22 November 2010

Soal neuropsikiatri

  1. Seorang laki-laki 18 th menderita kejang dibawa ke IGD. Di IGD, anak ini tampaknya sadar, tapi tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan. Ibunya menerangkan bahwa anaknya ingin sekolah di Jakarta, sedangkan orang tuanya tidak sanggup, hingga sering anaknya mengamuk. Pada saat itu dokter jaga berkesimpulan anak ini :
    1. Psychogenic seizure
    2. Epilepsi
    3. Non epileptic seizures
    4. Anoxic seizure
    5. Syncope


 

  1. Setelah dilakukan pemeriksaan di IGD ternyata pemeriksaan iinternis normal, EEG normal. Untuk itu pada pasien ini diberikan obat :
    1. Obat anti kejang harus diteruskan selama lebih kurang dua tahun
    2. Obat anti hipertensi
    3. Obat sesak nafas
    4. Obat anti psikotik
    5. Obat anti kejang mengatasi kejang ini saja


 

  1. Adik dari pasien ini seorang perempuan 12 tahun pernah berobat teratur di poliklinik saraf dengan keluhan kejang berulang. Serangan kejang umum dengan pingsan+ 3 menit dimana pasien tidak sadar, kadang keluar buih dari mulut sindroma begini disebabkan oleh :
    1. Pengaruh suatu penyakit yang mengakibatkan lepas muatan listrik sel-sel neuron di otak
    2. Kekurangan oksigen pada otak
    3. Gangguan fungsi otak secara intermitten karena ada perdarahan
    4. Gangguan fungsi otak intermitten karena lepas muatan listrik abnormal, berlebihan di neuron-neuron secara paroxismal
    5. Tidak salah satu diatas


 

  1. Saksi mata yang pernah melihat serangan, setelah kejang tonik + 3 menit disusul kejang klonik 60 detik lalu pasien lemas tertidur dan dari mulut keluar busa bercampur darah sedikit. Diagnosisnya difikirkan
    1. Epilepsi tonik klonik
    2. Epilepsi grandmal
    3. Epilepsi partial kompleks
    4. A + B benar
    5. C + D benar


 

  1. Kepada penderita dan keluarganya harus dijelaskan bahwa penyakit ini bisa diobati sampai sembuh. Hanya makan waktu lama dan harus teratur minum obat. Tujuan pengobatan bukan menghilangkan penyakitnya tapi menghentikan / mengontrol gejala secara adekuat. Harus disepakati dengan pasien :
    1. Pasien harus minum obat teratur selama 5 tahun
    2. Harus minum obat sampai kejang berhenti
    3. Setelah 1 tahun minum obat, tanpa ada serangan lagi bisa obatnya distop
    4. Setelah 2-3 tahun minum obat dimana serangan sudah terkendali, dosis obat dapat diturunkan lalu dihentikan
    5. Semua diatas tidak benar


 

  1. Obat dapat dihentikan meminumnya dengan cara :
    1. Setelah minum obat secara teratur 5 tahun
    2. bila pada pemeriksaan EEG ternyata normal
    3. Pendertia minum obat dulu selama 2 tahun, dimana serangan sudah berhenti, dosis diturunkan
    4. Obat dihentikan bila penderita merasa gatal-gatal
    5. Semuanya bisa


 

  1. Pada penyakit ini serangan dapat berulang bila pasien melakukan faktor pencetus sebagai berikut
    1. Makan banyak lemak
    2. Makan yang banyak/ kekenyangan
    3. Membaca buku
    4. Memandang cahaya yang berkelap kelip
    5. Berolahraga ditempat yang tinggi


 

  1. Untuk menegakkan diagnosa perlu beberapa pemeriksaan kecuali :
    1. Electromyografi
    2. Lumbal punksi
    3. CT Scan kepala
    4. EEG
    5. Pemeriksaan elektrolit darah


     

  2. Pada pasien dilakukan pemeriksaan tensi 120/80, pemeriksaan laboratorium darah normal, riwayat trauma kepala tidak ada, lahir normal dengan bidan.Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium darah, urine, pemeriksaan imaging ternyata normal. Riwayat kelahiran normal, tidak ada riwayat jatuh, trauma kepala. Etiologi penyakit ini diperkirakan :
    1. Idiopatik
    2. Kriptogenik
    3. Kelainan kongenital
    4. Kelainan metabolik
    5. Toksik


     

  3. Bila serangan epilepsi umum tonik klonik sedang berlangsung, yang biasanya 30 detik sampai 3 menit, maka dilakukan hal-hal sebagai berikut, kecuali :
    1. Jangan berusaha memberikan minuman sampai pasien sadar
    2. Pasien ditempatkan pada tempat yang aman, dalam gerakan kejangnya
    3. Meletakkan sesuatu dimulut antara gigi supaya lidah tak tegigit
    4. Jangan berusaha memegang ramai-ramai supaya kejangnya dapat ditahan
    5. Tidak perlu usaha membangunkan pasien


     

  4. Penderita wanita 4th dibawa ibunya berobat ke puskesmas dengan keluhan sering tampak bengong, tidak menyahut dipanggil 2-3 detik. Kelompak mata kedip-kedip, waktu bawa gelas tiba-tiba berhenti 3 detik gelas jatuh sedang anak ini lalu berjalan kembali dan tidak sadar dengan gelasnya yang jatuh. Setelah diperiksa dokter, difikirkan diagnosanya :
    1. Atonic seizure
    2. Psychogenic seizure
    3. Absence petitmal seizure
    4. Temporal lobe
    5. Tonik klonik seizure


     

  5. Gejala serangan pasien ini berlangsung pendek, paling lama 5-10 detik dengan sifat serangan sebagai berikut, kecuali :
    1. Biasanya disusul dengan kejang umum
    2. Serangan bisa sangat sering hingga puluhan
    3. Anak ini tidak ingat dengan kejadian
    4. Kesadaran tidak pingsan namun tidak bereaksi terhadap sekitarnya
    5. Kelopak mata berkedip 3x/detik


     

  6. Seorang anak ♂8 tahun berobat dengan keluhan sering jatuh roboh waktu berjalan. Kali ini muncul serangan tiba-tiba kepalanya jatuh membentur meja waktu makan anak tidak sadar + 20 detik, lalu bangun dan menangis karena luka pada bibirnya. Kejadian begini sudah sering terjadi, tampak bekas-bekas luka dimuka.

    Kelainan yang dapat difikirkan ialah :

    1. Epilepsi petit mal
    2. Serangan myoklonik
    3. Serangan atonik
    4. Petit mal epilepsi
    5. Epilepsi fokal


     

  7. Dokter yang merawat pasien ini memberikan obat yang harus dikonsumsi teratur sebagai obat jenis pilihan pertama yaitu :
    1. Acetazolamid
    2. Injeksi diazepam
    3. Amitriptilin
    4. Valproat
    5. Piracetam


     

  8. Pasien laki-laki 16 tahun sudah sering memeriksakan diri di poliklinik sejak 1 tahun dimana kejang yang dikeluhkan tidak muncul lagi. Dia merasakan sudah sehat hingga mulai lalai datangnya berobat. Kadang-kadang obat tidak dimakan. Kemudian pasien datang dengan serangan berulang-ulang setiap 5 menit, dan diantara serangan ke serangan berikutnya pasien tidak sadar penuh. Serangan yang begini sangat mungkin :
    1. Epilepsi umum sekunder terhadap partial seizures
    2. Kejang ensefalopati metabolik
    3. Status epileptikus
    4. Epilepsi psikomotor
    5. Epilepsi umum grandmal


     

  9. Penyebab dari penyakit ini diperkirakan faktor-faktor sbb, kecuali :
    1. Obat yang diberikan dokter secara dihentikan secara tiba-tiba
    2. Penukaran obat tiba-tiba oleh dokter yang mengobati secara tiba-tiba
    3. Menambah obat-obatan, karena kebetulan menderita demam batuk
    4. Mungkin pula tidak ditemukan sebab-sebabnya
    5. mendapatkan lagi penyakit baru seperti kontusio serebri, stroke hemorrhagic


 

  1. Pada suatu malam sopir laki-laki 19 th ditemukan dalam kesadaran menurun di garase mobil yang gelap karena listrik PLN mati, dimana sebuah generator listrik sedang hidup dengan asap hitam yang bau menyengat. Ternyata pasie ini sesak nafas, batuk-batuk, muntah, kurang bisa diajak bicara, tidak responsif dan kejang. Generator segera dimatikan, anak tersebut dibawa ke rumah sakit. Anak ini sangat dicurigai menderita
    1. Ensefalopati hipoksia
    2. Ensefalitis
    3. Hipertensi ensefalopati
    4. Akibat terjatuh digarase mobil yang mengenai kepala
    5. Epilepsi umum


 

  1. Pasien dibawa ke rumah sakit, dilakukan tindakan pemeriksaan dan tindakan segera oleh dokter jaga, yang pertama sekali dilakukan adalah :
    1. Memeriksa elektroensefalopati segera
    2. memberikan obat anti kejang melalui drip infus
    3. melakukan rontgen paru-paru
    4. Melancarkan jalan nafas kalau perlu dengan alat bantu pernafasan
    5. Memberikan obat sesak nafas, tablet dan injeksi
  2. Keadaan anak ini sangat memerlukan tindakan cepat dan tepat berhubung, bila dilalaikan akan dapat terjadi kerusakan sel-sel otak permanen sebagai pernyataan dibawah ini kecuali
    1. Sel-sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan suplai oksigen
    2. Sekali terjadi kerusakan sel-sel otak akan berakibat irreversible
    3. Kerusakan sel-sel otak sudah bisa terjadi bila mengalami kekurangan oksigen lebih dari 30 menit
    4. Tekanan darah yang sangat rendah dapat menyebabkan hipoksik ensefalopati
    5. Kerusakan tersebut sudah dapat terjadi dlam waktu 3 menit kekurangan oksigen


     

  3. Seorang ibu 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan kesadaran menurun, nyeri kepala hebat mual dan muntah, kemudian kejang-kejang. Pada pemeriksaan ditemukan tensi 240/120mmHg, urine kemerahan mungkin campur darah. Pasien sering berobat ke rumah sakit atau dokter umum karena menderita pusing dan darah tinggi. Pasien ini diperkirakan menderita :
    1. Ensefalopati hipertensif
    2. Gagal ginjal kronik
    3. Toxik metabolic encephalopathy
    4. Hipertensi krisis
    5. Stroke perdarahan akut


 

  1. Untuk diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan penting seperti sebagai berikut, kecuali:
    1. Rontgen foto thorax
    2. Elektromyografi
    3. CT scan kepala
    4. Laboratorium faal hepar
    5. Laboratorium faal ginjal


 

  1. Pengobatan pada pasien ini terutama ditujukan untuk :
    1. Segera dirawat diruang perawatan intensif
    2. Segera ditujukan pada penurunan tekanandarah
    3. Penurunan tekanan darah dimonitor ketat, sehingga tekanan darah menurun sekitar 20%
    4. Penurunan tekanan darah yang drastis/cepat bisa memperburuk keadaan penyakit pasien
    5. Semuanya diatas adalah benar


     

  2. Obat-obat yang diberikan pada pasien ini adalah sbb, kecuali :
    1. Obat anti perdarahan otak
    2. Obat anti platelet aggregasi
    3. Obat anti koagulansia
    4. Obat anti hipertensi secara drip yang kadarnya dapat di titrasi
    5. Obat anti kejang oral tablet


 

  1. Seorang anak smp laki-laki 15 tahun dirawat dengan keluhan demam sejak satu minggu yang lalu bicara meracau, kesadaran terganggu, nyeri kepala, photo phobia, agak kaku pada anggota badan. Kemudian terjadi kejang-kejang umum. Diperkirakan diagnosanya :
    1. Ensefalopati toksik
    2. Fever ensefalopati
    3. Ensefalitis
    4. Status epileptikus
    5. Meningitis


 

  1. Untuk diagnosa diperlukan pemeriksaan penting seperti:
    1. Elektrokardiografi
    2. X-foto kepala
    3. Lumbal punksi
    4. Pemeriksaan CT scan kepala
    5. Semua diatas perlu dilakukan


     

  2. Pasien ini harus dirawat secara intensif dan diberikan pengobatan sesuai dengan etiologi yaitu seperti dibawah ini. Kecuali :
    1. Obat anti virus
    2. Obat anti konvulsan
    3. Obat antibiotika
    4. Obat anti piretika
    5. Obat anti hipertensi


 

  1. Seorang residen memeriksa pasien 4 th di poliklinik. Ibunya menerangkan anak sering tampak bengong 2-3 detik, tidak menjawab waktu dipanggil. Kelopak mata berkedip-kedip agak cepat. Waktu anak ini lagi makan bubur, sedoknya terlepas. Setelah beberapa detik kemudian anak ini meneruskan makan dan tidak sadar bahwa sendoknya jatuh tadinya. Residen berfikir anak ini menderita :
    1. Atonic seizure
    2. Psychogenic seizures
    3. Sindroma epilepsi
    4. Absence petitmal seizure
    5. Complex partial seizures


 

  1. Datang seorang murid laki-laki SD umur 12 tahun kepuskesmas dengan keluhan demam sejak satu minggu lalu kesadaran terganggu, bicara meracau, nyeri kepala, photo phobia, agak kaku pada anggota badan. Telah terjadi kejang-kejang umum selama 2-3 menit lalu muntah. kejang ini berulang 2-3 kali sehari, diperkirakan diagnosanya
    1. Ensefalopati toksik
    2. Fever ensefalopati
    3. Ensefalitis
    4. Status epileptikus
    5. Meningitis


     


     

  2. Bapak Musa seorang petani 45 tahun datang ke Puskesmas, mengeluh nyeri kepala, rasa berat, tengkuk rasa tegang sejak sehari sebelumnya. nyeri kepala ini dengan intensitas sedang tapi pasien masih mungkin bekerja ringan. rasa nyeri ini muncul oleh karena terangsangnya organ peka nyeri di kepala (intrakranial) yaitu :
    1. Gigi geligi
    2. Otot-kepala dan tengkuk
    3. Sirkulus wilisi
    4. Mukosa sinus paranasal
    5. Parencym otak


 

  1. Oleh karena nyeri yang dirasakan ini berlokasi diatas kepala sampai belakang kepala maka saraf yang mensuplai rasa nyei diarea ini adalah :
    1. Saraf kranial IX
    2. Saraf kranial X
    3. Saraf spinal C1, C2
    4. Saraf kranial VII
    5. Saraf kranial V


     

  2. Pada penderita ini nyeri kepala muncul mulai dari ringan makin lama makin nyeri. pasien tidak ada mengeluhkan penyakit seperti hipertensi, trauma, demam, pilek, dll. Tipe penyakit kepala pasien ini adalah :
    1. Primary headache
    2. Simptomatic headache
    3. Cephalgia
    4. Secondary headache
    5. Tidak salah satu diatas


     

  3. Nyeri kepala seperti ini sudah berulang-ulang sejak 3 tahun dan nyerinya bisa behari-hari kalau tidak diobati, tapi tidak menyebabkan muntah atau mual dan tidak ada phonophobi. kadang-kadang nyeri terasa kepala seperti diikat atau terasa berat. Kemungkinan diagnosa pada pasien ini :
    1. Migrain headache
    2. Tension type headache
    3. Cluster headache
    4. Nyeri kepala karena tumor otak
    5. Komplikasi migrain


 

  1. Ada beberapa faktor yang dapat mencetuskan neyri kepala tipe ini antara lain adalah faktor sbb, kecuali :
    1. Stress
    2. Kurang tidur
    3. Kebiasaan memakai obat-obat nyeri kepala
    4. Kurang makan
    5. Kurang aktifitas fisik


 

  1. Untuk mendiagnosa suatu tipe nyerikepala harus memenuhi salah satu kriteria diagnostik. salah satu kriteria diagnostik dari "tension type headache" adalah sebagai berikut :
    1. Rasa mendenyut di puncak kepala
    2. Muncul gejala phonopobi
    3. minimal serangan sudah 3 kali
    4. Nyeri bertambah bila dibawa naik tangga atau bekerja berat
    5. Nyeri berlangsung 1-8 jam


 

  1. Untuk penanganan penyakit ini harus dipikirkan beberapa hal sebagai berikut :
    1. Target pengobatan adalah untuk menghilangkan gejala dan mencegah serangan selanjutnya
    2. Cara pengobatan yang terbaik ialah preventif
    3. Sebisa-bisanya dihindari faktor pencetus
    4. Obat-obat over the counter (OTC) analgesik dapat diberikan
    5. Semua diatas adalah benar


 

  1. Seorang ibu pelayan rumah makan mengeluh tak bisa beklerja secara bisanya karena terasa nyeri kepala berdenyut di belahan kiri. nyerinya begitu hebat sehingga terpaksa dibawa tidur, disertai muntah, mual. beberapa jam sebelum nyeri ini, pasien sudah merasa tak enak sebagai gejala prodroma. Gejala prodroma tersebut bisa berupa :
    1. Rasa susah menelan
    2. Rasa bermimpi
    3. Bocor-bocor, mencret
    4. Rasa membau yang aneh
    5. Rasa ngantuk


     

  2. Ibu palayan tersebut berumur 40 tahun dengan anak 3 orang. serangan nyeri kepala begini sudah berulang sejak melahirkan anak ke 2. Bila nyeri datang dia pergi tidur, dan membasahkan kepalanya. Nyeri berulang sampai beberapa jam, diagnosa yang dipikirkan :
    1. Cluster headache
    2. Tension type headache
    3. Classic migrain
    4. Migrain with aura
    5. Migraine without aura


     

  3. Seorang langganan rumah makannya, pegawai negeri 45 tahun mengeluh nyeri yang sama sejak lama. Namun pasien ini mengelihkan sebelum nyeri hebat muncul, didahului gejala-gejala yang tidak dimengertinya yaitu seperti mata kanannya kurang jelas pandangan. Kalau pasien melihat jam dinding, tampak tidak utuh, seolah-olah tertutup beberapa huruf dari jam tersebut oleh bayangan hitam. Gejala ini disebut dengan :
    1. Amourosis fugax
    2. Cortical blindness
    3. Aura scotoma
    4. Othalmoplegic migraine
    5. Tidak salah satu diatas


     

  4. Diagnosis yang dipikirkan pada pasien tersebut diatas adalah :
    1. Migraine dengan aura
    2. Secondary headache
    3. Tension type headache
    4. Migrain tanpa aura
    5. Cluster headache


     

  5. Salah satu kriteria diagnostik yang harus dipenuhi adalah gejala-gejala yang timbul untuk mendiagnosa penyakit pasien begini adalah :
    1. Cukup satu kali serangan
    2. Aura yang muncul selama 120 menit
    3. Minimal sudah ada 2 kali serangan
    4. Minimal sudah ada 12 kali serangan
    5. Minimal sudah ada 5 kali serangan


     

  6. Obat-obat yang dipilihkan untuk pasien Ibu Ani dan Ibu Rahma adalah sebagai berikut, kecuali :
    1. Acetaminophen
    2. Ergotamin
    3. Phenitoin
    4. Sumatriptan
    5. Caffeine ergotamin


     

  7. Seorang dokter harus sangat hati-hati pada pemberian obat golongan triptan pada pasien migren yang boleh diberikan bila, frekuensi serangan >2-3 kali perbulan, dengan kontra indikasinya :
    1. Diarrhe
    2. Demam
    3. Hopotensi
    4. Coronary Artewry disease
    5. Epilepsi


     

  8. Untuk mencegah serangan berulang maka penderita dinasehatkan untuk sedapat-dapatnya selalu menghindari faktor-faktor pencetus seperti sbb, kecuali :
    1. Spiral pengontrol kehamilan
    2. Alkohol
    3. Mekanan tertensu : coklat
    4. Merokok
    5. Stress physic
  9. Sebagai profilaksis dapat dipakai obat :
    1. Propanolol
    2. Luminal
    3. Phenitoin
    4. Diazepam
    5. Semua diatas


 

  1. Seorang remaja putri 15 tahun mengeluh lemah badan sebelah kanan. keluhan ini sudah dirasakan sejak 2 bulan sebelumnya dan dirasakannya pula kelemahan ini seperti bertambah. dirumah sakit dilakukan pemeriksaan tensi, laboratorium terkait, EKG dengan hasil normal kemudian dilakukan angiografi arteri serebral ditemukan gambaran pembentukan kolateral seperti jaringan halus menyerupai gumlanan asap (puff-of-smoke appearance). dokter berkesimpulan penyakitnya

    A. Penyakit moya-moya

    1. Atherosclerosis
    2. Arterovenous malformation
    3. Arteovenous intrakranial
    4. Tidak salah satu diatas


     

  2. Seorang sopir kantor 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sewaktu mau berangkat kerja merasakan pandangan mata sebelah kabur. Kmudian disusul bicara pelo, kaki kanan rasa lemah. Da dibimbing anaknya istirahat terus pergi berobat. selama 3 tahun terakhir ini sudah berobat untuk darah tingginya. Pemeriksaan di poliklinik tek.darah 160/95. Dokter memberikan obat seperlunya, lalu pasien dibawa pulang. setelah makan siang pasien merasakan sudah baikan. kaki tidak lemah lagi bicara sudah bagus. Penyakit begini di diagnosa sebagai :
    1. Trombosis serebri
    2. Emboli serebri
    3. Transient ischemic attack
    4. Perdarahan intra serebri
    5. Perdarahan subarahnoid


 

  1. Enam bulan kemudian pasien ini berobat di poliklinik saraf dengan keluhan lemah badan sebelah kanan. Tidak bisa berdiri, bicara pelo, wajah tidak simetris, muncul reflek babinski sebelah kanan. pasien tidak bisa diajak berkomunikasi, tidak bisa menyebutkan apa yang akan dibicarakan. Pasien tetap sadar tensi 180/120 kelainan begini diperkirakan menderita
    1. Perdarahan intra serebral
    2. Encepalopati
    3. Encepalitis
    4. Trombosis serebri
    5. Transien ischemic attack


 

  1. Selanjutnya pasien dirawat di Bagian saraf. Untuk memastikan diagnosa kelainan yang terjadi di dalam otaknya perlu dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan sebagai berikut :
    1. EKG, EEG
    2. EEG, EMG, L. Punksi
    3. X-foto kepala, x foto thorax
    4. Pemeriksaan kimia darah, urine
    5. Brain CT Scan, L.Punksi


 

  1. Dari bangsal pasien ini diberikan obat-obat sbb, kecuali :
    1. Phenitoin
    2. Anti edema otak
    3. anti agregasi platelet
    4. Obat citoprotektif
    5. Obat anti hipertensi


     

  2. Seorang ibu 50 tahun dikonsulkan oleh bagian jantung ke bagian saraf. Pasien ini biasa berobat di bagian jantung dengan keluhan jantung rasa berdebar. Pada pemeriksaan ditemukan tensi 130/80 nsdi 76x/menit, denyut jantung 88x/menit. tiba-tiba pasien mengeluh badan sebelah kiri tak bisa diangkat. Bicara pelo, pasien gelisah, kesadaran menurun sebentar. diagnosanya adalah:
    1. Emboli serebri
    2. Perdarahan intra serebral
    3. Walenberg sindrom
    4. trombosis cerebri
    5. Transient ischemic attack


 

  1. Tumor otak dapat menimbulkan gejala-gejala peninggian intra cranial sbb, kecuali:
    1. Gangguan mental
    2. Nyeri kepala progresif
    3. Hipotensi dan tachicardi
    4. Muntah dan proyektit
    5. Gangguan Nervus VI


 

  1. Seseorang yang menderita nyeri kepala hebat dan muntah – muntah bila berbaring telentang dan nyeri berkurang kalau tengkurap berkemungkinan orang tersebut menderita tumor otak di:
    1. Cerebellum
    2. Ventrikel IV
    3. Ventrikel III
    4. Lobus occipital
    5. Semua salah


       

  2. Adanya anosmia, atrophy pupil ipsilateral dan papil edema kontra lateral dapat diakibatkan oleh:
    1. Tumor di basis frontal
    2. Tumor di lobus occipital
    3. Tumor di daerah parietal
    4. Tumor di lobus temporal
    5. Tumor di batang otak


 

  1. Tumor Intra cranial yang tidak cepat disadari oleh penderita adalah :

A. Glioblastoma

B. Astroaitoma

C. Pituitary adenoma

D. Meduloblastoma

E. Semua benar


 

  1. Yang sering mendapat Schwanoma :
    1. N. Opticus
    2. N. Abducen
    3. N. Trigeminus
    4. N. Vestibularis
    5. N. Glosopharyngius


       

  2. Tumor metastase ke intra cranial yang sering adalah berasal dari :
    1. Rectum
    2. Colon
    3. Prostat
    4. Paru
    5. Uterus


 

  1. Tumor yang sering berlokasi di Ventrikel IV sehingga cepat sekali menyebabkan gejala-gejala peninggian intra cranial :
    1. Meningioma
    2. Oligodenroglioma
    3. Ependimoma
    4. Astrositoma
    5. Glyoblastoma


 

  1. Ditemukannya gasp reflek dan sucking reflek serta tanda-tanda peninggian tekanan intra cranial, dapat terjadi sebagai gejala dari :
    1. Tumor Lobus Frontal
    2. Tumor Lobus Temporal
    3. Tumor Lobus Parietal
    4. Semua benar
    5. Semua salah


     

  2. Bitemporal hemianopsia dapat merupakan gejala dari:
    1. Pituitary adenoma
    2. Ependimoma
    3. Kraniofaringeoma
    4. A dan B
    5. A dan C


 

  1. Seorang pria umur 45 tahun teradapat tremor pada jari tangan kanannya. Tremor tersebut hilang dengan gerakan- gerakan yang disadari. Ternyata pada penderita juga ditemukan tremor pada dagu dan lidah. Tidak ada paralysis yang ditemukan saat pemeriksaan. Secara berangsur – angsur pasien menunjukkan gejala gangguan sikap tubuh dimana lengan kanan tidak berayun ketika berjalan. Beberapa bulan berikutnya, pasien berjalan seolah – olah semua otot- ototnya kaku, dan dengan banyak ragu-ragu.

Kemungkinan diagnosa penderita ini adalah:

  1. Paralysis Agitan
  2. Paresis umum
  3. Hysteria
  4. Penyakit Wilson
  5. Semua Salah


     

  1. Seorang pasien wanita, 25 tahun dibawa ke IGD RS DR M Djamil Padang dengan keluhan kelemahan anggota gerak yang progresif, dimulai dari kaki terus menaik ke kedua tangan. Selain lemah, nafasnya juga jadi cepat dan dangkal. Ada riwayat gastroenteritis 5 minggu sebelumnya. Dari pemeriksaan didapatkan bradikardi, takipnoe dan hipotensi. Pada pemeriksaan neurologi didapatkan areflek, kelemahan keempat anggota gerak dengan gangguan sensorik pada ujung jari tangan dan kaki. Selain itu mulai terlihat pasien susah menelan.

    Kemungkinan penyakit yang diderita oleh pasien tersebut diatas adalah :

    1. Polineuritis
    2. Miasthenia Gravis
    3. Guiland Barre Sindrom
    4. Spasmofilia
    5. Periodik Paralisis.


 

  1. Penyakit tersebut, biasanya disebabkan oleh :
    1. Penyakit Autoimun
    2. Toksik metabolik
    3. Hipocalcemia
    4. Hipokalemia
    5. Infeksi


 

  1. Pemeriksaan anjuran yang sangat membantu menegakkan diagnosis adalah :

A. Rontgen Thorax

B. Pemeriksaan elektrolit darah

C. Prostigmin Test

D. Lumbal Punksi

E. EMG


 

  1. Seorang pasien wanita, 42 tahun datang dengan keluhan nyeri pada seluruh tubuh terutama otot otot lengan dan tungkai. Nyerinya kian hari kian bertambah. Disamping itu ia juga mengeluhkan kelemahan pada lengan tungkai, sehingga ia sulit untuk berjalan dan mengangkat tangan(sep. menyisir rambut). Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran baik, kekuatan otot 4/4/4, nyeri tekan pada otot (+), dan terlihat otot gastrocnemius dan otot biceps mulai atropi. Tidak ada gangguan sensorik dan reflek tendon dalam batas normal.

    Pertanyaan : Kemungkinan diagnosis yang paling tepat dari kasus diatas adalah :

    1. Polineuritis
    2. Guillan Barre
    3. Periodik Paralisis
    4. Polimiositis
    5. Myastenia Gravis


 

  1. Adapun penyebabnya adalah :
    1. Hiperglobulinemia
    2. Toxic metabolik
    3. Autoimun
    4. Hipokalemia
    5. Thymus persisten
  2. Pemeriksaan penunjang untuk diagnosisnya adalah :
    1. Lumbal punksi
    2. Pem K H S
    3. Biopsi otot
    4. Prostigmin Test
    5. Pemeriksaan kalium darah


 

  1. Seorang pasien wanita, 28 tahun dibawa ke IGD RS DR M Djamil Padang dengan keluhan lemah keempat anggota gerak sejak tadi pagi. Ini adalah kejadian kelemahan yang keempat kalinya dan penderita telah dirawat tiga kali dengan keluhan yang sama. Sebelumnya ia mengikuti kegiatan olah raga hingga keringatnya banyak keluar. Dari pemeriksaan fisik di IGD didapatkan kekuatan otot lengan 3/3/3 dan tungkai 2/2/2. Tidak ada gangguan sensorik, otonom dan reflek fisiologis dalam batas normal. Penderita sadar, kooperatif dan vital sign dalam batas normal.

Pertanyaan.

Diagnosis yang paling mungkin pada penderita diatas adalah :

  1. Polineuropati
  2. Sindroma Guillan Barre
  3. Miastenia Gravis
  4. Periodik Paralisis
  5. Spasmofilia


     

  1. Faktor pencetus yang sering disebut sebut mendahului serangan penyakit tersebut adalah :
    1. Demam
    2. Makan tinggi protein
    3. Banyak keringat
    4. A dan B benar
    5. A dan C benar


     

  2. Penyakit tersebut diatas, tergolong dalam :
    1. Penyakit saraf tepi
    2. Gangguan elektrolit darah
    3. Penyakit Autoimun
    4. Gangguan neuromuscular-junctiotion
    5. Penyakit otot


 

  1. Seorang pasien laki laki 42 tahun datang ke praktek sore seorang dokter umum dengan keluhan tiba tiba mulut mencong, dan mata kanan tidak bisa menutup dengan sempurna. Dua hari sebelumnya ia merasakan nyeri didaerah mastoid kanan dan tidak ada perubahan pada pendengarannya. Pada pemeriksaan didapatkan plika nasolabialis kanan datar, dahi tidak dapat dikerutkan dan alis mata kanan tidak bias diangkat. Gejala2 tsb diatas, menggambarkan gangguan pada :
    1. N XII
    2. N VII
    3. N IV
    4. N III
    5. N VI


 

  1. Seorang laki-laki usia 20 tahun dibawa oleh keluarganya ke Unit Gawat Darurat RSUP Dr. M Djamil dengan keluhan demam tinggi sejak 4 hari yang lalu, disertai kejang-kejang seluruh tubuh dan sejak kemaren keadaan menurun. Kemungkinan pasien menderita
    1. Meningitis bakterialis
      1. Meningitis TBC
      2. Meningitis vral
      3. Encephalitis
      4. Abses serebri


 


 


 

  1. Pasien dirujuk ke Bagian saraf dan dianjurkan untuk dirawat. Kemungkinan sebagai penyebab difkirkan
    1. Viral
    2. Bakteri
    3. Jamur
    4. HIV
    5. TBC


 

  1. Tindakan diagnostik yang perlu dilakukan pada pasien ini
    1. CT scan kepala
    2. MRI kepala
    3. Lumbal punksi
    4. EEG
    5. BERA


 

  1. Bila dilakukan tindakan lumbal punksi maka pada cairan serebro spinal akan ditemukan
    1. Warna keruh, cel ribuan, protein meningkat, glukosa menurun sampai O
    2. Warna xantokhron, cel ratusan, protein meningkat, glukosa menurun
    3. Warna jernih, sel hampir normal, protein meningkat sedikit atau normal, glukosa kadang-kadang normal
    4. Warna merah, sel ratusan, protein dan glukosa meningkat
    5. Warna, cel, protein dan glukosa normal


 

  1. Komplikasi dari penyakit ini bisa terjadi
    1. Hemiparese
    2. Epilepsi
    3. Abses serebri
    4. A + B
    5. A + C
  2. Seorang ibu membawa anaknya usia 17 tahun ke poli saraf dengan keluhan demam sejak 3 minggu, tidak begitu tinggi, kesadaran apati, gizi jelek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran apati, suhu 37,80C anemi.Ronchi basah di kedua afek paru Kemungkinan diagnosa pada pasien ini adalah :
    1. Meningitis TBC
    2. Meningitis bakterialis
    3. Meningitis viral
    4. Abses serebri
    5. Encephalitis


 

  1. Pasien dianjurkan dirawat di bagian saraf. Tindakan diagnostik penunjang yang harus dilakukan pada pasien ini
    1. Lumbal punksi
    2. CT Scan kepala
    3. Foto thoraks
    4. A B
    5. A + C


 

  1. Dari pemeriksaan lumbal punksi ditemukan cairan serebro spinal bewarna xantokhrom, cel 200/mmsi protein 260mg, glukosa 20mg%, krmungkian penyebab :
    1. Hemophylus influenza
    2. Meningococcus
    3. TBC
    4. HIIV
    5. Syphilis


 


 

  1. Obat yang harus diberikan pada pasien ini
    1. Anti viral
    2. Tuberkulostatika
    3. Cefotaxim
    4. Anti retro viral
    5. Anti jamur


 

  1. Dalam perawatan pasien mengalami hemiparese kanan, keadaan ini dapat disebabkan oleh
    1. Arteritis
    2. Hydrocephalus
    3. Tekanan tinggi intra kranial
    4. Tuberkuloma
    5. Abses serebri


 

  1. Pada suatu malam seorang anak lk 7 th ditemukan dalam kesadaran menurun di garase mobil, dimana sebuah generator listrik sedang hidup dengan asap yang bau menyengat. Kemudian anak ini sesak nafas, batuk-batuk, muntah, kurang bisa diajak bicara, tidak responsif dan kejang. Generator segera dimatikan, anak tersebut dibawa ke rumah sakit. Anak ini sangat dicurigai menderita
    1. Epilepsi
    2. Akibat terjatuh digarase mobil yang mengenai kepala
    3. Ensefalopati hipoksia
    4. Ensefalitis
    5. Kesurupan


 

  1. Di rumah sakit anak ini segera diperiksa dan dilakukan tindakan segera oleh dokter jaga, yang pertama sekali perlu dilakukan adalah
    1. Memberikan obat sesak nafas
    2. Melancarkan jalan nafas kalau perlu dengan alat bantu pernafasan
    3. Mengukur takanan darah
    4. Memberikan obat anti kejang
    5. Memeriksa elektroensefalopati


 

  1. Seorang bapak 60 tahun dibawa kerumah sakit dengan keluhan nyeri kepala hebat, mual dan muntah, bicara meracau, kemudian kejang-kejang. Pada pemeriksaan ditemukan tensi 250/130mmHg, urine kemerahan mungkin campur darah. Sebelum serangan ini, pasien berobat dipuskesmas karena sering menderita tekanan darah naik turun. Pasien ini diperkirakan
    1. Ensefalopati hipertensif
    2. Gagal ginjal
    3. Uremic encephalopathy
    4. Hipertensi krisis
    5. Status epileptikus


 

  1. Seorang buruh angkat datang ke Puskesmas, mengeluh nyeri kepala, rasa berat, tengkuk rasa tegang sejak sehari sebelumnya. Nyeri kepala ini dengan intensitas sedang tapi pasien masih mungkin bekerja ringan. Rasa nyeri ini muncul oleh karena terangsangya organ peka nyeri di kepala (intrakranial).
    1. Parenchym otak
    2. Mukosa sinus paranasal
    3. Sirkulus Willisi
    4. Otot-otot kepala dan tengkuk
    5. Gigi geligi


 

  1. Oleh karena nyeri yang dirasakan ini diderah atas sampai belakang kepala maka saraf yang mensuplai rasa nyeri di area ini adalah :
    1. Saraf kranial V
    2. Saraf kranial VII
    3. Saraf kranial IX
    4. Saraf kranial X
    5. Saraf spinal C1, C2
  2. Pada penderita ini nyeri kepala muncul mulai dari ringan makin lama makin nyeri. Pasien tidak ada mengeluhkan penyakit lain seperti hipertensi, trauma, demam, pilek dll. Tipe penyakit kepala pasien ini adalah :
    1. Primary headache
    2. Simptomatic headache
    3. Cephalgia
    4. Secondary headache
    5. Tidak salah satu diatas


 

  1. Nyeri kepala seperti ini sudah berulang-ulang sejak 3 tahun dan nyerinya bisa berhari-hari kalau tidak diobati, tapi tidak menyebabkan muntah atau mual dan tidak ada phonophobi. Kadang-kadang nyeri terasa kepala seperti diikat atau terasa berat. Kemungkinan diagnosa pada pasien ini
    1. Migrain hedache
    2. Tension type headache
    3. Cluster headache
    4. Nyeri kepala karena tumor otak
    5. Komplikasi migrain


 

  1. Ada beberapa faktor yang dapat mencetuskan nyeri kepala tipe ini antara lain adalah faktor sbb, kecuali :
    1. Stress
    2. Kurang tidur
    3. Kebiasaan memakai obat-obat nueri kepala
    4. Perut kosong
    5. Kurang aktifitas fisik


 

  1. Untuk mendiagnosa suatu tipe nyeri kepala harus memenuhi salah satu kriteria diagnostik. Salah satu kriteria diagnostik dari "tension type headache" adalah sebagai berikut :
    1. Nyeri berlangsung 2 jam – 1 hari
    2. Nyeri bertambah bila dibawa naik tangga atau bekerja berat
    3. Minimal serangan sudah 3 kali
    4. Muncul gejala phonophobi
    5. Rasa mendenyut di puncak kepala


 

  1. Seorang ibu rumah tangga Ny. Ani mengeluh tak bisa bekerja di rumahnya karena nyeri kepala berdenyut di belahan kiri. Nyerinya begitu hebat sehingga terpaksa dibawa tidur, disertai muntah, mual. Beberapa jam sebelum nyeri ini, pasien sudah merasa tak enak sebagai gejala prodroma. Gejala prodroma tsb bisa berupa
    1. Rasa ngantuk
    2. Rasa membau yang aneh
    3. Bocor-bocor, mencret
    4. Rasa bermimpi
    5. Rasa susah menelan


 


 


 


 

  1. Seorang bayi laki-laki usia 5 bulan menderita panas lebih kurang 2 jam sebelumnya dan kemudian kejang-kejang seluruh tubuh selama 10 menit. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemui kelainan yang berarti. Untuk menentukan diagnosis pasti perlu dilakukan pemeriksaan :
    1. Lumbal Pungsi
    2. Elektrokardiografi
    3. MRI kepala
    4. CT scan kepala
    5. Pemeriksaan elektrolit darah


 

  1. Seorang anak perempuan berumur 5 tahun, menderita kejang selama 20 menit, suhu tubuh 38.5 C, sadar setelah kejang. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemui kelainan. Diagnosis pada anak ini adalah :
    1. Kejang demam simplex
    2. Kejang demam complex
    3. Epilepsi
    4. Meningitis
    5. Ensefalitis


 

  1. Seoraang anak perempuan usia 2 tahun masuk instalasi gawat darurat RS tipe B dengan kejang -kejang sejak ½ jam yang lalu. Pengukuran berat badan 10 Kg, Untuk menghentikan kejang-kejangnya yang masih berlangsung diperlukan pemberian :
    1. Rectal stesolid 10 mg
    2. Diazepam 3 mg intra vena
    3. Luminal 75 mg intra muskuler
    4. Luminal 75 mg intra vena
    5. Phenetoin 150 mg intra vena


 

  1. Seorang anak laki-laki berusia 20 bulan menderita kejang-kejang selama 20 menit pada salah satu sisi bahagian badannya dan suhu tubuh 39 C. Pemeriksaan fisik setelah kejang ditemui kelemahan pada sisi yang menderita kejang. Riwayat kejang dalam keluarga tidak ada. Pertumbuhan fisik dan perkembangan bayi dalam batas normal.Hal yang merupakan faktor resiko epilepsi pada pasien ini adalah
    1. Anak laki-laki
    2. Kejang selama 20 menit
    3. Suhu tubuh 39 C
    4. Tidak ada riwayat kejang dalam keluarga
    5. Pertumbuhan fisik dan perkembangan dalam batas normal


 

  1. Pemberian pengobatan rumatan (terus-menerus) setelah terjadi kejang demam sebelumnya diberikan pada :
    1. Kejang demam selama 10 menit
    2. Kejang demam pada salah satu sisi tubuh
    3. Kejang demam pada suhu tubuh 38 C
    4. Kejang demam pada anak dan orang tua yang pernah kejang demam waktu kecil
    5. Kejang demam pada anak dengan orang tua penderita epilepsi sebelumnya


 

  1. Seorang satpam laki-laki 56 tahun, dibawa ke rumah sakit pukul 14.00 dengan keluhan mendadak 2 jam sebelumnya bicara pelo, mata kiri kabur, tangan dan kaki kanan terasa lemah, sakit kepala, namun mash bisa jalan dibimbing, kontak bicara kurang jelas untuk dimengerti. selama 2 tahun ini berobat dipoliklinik kantornya. pada pemeriksaan ditemukan tekanan darah 160/90 denyut jantung 110/xmenit, nadi 98x/menit selanjutnya penderita dirawat di bangsal, sore hari penderita sudah bisa mengangkat gelas waktu minum, malah sudah bisa jalan ke kamar mandi, dan tidak pelo lagi. Penyakit yang dideritanya adalah
    1. TIA vertebro basiler
    2. Reversible ischaemic Neurologic defisit
    3. TIA sistem carotis
    4. Emboli serebri
    5. Trombosis serebri


     

  2. Setelah dirawat 5 hari, penderita minta pulang karena sudah bisa bekerja. Dianjurkan penderita tetap kontrol dan minum obat. obat yang harus diminum jangka lama ialah :
    1. Ticlopidin
    2. Phenitoin
    3. Piracetam
    4. Gliserol
    5. Antifibrinolitik


 

  1. Karena penderita merasa sudah baik, bekerja seperti biasa, sering lupa minum obat dan jarang kontrol. Penderita mendapat serangan kembali lemah badan sisi kanan waktu bangun tidur, bicara pelo, tak bisa berdiri, tekanan darah 140/80, nadi tak teratur, terdapat pulsus defisit, wajah tak teratur, terdapat pulsus defisit, wajah tak simetris, kesadaran baik. Diagnosa kerja adalah :
    1. Trombosis serebri
    2. Emboli serebri
    3. Perdarahan intra serebral
    4. Reversible ischemic neurologic defisit
    5. Perdarahan intraserebral


     

  2. Pada pasien ini dapat dipertimbangkan untuk pemberian obat yang hasilnya diharapkan cukup baik yaitu :
    1. Dihindroergotamin
    2. Kortikosteroid
    3. rTPA
    4. Hemostatik agent
    5. Carbamazepin


     

    1. Pada pemeriksaan CT scan kepala tampak tanda-tanda yang mencurigakan dan khas untuk penyakit ini, yaitu :
      1. CT scan kepala normal
      2. Tampak infark serebri
      3. Tanda-tanda perdarahan daerah yang hiperdens
      4. infark yang multiple di kelilingi bercak-bercak petechial
      5. Semua diatas mungkin ditemukan


 


 


 


 

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget