16 Maret 2010

Geletar Takut

Cengkrama bising para manusia menyentak hatiku

Desau angin menyapa gendang telinga

Termaguku menyaksikan ketidakberdayaan manusia angkuh

Yang tak kuasa menolak musibah


 

Gaung jeritan takut manusia didengar langit

Kemudian seakan mengerti, langit menjentikkan halilintarnya

Memberikan secuil pelajaran mendalam pada dunia

Ombak tenang berubah menjadi tsunami yang menggarang

Sepertinya… tsunami hendak merangkul daratan dengan airnya


 

Rasa galau ini tak mungkin terhenti

Andai besarnya takut menguasai diri

Kematian terlalu dekat merapat

Hati yang bening pun tak sanggup menantang maut


 

Bagaimanakah segalanya kini

Hati ciutku perlahan mundur

Tak berani menatap indahnya sang malaikat maut


 


 

Ps: hahaha, ni puisi paling ngga nyambung yang pernah ce bikin, alur ceritanya kacau

Entah kenapa ce juga berani2nya deklamasi puisi ini pas kelas 1 SMA, di X1 (selain ce, juga ada widya dan alm. Helmi yang membacakan puisi buatannya sendiri)

Mungkin waktu itu ibunya bingung," ni si ice cerita apaan ya dg puisi ngga nyambungnya ini " hoho, mungkin itu kata hati bu Dar :P


 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

http://insuranceinstates.com/pennsylvania/Pittsburgh/CSI/15222/

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget