrial, konfusi

        2. Labor : urea > 7mmol/L, albumin <35g/L, hipoksemia, leukopenia, bakteremia

  • PENATALAKSANAAN

        1. Tindakan suportif

            - O2 untuk mempertahankan PaO2 >8 kPa

            - Resusitasi cairan IV untuk memastikan stabilitas hemodinamik

            - Bantuan ventilasi

            - Fisioterapi dan bronkoskopi untuk membantu bersihan sputum

        2. Terapi antibiotik awal

            - Pasien yang tidak dirawat di RS : respon terhadap terapi oral dengan

    amoxicilin / makrolid baru

            - Pasien dirawat di RS : terapi awal harus mencakup organisme

    atipikal dan s. pneumonia dengan makrolid IV + betalaktam /

    fluorokuinolon

  1. HOSPITAL ACQUIRED PNEUMONIA
  • EPIDEMIOLOGI

        Insidensi : 5-10 kasus per 1000 org yang keluar RS

        Paling tinggi terjadi di bangsal bedah dan ICU

        mortalitas : 30-70%

  • PATOGENESIS

        Aspirasi bahan orofaring, kebocoran melalui mulut sal. Endotrakeal, inhalasi


     


     

        Patogen masuk ke trakea


     

        Konsolidasi setelah dapat melewati mekanisme pertahanan tubuh


     


     

        Proses infeksi         Onset dini (terjadi dalam 4 hari pertama)

                
     

    Onset lambat (>4 hari)

  • MANIFESTASI KLINIS

        - infiltrat radiografis baru terjadi dengan gejala yang menunjukkan infeksi (demam >38C, sputum purulen, leukositosis, hipoksemia)

        - tes diagnostik (sensitivitas antibodi) = hitung darah lengkap, gas darah, serologi, kultur darah, aspirasi efusi pleura

  • TERAPI

        1. suportif

        2. antibiotik

            - onset dini : spektrum sempit (seftriakson, fluorokuinolon)

            - onset lambat : spektrum luas (sefalosporin, antipseudomonas)


     


     

                

teruntuk teman blogger, gaphe

ehm.. siapa sih gaphe?
oh..itu.. tetangga blogger sebelah,yang suka jalan dan makan, well sering bikin ngiri...
but itu bukan inti ceritanya, haha
ce mau ikutan give away nya aja (baru sekali ini ikut beginiaaan, halah!)

pertanyaanya :
Apa arti blog Gaphe Bercerita buat kamu?

buat ce, semua blog yang ce kunjungi adalah blog yang bagus, apapun yang diceritakan, apapun yang diposting-asal itu positif-, itu sangat bermanfaat, termasuk jg blog nya mas Yoga 'Gaphe', foto-foto makannya bener2 enak, kayaknya selalu jalan kemanaaa gitu, baik hati banget-kemaren juga ada give away oleh2 dari malaysia, well... tipikal blogger yang disenangi lah, termasuk blognya juga good looking. good Job Gaphe!


well ini utk postingan ke 200 nya Gaphe (huhu.. checooldotblogspotdotcom ini sudah menjejaskan 400 postingan, belum kepikiran utk celebrate beginian, dasar ga kreatip!)


kalo temen2 mau appreciate blog ini juga, cobalah lompat ke blognya mas Gaphe, ada link nya di atas tadi ^_^

Sistem Pencernaan

Oleh : Yessi Arsurya

SKENARIO I: DARI MULUT SAMPAI KE ANUS

dr. Rianti (24 tahun) sedang menjalani internship di RSUD sangat terenyuh melihat wanita cantik yang baru saja melahirkan menangis tersedu-sedu. Ia tampak syok sekali dan seakan-akan tidak ikhlas menerima bayi yang baru saja dilahirkannya. Bayi ini menderita sumbing pada labium, palatum durum, dan palatum molenya. Ketika dr. Rianti berusaha menghibur wanita cantik tersebut, tiba-tiba datang bidan yang baru saja menolong persalinan yang lain. Bidan ini mengatakan bahwa ia tidak dapat memasukkan thermometer ke dalam anus bayi yang baru lahir tersebut. "Oh, ini pasti atresia ani. Ternyata kelainan traktus digestivus ini memang bisa terjadi dari mulut sampai anus,"gumam dr. Rianti.

dr. Rianti segera berencana mengirim kedua bayi ini ke dokter bedah digestif supaya traktus digestivus bayi ini normal kembali. Bagaimanakah anda menerangkan keadaan bayi ini?

  1. TERMINOLOGI
  1. Labium à bibir
  2. Palatum durum à langit-langit mulut keras bagian anterior
  3. Palatum mole à langit-langit mulut lunak bagian posterior
  4. Atresia ani à keadaan tertutup/ tidak terbentuk dengan sempurna lubang anus.
  5. Traktus digestivus à saluran pencernaan
  6. Digestif à pencernaan
  7. Sumbing à bercelah
  8. Terenyuh à terharu


     

    1. IDENTIFIKASI MASALAH
  9. Mengapa bayi tersebut menderita sumbing pada labium, palatum durum, dan palatum molenya?
  10. Mengapa terjadi atresia ani pada bayi tersebut?
  11. Mengapa kelainan traktus digestivus bisa terjadi dari mulut sampai ke anus dan kelainan apa saja yang bisa terjadi?
  12. Bagaimana struktur pembentuk palatum?
  13. Bagaimana bentuk traktus digestivus yang normal?
  14. Bagaimana cara pengembalian ke keadaan normal kelainan traktus digestivus tersebut?
  15. Apa saja lapisan penyusun traktus digestivus?


     

    1. ANALISIS MASALAH
  16. Adanya kelainan genetika, perkembangan tonjolan maksila yang tidak sempurna pada minggu ke empat, Ibu mengonsumsi obat-obatan anti muntah berlebihan atau obat jenis lain yang kurang aman, serta tidak terbentuknya labium dan palatum dengan sempurna.
  17. Kegagalan menutupnya kanalis ani akibat tidak robeknya membrane analis sehingga tetap tertutup.
  18. Karena kelainan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti: factor genetika, lingkungan (accident), kebiasaan makan, usia Ibu saat pregnant, defisiensi Zn dan Vit B6, stress, infeksi pada kehamilan, dll. Banyak contoh kelainan lain yang bisa terjadi, seperti: fistula dan atresia, stenosis pylorus, dll.
  19. Palatum terbagi dalam 2 bagian, yaitu palatum durum dan palatum mole. Palatum durumàlangit-langit keras yang terdiri dari tulang, dilapisi lendir. Palatum moleà langit-langit lunak yang terdiri dari fibrosa dan lendir. Keduanya dibatasi oleh foramen inscicivum.
  20. Traktus digestivus yang normal terdiri atas:

    -cavum oris

    -farink

    -oesofagus

    -gaster

    -intestinum tenue, yang terdiri atas: duodenum, jejunum, dan ileum

    -intestinum crassum, yang terdiri atas appendix, colon ascendant,colon tranversum, colon descendent, dan colon shigmoid.

    -rektum

    -anus

    6. Dapat melakukan pembedahan colostomy, serta operasi bibir sumbing (terutama bayi usia 3 bulan).

    7. tarktus digestivus disusun oleh lapiasan mukosa yang terdiri dari epitel, lamina propia, dan muskularis mucus. Kemudian lapisan submukosa, muskularis interna, serta lapisan serosa/ adventisia.

    1. LO (LEARNING OBJECTIVES)

Mahasiswa mampu menjelaskan:

  1. Embriologi saluran dan alat system pencernaan
  2. Anatomi saluran dan alat system pencernaan
  3. Histology saluran dan alat system pencernaan
  4. Kelainan congenital system pencernaan
  5. Korelasi klinis yang berhubungan dengan system pencernaan


 

  1. MENCARI INFORMASI

Melalui buku, kuliah pakar, internet, dan sumber lain yang terkait.


 

  1. PEMBAHASAN LEARNING OBJECTIVES


     

  1. EMBRIOLOGI SALURAN DAN ALAT SISTEM PENCERNAAN

Embrologi system saraf dimulai oleh suatu lapisan yang dikenal juga sebagai pharyngeal gut. Bermulanya pembentukan lapisan ini adalah pada minggu keempat yang pada mulanya akan terbentuk lengkung pharynx yang terdiri atas jaringan mesenkim yang dipisahkan oleh celah pharynx. Bersamaan dengan itu terbentuk kantong pharynx disepanjang dinding lateral pharynx.

Lengkung farink ini tadi terdiri atas tiga bagian yaitu bagian inti, yang merupakan sel mesoderm, bagian luar, Ektoderm dan juga bagian dalam, yag merupakan biaan dari sel entoderm. Disamping itu inti lengkung Pharynx akan menerima sel krista untuk membentuk suatu unsure tulang. Sel mesoderm pula membentuk susunan otot wajah dan leher.

Setiap unsur otot masing-masing lengkung bakal membawa saraf otak tersendiri dan mempunyai unsur arteri sendiri. Manakala celah pharynx terdapat sebanyak empat buah namun, yang akan menetap hanya satu, yaitu celah pharynx yang akan nantinya berkembang menjadi meatus acusticus externus.

Antara bagian yang berperan dalam rongga mulut dalam sistem pencernaan adalah lidah. Lidah mulai terbentuk pada minggu keempat yang berasal dari lengkung pertama yang nantinya akan membentuk corpus lingua,lengkung kedua, ketiga dan sebagian keempat ula akan membentuk bagian radix lingua dan yang terakhir lengkung keempat yang nantinya membentuk epiglottis yang sngat berperan sebagai kotak suara dan membantu daa proses respirasi.

Manakala palatum pula berasal dari pasangan pertama lengkung pharynx. Palatum ini mulai terbentuk pada akhir minggu keempat terdapat tonjolan maxilla dilateral dan tonjolan mandibula kaudal dari stomadeum. Tonjolan maxilla nantinya akan bertumbuh kemedial membentuk segmen antar maxilla yang membentuk Philtrum bibir atas, unsur rahang atas, mengandung 4 gigi seri, unsur palatum yang membentuk langitan primer. Palatum sekunder pula akan dibentuk oleh daun-daun langit sekunder (palatum) yang berasal dari penonjolan tonjol maxilla yang mengarah kebawah, pada sisi kiri dan kanan lidah. Akhirnya mencapai kedudukan horizontal diatas lidah. Di anterior daun-daun palatina bersatu dengan langit primer dan batas langit primer dan sekunder adalah foramen incisivum

Susunan pencernaan

Susunan pencernaan manusia mulai terbentuk pada kehidupan mudigah 7 somit atau pada hari yang ke-22 sebagai akibat dari pelipatan mudigah kearah cephalo caudal dan lateral, sehingga rongga yang dibatasi entoderm sebagian tercakup ke dalam mudigah dan membentuk usus sederhana. Pada bagian kepala dan ekor mudigah pula, usus sederhana membentuk tabung buntu masing-masing :

  • Usus sederhana depan (fore gut)
  • Usus sederhana belakang (hind gut)
  • Diantaranya usus sederhana tengah (mid gut) yang untuk sementara tetap berhubungan dengan kandung kuning telur.

Manakala Usus sederhana depan pula terdiri daripada Oesopagus. Oesophagus mulai terbentuk ketika mudigah berumur ± 4 minggu, muncul diverticulum pada dinding ventral usus sederhana depan yang disebut (diverticulum tracheo – bronchiale). Diverticulum ini berangsur-angsur dipisahkan dari bagian dorsal fore gut melalui septum oesopago – tracheale. Dengan cara ini usus sederhana depan terbagi atas bagian ventral yang dikenali sebagai primordium pernafasan dan bagian dorsal yang dikenali juga sebagai oesopagus.

Pada mulanya oesopagus sangat pendek, akan tetapi dengan gerak turun jantung dan paru-paru ia memanjang dengan cepat. 2/3 bagian atas otot bersifat serat lintang yang berasal dari mesenchim sekitarnya dan disarafi oleh N.X. 1/3 bagian bawahnya pula terdiri dari otot yang bersifat polos dan disarafi plexus splanchnicus

Lambung

Pertumbuhan lambung mulai pada minggu ke-4 sebagai suatu pelebaran usus depan yang berbentuk kumparan. Minggu-minggu berikutnya kedudukannya sangat berubah akibat perbedaan kecepatan pertumbuhan pada berbagai dindingnya dan perubahan kedudukan alat-alat disekitarnya. Perubahan kedudukan lambung karena ia berputar sekitar sumbu memanjang dan sumbu antero posterior. Disekitar sumbu memanjang lambung melakukan putaran 90o searah jarum jam. Akibatnya :

  • Sisi kiri menghadap ke depan
  • Sisi kanan menghadap ke belakang
  • N.X kiri yang semula mensarafi kiri menuju depan
  • N.X kanan yang semula mensafari kanan menuju belakang

Selama perputaran ini bagian dinding belakang lambung tumbuh lebih cepat dari bagian depannya. Hal ini mengakibatkan pembentukan curvatura mayor dan curvatura minor. Ujung cephalic dan kaudal lambung pada mulanya terletak digaris depan. Selama pertumbuhan, bagian kaudal atau bagian pilorus bergerak kekanan dan keatas, dan bagian cephalic atau bagian kardia kekiri dan kebawah. Dengan ini sumbu panjang lambung berjalan dari kiri dan kanan bawah.

Pada tingkat perkembangan ini, lambung terikat pada dinding dorsal dan ventral tubuh melalui mesogastrium dorsale dan ventrale. Perputaran disekitar sumbu memanjang menarik mesogastrium dorsale kekiri. Dengan demikian membantu pembentukan bursa omentalis, yaitu kantong peritonium dibelakang lambung

Duodenum

Duodenum pula terbentuk dari bagian akhir fore gut dan bagian atas mid gut. Hasil titik pertemuan fore gut dan mid gut ini terletak tepat distal dari tunas hati. Sementara lambung berputar, duodenum mengambil bentuk lengkung seperti huruf "C" dan akhirnya terletak retroperitonial


 

Hati dan kandung hempedu

Hati dan kandung hempedu mulai terbentuk pada pertengahan minggu ke tiga sebagai epitel entoderm pada ujung distal fore gut. Pertumbuhan ini dikenal sebagi diverticulum hepatis (tunas hati) . Tunas hati terdiri atas berkas-berkas sel yang berproliferasi dengan cepat dan menempus septum transversum yaitu lempeng mesoderm. Sementara sel-sel hati menembus septum transversum, hubungan tunas hati dan duodenum menyempit. Dengan ini terbentuk saluran empedu. Dari saluran empedu, terbentuk tonjolan ke ventral yang menghasilkan kandung empedu dan ductus cysticus.

Selama perkembangan sel epitel hati bercampur baur dengan v.vitelinae dan v.umbilicus untuk membentuk sinusoid hati. Tali-tali hati berdiferensiasi menjadi jaringan parenkim hati dan jaringan yang melapisi ductus biliaris. Sel-sel hemopoitik, sel-sel kuppfer dan sel-sel jaringan penyambung berasal dari mesoderm septum transfersum.

Hati dan peritoneum

Mulai terbentuk akibat pertumbuhan cepat yang terus berlangsung, hati menjadi terlalu besar bagi septum transversum dan berangsur-angsur menonjol kedalam rongga perut.Mesoderm septum transversum antara dinding ventral perut dan hati menjadi teregang dan sangat tipis dan membentuk ligamentum falciforme hepatis

Mesoderm septum transversum antara hati dan fore gut akan meregang dan membentuk selaput omentum minus (ligamentum gastrohepaticum dan ligamentum hepatoduodenale).Pada tepi bebas omentum minus terdapat saluran empedu, vena prota dan arteri hepatica

Mesoderm pada permukaan hati berdiferensiasi menjadi peritonium viscerale, kecuali pada permukaan atasnya. Pada daerah ini, hati tetap berhubungan dengan sisa septum transversum. Bagian septum ini terdiri atas gumpalan mesoderm yang padat dan membentuk pars tendinosa diafragma. Permukaan hati yang berhubungan dengan diafragma dan tidak pernah diliputi peritonium dikenal dengan pars afixa hepatis atau bare area of the liver

Hati dlam janin

Pada minggu 10 berat hati ± 10% dari berat badan seluruhnya. Hal ini disebabkan karena sejumlah besar Sinusoid dan fungsi hemopoetik untuk menghasilkan darah.

Diantara sel hati dan dinding pembuluh darah ditemukan sarang-sarang sel yang menghasilkan sel darah merah dan putih. Kegiatan ini berangsur-angsur berkurang dalam 2 bulan terakhir kehidupan dalam rahim. Pada saat lahir hanya pulau-pulau kecil pembentuk darah yang tertinggal. Pada saat ini berat hati ± 5% dari berat badan seluruhnya.

Fungsi hati yang penting lainnya dimulai pada minggu ke 12 yaitu dibentuknya empedu oleh sel-sel hati. Pada saat ini, kandung empedu dan ductus cysticus telah berkembang. Ductus cysticus bersatu dengan ductus hepaticus membentuk ductus choledochus. Akibatnya empedu dapat memasuki saluran pencernaan, sehingga isi saluran pencernaan berwarna hijau gelap. Karena perubahan kedudukan duedenum, muara ductus choledochus berangsur-angsur bergeser dari depan ke belakang. Akibatnya ductus choledochus menghilang dibelakang duodenum.

Pancrease

Pancrease mulai dibentuk oleh tunas pancreas dorsal dan tunas pancreas ventral. Yang berasal dari epitel entoderm duodenum. Tunas pancreas dorsal terletak didalam mesenterium dorsale, sedang tunas pancreas dorsal berhubungan erat dengan ductus choledochus. Ketika duodenum berputar ke kanan dan membentuk huruf C, tunas pancreas ventral bergeser ke dorsal seperti ductus choledochus bergeser ke dorsal.

Akhirnya tunas pancreas ventral berada tepat dibawah dan dibelakang tunas pancreas dorsal. Kemudian parenkhim maupun saluran tunas pancreas dorsal dan ventral bersatu.

Tunas ventral membentuk processus uncinatus dan bagian bawah caput pancreas. Bagian kelenjar lainnya berasal dari tunas dorsal. Ductus pancreaticus mayor (Wirsungi) terbentuk dari bagian distal saluran pancreas dorsal dan seluruh saluran pancreas ventral. Bagian proximal saluran pancreas dorsal menutup atau sebagai saluran kecil yaitu ductus pancreaticus accesorius (santorini). Ductus pancreaticus mayor bersama-sama dengan ductus choledochus bermuara di papila duodeni mayor.

Ductus pancreaticus accesorius bermuara pada papila duodeni minor. Pulau-pulau langerhans yang terbentuk berkembang dari jaringan parenchim pancreas pada ketiga kehidupan janin dan seterusnya tersebar diseluruh kelenjar. Sekresi insulin dimulai pada ± bulan ke-5.

Usus sederhana

Perkembangan usus tengah ditandai oleh cepat memanjangnya usus dan mesenteriumnya, sehingga terbentuk jerat usus primer. Pada puncaknya jerat ini tetap berhubungan dengan kandung telur melalui ductus vitellinus yang sempit. Bagian cranial jerat usus akan membentuk bagian distal duodenum, yeyenum dan ileum (sebahagian).

Manakala bagian caudal jerat usus pula akan membentuk bagian bawah illeum, caecum, appendix, colon ascenden dan2/3 proximal colon transfersum. Perbatasan antara bagian cranial dan caudal jerat usus: ductus vitelinus tetap ada pada orang dewasa yang dikenal sebagai diferticulum meckel dan diverticulum illeal

Hernia physiology merupakan pertumbuhan jerat usus primer sangat pesat terutama bagian cranialnya. Terjadi akibat pertumbuhan yang cepat ini dan perluasan hati yang serentak, rongga perut untuk sementara terlalu kecil untuk menampung jerat-jerat usus ini. Akibatnya jerat ini memasuki celom extra embrional dan tali pusat (hernia umbilicalis phisiologic) yang terjadi pada minggu ke enam.

Perputaran pula terjadi bersamaan dengan pertumbuhan memanjangnya, jerat usus sederhana akan berputar disekitar poros yang dibentuk oleh A.Mesenterica superior.

Perputaran terjadi 270o yang terdiri atas 90% selama herniasi , 180o selama jerat usus kembali ke rongga perut. Perputaran ini berlawanan dengan arah jam.Usus besar nantinya juga cukup bertambah panjang, sedangkan yeyenum dan ileum selain bertambah panjang juga akan membentuk jerat-jerat bergelung selama perputaran.

Retraksi jerat yang mengalami terjadi pada akhir bulan ke-3 jerat usus yang mengalami herniasi mulai kembali kedalam rongga perut. Hal ini mungkin disebabkan oleh menghilangnya mesonephros,berkurangnya pertumbuhan hati. Dan bertambah luasnya rongga perut.

Bagian proximal yeyenum merupakan bagian pertama yang masuk dan mengambil tempat disisi kiri. Jerat yang masuk berikutnya makin lama makin menetap disisi kanan. Gelembung caecum yang merupakan bagian caudal jerat usus sederhana terakhir masuk ke rongga perut. Untuk sementara terletak langsung dibawah lobus kanan hati. Dari sini gelembung caecum bergerak turun kedalam fosa iliaca kanan, sambil membentuk colon ascenden dan flexura hepatica. Selama proses ini ujung distal gelembung caecum membentuk sebuah diverticulum yang sempit : - Appendix sederhana. Appendix berkembang selama penurunan colon, sehingga kedudukan terakhir terdapat dibelakang caecum dan colon.

Usus sederhana belakang

Usus sederhana belakang membentuk 1/3 distal colon transversum colon ascendens sigmoid, rectum dan bagian atas canalis analis. Bagian usus sederhana belakang bermuara kedalam cloaka (suatu rongga yang di lapisi entoderm yang berhubungan langsung dengan entoderm permukaan). Pada pertemuan antara entoderm dan ektoderm terbentuk membrana cloacalis. Pada perkembangan selanjutnya tumbuh septum urorectal pada sudut antara alantois dan usus belakang. Sekat ini berlanjut tumbuh ke caudal sambil membagi cloaka menjadi sinus urogenitalis sederhana (depan) dan canalis anorectalis (belakang).

Ketika mudigah berumur 7 minggu, septum urorectal mencapai membran cloacalis yang akan terbagi menjadi membran analis yang terletak di belakang dan membran urogentalis (didepan). Membran analis dikelilingi oleh tonjolan-tonjolan mesenchim. Pada minggu ke 8 selaput ini ditemukan pada dasar lekukan ektoderm yang akan menjadi lobang anus atau proktodium. Dalam minggu ke 9, membran analis koyak dan terbentuklah jalan terbuka antara rektum dan dunia luar. Bagian atas canalis analis berasal dari entoderm dan didarahi oleh A.mesenterica inferior. Bagian bawah (1/3 bawah) berasal dari ektoderm dan didarahi oleh A.pudenda interna. Pertemuan keduanya disebut linea dentata atau linea pertinatum.

  1. ANATOMI SALURAN DAN ALAT SISTEM PENCERNAAN

Organisasi Sistem Digestoria

Tersusun atas 2 komponen utama

  • Traktus digestoria / saluran pencernaan, yaitu saluran yang dilewati oleh makanan yang kita makan.
    • Cavitas oris
    • Oesophagus                 
    • Ventriculus
    • Intestinum tenue
    • Intestinum crassum
    • Anus


 

  • Glandula digesti asesorius / kelenjar pencernaan meliputi pusat-pusat penghasil kelenjar-kelenjar pencernaan yang berfungsi sebagai pemercepat (katalis) dalam pencernaan makanan.
    • Gigi
    • Lidah
    • Glandula salivarius
    • Hepar & Gallbladder
    • Pancreas

Anatomi serta mekanisme sistem pencernaan

Berikut urutan anatomi dan mekanisme sistem pencernaan, mulai dari pada saat makanan masuk ke rongga mulut :

Cavum Oris (Rongga mulut )

Pada saat makanan masuk kedalam cavum oris, bibir mempunyai fungsi spesifik yaitu sebagai pembantu untuk memperoleh , mengarahkan serta menampung makanan. Di dalam cavum oris, makanan mengalami 2 perlakuan yaitu :

  • Pencernaan secara mekanik (mengunyah)

    dengan gigi (umumnya 33 kali), sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan Subhanallah, alasan ilmiah dari pernyataan tersebut adalah enzim hanya akan bekerja untuk makanan yang telah terpecah menjadi partikel-partikel kecil.


     

  • Pengunyahan kimia

    dengan bantuan enzim dari glandula / kelenjar pencernaan. Dimana kelenjar pencernaan menghasilkan enzim amilase yang berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi amilum.


 

Dalam cavum oris juga terdapat lidah yang berfungsi sebagai pengecap.

Beberapa bagian lidah

  • Radix lingua
  • Dorsum lingua
  • Apex lingua


     

Setelah itu bolus terdorong ke arah posterior dari lidah dan secara otomatis bolus akan terdorong untuk memasuki faring. Di dalam cavum oris juga terdapat kelenjar pencernaan seperti yang sudah disebutkan diatas secara lengkap, yaitu :

  • Glandula salivares majores:
    • Glandula parotidea
    • Glandula sublingualis
    • Glandula submandibularis


 

  • Glandula salivares minores:
    • Gld. Labiale
    • Gld. Buccales
    • Gld. Lingualis
    • Gld. palatini


 

Faring

Secara refleks ketika bolus akan memasuki faring, epiglotis membuka sphincter, oesofagus berelaksasi disertai dengan peran oesofagus dalam menutup palatum mole sehingga makan tidak masuk kedalam trakea dan hidung. Secara umum, fungsi dari faring adalah sebagai saluran penghubung sistem pencernaan dan pernapasan. Disekitar faring juga terdapat tonsil yang berperan dalam pertahanan (imunitas) tubuh.

Oesophagus

Merupakan saluran muskuler dengan panjang 25 cm dibagi menjadi 2 bagian :

  • Pars torachalis oesophagei
  • Pars abdominalis oesophage dengan panjang 1,5 – 2,5 cm berbentuk seperti pyramid. Bagian distal berhubungan dengan gaster / ventriculus dihubungkan oleh junction oesophagogastrica ( junction = sambungan ) dan ada juga sphincter oesophagus.

Di cranial dan caudal oesophagus terdapat sphincter yang bernama sphincter oesophagus. Di oesophagus makanan akan mengalami gerak peristaltic yang terjadi sekitar 6-10 deik. Apabila peristaltik pertama (peristaltik primer) tidak bisa mengantarkan makanan ke gaster, maka akan terjadi gerakan peristaltik sekunder sehingga mendorong makanan ke gaster.

Gaster / ventriculus

Merupakan saluran pencernaan setelah oesophagus berfungsi untuk mencerna bolus secara mekanik menggunakan gerak peristaltik gaster dan kimiawi (mengeluarkan enzim pencernaan seperti lipase, peptin, HCl). Makanan yang telah dicerna berjalan menuju duodenum dinamakan kimus. Tingkat keenceren kimus tergantung pada jumlah zat yang dimakan, air dan sekresi lambung. Di dalam lambung memiliki fungsi motorik sebagai tempat penyimpanan makanan, pencampuran makanan, dan pengosongan kimus di lambung.

Usus halus (Intstineum Tenue)

  • Fungsi : digesti dan absorbsi (terutama di jejenum)
  • Duodenum:
    • Bentuk U, panjang ± 24cm
    • Retroperitoneal
    • Papilla duodeni major à muara ductus choledochus dan ductus pancreaticus
  • Jejenum dan Ileum
    • mukosa : terdapat lipatan yang disebut villi berfungsi untuk memperluas permukaan
    • 6-7m, batas tidak tegas à 2/5 proximal jejenum, 3/5 distal ileum
    • Jejenum: kosong, dinding tebal, lebih vasculer, sebagian besar di r. umbilicalis
    • Ileum     : dinding lebih tipis, vascularisasi sedikit, r. hypogastrica – pelvis
  • Vascularisasi:
    • A. mesenterica superior
    • V. porta


     

    Didalam usus halus terjadi pencernaan mekanik dengan gerak peristaltik dinding usus serta perncernaan dengan mengeluarkan enzim dari pankreas dan hepar. Di usus halus juga terjadi absorbs nutrisi dan zat-zat yang berguna untuk tubuh. Sebagai nutrisi yang diserap disalurkan ke hati untuk diolah.

Usus besar (Intestinum Carasum )

Berfungsi dalam mengabsorbsi air , mineral dan vitamin & membuang feces. Panjangnya 1,5 m. memiliki bagian khas yaitu taenia coli, haustrae, appendices epiploica.

Yang terdiri dari 4 bagian yaitu :

  • Caecum merupakan muara ileum (orificium ileocaecalis) dan appendix vermiformis
  • Colon

Terdiri dari 4 bagian yaitu :

  • Colon ascendens:
    • 12-20cm, valva ileocecalis – flexura coli dextra
    • Retroperitoneal
  • Colon transversum
    • 40-50cm
    • Paling besar
    • Flexura coli dextra – flexura coli sinistra
    • Penggantung: mesocolon transversum
  • Colon descendens
    • Flexura coli sinistra – apertura pelvis superior
    • retroperitoneal
  • Colon sigmoideum
    • Bentuk S, panjang 15-80cm
    • Bentuk dan posisi tergantung pada jumlah isinya, yaitu feses
    • Colon descendens – rectum
    • Penggantung: mesocolon sigmoideum


     

  • Rectum dan canalis analis
    • Panjang lebih kurang 12cm
    • Tidak mempunyai penggantung usus (mesenterium)
    • Bagian yang melebar: ampulla recti
    • Pada rectum terdapat plexus hemorhoidalis. Jika membesar disebut hemoroid
    • Berakhir sebagai anus pada perineum
    • m. sphincter ani internus (otot polos), dalam keadaan normal tertutup
    • m. sphincter ani externus (otot lurik), bisa di kendalikan


 

KELENJAR PENCERNAAN

Hepar

  • Regio hypocondriaca dextra dan epigastrium
  • Terdiri atas 2 lobus: dexter dan sinister
  • Intraperitoneal, kecuali area nuda
  • Penggantung hepar:
    • Lig. Falciforme hepatis
    • Lig. Teres hepatis
    • Lig. Triangulare dextrum
    • Lig. Triangulare sinistrum
    • Lig. Hepatorenale
  • Memiliki fungsi sebagai produksi cairan empedu dengan alur sebagai berikut :
    • Ductus hepaticus dexter dan sinister à ductus hepaticus comunis :

1) ductus choledochus à papilla duodeni mayor

2) Vesica velea à ductus cysticus à ductus choledocus à dst

Vesica fellea

  • Kantong berbentuk buah peer
  • Fungsi: memekatkan empedu
  • Daya tampung: 30-60 ml
  • Bagian-bagiannya:
    • Fundus vesica fellea
    • Corpus
    • Collum à berlanjut sebagai ductus cysticus

Pankreas

  • Memiliki panjang 12-15 cm
  • Terletak pada regio epigastrica dan hypocondriaca kiri
  • Terdiri atas:
    • Glandula eksokrin à c. pancreas à ductus pancreaticus à duodenum

      ductus pancreaticus + ductus choledocus à ampulla hepatopancreraticus = ampulla Voter à papilla duodeni mayor

    • Glandula endokrin à insulin dan glukagon à darah
  • Bagian-bagian dari pangkreas :
    • Caput (kepala)
    • Collum (leher)
    • Corpus(badan)
    • cauda (ekor)

Struktur Tunica dari GIT:

  1. Tunica mukosa

    Tunica mukosa membatasi lumen dari GIT, merupakan lapisan absorptive dan secretori. Terdiri dari epitel columner simplek yang didukung dengan adanya lamina propia(jaringan tipis dari jaringan ikat). Lamina propia mengandung nodul limpa yang penting dalam perlindungan melawan penyakit. Lapisan diluar lamina propia adalah otot polos yang disebut mukosa muskularis, yang menyediakan gerakan mengaduk secara tidak sadar. Mukosa muskularis biasanya terdiri atas lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan longutudinal luar dari otot polos, yang memisahkan mukosa dari sub mukosa. Sel goblet yang terspesialisasi di mucosa sepanjang GIT menghasilkan mucus/ lender.


     

  2. Tunica Submucosa

Terdiri atas jaringan ikat padat dengan banyak pembuluh darah dan pembuluh limfe dan suatu plexus saraf submukosa (yang disebut dengan plexus Meissener). Lapisan ini juga mengandung kelenjar dan jaringan limfoid. Molekul yang terserap yang melewati sel epithel columnarnya mukosa, masuk ke pembuluh darah atau ductus limfenya submukosa.


 

  1. Tunica muscularis

    Tunica muscularis bertanggung jawab pada kontraksi dan pergerakan peristaltic yang melewati GIT. Tunica ini mengandung sel sel otot polos yang tersusun sebagai spiral dan dibagi dalam 2 lapisan lagi sesuai arah utama jalannya sel otot. Di lapisan dalam(dekat lumen) susunan sel otot umumnya melingkar. Di lapisan luar, sebagian besar susunannya memanjang. Kontraksi dari lapisan ini memindahkan makanan melewati saluran dan secara fisik melumatkan dan mengaduk makanan dengan enzim pencernaan.

Plexus saraf mienterikus(atau plexus Auerbach terletak di antara dua lapisan otot, dengan saraf mayor menyuplai GIT. Termasuk neuron dan ganglia dari kedua simpatik dan parasimpatik divisi dari ANS.


 

  1. Serosa

    Serosa melengkapi dinding GIT. Terdiri dari lapisan epithelium squamous selapis dan sedikit jaringan ikat. Di dalam rongga perut, serosa menyatu dengan mesenterium yang menopang usus dan menyatu dengan peritoneum( yaitu membrane serosa yang melapisi dinding rongga). Akan tetapi, di tempat terbentuknya hubungan organ pencernaan dengan organ atau struktur lain, serosa tersebut digantikan oleh lapisan adventisia tebal yang terdiri atas jaringan ikat yang mengandung pembuluh dan saraf tanpa adanya sel epitel selapis.


 


 

PERITONIUM

  • Peritoneum parietale à membran serosa yang melapisi permukaan dalam cavum abdominalis dan cavum pelvis
  • Peritoneum viscerale à bag. Peritoneum parietale (yang membalik) dan menutupi organ dalam cavum abdominale dan cavum pelvis
  • Cavum peritoneal: ruangan antara peritoneum parietale dan viscerale à isi: cairan serosa
    • Saccus peritonei mayor
    • Saccus peritonei minor (bursa omentalis)

à Dihubungkan dengan oleh foramen epiploicum Winslow



 

  1. HISTOLOGI SALURAN DAN ALAT SISTEM PENCERNAAN

    Sistem pencernaan terdiri atas saluran cerna:


     

    rongga mulut,

    mulut,

    esofagus,

    lambung,

    usus kecil,

    usus besar,

    rektum dan

    anus.


     

    Serta kelenjar-kelenjar yang terkait:


     

    kelenjar liur,

    hati dan

    pankreas.


     

    Fungsinya untuk mendapatkan metabolit-metabolit dari makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh.Molekul-molekul makanan yang besar seperti protein, lemak, karbohidrat dan asam nukleat diuraikan menjadi molekul-molekul kecil yang mudah diserap melalui dinding saluran cerna.Air, vitamin dan mineral juga diserap dari makanan hasil pencernaan.Lapisan dalam dari saluran cerna merupakan suatu batas pertahanan antara isi lumen saluran cerna dengan lingkungan internal (internal milieu) tubuh.


     

    Struktur Umum Saluran Cerna


     

    Saluran cerna adalah tabung berongga terdiri atas lumen dengan garis tengah bervariasi, yang dikelilimgi oleh dinding dengan empat lapisan utama: mokosa, submukosa, muskularis eksterna dan serosa.


     

    Mukosa terdiri atas epitel pelapis, lamina propria yang merupakan jaringan ikat longgar dengan banyak pembuluh darah, pembuluh limfe dan serat otot polos, kadang-kadang mengandung kelenjar dan jaringan limfoid dan muskularis mukosa umumnya terdiri atas lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapis longotudinal luar serat otot polos yang memisahkan lapisan mukosa dari submukosa. Mukosa sering disebut membran mukosa.


     

    Submukosa terdiri atas jaringan ikat longgar dengan banyak pembuluh darah, pembuluh limfe dan pleksus saraf submukosa(pleksus meissner). Mungkin juga mengandung kelenjar dan jaringan limfoid.


     

    Muskularis mengandung sel-sel otot polos yang berorientasi secara spiral dan terbagi dalam dua lapisan menurut arah utama perjalanan sel otot.Pada lapisan dalam (dekat ke lumen), arah jalannya sirkular, pada lapisan luar, kebanyakan arahnya memanjang.Lapisan muskularis juga mengandung pleksus saraf mienterikus (pleksus Aauerbach), yang terletak diantara kedua lapisan otot tadi dan pembuluh darah serta pembuluh limfe terdapat dalam jaringan ikat diantara kedua lapisan.


     

    Serosa adalah suatu lapisan tipis terdiri atas jaringan ikat longgar yang kaya pembuluh darah dan pembuluh limfe serta jaringan lemak dan epitel selapis gepeng sebagai pelapis (mesotel).


     

    Fungsi utama epitel pelapis saluran cerna adalah sebagai sawar permeabel selektif antara isi saluran cerna dan jaringan tubuh, memudahkan transfor dan pencernaan makanan, memperbaiki penyerapan produk hasil pencernaan dan menghasilkan hormon yang mempengaruhi aktifitas sistem pencernaan.Sel-sel pada lapisan ini menghasilkan mukus (lendir) atau terlibat dalam pencernaan atau penyerapan makanan.Banyaknya limfonoduli dalam lamina propria dan lapis submukosa melindungi organisme (bersama epitel) dari invasi bakteri.


     


     

    Rongga Mulut


     

    Seluruh cavum oris dibatasi oleh membrana mucosa dengan epitel gepeng berlapis.Pada waktu embrio epitel tersebut membentuk gigi dan kelejar ludah.

    Cavum oris disebeleh depa dibatasi oleh suatu celah yang disebut: rima oris dengan labium superior et inferior sebagai dindingnya. Sebelah lateral cavum oris dibatasi oleh pipi dan sebelah bawah terdapat dasar mulut dengan lidahnya dan sebagi atapnya adalah palatum. Sedangkan disebelah dorsal terdapat hubungan dengan pharynx yang merupakan lubang yang disebuat faucia.


     

    Labium oris


     

    Rongga mulut dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapis tanduk.Sel-sel permukaannya mempunyai inti dengan sedikit granul keratin di dalamnya.Pada bagian bibir dapat diamati peralihan antara epitel tanpa lapisan tanduk menjadi epitel berlapis tanduk.Lamina propria berpapil serupa pada dermis kulit dan menyatu dengan submukosa yang mengandung kelenjar-kelenjar liur kecil secara difus.

    Atap rongga mulut terdiri atas palatum durum dan platum mole, yang dilapisi oleh epitel berlapis gepeng sejenis.Pada palatum durum membran mukosa melekat pada jaringan tulang.Bagian pusat palatum mole adalah otot rangka dengan banyak kelenjar mukosa dalam submukosa.

    Uvula palatina adalah sebuah tonjolan berbentuk kerucut kecil yang menjulur ke bawah dari bagian tengah batas bawah palatum mole.Bagian pusatnya adalah otot dan jaringan ikat areolar yang ditutupi oleh mukosa mulut biasa.


     

    Baik labium oris superior maupun labium oris inferior mempunyai daerah permukaan yang berbeda struktur histologisnya.


     

    Facies externa

    Rubrum labii

    Facies interna


     


     

    Facies externa

    Daerah permukaan bibir ini merupakan lanjutan kulit disekitar mulut.Maka gambaran hstologisnya sebagai kulit pula.Paling luar dilapisi oleh epidermis yang merupakan epitel gepeng berlapis berkeratin.

    Dibawah epidermis terdapat jaringan pengikat yang disebut corium yang membentuk tonjolan-tonjolan ke arah epidermis yang disebut sebagai papila corii.Sel-sel basal epidermis mengandung butir-butir pigmen.Seperti juga pada struktur kulit lainnya pada permukaan kulit ini dilengkapi oleh alat-alat tambahan kulit seperti glandula sudorifera, glandula sebacea dan folikel rambut.


     

    Rubrum labii

    Merupakan daerah peralihan antara facies externa dan facies interna.Epitelnya merupakan lanjutan dari epidermis yang mengalami perubahan pada stratum corneumnya yang makin menipis sampai menghilang.Tetapi epitelnya semakin menebal.


     

    1. Lidah


     

    Lidah adalah massa otot rangka yang ditutupi membran mukosa yang strukturnya bervariasi menurut daerah yang diamati. Serat-serat otot saling menyilang dalam 3 bidang, yang bergabung dalam berkas-berkas, biasanya dipisahkan oleh jaringan ikat.Membran mukosa melekat dengan erat pada otot, karena jaringan ikat dari lamina propria menyusup ke dalam celah-celah diantara berkas-berkas otot.

    Pada permukaan bawah lidah mukosanya licin.Permukaan dorsal lidah tidak teratur, dianterior ditutupi banyak tonjolan kecil yang disebut papila. Sepertiga bagian posterior permukaan dorsal lidah dipisahkan dari dua per tiga bagian anteriornya oleh batas berbentuk V. Di belakang batas ini permukaan lidah berkelompok limfosit kecil: kelompok kecil limfonoduli dan tonsila lingualis, dengan limfonoduli berkumpul mengelilingi invaginasi (kriptus) dari membran mukosa.


     

    Papila


     

    Papila adalah penonjolan epitel mulut serta lamina propria yang mengambil bentuk-bentuk dan fungsi berlainan.

    Ada 4 jenisnya:


     

    A. Papila filiformis berbentuk kerucut menanjang, jumlahnya banyak dan tersebar diseluruh permukaan lidah. Epitel yang tidak mengandung kuncup kecap, sebagian berlapis tanduk.


     

    B. Papila fungiformis mirip jamur karena memiliki tangkai sempit dan bagian atas melebar dengan permukaannya yang licin. Papila yang mengandung kuncup kecap pada permukaan atasnya tersebar secara tidak teratur di antara papila filiformis.


     

    C. Papila foliata kurang berkembang pada manusia, terdiri atas dua atau lebih rabung (ridge) dan alur (furrow) paralel pada permukaan dorsolateral lidah. Duktus dari kelenjar serosa bermuara pada dasar alur.


     

    D. Papila sirkumvalata adalah papila sirkular yang sangat besar, dengan permukaan datarnya menonjol di atas papila lain. Papila sirkumvalata tersebar sepanjang daerah V pada bagian posterior lidah.Kelenjar serosa mensekresi lipase, untuk mencegah terbentuknya lapisan hidrofobik diatas kuncup kecap yang dapat menghambat fungsinya.Aliran sekret ini penting untuk menghanyutkan parti kel makanan dari kuncup kecap agar dapat menerima dan mengolah rangsangan baru.

    Selain kelenjar serosa terdapat kelenjar mukosa dan serosa kecil tersebar pada pelapis rongga mulut dengan fungsi sama yaitu menyiapkan kuncup-kuncup kecap di bagian lain dari rongga mulut: epiglotis, faring, palatum untuk berespon terhadap rangsangan pengecap.


     

    2. Faring


     

    Faring merupakan rongga peralihan antara rongga mulut, sistem pernapasan dan sistem pencernaan, membentuk hubungan antara bagian nasal dan faring. Faring dilapisi oleh epitel berlapis gepeng jenis mukosa, kecuali pada daerah bagian respirasi yang tidak mengalami gesekan.Daerah terakhir ini dilapisi oleh epitel bertingkat silindris bersilia bersel goblet.Faring mengandung tonsila, mukosa faring memiliki banyak kelenjar mukosa kacil dalam lapisan jaringan ikat padat.Muskular konstriktor dan longitudinalis faring terletak di luar lapisan ini.


     

    3. Gigi Dan Struktur Terkait

    Pada oramg dewasa normal terdapat 32 gigi tetap (permanen), tersebar dalam 2 lengkung simetris bilateral dalam tulang maksila dan mandibula, dengan 8 gigi pada pada setiap kuadrannya: 2 insisivus, 1 kaninus, 2 premolar dan 3 molar. Gigi tetap didahului oleh 20 gigi susu (desidua). Ke 12 gigi molar tetap tidak memiliki pendahulu gigi desiduanya.

    Setiap gigi terdiri atas bagian yang menonjol di atas gingiva (gusi), bagian mahkota (korona), satu atau lebih radiks di bawah gingiva yang menahan gigi dalam soket tulang yang disebut alveolus. Korona ditutupi oleh email yang sangat keras, sedangkan radiks oleh sementum. Kedua pelapis ini bertemu pada bagian leher (serviks gigi). Bagian dalam gigi mengandung materi lain yang disebut dentin, yang mengelilingi rongga berisi jaringan yang dikenal sebagai rongga pulpa. Rongga pulpa meluas ke apeks radiks (saluran radiks), tempat sebuah muara (foramen apikal) memungkinkan masuk dan keluarnya pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf dari rongga pulpa.Ligamen (membran periodontal) adalah struktur fibrosa berkolagen yang tertanam dalam sementum yang berfungsi menahan gigi dengan erat pada soket tulangnya (alveolus).


     

    Dentin

    Dentin adalah jaringan yang mengapur mirip tulang tetapi lebih keras karena kandungan garam kalsiumnya lebih tinggi (70% dari berat kering). Terutama terdiri atas serat kolagen tipe 1, glikosaminoglikan dan garam kalsium dalam bentuk kristal hidroksiapatit. Matriks organik dentin dihasilkan oleh odontoblas, sel yang melapisi permukaan dalam gigi, memisahkan dari rongga pulpa.


     

    Odontoblas adalah sel langsing terpolarisasi yang hanya menghasilkan matriks organik pada permukaan dentin.Sel-sel inti memiliki struktur sel penghasil sekret terpolarisasi dengan gradul sekresi yang mengandung prokolagen, sitoplasma sel ini mengandung sebuah inti pada basisnya.Odontoblas mempunyai cabang sitoplasma halus yang menerobos secara tagak lurus terhadap lebar dentin yaitu juluran odontoblas.Juluran-juluran halus ini secara berangsur memanjang seiring dengan menebalnya dentin, berjalan dalam saluran halus disebut tubul dentin yang bercabang dekat batas dentin dan email.Juluran odontoblas berangsur menipis ke arah ujung distalnya.Matriks yang dihasilkan odontoblas belum mengandung mineral dan disebut predentin. Mineralisasi dari dentin yang berkembang dimulai bila vesikel bermembran (vesikel matriks) mulai muncul, mengandung kristal hidroksiapatit halus yang tumbuh dan berfungsi sebagai tempat nukleasi bagi pengendapan mineral selanjutnya pada serabut kolagen sekitarnya.

    Berbeda dengan tulang, dentin menetap sebagai jaringan bermineral untuk waktu yang lama setelah musnahnya odontoblas.Karena dimungkinkan untuk mempertahankan gigi yang pulpa serta odontoblasnya telah dirusak oleh infeksi.Pada gigi orang dewasa, pengrusakan email penutup oleh erosi akibat pemakaian atau karies dentis (lubang gigi) biasanya memicu reaksi dalam dentin yang menyebabkan membuat komponen-komponennya.


     

    Email


     

    Email adalah unsur paling keras pada tubuh manusia dan paling banyak mengandung kalsium. Ia terdiri atas lebih berkurang 95% garam kalsium (terutama hidroksiapatit), 0,5% materi organik dan sisanya adalah air. Email dibentuk oleh sel-sel ektodermal, kebanyakan struktur lain dari gigi berkembang dari mesodermal atau sel kristal neural. Matriks organik email tidak terdiri atas serabut-serabut kolagen tetapi terdiri atas sekurang-kurangnya 2 golongan protein heterogen yang disebut amelogenin dan enamelin. Peran protein ini dalam mengatur unsur mineral dari email sedang. Email terdiri atas batang atau kolom kristal hidroksiapatit memanjang, batang (prisma) email digabung menjadi satu oleh email antar-batang. Email antar-batang dan batang email dibentuk oleh kristal hidroksiapatit, hanya berbeda dalam orientasi kristalnya. Setiap batang terbentang pada keseluruhan tebal lapisan email.

    Matriks email dihasilkan oleh sel-sel yang disebut ameloblas. Sel silindris tinggi ini mempunyai banyak mitokondria di daerah di bawah inti. Retikulum endoplasma kasar dan kompleks golgi yang berkembang baik, terdapat di atas inti. Setiap ameloblas memiliki juluran apikal dikenal sebagai prosesus tomes, mengandung banyak granul sekresi. Granul ini mengandung protein yang menyusun matriks email.


     

    Pulpa


     

    Pulpa gigi terdiri atas jaringan ikat longgar.Unsur utamanya ialah odontoblas, fibroblas, serabut kolagen halus dan substansi dasar dengan glikosaminoglikans.Pulpa adalah jaringan dengan banyak saraf dan pembuluh darah.Pembuluh darah dan serat saraf bermielin memasuki foramen apikal dan bercabang banyak.

    Beberapa serat saraf hilang selubung mielinnya dan menyusup untuk jarak tertentu ke dalam tubul dentin.Serabut-serabut ini peka terhadap nyeri, satu-satunya sensasi pada gigi.


     

    Stuktur Terkait


     

    Struktur yang berfungsi mempertahankan gigi dalam tulang dan maksila dan mandibula terdiri atas sementum, ligamen periodontal, tulang alveolus dan gingiva.


     

    A. Sementum

    Jaringan ini menutupi dentin radiks dan komposisinya serupa tulang, meskipun tidak ada sistem Havers dan pembuluh darah.Pada bagian apikal radiks lebih tebal, terdapal sel-sel yang mirip osteosit, yaitu sementosit.Seperti osteosit, mereka terkurung dalam lakuna yang saling berhubungan melalui kanalikuli.Seperti jaringan tulang, sementum adalah labil dan bereaksi dengan resorpsi atau produksi jaringan baru sesuai dengan stres yang dialaminya. Bila ligamen periodontal dihancurkan, sementum akan mengalami nekrosis dan mungkin diserap. Produksi sementum mengatur pertumbuhan normal gigi dan memelihara kontak erat antara radiks gigi dan soketnya.


     

    B. Ligamen Periodontal

    Ligamen periodontal terdiri atas jaringan ikat padat, yamg serat-seratnya masuk ke dalam sementum gigi dan menambatnya pada dinding tulang sakunya.Berfungsi sebagai periosteum bagi tulang alveolus. Serat-serat disusun sedemikian rupa agar dapat menahan tekanan sewaktu mengunyah, hal ini mencegah pemindahan tekanan langsung pada tulang, suatu proses yang akan menimbulkan resorpsi setempat.

    Kolagen dari ligamen periodontal memiliki kecepatan pergantian protein yang tinggi dan banyak mengandung kolagen yang larut.Celah-celah diantara serat-seratnya terisi dengan glikosaminoglikans.Kecepatan pembaruan kolagen yang tinggi dalam ligamen periodontal memberi peluang bagi proses-proses yang mempengaruhi pembuatan kolagen atau protein, misalnya defisiensi protein atau vitamin C mengakibatkan atrofi pada ligamen ini.


     

    C. Tulang Alveolus

    Bagian tulang ini berkontak langsung dengan ligamen periodontal.Tulang dari jenis belum dewasa ini (tulang primer) dengan serat-serat kolagen yang tidak disusun menurut pola berlamel khas pada tulang dewasa.Tulang yamg paling dekat pada akar gigi membentuk soket gigi.Pembuluh dan saraf melintasi tulang alveolus ini menuju foramen apikal dan radiks untuk memasuki pulpa.


     

    D. Gingiva

    Gingiva adalah membran mukosa yang secara erat melekat pada periosteum tulang maksila atau mandibula.Ia terdiri atas epitel berlapis gepeng dan banyak papil jaringan ikat. Epitel ini melekat pada email gigi oleh kutikula yang menyerupai lamina basal tebal dan membentuk perlekatan epitel Gottlieb.

    Sel-sel epitel melekat pada kutikula oleh hemidesmosom. Diantara email dan epitel terdapat celah gingiva, lekukan sempit di sekeliling korona.


     


     

    Perkembangan Gigi

    Pada minggu keenam kehamilan, lapis basal epitel mulut (ektoderm) berproliferasi dan tumbuh ke dalam ektomesenkim di bawahnya, yang berkembang dari krista neural. Sabuk berbentuk tapal kuda yang dikenal sebagai lamina dentis dibentuk pada tiap rahang. Penjuluran ektodermal ini membentuk sungkup di atas kelompok ektomesenkim dan setiap kelompok sel (kuncup gigi) akan berkembang menjadi gigi desidua. Ektomesenkim dibentuk oleh sel-sel mesenkim sehubungan dengan sel krista neural yang berasal dari ektoderm. Sel-sel ektodermal kemudian berdegenerasi dan menghilang. Komponen ektodermal kuncup gigi membentuk organ email yang berfungsi untuk menghasilkan email. Komponen ektomesenkim membentuk papila dentis yang akan mengembangkan sel odontoblas (sel yang menghasilkan dentin) dan struktur pulpa dentis lainnya. Mesenkim juga memadat disekitar organ email dan akhirnya berkembang menjadi sementoblas (sel yang membentuk sementum) dan ligamen periodontal.

    Organ email terus membesar dan mengambil bentuk genta pada minggu ke-8 kehamilan. Epitel email luar (eksterna), yang berhubungan dengan lamina dentis bertakuk oleh banyak pembuluh kapiler. Sel berbatasan dengan papila dentis menjadi silindris dan menyusun epitel email dalam (interna). Sel ini berkembang menjadi ameloblas (sel yang akan menghasilkan email). Sel epitelial di antara lapis luar dan dalam menyusun retikulum stelata dan stratum intermedium.

    Sebelum ameloblas mulai mensekresi email, mereka merangsang sel-sel lapisan superfisial dari papila dentis untuk memanjang dan berkembang menjadi odontoblas. Odontoblas mulai mensekresi predentin, yang merangsang pembentukan email oleh ameloblas.


     

    D. Gigi Tetap (permanen)

    Pada sisi labial setiap lamina dentis terjulur ke luar suatu massa sel ektodermal dan membentuk lamina suksesional. Sel-sel lamina dentis menggali ke belakang dan bakal gigi molar permanen berturut-turut terlepas.Bakal gigi molar kedua dan ketiga tidak dibentuk sampai sesudah lahir.


     

    Esofagus


     

    Merupakan sebuah tabung lurus yang ada pada orang dewasa panjangnya sekitar 25 cm, berfungsi memindahkan makanan dari mulut ke dalam lambung.Sebagian besar terdapat dalam mediastinum, setelah melalui diaphragma masuk dalam cavum abdominalis untuk bermuara dalam gaster.Ia dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Dalam submukosa terdapat kelompokan kelenjar penghasil mukus kecil, yaitu kelenjar esofageal.Pada lamina propria dekat lambung terdapat kelompokan kelenjar yang disebut kelenjar kardia esofagus yang juga menghasilkan mukus.Pada ujung distal esofagus, lapisan ototnya terdiri atas serat otot polos, pada bagian tengah terdapat campuran serat otot bergaris (rangka) dan serat otot polos, pada ujung proksimal terdapat serat otot rangka.Hanya bagian esofagus dalam rongga peritoneum yang ditutupi oleh serosa.Sisanya ditutupi lapisan jaringan ikat longgar yang disebut adventisia.


     

    A. Tunica mucosa


     

    Karena kontraksi otot-otot stratum circulare tunica muskular maka tunica mukosa membentuk lipatan-lipatan memanjang.


     

    1. Epitil, tebalnya mencapai 300 mikron dan berbentuk epitel gepeng berlapis tanpa keratinasi dengan kira-kira 25 lapis sel.

    2. Lamina propria, merupakan jaringan pengikat longgar yang tidak banyak mengandung sel-sel. Bentuk tubuler dan saluran keluarnya melalui puncak papila untuk bermuara dalam lumen. Bentuknya mirip glandula cardiaca maka disebut sebagai glandula oesophagea cardiaca.

    3. Lamina muskularis mucosa, merupakan lapisan otot polos yang tebal. Hanya memiliki lapisan serabut-serabut yang tersusun longitudinal.


     

    B. Tunica submukosa

    Lapisan sangat longgar hubungannya dengan lapisan dibawahnya hingga dapat membentuk lipatan-lipatan memanjang.Tebalnya sekitar 300-700 mikron.Di dalam tunica submukosa terdapat kelenjar yang berbentuk tubulo alveolar kompleks dan menghasilkan mukus.Saluran keluarnya menembus muscularis mukosa kemudian melalui diantara papila untuk bermuara ke dalam lumen.Kelenjar ini dinamakan glandula oesophagea propria.


     

    C. Tunica muskularis

    Terdiri atas dua lapisan masing-masing sebagai:

    Stratum circulare : disebelah dalam

    Stratum longitudinale : disebelah luar


     

    Di bagian atas stratum circular menebal membentuk m. Sphincter oesophageus superior.Pada ¼ bagian sebelah oral, seluruhnya terdiri atas otot bercorak.Pada ¼ bagian tengah terdiri atas campuran otot bercorak dan otot polos.Pada ½ bagian anal terdiri seluruhnya stas otot polos.Pada perbatasan dengan ventrikulus terdapat m. Sphincter oesophageus inferior.


     

    D. Tunica adventitia

    Pada bagian terluar dari lapisan ini merupakan jaringan pengikat longgar.2-3 cm sebelum ventrikulus terdapat banyak serabut-serabut elastis yang melekat pada diaphragma.Fungsi oesophagus terutama untuk menyalurkan makanan dari pharynx ke ventrikulus.


     

    GASTER


     

    Gaster merupakan pembesaran tractus digestivus yang berbentuk sebagai kantong.Dalam keadaan kosong ruang di dalamnya tidak jauh lebih besar daripada ruang usus. Makanan dan minuman dari eosophagus akan bermuara dalam cardia. Disebelah kiri cardia, dinding ventriculus sedikit lebih membesar, dimana terdapat fundus ventriculi.Sisi yang melengkung di sebelah kanan dan kiri masing-masing disebut sebagai curvatura minor dan curvatura mayor.Kedua sisi ini membatasi permukaan facies anterior dan fascies pesterior.Bagian terbesar yaitu corpus ventriculi yang melanjutkan diri dengan menyempit disebut pylorus ventriculi. Selanjutnya pylorus akan bermuara dalam duodenum.


     


     

    A. Tunica mucosa

    Pada keadaan hidup biasanya terlihat merah muda kecuali pada daerah cardia dan pylorus agak pucat.Tampak pada permukaan lipatan-lipatan yang disebut rugae karena longgarnya tunica submucosa di bawahnya.Terdapat gambaran yang lebih menetap yaitu tonjolan-tonjolan yang membentuk bulat dipisahkan oleh alur-alur disekitarnya yang dinamakan areola gastrica. Sebagian besar tunica mucosa terisi oleh kelenjar lambung yaitu : glandula cardiaca, glandula fundica, dan glandula pylorica.


     

    o Epitel

    Dilapisi oleh epitel silindris selapis.Didaerah cardia terdapat peralihan dari epitel oesophagus.Semua sel epitel merupakan sel yang menghasilkan mucus. Sel-sel epitel tersebut dijumpai adanya terminal bars. Dengan mikroskop elektron tampak microvili pada permukaan dengan lapisan karbohidrat pada membran plasma.Pada sitoplasma terdapat butir musigen, bentuk bintang dengan warna gelap dan homogen.Dalam keadaan normal sel-sel epitel ini selalu diperbarui setiap 3 hari.Tanda-tanda regenerasi tampak pada bagian dasar foveola gastrica. Sel-sel yang terbentuk baru akan mendorong ke atas utuk menggantikan sel-sel yang dilepaskan.


     

    o Lamina propria

    Jaringan pengikat pada lamina propria ini sangat sedikit karena terdesak oleh kelenjar-kelenjar yang begitu rapat, yaitu jaringan ikat kolagen dan retikuler.Infiltrasi limfosit tersebar secara difusi dan kadang-kadang ditemukan lymphanodulus solitarius.


     


     

    Ventriculi terdapat 3 macam kelenjar :


     

    · Glandula cardiaca

    Kelenjar ini terdapat disekitar muara oesophagus di dalam gaster.Glandula cardiaca merupakan kelenjar tubuler kompleks yang bermuara pada dasar foveola gastrica.Pada kelenjar ini hanya ditemukan satu jenis sel yaitu sel mukosa yang mirip dengan sel mukosa pada glandula pylorica atau sel mukosa leher dari glandula fundica.


     

    · Glandula fundica/glandula gastrica propria

    Merupakan kelenjar utama pada dinding ventriculus yang menghasilkan getah lambung.Bentuk masing-masing kelenjar ialah tubuler simplex bercabang, bermuara pada dasar foveola.Ujung-ujungnya sedikit membesar dan bercabang menjadi 2—3 buah.Ujung-ujung kelenjar mencapai lamina muscularis mucosa.Dalam sebuah lambung terdapat sekitar 15 juta kelenjar.

    Dalam kelenjar ini dibedakan 4 macam sel :

    1) Sel principal = sel zimogen atau sel utama (chief cell)

    § Bentuk sel : silindris pendek atau kuboid, tersusun selapis pada ½ atau 1/3 bagian distal dari kelenjar

    § Mudah rusak, tapi jika tidak ada asam lambung kerusakan dapat dihambat

    § Menghasilkan pepsinogen yang akan berubah menjadi enzim pepsin

    § Dengan mikroskop elektron terlihat :

    - Pada permukaan terdapat microvili yang tidak teratur

    - Kompleks golgi yang berkembang menghasilkan protein

    - Granular reticulum endoplasmic lebih banyak

    - Ribosom bebas atau menempel lebih banyak, merupakan penyebab warna basofil


     

    2) Sel parietal

    § Terdapat tersebar diantara sel utama sepanjang dinding kelenjar

    § Bentuk sel seperti pyramid atau agak bulat pada dasarnya yang terdesak ke basal oleh sel utama

    § Inti bulat, sitoplasma tampak asidofil serta adanya canaliculi secretori yang tampak sebagai bangunan intraseluler

    § Diduga menghasilkan asam HCl dalam getah lambung

    § Dengan mikroskop elektron terlihat :

    - Permukaan sel yang mengadakan invaginasi membentuk canalikuli

    - Microvili panjang

    - Hubungan dengan sel utama diperkuat oleh zenula occluden dan desmosom

    - Mitokondria tampak asidofil

    - Kompleks golgi terdapat antara inti dan basal


     

    3) Sel mukosa leher

    § Relatif sedikit dan terletak antara sel-sel parietal di daerah leher kelenjar

    § Pada pewarnaan biasa mirip sel utama, tapi inti di basal agak pipih

    § Untuk membedakan dengan sel parietal, diwarnai dengan past/mucicarmine

    § Dengan mikroskop elektron terlihat :

    - Microvili pendek pada permukaan sel

    - Dengan sel di dekatnya dihubungkan dengan desmosom interdigitasi

    - Kompleks golgi diatas inti sel

    - Mitokondria tersebar diseluruh sitoplasma

    - Granular reticulum endoplasma lebih sedikit


     

    4) Sel argentafin (sel enterokromatin)

    § Sel-sel kecil yang bergranula, tersebar diantara dasar sel utama

    § Merupakan tempat sintesa dan penimbunan serotonin

    § Menghasilkan gastrin, serotonin, dan enteroglukogen


     

    · Glandula pylorica

    Kelenjar ini terdapat di dalam lamina propria daerah pylorus.Glandula pylorica berbentuk tubuler bercabang simpleks, ujungnya bercilia hingga pada sediaan tampak terpotong melintang.

    Sifat-sifat lain :

    § Lumen besar

    § Terdapat satu macam sel saja

    § Sel-selnya berbentuk silindris dengan sitoplasma pucat yang mengandung butir-butir tidak jelas, inti terdesak ke basal sel

    § Tampak kapiler sekretori di antara sel-sel kelenjar

    § Dengan pewrnaan HE tampak sebagai sel zymogen atau sel mucosa leher


     

    o lamina muskularis mucosa gaster

    terdiri atas serabut-serabut otot polos sirkuler sebelah dalam dan longitudinal sebelah luar. Kadang-kadang terdapat lagi serabut sirkuler di luar.


     

    B. Tunika submucosa

    Merupakan jaringan ikat padat yang mengandung sel-sel lemak, mast cells, sel limfoid


     

    C. Tunika muscularis

    Terdiri dari 3 lapisan berturut-turut dari dalam keluar, yaitu:

    a. Stratum oblique

    Terutama pada facies ventralis dan dorsalis di daerah fundus dan corpus ventriculi.


     

    b. Stratum circulare

    Merupakan lapisan yang paling merata di seluruh bagian ventriculus, di pylorus membentuk muskulus sphincter pylori.


     

    c. Stratum longitudinal

    Banyak pada daerah curvatura minor dan curvatura major.


     

    D. Tunika serosa

    Merupakan jaringan pengikat biasa yang sebelah luar dilapisi oleh mesotil sebagai lanjutan dari peritoneum viscerale yang meneruskan sebagai omentum majus.Pada perlekatan sepanjang curvatura minor dan major tidak dilapisi oleh mesotil.


     

    Di dalam pilorus lambung segera sebelum peralihannya menjadi duodenum disebut sfingter pilorus, dibentuk terutama oleh penebalan hebat dari lapisan sirkuler muskularis eksterna.

    Ketika pilorus mendekati duodenum, pematang-pematang mukosa yang mengelilingi sumur-sumur lambung menjadi lebih luas dan tidak beraturan batasnya.Kelenjar-kelenjar tubuler berkelok-kelok pilorus masih terdapat di dalam lamina propria yang sebenarnya, dan bermuara ke dalam sumu-sumur lambung.Nodulus limfatikus sering terlihat pada daerah peralihan.

    Di dalam duodenum evaginasi mukosa vili mulai terlihat.Setiap vilus berbentuk daun dengan ujung agak membulat.Di antara vili ada ruang intervili, lanjutan dari lumen intestinum.Epitel sekresi mukus lambung membentuk peralihan mendadak menjadi epitel intestin, yang terdiri dari sel goblet dan sel silindris dengan batas berstrip-strip (mikrovili) yang terus-menerus terlihat sepanjang intestin.

    Kelenjar tubuler pendek tidak bercabang yang disebut kelenjar intestinal kriptus Liberkuhn.Di dalam lamina propria yang sebenarnya menggantikan kelenjar pilorus.Kriptus ini terutama dibatasi oleh sel goblet dan sel dengan permukaan bersrip meneruskan diri dengan epitel permukaan.Satu atau lebih kelenjar intestinal bermuara ke dalam ruang intervilus.

    Kelenjar duodenal (kelenjar Brunner) memenuhi hampir seluruh bagian atas duodenum dan sering meluas melewati muskularis mukosa.Muskularis mukosa terputus dan berkas muskularis mungkin tersebar diantara tubulus kelenjar mukosa.Bersama dengan kelenjar (submukosa) oesofagus, kelenjar duodenum adalah satu-satunya kelenjar submukosa yang sebenarnya di dalam saluran pencernaan.


     

    INTESTINUM TENUE


     

    Intestinum tenue merupakan bagian tractus digestivus di antara ventriculus dan intestinum crassum, seluruhnya ada sekitar 6 meter panjangnya. Intestinum tenue atau usus halus ini dibedakan dalam 3 segmen berturut-turut yaitu :


     

    · Duodenum

    Panjang sekitar 30cm, letak retroperitoneal yang tertutup oleh peritoneum parietale di sebelah ventralnya.

    · Jejunum

    · Ileum

    Jejunum dan ileum dibungkus seluruhnya oleh peritoneus viscerale.

    Dindingnya :

    A. Tunika mucosa

    Untuk memenuhi fungsi utama yaitu absorbsi makanan, maka perlu perluasan dari permukaan tunika mucosa. Perluasan tersebut dilaksanakan dalam beberapa tingkat :

    · Lipatan-lipatan tunika mucosa sampai tunika submucosa, yang melingkar-lingkar yang disebut plica circularis atau valvula kerckingi (mirip lipatan).

    Lipatan ini merupakan bangunan yang tetap yang tidak berubah karena pembesaran usus. Lipatan tersebut dimulai 5cm distal dari pylorus yang makin membesar dan paling besar pada akhir duodenum dan awal jejunum dan makin merendah sampai pada pertengahan ileum menghilang.

    · Vili intestinalis

    Merupakan penonjolan tunika mukosa dengan panjang 0,5 – 1,5 mm. Yang meliputi seluruh permukaan tunica mucosa. Di daerah ileum agak jarang, tersusun sebagai jari-jari, pada dasar vili terdapat muara kelenjar usus yang disebut glandula intestinalis liberkuhn atau crypta lieberkuhn.


     

    · Microvili

    Dengan adanya microvili, maka luas permukaan diperbesar sekitar 30x. Pada permukaan sel-sel epitel gambaran bergaris-garis yang disebut striated border, yang merupakan tonjolan sitoplasmatis diliputi membrane sel.


     

    o Epitel

    Bentuk epitel silindris selapis

    Oleh vili intestinalis dan glandula dibagi 4 sel, yaitu :

    a) Sel absorbtif

    - Berbentuk silindris dengan tinggi 20 – 26 μ

    - Bentuk inti ovoid pada basal sel

    - Pada permukaan bebas terdapat microvili

    - Enzim pencernaan amylase dan protease diserap oleh selubung glukoprotein hingga pencernaan dapat terjadi dalam lumen usus dan permukaan microvili

    - Dalam microvili terdapat filamen-filamen halus yang penting dan sintesa trigliseride untuk proses absorbsi lemak.

    b) Sel piala/goblet sel

    - Merupakan sel uniseluler yang menghasilkan mucin.

    - Sitoplasma merupakan lapisan yang tipis untuk melindungi lapisan secret tersebut sebagai plica.

    - Ruangan yang dibatasi oleh plica tersebut berisi tetes-tetes mucigen.


     

    c) Sel argentafis

    - Sangat umum ditemukan dalam epitel duodenum

    - Sangat banyak pada epitel appendix


     

    d) Sel paneth

    - Berkelompok dalam jumlah kecil di dasar crypta lieberkuhn

    - Bentuk sel seperti pyramid, inti bulat pada dasarnya.

    - Sitoplasma terlihat basofil, granular reticulum endoplasma lebih banyak.

    - Menghasilkan peptidase, losozim


     

    o Lamina propria

    - Merupakan jaringan pengikat yang mengisi celah-celah di antara crypta lieberkuhn

    - Mengandung serabut reticuler dan elastis

    - Terdapat sel makrofag, limfosit, plasmosit, dan leukosit

    - Nodus limfaticus lebih banyak, sebesar 0,6 – 3 mm sepanjang usus.

    - Pada ileum sebagai nodus limfaticus paling besar plaques peyeri.


     

    o Lamina muscularis

    Terdiri atas 2 lapisan, yaitu :

    - Stratum circulare di sebelah dalam

    - Stratum longitudinal di sebelah luar


     

    B. Tunika submucosa

    Merupakan jaringan ikat padat yang banyak mengandung serabut elastis.Di dalamnya terdapat pula kelompok-kelompok sel lemak.Terdapat anyaman saraf sebagai plexus nervosus, submucosa meisseri.


     

    Gambaran khusus tunika submucosa ada 2, yaitu:


     

    a. Plica circularis

    - Merupakan lipatan yang diikuti oleh lapisan dinding usus sampai tunika submucosa untuk memperluas permukaan usus.

    - Terdapat 800 lipatan melingkar sabagai cincin yang tidak sempurna di sepanjang intestinum.


     

    b. Glandula duodenalis bruneri

    - Pars terminalis berbentuk tubuler yang bercabang dan bergelung.

    - Ductus excretorius akan menembus lamina muscularis dan bermuara pada crypta lieberkuhn.

    - Pada 2/3 distal duodenum kelenjar tersebut akan berkurang kemudian menghilang.


     

    C. Tunika muscularis

    Terdiri atas 2 lapisan serabut otot polos :

    · Stratum circulare di sebelah dalam

    · Stratum longitudinal di sebelah luar

    Diantara kedua lapisan tersebut terdapat plexus myentericus aurbach


     

    D. Tunika serosa

    Merupakan jaringan pengikat longgar sebagai lanjutan peritoneum viscerale


     

    INTESTINUM CRASUM


     

    Saluran usus ini mempunyai panjang sekitar 1,5 m, diameternya dua kali lipat intestinum tenue. Tidak ada plica circularis dan juga vili intestinalis, sehingga permukaan dalamnya tampak lebih halus.Glandula intestinal lebih panjang dan rapat.Epitel yang melapisi tunika mucosanya pada umumnya sejenis.

    Berdasarkan letak dan struktrunya, dibedakan dalam beberapa segmen, yaitu:


     

    i. Colon, yang meliputi :

    · caecum dan appendix vermiformis

    · colon ascendes

    · colon tranversum

    · colon descendens

    · colon sigmoideum


     

    ii. Rectum, yang meliputi :

    · pars empularis recti

    · pars analis recti

    · anus


     

    1. Colon


     

    Kecuali appendix, seluruh colon dan caecum mempunyai struktur yang sama. Dari luar colon tampak segmen yang melintang menggelembung yang disebut haustra.Disamping itu tampak adanya tiga jalur sebagai pita yang memanjang mengikuti sumbu panjang colon yang disebut taenia coli.

    Di antara colon, yang terletak intraperitoneal ialah caecum dengan appendia, colon transversum dan colon sigmoideum.Sedang yang terletak retro peritoneal ialah conon ascendens dan colon descendens.


     

    Appendix vermicularis


     

    Bangunan ini merupakan tonjolan sebagai jari atau cacing, yang berpangkal pada caecum.Dindingnya relatif tebal dibandingkan lumennya.Adanya lipatan tunica mucosa kedalam dinding menyebabkan bentuk lumen yang tidak teratur.Pada orang dewasa lumen agak membulat.Kadang-kadang lumennya berisi sisa-sisa sel sampai tersumbat.Appendix ini berakhir buntu.


     

    Dindingnya berstruktur sebagai berikut :


     

    A. Tunica mucosa

    Tidak mempunyai villi intestinalis.

    1. Epitel, berbentuk silindris selpais dengan sel piala. Banyak ditemukan sel argentafin dan kadang-kadang sel paneth.

    2. Lamina propria, hampir seluruhnya terisi oleh jaringan limfoid dengan adanya pula nodulus Lymmphaticus yang tersusun berderet-deret sekeliling lumen. Diantaranya terdapat crypta lieberkuhn

    3. Lamina muscularis mucosa, sangat tipis dan terdesak oleh jaringan limfoid dan kadang-kadang terputus-putus


     

    B. Tunica submucosa

    Tebal, biasanya mengandung sel-sel lemak dan infiltrasi limfosit yang merata.Di dalam jariangan tunica submucosa terdapat anyaman pembuluh darah dan saraf.


     

    C. Tunic muscularis

    Walaupun tipis, tapi masih dapat dibedakan adanya lapisan dua lapisan.


     

    D. Tunica serosa

    Tunica serosanya mempunyai struktur yang tidak berbeda dengan yang terdapat pada intestinum tenue.Kadang-kadang pada potongan melintang dapat diikuti pula mesoappendix yang merupakan alat penggantung sebagai lanjutan peritoneum viscerale.


     

    Valvula Ilecoececalis

    Merupakan lipatan tunica mucosa dan tunica mucosa yang terdapat pada muara ileum dalam caecum.Dalam lipatan ini terdapat serabut otot polos memperkuat struktur tersebut.Serabut-serabut tersebut berasal dari stratum circulare tunica muscularis.Tapi bebas lipatan tersebut membatasi suatu celah tempat muara ileum.


     

    Caecum

    Struktur histologisnya tidak berbeda dengan colon yang lain.


     

    Colon Ascendens, Colon Tranversum, Colon Descendens dan Colon Sigmoideum

    A. Tunica mucosa

    Tidak membentuk lipatan, plica atau villa sehingga permukaan dalamnya halus.Adanya lekukan ke dalam oleh incisura di luar menyebabkan di dalam terdapat bangunan sebagai lipatan yang diikuti seluruh lapisan dinding, yang disebut plica semilunaris.

    1. Epitel

    Epitel permukaan berbentuk silindris selapis dengan striated border yang tipis. Diantara sel-sel epitel ini terdapat sel piala.Kelenjar-kelenjarnya lebih panjang dari yang terdapat di usus halus, maka tunica mucosa lebih tebal.Kelenjar-kelenjar tersebut tersusun teratur dan sangat rapat.Hampir seluruhnya sel-sel kelenjar terdiri atas sel piala.Kadang-kadang terdapat sel argentafin.Sedang sel paneth sangat jarang.

    2. Lamina propria

    Susunan jaringan pengikat seperti pada intestinum tenue.Lebih banyak pula nodulus lymphaticus soliterius yang kadang-kadang meluas ke tunica submucosa.

    3. Lamina muscularis mucosae

    Jelas adanya dua lapisan

    B. Tunica submucosa : Tidak ada keistimewaan

    C. Tunica muscularis

    D. Tunica serosa


     

    Seperti juga pada intestinum tenue maka colon yang terdapat intraperitoneal akan dibungkus seluruhnya oleh tunica serosa dengan mesotil. Pada beberapa tempat terdapat bangunan sebagai kantung kecil yang berisi lerik yang disebut appendix epiepitionea


     

    2. Rektum

    Dibedakan 2 bagian :


     

    Pars ampullaris recti

    Sebagian besar tidak banyak berbeda strukturnya dengan colon.Glandula intestinalis merupakan yang terpanajang diantara kelenjar usus. Kemudian makin jarang, memendek dan menghilang pars analis recti.

    Jaringan limfoid lebih sedikit daripada digeolony.Tunica muscularisnya terdiri dari dua lapisan tetapi tidak terdapat taenia lagi.

    Tunica serosa diganti oleh tunica adventitia, hingga tidak dilapisi oleh mesotil.


     

    Pars analis recti

    Tunica mucosa membentuk lipatan longitudinal, sebanyak sekitar 8 buah.Lipatan longitudinale ini disebut Columna rectalis Norgagni.

    Ujung lipatan-lipatan tersebut bersatu membatasi lubang anus.Maka terbentuk sebagai katup valvula analis dan ruang yang disebut sinus analis.Pada apeks katup anus, epitel silindris rektum digantikan langsung oleh epitel gepeng berlapis tanpa kornifikasi dari saluran anus.Kelenjar intestinal berakhir di sini, lamina propria rektum digantikan oleh jaringan ikat padat ireguler dalam lamina propria saluran anus.Submukosa rektum bersatu dengan lamina propria saluran anus.

    Lamina propria dan submukosa keduanya amat vaskular pada daerah ini.Plexus haemoroidalis interna yang terdiri dari vena terletak di dalam mukosa saluran anus dan pembuluh darah meluas dari sini ke dalam submukosa rektum.Hemoroid interna adalah hasil dilatasi patologik dari pembuluh-pembuluh ini.Hemoroid eksterna berkembang dari pembuluh-pembuluh plexus venosum eksterna pada bibir anus.

    Stratum circulare tunica musculoaris pada akhirnya akan menebal membentuk m.spincter ani internum. Sedangkan diluarnya terdapat bekas-bekas otot yang bergerak melingkar membentuk m.spincter ani externus.

    Pada akhir pars analis recti terdapat perubahan epitil, dari epitil silindris selapis menjadi epitil gepeng berlapis tanpa keratinisasi. Daerah perubahan tersebut melingkar, disebut liner anorectale.

    Lebih lanjut epitil gepeng terlapis tadi akan mengalami keratinisasi dan batasnya yang membentuk lingkaran disebut liniaanucutanea.

    Di daerah ini mulai muncul folikel-folikel rambut dengan glandula sebacea.

    Galndula suderifera bersifat apokrin seperti di axilla, disebut glndula circum-anale yang berbentuk tubuler.


     


     

    Histofisiologi Intestinum Crasum

    Adanya sel piala yang makin banyak menghasilkan mukus yang berguna untuk melicinkan. Disamping itu mucus akan mengikat air sehingga isi colon makin memesat.

    Terjadi pula absorbsi air dan vitamin.

    Didalam colon terdapat banyak sekali bakteri pembusuk sehingga dapat menghancurkan selulosa yang tadinya belum tercerna.


     


     


     

    HEPAR

    Struktur Histologis

    Hepar dibagi menjadi unit-unit berbentuk prisma polygonal yang disebut lobulus, terdiri atas parenchyma hepar dengan diameter 0,7—2 mm. pada potongan terlihat bahwa lobulus berbentuk sebagai segi enam dengan pembuluh darah yang terdapat di tengah,yang disebut vena sentralis.

    Batas-batas lobulus pada hepar manusia tidak jelas dipisahkan oleh jaringan pengikat.Pada sudut pertemuan antara lobuli yang berdekatan terdapat bangunan jaringan pengikat berbentuk segi tiga berisi saluran-saluran yang disebut Canalis Portalis yang terdiri dari pembuluh darah, pembuluh limfe, saluran empedu dan serabut saraf.Bangunan segitiga ini disebut Trigonum Kiernanni.


     

    Jika mengingat hepar sebagai kelenjar maka apa yang disebut lobulus tadi tidak sesuai dengan lobulus pada kelenjar yang pada umumnya mempunyai saluran keluar yang terdapat di tengah-tengah lobulus.

    Pembagian lobulus hepar tersebut merupakan pembagian cara klasik yang mendasarkan atas aliran darah yang mengalir dari tepi lobulus yang kemudian berkumpul di tengah Vena Sentralis. Jika terjadi gangguan peredaran darah akan terjadi perubahan-perubahan di daerah perifer lobulus yang meluas ke pusat lobulus.


     

    Elias pada tahun 1949 meyatakan bahwa parenchyma hepar terdiri atas masa sel yang saling berhubungan dan ditempati oleh suatu anyaman sinusoid.Sinusoid ini membagi rangkaian sel-sel parenchyma hepar menjadi lembaran atau lempeng-lempeng setebal satu sel.

    Sel-sel hepar disebut pula hepatosit yang berbentuk polyhedral.Sepanjang permukaan terdapat anyaman canaliculi biliferi di seluruh lobuli hepatic yang pada sediaan biasa tidak dapat dilihat dengan mikroskop karena canaliculi tersebut sangat halus. Semua canaliculi akan bermuara di cabang Duktus Biliferus di perifer lobulus hepatis.


     

    VESICA FELLEA

    Dinding Vesica Fellea


     

    1. Tunica Mucosa

    Bagian dinding ini mudah mengalami kerusakan post mortem, maka pembuatan sediaan vesica fellea sangat sulit. Tunica mucosa melipat-lipat membentuk rugae pada permukaan. Pada liatan yang besar akan terdapat lipatan-lipatan yang lebih kecil. Lipatan-lipatan tersebut akan mendatar apabila vesica fellea berisi penuh.

    · Epitel

    Terdiri atas selapis sel silindris tanpa sel piala.Sel-selnya mempunyai inti oval dengan bbutir-butir kromatin halus.Inti terdapat di bagian basal sel. Pada permukaan sel terdapat banyak microvilli.

    · Lamina Propria

    Sebagai jaringan pengikat di bawah pitel.Tidak diketemukan kelenjar kecuali pada collum yang berbentuk tubulo alveolar dengan sel-sel yang berbentuk kuboid jernih, dengan inti gelap terdesak ke basal. Kelenjar ini menghasilkan mucus


     

    2. Tunica Muscularis

    Terdiri atas anyaman serabut-serabut otot polos yang berjalan sirkuler, longitudinal dan menyerong dengan disertai serabut-serabut elastis.


     

    3. Tunica Perimuscularis

    Merupakan jaringan pengikat agak padat yang membungkus seluruh vesica fellea dan melanjutkan diri kedalam jaringn interlobular hepar.Di dalamnya banyak mengandung serabut-serabut elastis dengan beberapa fibroblast, sel lemak, sel limfoid, pembuluh darah, pembuluh limfe dan serabut-serabut saraf.


     

    4. Tunica Serosa

    Bagian vesica fellea yang tidak menempel pada permukaan hepar dibungkus oleh peritoneum yang melanjutkan diri membungkus hepar.Peritoneum yang menutupi vesica fellea merupakan tunica serosa.


     

    Vesicsa fellea pada collumnya melanjutkan diri sebagai ductus cysticus.Pada permukaan dalamnya terlihat lipatan-lipatan yang disebut valvula spiralis heister yang disebabkan karena penebalan sebagian dari tunica mucularis luarnya.


     

    PANCREAS


     

    Anatomi Pankreas

    Pancreas merupakan kelenjar campuran pada system digestive yang tarbesar setelah hepar.


     

    Terdiri atas dua bagian, yaitu:

    - Kelenjar eksokrin

    - Kelenjar endokrin


     

    Pankreas terdapat retro peritoneal yang melintang dari bagian kanan menyerong ke kiri atas diantara duodenum.Ujung kiri yang disebut cauda pankreatis menempel pada lien.


     

    Ukuran pada prang dewasa yaitu:

    · Panjang 20—30 cm

    · Berat 60—160 cm


     

    Bagian-bagiannya yaitu:

    · Caput pankreatis

    · Corpus pankreatis

    · Caudal pankreatis


     

    Kelenjar Eksokrin


     

    Kelenjar ini terdiri dari gabungan kelenjar acinus yang membentuk lobulus dan digabungkan masing-masing oleh jaringan pengikat longgar yang dilalui oleh pembuluh darah, pembuluh limfe, serabut dan saluran keluar kelenjar-kelenjarnya.

    Tiap asiunus dibentuk oleh selapis sel yang berbentuk piramidal yang pada bagian basalnya bertumpu pada anyaman retikuler.Bagian puncaknya membatasi lumen membesar berisi sekret.Diantara sel asini tadi terdapat kapiler sekretoris yang bermuara dalam lumen kelenjar.

    Di daerah basal terlihat gambaran bergaris-garis yang merupakan granular endoplasmik retikulum yang saling beranyaman tampak basofil.Daerah supranuklear terlihat butir-butir sekresi yang asidofil, butir-butir sekresi ini berisi enzim-enzim proteolitik, lipolitik dan penghancur karbohidrat. Diantara butir-butir terlihat celah-celah yang sebenarnya adalah kompleks golgi.


     

    Struktur Halus

    Nukleus tampak dibatasi oleh membrana nuklearis yang rangkap dengan di sana-sini terdapat porus nuklearis. Di dalamnya terdapat 1—2 nukleoli yang jelas dengan di tengah-tengahnya kurang padat (ini yang menyebabkan warna eosinofil pada sediaan biasa)

    Pada bagian basal sel asiner terdapat banyak sekali granular endoplasmik retikulum yang berjalan sejajar dan saling berhubungan.

    Dalam sitoplasma terdapat pula ribosom yang bebas.Riboson tersebut yang menyebabkan warna basofil.

    Mitokondria tidak begitu banyak terdapat.Sebagian besar terdapat di bagian basal sel di antara granular endoplasmik retikulum. Kompleks golgi terletak di daerah supranuklear yang bermacam-macam bentuknya.

    Butir-butir sekresiu yagn telah terbentuk berkumpul di puncak sel. Butir-butir sekresi ini diliputi membran yang permukaannya halus.


     

    Saluran Keluar


     

    Saluran keluar dimulai dalam asinus sebagai sel-sel sentreasiner yaitu sel saluran kelenjar yang masuk ke dalam asinus.Dapat pula dimulai dari duktus ternalatus yang kemudian menjadi duktus interlobularis.

    Duktus interlobularis mempunyai dinding berepitel silindris pendek selapis yang bertumpu pada bagian retikulum di bawahnya.

    Duktus pankreatikus warsungi merupakan saluran keluar utama pankreas.Duktus ini dimulai dari cauda pankreatis berjalan melintang sepanjang pankreas dan menerima saluran-saluran yang lebih kecil sepanjang perjalanannya.Kadang-kadang saluran utama ini bermuara sendiri di dalam duodenum pada ampula vateri.Sebelah cranial dari duktus ini terdapat duktus accessorius Santorini.Saluran ini mempunyai epitel silindris selapis yang diperkuat oleh jaringan pengikat padat.


     

  2. KELAINAN KONGENITAL SALURAN DAN ALAT SISTEM PENCERNAAN

    Defek saluran pencernaan
    Saluran pencernaan terdiri dari kerongkongan, lambung, usus halus dan usus besar, rektum serta anus.


    Diantaranya adalah:
    - Atresia esofagus (kerongkongan tidak terbentuk sempurna)

àAtresia esofagus merupakan kelainan kongenital yang ditandai dengan tidak menyambungnya esofagus bagian proksimal dengan esofagus bagian distal. Atresia esofagus dapat terjadi bersama fistula trakeoesofagus, yaitu kelainan kongenital dimana terjadi persambungan abnormal antara esofagus dengan trakea.

Atresia Esofagus meliputi kelompok kelainan kongenital terdiri dari gangguan kontuinitas esofagus dengan atau tanpa hubungan dengan trakhea. Pada 86%  kasus terdapat fistula trakhea oesophageal di distal, pada 7% kasus tanpa fistula Sementara pada 4% kasus terdapat fistula tracheooesophageal tanpa atresia, terjadi 1 dari 2500 kelahiran hidup. Bayi dengan Atresia Esofagus tidak mampu untuk menelan saliva dan ditandai sengan jumlah saliva yang sangat banyak dan membutuhkan suction berulangkali.


- Hernia diafragmatika

àHernia Diafragmatika adalah penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma. Diafragma adalah sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Secara anatomi serat otot yang terletak lebih medial dan lateral diafragma posterior yang berasal dari arkus lumboskral dan vertebrocostal triagone adalah tempat yang paling lemah dan mudah terjadi rupture. Menurut lokasinya hernia diafragma traumatika 69 % pada sisi kiri, 24 % pada sisi kanan, dan 15 % terjadi bilateral. Hal ini terjadi karena adanya hepar di sisi sebelah kanan yang berperan sebagai proteksi dan memperkuat struktur hemidiafragma sisi sebelah kanan. Organ abdomen yang dapat mengalami herniasi antara lain gaster, omentum, usus halus, kolon, limpa'dan hepar. Juga dapat terjadi hernia inkarserata maupun strangulata dari saluran cerna yang mengalami herniasi ke rongga toraks ini.
- Stenosis pylorus

àpenyempitan bagian perut (pylorus) dengan tujuan mengarah ke isi perut kecil.
- Penyakit Hirschsprung

àPenyakit Hirschsprung disebut juga kongenital aganglionik megakolon. Dilihat dari namanya penyakit ini merupakan keadaan usus besar (kolon) yang tidak mempunyai persarafan (aganglionik). Jadi, karena ada bagian dari usus besar (mulai dari anus kearah atas) yang tidak mempunyai persarafan (ganglion), maka terjadi "kelumpuhan" usus besar dalam menjalanakan fungsinya sehingga usus menjadi membesar (megakolon). Panjang usus besar yang terkena berbeda-beda untuk setiap individu.
- Gastroskisis dan omfalokel

àOmfalokel (eksomfotos) adalah suatu cacat umbilicus, tempat usus besar dan organ abdomen lain dapat menonjol keluar. Ia bisa disertai dengan kelainan kromosom, yang harus disingkirkan. Cacat dapat bervariasi dan diameter beberapa centimeter sampai keterlibatan dinding abdomen yang luas. Organ yang menonjol keluar ditutupi oleh lapisan tipis peritoneum yang mudah terinfeksi.

Gastroskisis adalah keluarnya usus dari titik terlemah di kanan umbilikus dimana usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion.Gastroskisis adalah bentuk amfalokel yang mengalami ruptur.


- Atresia anus

àkeadaan di mana tidak terbentuknya anus dengan sempurna (tertutupnya lubang anus). Untuk menanganinya dapat dilakukan tindakan berupa pembedahan.
- Atresia bilier

àkeadaan tidak terbentuknya bilier (kandung empedu) akibat kelainan / abnormalitas dalam proses perkembangan pada masa mudigah. Sehingga menyebabkan tidak terbentuknya kandung empedu dengan sempurna.


 

  1. KORELASI KLINIS YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM PENCERNAAN

1. Kanker Lambung

Kanker lambung disebabkan oleh bakteri Helicobacter Pylori. Gejala awal kanker lambung, misalnya merasa panas, kehilangan nafsu makan, sulit mencerna yang berlangsung terus-menerus, sedikit rasa mual, dan kadang-kadang timbul rasa nyeri pada lambung.

Maag juga merupakan salah satu gejala kanker lambung. Apabila seseorang mengalami maag yang disertai perut kembung seperti kekenyangan, buang air besar hitam, turun berat badan, muka pucat, dan muntah darah, bisa dipastikan ia menderita kanker lambung.

2. Gastritis

Gastritis atau maag merupakan inflamasi (radang) yang terjadi pada mukosa dinding lambung. Gastritis dapat bersifat akut dan kronis. Gastritis dapat terjadi karena kelebihan asam yang diproduksi oleh lambung sehingga menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung.

Produksi berlebih asam di lambung ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya pola hidup tidak sehat dan teratur, merokok, minuman beralkohol, atau stres yang berlebihan.

3. Hepatitis

Hepatitis atau radang hati adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa virus yang menginfeksi hati. Penyakit ini bisa menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi oleh virus. Ada beberapa jenis virus hepatitis, di antaranya virus hepatitis A, B, C, D, E, dan G (jenis virus baru). Selain itu, hepatitis bisa bisa disebabkan oleh virus rubella, mumps, herpes, epstaein barr, dan cytomegalovirus.

4. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu atau appendicitis adalah infeksi pada usus buntu yang dapat merembet ke usus besar dan menyebabkan peradangan pada selaput rongga perut. Radang usus ini dapat di tandai dengan gelaja-gelaja, seperti nyeri yang menetap pada perut, demam ringan, mual dan muntah, spasme otot, konstipasi, diare, dan selera makan berkurang.

5. Diare

Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rangsangan buang air secara terus-menerus. Di samping itu, feses yang dikeluarkan masih memiliki kandungan air berlebih. Diare bisa disebabkan oleh infeksi bakteri maupun protozoa pada usus besar. Karena infeksi tersebut, proses penyerapan air di usus besar terganggu. Akibatnya, feses menjadi encer.

Gejala yang umum ditemukan adalah buang air besar terus-menerus disertai mual dan muntah. Selain itu, gejala lainnya yang mungkin timbul adalah pegal pada punggung dan perut berbunyi.

6. Sembelit

Sembelit atau biasa disebut konstipasi dapat disebabkan oleh terjadinya penyerapan air yang berlebihan pada sisa makanan dalam usus besar. Akibatnya, feses menjadi sangat kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Sembelit juga dapat ditimbulkan karena sering menahan buang air besar, emosi seperti rasa gelisah, cemas, takut atau stres.

7. Parotitis

Parotitis atau penyakit gondong terjadi akibat adanya virus yang menginfeksi kelenjar air ludah di bagian bawah telinga. Hal ini mengakibatkan kelenjar ludah menjadi bengkak atau membesar.

8. Hemorrhoid

Hemorrhoid yang lebih akrab disebut wasir atau ambeien adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena di sekitar anus. Hemorrhoid, umumnya, terjadi pada orang-orang yang terlalu lama duduk terus-menerus atau pada orang yang menderita sembelit. Hemorrhoid juga sering terjadi pada wanita hamil dan orang-orang yang terlalu gemuk.

Gejala-gejala hemorrhoid tahap awal berupa keluarnya darah berwarna merah segar saat buang air besar, biasanya keluar bersama atau sesudah tinja. Selain itu, terasa gatal atau iritasi di daerah anus dan rasa sakit atau tidak nyaman. Gejala dapat berlanjut menjadi benjolan yang keluar lewat anus.

9. Xerostomia

Xerostomia adalah suatu penyakit pada rongga mulut yang ditandai rendahnya produksi air ludah. Pada penderita xerostomia, kondisi mulut sangat kering dan makanan jadi tidak tercerna dengan baik. Xerostomia dapat diakibatkan adanya gangguan pada pusat ludah, syaraf pembawa rangsang ludah, ataupun oleh perubahan komposisi faali elektrolit ludah.

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget