19 Januari 2011

It’s all about my mark

Wednesday, January 19, 2011, 1:55 am

Apa yang pertama kali terpikir kalo tercetus kata 'nilai' ?

Nilai rapor?

Nilai ulangan/ujian?

Nilai tugas?

Nilai pahala?

Nilai harga diri?

Hmm.. subjektif banget kayaknya..

Fokus aja deh, nilai yang berhubungan dengan akademik.

Ada yang peduli dengan hal ini?

Waaahhh.. ada banget!

Malah tak jarang yang sangat mementingkan hal ini, hingga segala cara dihalalkan untuk mendapatkan nilai terbaik. Machiavelli-an banget.


 

What about me?

Penting! Penting banget!

Jadi ce bisa me'nilai' seberapa jauh kemampuan ce, bisa mengevaluasi dimana kurangnya , dimana harus dipertahankannya.

Tapi, ketika ce ga mendapatkan nilai yang seperti yang ce harapkan, insyaAllah tidak begitu mempersoalkan, tidak melulu menyesalkan, tidak memutuskan adil atau tidaknya Allah pada ce.

I've done my best! Tawakalillah aja lagi..


 

Tapi,

Ga sedikit yang bermasalah dengan nilai ini

Yang nilainya ga pernah baik karna memang tidak tekun belajar.

Yang nilainya terjun bebas setelah disibukkan oleh hal-hal lain yang tidak menunjang keterjagaan nilai itu tetap meningkat atau minimal stabil.

Yang nilainya selalu tidak seperti yang diharapkan, karna ekspektasinya terhadap kemampuannya yang melebihi dari ukuran nilai yang ia dapat.

Biasanya hal-hal diatas yang sering kejadian.


 

Nilai memang bukan tujuan utama kita belajar, ujian…

Tapi dia salah satu bentuk indikator keberhasilan belajar kita itu, meski memang terkadang tidak sesuai, seperti kita rasanya sudah memahami ilmu tersebut, sudah bisa mempraktekkannya dengan cukup bagus, namun dalam ujian, baik itu ujian tertulis atau tidak, ada suatu dan lain halnya yang membuat kita tidak mendapat nilai yang sebaik kita rasa kemampuan kita terhadap hal itu, maka jangan kecewa. Jangan kecewa,jangan, apalagi hanya karna kita membandingkannya dengan teman lain yang rasanya tidak lebih baik dari kita tapi mendapat nilai yang bagus, bahkan timbul suudzonitas disana, menganggap nilai yang dia dapat tidak sesuai dengan ekspektasi kemampuan dia versi kita, jangan gitu…. karna.. itu tadi, nilai bukan segala-galanya, nilai pun terkadang menipu, baik itu karena murni sabotase, atau itu bukan hasil kerjakerasnya sendiri…. Tapi dengan bantuan orang lain (bahasa kerennya nyontek), kita tak patut kecewa dengan hal itu, harusnya merasa kasihan, mereka yang mementingkan nilai tapi tidak mengutamakan esesensi mendapat nilai yang murni karna ilmu dan pemahamannya… sayang sekali untuk bekal yang tidak matang untuk profesinya ke depan.


 

Nilai…

Nilai…

Polemik..

Bagi ce, dan juga mungkin bagi beberapa orang lainnya.


 

By the way.. kapan ya bisa dapet A+???

Hahaha

Pesan Tuk Bayan Tula ;

"MAKANYA BELAJAR!"

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget