13 Mei 2010

Berubahlah ce, untuk jadi lebih baik

Tuesday, May 11, 2010, 10:30 pm
Perubahan yang paling bermakna dalam hidup adalah perubahan sikap. Sikap yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar. (William J Johnston)
Yup, bener banget, perubahan emang hal yang ga bisa dipungkiri,termasuk perubahan sikap itu.
Kalo ce tilik balik napak tilas perjalanan kehidupan ce (huah… formil sekaliiii)
Banyak yang berubah, dan yah, perubahan drastis itu ketika ce mulai mengenal islam itu dari sudut pandang yang berbeda, bukan cara pandang anak SD-SMP yang hanya tau kita beragama islam, maka kita harus sholat, kita harus mengaji, kita harus mengenal Allah dan sejarah nabi untuk nantinya bakal keluar di ujian pelajaran agama islam, bukan..bukan.. yang seperti itu.
insyaAllah udah lebih dari itu..
orang2 terdekat pun merasakan perubahan ce itu, mungkin dari perubahan penampilan udah keliatan jelas kali ya, yang dari dulunya ga jilbab-an selain di sekolah sekarang udah, trus yang sering harus disuruh2 dulu buat sholat, sekarang udah berubah. Kalau penampilan ce itu, ada juga sih yang complain, ga mau mereka ce jadi makhluk ‘aneh’ begini, tapi ada juga yang ngerti ini buat kebaikan ce juga, sebagai seorang muslimah. well, kalo perubahan sikap, dari interpretasi ce, ga ada yang complain deh, ya kan ga wajar aja kalo ce menjadi lebih santun dan menjaga sifat2 buruk ce muncul lagi orang2 pada complain? Namun yang namanya manusia, terkadang bisa lepas kontrol, khilaf deh.., dan ketika ditegur, insyaAllah ce mau kok menerima dan menghargai teguran itu.
I know, lidah ini ga bertulang, tapi entah kenapa ia bisa melukai orang lain (haduh, kesian banget si lidah, yang salah orang yang make, bukan dia), ho.. bukan, terkadang c yang belum bisa mengontrol lidah itu, hingga ada yang terlukai, tapi jujur aja itu bukan karna ce sengaja, hanya saja emosi sesaat yang meloloskan kekhilafan itu. Jadi sekarang ce udah berusaha untuk ‘mangango sabalun mangecek’ or berpikir dulu sebelum ngomong, n ngukur2 orang yang ce hadapi, kalo lagi ngomong sama orang yang bertegangan tinggi, alias sensitive abis, ce lebih baik banyak diem aja, senyum aja, jangan inget2 sikap dia yang sering bikin ilfeel gitu, kontrol lidah, jangan banyak berdebat, toh ntar jadinya bisa runyam, dia sensitive-ce reaktif, nah mending pake falsafah “diam itu emas” (kan lumayan, dapt emas yang harganya mo nyampe sejeti, huehehe)
Nah, itu perubahan yang terjadi pada ce, memang masih banyak yang harus dirubah, demi kebaikan, kan Islam itu rahmatan lil ‘alamin, jadi kita pun harus jadi ‘duta kebaikan’ itu, goodness is the only investment that never fails (Henry David Thoreau), dimana pun kita berada, dilingkungan keluarga kah, di sekolahan, di kampus, di masyarakat luas , di keprofesian kita, kita harus berusaha untuk mencerminkan kebaikan itu, kebaikan yang ditiap jiwa sudah terilhamkan namun banyak yang belum bisa melahirkannya di kehidupannya, mungkin hidayah itu yang belum menyentuh hati mereka, maka kita yang merasakan sudah mengecap indahnya hidayah keimanan itu, berubahlah… untuk menjadikan kebaikan- kebaikan itu nyata, bukan kebaikan yang direka-reka, bukan hanya untuk ‘ada udang dibalik bakwan batu’…

Ps: ndeeeeehh.. apo yang ce tulis ko ce?
Maap, maapkan saia, belum bisa untuk lihai menulis hal2 semacam ini, semoga bisa dimengerti maksud dan tujuannya.. :P

2 komentar:

Mutia mengatakan...

kak ice banyak perbendaharaan "quotes" nya ya..mantap!
like this kak ^^d

micelia amalia sari mengatakan...

Hoho,tenkyu2 bwt jempolnya
Mksh dah bkunjung k blog yg ga jelas ini,hehe

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget