02 Desember 2009

Meleleh Duka

memandangmu. ..
melelehlah dukaku...

memandangmu. ..
mencairlah deritaku..

bayangmu...
bagai fatamorgana hari ini...
tak bisa ku gapai
namun tertangkap oleh retina..

aku tahu...
kau berada jauh pada titik koordinat yang tidak bisa ku tempuh
perbedaan ruang dan waktu menjadi hambatan bagiku

namun...
ketika aku tidak lagi bisa membendung rindu padamu
saranmu hanya satu
hanya ALLAH yang pantas mendapat rindu berlebih itu
maka... melelehlah duka ku mendengar tausiyahmu

Jakarta, 18 November 2009-Penuliz Mizteriuz-
saat segalanya
hampir berubah


 

ps:c comot dr forward-an milis niwa

ngerti kan mksud nya?

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget