22 November 2010

Neuropsikiatri 2005 (lagi)

  1. Seorang laki-laki usia 18 tahun datang ke IGD RS. DR. M. Djamil Padang dengan keluhan utama demam dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesadaran somnolen, tekanan darah 120/80 mmHg, suhu 38,5°C, kaku kuduk dan hemiparese kanan. Tindakan diagnostik yang harus segera dilakukan adalah :
    1. CT Scan kepala
    2. EEG
    3. Lumbal pungsi
    4. M RI
    5. EKG


 

  1. Dari pemeriksaan darah rutin, ditemukan laju endap darah 50/70', lumbal pungsi xantochrom, sel 500/mm3. Kemungkinan pasien menderita :
    1. Meningitis bakterialis
    2. Meningitis TBC
    3. Encephalitis
    4. Tumor otak
    5. Abses otak


 

3. Hemiparese yang ditemukan pada pasien ini disebabkan :

  1. Stroke
  2. Arteritis
  3. Tumor
  4. Trombosis sinus
  5. Abses otak


 

4. Obat yang diperlukan pada pasien ini adalah :

  1. Antiplatelet
  2. Antibiotika
  3. Tuberkulostatika
  4. Anti jamur
  5. Tuberkulostatikadan kortikosteroid


 

5. Komplikasi lain yang mungkin ditemukan pada pasien ini :

  1. Hidrosefalus
  2. Epilepsi
  3. Demensia
  4. Stroke
  5. Parkinson


 

6. Seorang wanita usia 18 tahun berobat ke poliklinik saraf dengan keluhan utama mata kanan tidak bisa ditutup, mulut mencong, telinga berdenging, lidah terasa tebal.

Diagnosis pasien ini adalah :

  1. Bell's palsy
  2. Stroke
  3. Neuropati
  4. Myasthenia gravis
  5. Guillain Barre Syndrome

  6.  


 

7. Saraf kranial yang terkena pada pasien ini adalah:

  1. Nervus VII perifer
  2. Nervus XII perifer
  3. Nervus VII sentral
  4. Nervus XII sentral
  5. Nervus III sentral


 

8. Penyebab kelainan saraf kranial pada pasien ini adalah :

  1. Idiopatik
  2. Virus
  3. Bakteri
  4. Jamur
  5. Parasit


 

9. Pemeriksaan neurofisiologi yang dapat dilakukan pada pasien ini adalah :

  1. EMG
  2. EEG
  3. BAE P
  4. VEP
  5. Bukan salah satu diatas


 

10. Sebagai pengobatan pada pasien ini, dapat diberikan :

  1. Anti viral
  2. Kortikosteroid
  3. Fisioterapi
  4. Antibiotika
  5. A+B+C


 

11. Seorang pria umur 45 tahun teradapat tremor pada jari tangan kanannya. Tremor tersebut hilang dengan gerakan- gerakan yang disadari. Ternyata pada penderita juga ditemukan tremor pada dagu dan lidah. Tidak ada paralysis yang ditemukan saat pemeriksaan. Secara berangsur – angsur pasien menunjukkan gejala gangguan sikap tubuh dimana lengan kanan tidak berayun ketika berjalan. Pasien menunjukkan ekspresi wajah kaku. Beberapa bulan berikutnya, pasien berjalan seolah – olah semua otot- ototnya kaku, dan dengan banyak ragu-ragu.

Kemungkinan diagnosa penderita ini adalah:

  1. Paralysis Agitan
  2. Paresis umum
  3. Hysteria
  4. Penyakit Wilson
  5. Tabes Dorsalis


 

12. Penyakit ini ditemui pada orang – orang:

  1. umur diatas 60 tahun
  2. umur diatas 40 tahun
  3. umur diatas 20 tahun
  4. umur diatas 30 tahun
  5. tidak ada batas umur


 


 

13. Pemeriksaan patologi pada kasus di atas paling mungkin memperlihatkan:

  1. perdarahan pada ganglia basal
  2. kerusakan pada substansi nigra
  3. infasi neoplasma pada globus pallidus
  4. tidak ada factor etiologi penyebab langsung
  5. Kerusakan pada Nc. Subthalamicus


 

14. Terapi untuk penyembuhannya terdiri dari:

  1. Antihistamin dan psikoterapi
  2. Bromocriptin
  3. Curare dan Phenobarbital
  4. Vitamin B-6 dosis tinggi
  5. Semua Salah


 

15. Penyakit ini disebabkan oleh neurotransmitter dibawah ini yang berkurang pada

Nigrostriata :

  1. Acetilcholin
  2. Dopamin
  3. Gaba
  4. Histamin
  5. Serotonin


 

16. Obat anti cholinergic dapat memperbaiki gejala-gejala dari :

  1. Khorea
  2. Athetosis
  3. Sindroma Parkinson
  4. Balismus
  5. Semua benar


 

17. Gerakan spontan abnormal yang sifat gerakannya lambat, meliuk-liuk seperti menari terutama pada ekstermitas adalah jenis :

  1. Khorea
  2. Athetosis
  3. Tics
  4. Balismus
  5. Semua benar


 

18. Chorea Sydenham adalah Chorea yang sifatnya sebagai berikut, kecuali :

  1. Selalu disertai demam
  2. Gejala dapat dihilangkan dengan haloperidol
  3. Ada hubungan dengan infeksi streptokokus hemolitikus
  4. Diserta dengan peninggian BBS darah
  5. Datangnya gejala tidak akut


 

19. Lesi di corpus subthalamikum dapat menyebebkan timbulnya :

  1. Gerakan athetoid
  2. Gerakan parkinson
  3. Gerakan chorea
  4. Gerakan Tic
  5. Semua salah


 


 

20. Parkinson dapat disebabkan oleh :

  1. Encephalitis
  2. Keracunan Mg
  3. Keracunan Arsen
  4. A + B
  5. C + D


 

Disebuah emperan toko tergeletak tidak berdaya seorang anak yang berumur kira kira 3 tahun. Keempat anggota gerak bergerak, namun terlihat sisi kiri tidak seaktif sisi kanan. Ada kejanggalan terlihat dari ukuran kepala si anak, jauh lebih besar dibandingkan anak seusianya. Matanya terlihat seolah olah terbenam, karena kepalanya yang sangat besar. Disampingnya duduk seorang ibu yang memayunginya dan didepannya terletak sebuah kotak yang berisi uang receh.

Pertanyaan :

21. Kemungkinan diagnosis penyakit yang diderita sianak adalah :

A. Tumor Otak

B. Pasca Meningitis

C. Hidrosefalus

D.Hidrosefalus Obstruksi

E. Sindroma Foster Kennedy


 

22. Bertambah besarnya ukuran kepala sianak disebabkan oleh :

A. Sutura yang belum menutup

B. Menumpuknya CSS di rongga kepala

C. Tekanan intracranial yang bertambah.

D. Produksi CSS yang meningkat

E. Aliran CSS yang tersumbat


 

23. Pengambilan CSS untuk keperluan analisa, dapat dilakukan dengan punksi lumbal yang dilakukan pada :

A. Thoracal XII – Lumbal I

B. Lumbal I – Lumbal II

C. Sacral I – Sacral II

D. Lumbal III – Lumbal IV

E. Sacral III – Sacral IV


 

24. Ciri ciri Afasia Wernicke adalah sebagai berikut, KECUALI :

  1. Bicara non fluent
  2. Tidak mengerti isi pembicaraan
  3. Tidak bisa menyampaikan isi pikiran
  4. Disebabkan oleh kerusakan di lobus temporal
  5. superior
  6. Disebut juga afasia expresif


 


 


 


 

25. Penyebab utama mudah lupa terkait usia adalah :

  1. Kurang kosentrasi
  2. Tidak terbiasa menggunakan strategi memori yang tepat
  3. Daya piker melambat
  4. Mudah teralih pada hal hal yang tidak penting
  5. Memerlukan banyak isyarat uantuk dapat mengingat kembali


 

26. Pada CSS normal ditemukan hal hal berikut,

Kecuali :

A. Protein 15 – 45 mg%

B. Sel 0 – 3/mm

C. Kadar gula 60 – 80% dari kadar gula darah

D. Test PandY (+)

E. Test Nonne (+)

27. Quickensteds test berguna untuk :

A. Mengukur tekanan intra cranial

B. Menilai ada tidaknya blok subarahnoid

C. Menilai ada tidaknya perdarahan intraserebral

D. Menilai kadar protein CSS

E. Bukan salah satu diatas


 

28. Berikut ini adalah fungsi CSS, Kecuali :

A. Melindungi otak dari kuman

B. Sebagai buffer

C. Ikut mempertahankan tekanan intracranial

D. Membersihkan otak dari sisa metabolisme

E. Melindungi otak dari goncangan


 

29. Kontraindikasi lumbal punksi adalah :

A. Tumor medulla spinalis

B. Perdarahan intraserebral

C. Tumor fossa posterior

D. Meningitis

E. Perdarahan subhyaloid


 

Andi (17 tahun) mengalami kecelakaan sepeda motor. Ia tidak sadar selama 1 hari. Saat sadar ia tidak ingat akan kecelakaan yang dialaminya. Baru bisa ingat semua kejadian 3 hari kemudian..

Pertanyaan :

30. Bentuk gangguan kognitif yang dialami Andi adalah :

A. Amnesia anterograde

B. Amnesia retrograde

C. Afasia

D. Apraksia

E. Bukan salah satu diatas

31. Bila terjadi kelumpuhan tungkai tak simetris dan hipestesi dan simetris pada daerah dermatom yang berseberangan ke arah lesi medula spinalis jenis

  1. Difusa
  2. Hemilesi
  3. Transversa
  4. Disseminata
  5. Transversa dengan hemilesi

32. Seorang penderita mengeluh lemah kedua tungkai sejak 2 bulan. Lemah didahului nyeri, lalu lemah sebelah kanan tungkai, sensibilitas masih baik, waktu tidur tulang punggung rasa terganjal, maka diagnosa kerja adalah :

  1. Tumor medula spinalis
  2. Spondilitis tuberculosa
  3. Trauma kolumna vertebralis lateralis
  4. Semuanya bias


 

33. Pada Tumor medula spinalis di torakal X didapatkan gejala-gejala

  1. Kelumpuhan tungkai simetris
  2. Terjadi hipestesi pada kedua tungkai pada waktu yang sama
  3. Terjadi gejala-gejala motorik lebih dahulu atau bisa sensorik lebih dahulu
  4. Kelumpuhan pada kedua belah tangan dan tungkai


 

34. Myelitis transversa

  1. Gejala penyakit ini muncul secara pelan-pelan, progresif
  2. Pada fase shock spinal dari myelitis ditandai dengan penurunan kesadaran
  3. Perlu dilakukan pemeriksaan radiologi untuk menentukan topik lesi
  4. Pada penyakit ini jaras-jaras motorik maupun sensorik akan terkena


 

35. Bila terjadi trauma yang mengenai medula spinalis sehingga terjadi kontusio medula di daerah servikal refleks muncul

  1. Gejala tetraparese tipe spastik
  2. Gejala tetraparese tipe flaksid
  3. Gejala paraparesis inferior
  4. Biasanya mengenai kedua tungkai saja


 

36. Vertigo mengandung pengertian sebagai berikut :

  1. Penderita berpusing mengitari alam sekelilingnya
  2. Alam sekeliling mengitari penderita
  3. Halusinasi gerakan yang dialami penderita
  4. Ilusi gerakan yang dialami penderita
  5. Badan bergoyang dengan rasa kepala tak menentu


 

37. Komponen 'apparatus vestibuler' adalah :

  1. Kanalis semisirkularis yang dilalui n.vestibularis
  2. Vestibulum yang berisi reseptor neuro epitelial
  3. Ampula kanalis semisrkularis berisi reseptor neuro-epitelial
  4. Labirin yang merupakan bagian dari kanalis semisirkularis
  5. Endolimfe yang mengalir dalam duktus perilimfatikus

38. Peninggian TIK disaat terjadinya benturan kepala:

  1. Menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan
  2. Berbanding terbalik dengan kuatnya benturan
  3. Berbanding lurus dengan kuatnya benturan
  4. Selalu meninggalkan sekuele dini intra cranial
  5. Jarang menyebabkan sekuele dini sistemik


 

39. Pada penderita yang mengalami cedera kepala berat, datang kerumah sakit, maka pertolongan awal yang paling tepat adalah :

  1. Mengukur tanda vitalnya (TD, nadi dan nafas)
  2. Membersihkan dan melancarkan jalan nafas
  3. Memeriksa jantung dengan EKG
  4. Memeriksa kepalanya dan dilakukan foto kepala dan CT Scan
  5. Memberikan cairan infus


 

40. Sekuele sistemik lanjut akibat benturan kepala terlihat berupa

  1. Muntah-muntah
  2. Suhu tubuh selalu meningkat
  3. Perubahan keseimbangan cairan
  4. Terjadinya infeksi intra cranial
  5. Hipertensi intra kranial


 

41. Hal dibawah ini sesuai dengan fakta-fakta kejang demam :

  1. Frekuensi kejang demam sekitar 10% dari populasi anak usia 6 bulan-5 tahun
  2. Kejang demam smplek sekitar 80%
  3. Kejadian epilepsi sekitar 7%
  4. Berulang sekitar 26%
  5. Kejang lama 15%


 

42. Seorang bayi berusia 6 bulan menderita kejang selama 5 menit yang didahului oleh suhu tubuh 39 derajat Celsius 2 jam sebelumnya. Kejang bersifat umum dan anak sadar setelah kejang. Pemeriksaan fisis dalam batas normal. Untuk mendiagnosis kelainan pada bayi ini diperlukan pemeriksaan lanjutan terutama:

  1. Pemeriksaan darah dan urin rutin.
  2. Pemeriksaan lumbal pungsi
  3. Pemeriksaan EEG
  4. Pemeriksaan CT scan kepala
  5. Pemeriksaan MRI.


 

43. Seorang anak berusia 2 tahun menderita panas satu hari kemudian diikuti kejang bersifat umum selama 10 menit. Anak sadar baik setelah kejang. Pemeriksaan fisis dalam batas-batas normal. Anak ini didiagnosis sebagai:

  1. Kejang demam simplek
  2. Kejang demam komplek
  3. Epilepsi yang diprovokasi oleh demam
  4. Epilepsi
  5. Infeksi susunan syaraf pusat.


 

  1. Cara kerja obat dalam sistem syaraf kebanyakan:
    1. Melalui hantaran saraf
    2. Melalui reseptor spesifik
    3. TERgantung kepada Farmakokinetik obat bersangkutan
    4. Tergantung kepada stimulasi mekanikm atau listrik
    5. Kelarutan dalam lipid bahan aktif obat bersangkutan


 

  1. Kebanyakan antipsikotik non fenotiazin seperti Haloperidol menghasilkan efek samping Parkinsonisme karena Haloperidol bekerja :

    A. Mempercepat metabolisme dopamin

    B. Memblok reseptor dopamin dan mengganggu tranmisi dopaminergik di striatum

    C. Mengganggu sintesa dopamin

    D. Memfasilitasi fungsi kolinegik

    E. Aktifasi reseptor muskarinik kolinegik


 

  1. Terapi obat penyakit Parkinson termasuk golongan Agonis Dopamin :
    1. Carbidopa
    2. L-DOPA
    3. Bromocriptine
    4. Amantadin
    5. Selegilin    


 

47. Seorang laki-laki usia 35 tahun, pekerjaan buruh, mengeluh nyeri pinggang menjalar ke tungkai kanan. Nyeri bertambah bila pasien batuk dan mengedan.

Kemungkinan pasien menderita:

  1. HNP
  2. Ischialgia
  3. Neuritis
  4. Neuralgia
  5. Polineuritis


 

48. Pemeriksaan neurofisiologi yang dibutuhkan adalah :

  1. EMG
  2. NCV
  3. EEG
  4. BAEP
  5. EMG + NCV


 

49. Pemeriksaan diatas juga dapat dilakukan pada pasien :

  1. Neuropati diabetik
  2. Epilepsi
  3. Encephalitis
  4. Stroke
  5. Parkinson


 


 

50. Selain untuk diagnostik, pemeriksaan ini juga perlu untuk menentukan :

  1. Prognosis
  2. Stadium
  3. Operable atau tidak
  4. Semua benar
  5. Semua salah


 

51. Definisi Kesehatan yang berlaku sekarang adalah sesuai dengan :

  1. Pembukuan dari WHO
  2. UU. No. 9 Th 1960
  3. UU. No.23 Th 1992
  4. Tri Upaya Bina Jiwa, 1969
  5. Semua jawaban diatas SALAH


 

52. Yang Tidak Termasuk Tri Upaya Bina Jiwa adalah :

  1. Upaya Kuratif
  2. Upaya Preventif
  3. Upaya Promotif
  4. Upaya Peningkatan Kualitas Hidup
  5. Semua Jawaban Diatas Salah


 

53. Seorang remaja mempunyai kebiasaan untuk menghirup lem UHU supaya "teller". Efek itu disebabkan karena lem UHU mengandung zat volatile yang bersifat:

  1. Inebriant seperti alkohol
  2. Sedative-hypnotic seperti diazepam
  3. Euphoriant seperti heroin
  4. Eksitan seperti ecstacy dan kokain
  5. Halusinogen seperti LSD


 

54. Seorang remaja mempunyai kebiasaan untuk menghirup lem UHU supaya "teller". Efek itu disebabkan karena lem UHU mengandung zat volatile yang bersifat:

  1. Inebriant seperti alkohol
  2. Sedative-hypnotic seperti diazepam
  3. Euphoriant seperti heroin
  4. Eksitan seperti ecstacy dan kokain
  5. Halusinogen seperti LSD


 

55. Ali, seorang komandan teroris ingin memerintah kan Badu, anggota teroris muda yang penakut, untuk melakukan serangan bunuh diri dengan bom waktu canggih yang proses peledakannya memerlukan kecerdasan dan kesadaran penuh. Untuk memberanikan si Badu, Ali memilih 1 dari 5 zat psikoaktif yang punya sifat disinhibitor yaitu:

A. Alkohol kadar rendah

B. Opium

C. Ganja

D. Diazepam

E. Alkohol kadar tinggi

56.Salah satu gangguan perilaku pada demensia adalah;

A. Gangguan obsesif-kompulsif

B. Gangguan panik

C. Gangguan ansietas dan fobia

D. Gangguan kejang    


 

57. Pasien yang menunjukkan Gejala Demensia, ada nya episode iskemik yang jelas, infark kecil dengan kumulatif, dan gangguan kesadaran sepintas merupakan gambaran dari;

A. Demensia pada penyakit Huntington

B. Demensia pada penyakit Alzheimer

C. Demensia pada penyakit Vaskuler

D. Demensia pada penyakit Creutzfeldt Jakob


 

58. Wawancara Psikiatri dilakukan secara Eklektik dan Holistik. Tujuan wawancara adalah untuk ; kecuali :

  1. Mengumpulkan data riwayat penyakit
  2. Menegakkan diagnosa
  1. Menentukan status mental pasien
  2. Merencanakan terapi
  3. Menghitung biaya perawatan


 

59. Cara menjadi pendengar yang efektif

  1. Rileks, memberi perhatian, sikap hangat dan terbuka
  2. Suara lembut, membatasi pasien dalam berbicara, tidak menghakimi
  3. Menghindari kontak mata, tidak memberi penilaian
  4. Membatasi keluarga berbicar, boleh langsung mengomentari
  5. Semua benar


 

60. Kesalahan yang sering dilakukan dalam wawan-cara psikiatri adalah

  1. Banyak bicara dan menasehati
  2. Basa – basi
  3. Sering menyela / interupsi
  4. Cendrung memperhatikan penampilan pasien
  5. Semua benar

61. Sebelum menentukan status psikiatri perlu diper-hatikan status Internus dan status. Neurologis Pasien karena :

  1. Gangguan fisik bisa menimbulkan gejala – gejala Psikiatrik
  2. Penyakit Neurologis juga bisa disertai dengan gejala Psikiatrik
  3. Menentukan Ggn. Psikiatrik Fungsional atau Ggn.Mental Organik
  4. A + B benar
  5. A + B + C benar


 


 

62. "Stresor Psikososial " dalam terjadinya gangguan Psikiatrik perlu diprhatikan untuk :

  1. Diagnosa Aksis I , Menentukan Prognosa
  2. Diagnosa Aksis II dan Rencana Terapi
  3. Diagnosa Aksis III , Merencanakan Terapi , Menentukan Prognosa
  4. Diagnosa Aksis IV, Merencanakan Terapi, Menentukan Prognosa
  5. Diagnosa Aksis V, Menentukan Lama Pengobatan dan Prognosa


 

63. Seorang mengaku mendengar suara suara yang mengajaknya dan melihat bayangan setan yang menakutkan. Pasien tersebut mengalami :

  1. Gangguan orientasi waktu, personal
  2. Halusinasi Akustik , visual
  3. Waham kejang , curiga
  4. Disorientasi , Akustik , Visual
  5. Semua benar


 

64. Bila pasien tidak bisa menyebutkan perkiraan waktu saat dilakukan wawancara dan keadaan disekitarnya ; maka pasien itu mengalami :

  1. Disorintasi waktu edan tempat
  2. Disorientasi waktu dan situasi
  3. Disorientasi waktu dan tempat
  4. D.Halusinasi
  5. E.Waham curiga


 

65. Stres berkelanjutan menimbulkan keadaan cemas yang merupakan emosi disforik (tidak nyaman) disebabkan neurotransmiter dopamin tidak terikat pada reseptornya di sistem reward mesolimbik. Akibatnya neurotransmiter noradrenalin dalam bentuk bebas kadarnya tetap tinggi dalam kondisi flight or fight yang tak pernah selesai. Akibat langsung terhadap fisik dapat berupa:

A. Metastasis sel karsinoma

B. Hipertensi

C. Shock hipotensif

D. Hipoglikemia

E. Obesitas


 

66. Serotonin adalah neurotransmiter yang meng-awali reaksi kaskade bila seseorang me- mutuskan untuk melakukan perilaku bermotivasi reward kenikmatan. GABA adalah neurotransmiter penghambat untuk mengendalikan perilaku pemuasan dorongan tersebut bila perilaku itu dianggap buruk oleh penalaran fungsi luhur. Prosesnya adalah:

  1. Fungsi luhur menilai perilaku itu buruk, aktifitas GABA ditekan, serotonin keluar
  2. Fungsi luhur menilai perilaku itu baik, aktifitas GABA ditekan, serotonin keluar
  3. Fungsi luhur menilai perilaku itu buruk, aktifitas GABA ditekan, serotonin tidak keluar
  4. Fungsi luhur menilai perilaku itu buruk, aktifitas GABA dirangsang, serotonin keluar
  5. Fungsi luhur menilai perilaku itu baik, aktifitas GABA ditekan, serotonin tidak keluar


 

67.Tidak ada wanita normal yang menikmati perkosaan. Yang terjadi adalah merasa terancam, marah, dan takut. Tetapi hampir semua dapat menikmati hubungan seksual normal. Nuansa emosional ini berkaitan dengan sistem motivasi yang bersifat biologik. Proses biologik ini sebagai berikut:

  1. Fungsi luhur menalar perkosaan menjijikkan, serotonin keluar berlebihan
  2. Fungsi luhur menalar perkosaan menjijikkan, serotonin tidak dikeluarkan
  3. Fungsi luhur menalar perkosaan menjijikkan, GABA ditekan
  4. Fungsi luhur menalar perkosaan menjijikkan, noradrenalin ditekan
  5. Fungsi luhur menalar perkosaan menjijikkan, dopamin terikat pada reseptornya


 

68. Tipa perilaku menyimpang ini lebih berkaitan dengan faktor biologik dari pada faktor lingkungan:

  1. Perampokan dan pencurian oleh orang- orang yang sangat miskin
  2. Korupsi pada masyarakat yang korup
  3. Sadisme yang sangat mengejutkan semua orang
  4. Pelacuran pada wanita-wanita sangat miskin dan tidak memiliki kepandaian apapun.
  5. Perselingkuhan pada masyarakat yang mengalami kemerosotan moral dan peradaban.


 

69. Faktor ini tidak berkaitan sama sekali dengan perilaku penyalahgunaan narkoba:

A. Kurangnya pengetahuan tentang narkoba

B. Keyakinan keagamaan (bukan hanya ritual saja)

C. Penegakan hukum

D. Adanya geng narkoba terorganisir

E. Sifat euforik dan adiktif dari narkoba


 

70. Gejala Abulia dapat dilihat dari :

  1. Perawatan diri sendiri yang kurang
  2. Tidur kurang
  3. Benci pada keluarga dekat
  4. Bicara ngawur
  5. Marah-marah tanpa sebab

71. Onset Skizofrenia yang terbanyak adalah pada usia:

  1. Bayi
  2. T.K
  3. Sekolah Menengah
  4. Perguruan Tinggi
  5. Paruh Baya

72. Ciri-ciri gangguan Manik adalah ,kecuali :

A. Percaya diri yang meninggi    

B. Defisit kognitif            

C. Hiperaktif- ekspansif

D. Adanya "flight of ideas"

E. Waham kebesaran


 

73 .Seorang mahasiswi bila naik lift selalu merasa cemas yang berat, palpitasi, rasa nyeri di dada, rasa tercekik, rasa takut mati,gejala berlangsung 3-5 menit , terjadi 3 – 5 kali sebulan,diantara serangan tenang.Kemungkian mahasiswi tersebut menderita :

  1. Gangguan kepribadian narsistri
  2. Gangguan panik
  3. Gangguan somatisasi
  4. Gangguan obsessif konpulsif
  5. Gangguan depersonalisasi


     

74." Menopausal Distress" bisa menyebabkan gejala sekunder akibat peurunan kadar estrogen seperti :

  1. Vaginitis
  2. Pruritis
  3. Dyspareunia
  4. Penurunan metabolisme lipid
  5. Semua benar


 

75. " Post Partum Depression" bisa muncul dalam jangka waktu :

  1. 2 – 4 Hari Post Partum
  2. 2 – 4 Minggu Post Partum
  3. 2 Bulan Post Partum
  4. 40 Hari Post Partum
  5. Sesudah nifas


 

PETUNJUK II : Pilihan Berganda

A . Bila Pernyataan 1,2,3 Benar

B . Bila Pernyataan 1 dan 3 Benar

C . Bila Pernyataan 2 dan 4 Benar

D . Bila hanya Pernyataan 4 Benar

E . Bila Pernyataan 1,2,3, 4 Benar


 

76. Sebagai tanda gangguan RTA dapat dilihat dari:

  1. Terdapat gejala fobia
  2. Terdapat gejala waham
  3. Terdapat gejala anxietas
  4. Terdapat perilaku aneh


 

77. Kebutuhan dalam keluarga yang diperlukan adalah :

  1. Perhatian, kehangatan dan romantise serta afeksi lainnya
  2. Tranparansi dan saling mempercayai
  3. Merasa sama sama bertanggung jawab terhadap anak
  4. Punya rumah mewah dan harta yang banyak


 

78. Sebagai indikator kebahagian suatu keluarga adalah :

  1. Terdapat saling pengertian dan saling percaya
  2. Bebas dari rasa takut sehingga tidak tertekan
  3. Harus fleksibel dan empathi
  4. Saling ketergantungan


 

79. Masturbasi sangat berbahaya karena

  1. Merusak organ tubuh
  2. Dapat menimbulkan penyakit menular
  3. Dapat mengakibatkan tidak punya keturunan
  4. Dapat menimbulkan gangguan jiwa ringan


 

80. Syarat untuk mendiagnosa Homoseks adalah :

  1. Tertarik sesama jenis
  2. Hanya dapat menikmatinya tanpa jenis lainnya
  3. Perbuatannya dilakukan berulang-ulang
  4. Dapat juga dilakukan pada lawan jenisnya


 

81. Gangguan Depresif Berat dengan Gejala psikotik mempunyai gejala –gejala sbb :

1. Afek depresif,hipoaktif.hipotim

2. Retardasi kognitif,ide bunuh diri

3. Pseudodemensia

4. Waham kebesaran

82. Gangguan Afektif Bipolar kini Manik dengan Gejala Psikotik mempunyai gambaran klinis :

1. Ada riwayat Ggn Depresif sebelumnya

2. Retardasi psikomotor

3. Euforia ,ekspansif dan hiperaktif

4. Pseudodemensia


 

83. Kontra Indikasi Mutlak ECT adalah :

1. Peninggian tekanan intracranial

2. Depresi sedang

3. Hipertensi

4. Skizofreniform


 

84. Anak sudah boleh memasuki SD apabila

sudah mencapai / mampu :

1. Membaca secara sederhana

2. Melakukan "Bowel Control"

3. Berani tidur sendiri disuatu kamar

4. Mengenal nama-nama organ tubuhnya


 

85. Kenakalan remaja kemungkinan dapat berupa :

1.Mengejek dosen yang mengajarnya

2.Hubungan seksual pranikah

3.Demonstrasi menuntut walikota lengser

4. Ngebut


 

86. Mahasiswa yang mengutil disupermarket ke-mungkinan merupakan :

1. Gangguan Kepribadian

2. Mengangap perbuatannya tidak salah

3. Kleptomania

4. Kenakalan Remaja

87. Ditinjau dari aspek perkembangan maka per-nikahan pria dilakukan setelah mencapai

1. Bowel Control

2. Working

3. Rational Eating

4. Companionship


 

88. Supaya seorang murid SD dapat mengikuti pela-jaran dengan baik diperlukan :

1. Dukungan orang tua

2. Kerekatan Fisik

3. Teman-teman yang menyenangkan

4. Guru-guru yang ditakuti


 

89. Seorang anak dapat memasuki kelas I SD apabila :

1. Mampu berhitung sampai 10

2. Lulus TK

3. Mengenal beberapa huruf

4. Mampu "Bladder Control "


 

90. Yang termasuk gejala 4 A dari Bleuler adalah :

1. Autistik

2. Ambivalensi

3. Gangguan Assosiasi

4. Gangguan Abulia


 

91. Gejala pokok Skizofrenia yang dikemukakan oleh Kusumanto adalah :

1. Autistik

2. Gangguan afek

3. Gangguan Assosiasi

4. Gangguan Abulia


 

92. Gangguan Skizofrenia termasuk gangguan yang penting karena :

1. Prevalensi

2. Severity

3. Keinginan masyarakat

4. Kenaikan angka penyakit


 

93. Hypotesa penyebab " Premenstrual Syndromes" berhubungan dengan kadar hormone :

  1. Estrogen
  2. Progesteron
  3. Androgen
  4. Prolaktin


 

94. Hysterektomi bisa menyebabkan gangguan depresif pada wanita karena :

  1. Takut kehilangan daya tarik seksualnya
  2. Menurunnya produksi estrogen
  3. Tidak bisa melahirkan
  4. Menurunnya metabolisme lemak


 


 


 

PETUNJUK III :


 

Soal 95 – 97 : Sesuaikan Lajur atas (Tipe Skizofrenia) dengan lajur bawah (Gejala Yang Diperlihatka Pasien )

  1. Skizofrenia Paranoid
  2. Skizofrenia Hebefrenik
  3. Skizofrenia Katatonik
  4. Skizofrenia Residual
  5. Skizofreniform


 

95. Fleksibilitas Cerea


 

96. Mengumpulkam sampah tanpa kegunaan yang jelas


 

97. Meledaknya kemarahan tanpa alasan yang jelas


 

SOAL NO : 98 – 100 : SESUAIKANLAH LAJUR ATAS (DEVIASI SEKSUAL) DENGAN LAJUR BAWAH (GEJALA KLINIS)

A. Priapismus

B. Fellasio

C. Inces

D. Nekrofilia

E. Gerontofilia


 

98. Pria senang coitus dengan nenek- nenek


 

99. Orang senang coitus dengan mayat


 

100. Ereksi terus menerus dan nyeri


 


 


 


 

========= G' Luck =========

1 komentar:

Unknown mengatakan...

sore kakak, boleh minta kunci jawabannya? mohon banget, semoga hidup kakak bias diberi kemudahan. amien

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget