13 Januari 2010

Jangan jadi calo surga aja

Wednesday, January 13, 2010, 3:22 AM

Barusan baru dapet tausiyah dari Abang c

Galau juga sih, ttg amanah utk menjadi mentor RAI, tentang apa yang seharusnya c lakuin.

Abang bilang, da'wah itu sebenernya untuk menyeru diri kita sendiri dulu

Kenapa nabi Musa menyeru seorang yang penguasa besar seperti Fir'aun? Yang jelas2 itu akan menggentarkan hati, orang kayak gitu gimana cara naklukinnya kan?

Tapi Allah memerintahkan nabi Musa untuk menda'wahi Fir'aun agar nabi Musa pun sadar akan kekerdilannya sebagai makhluk dan meminta pertolongan Allah untuk memudahkan urusannya itu, sebelum menyeru Fir'aun kepada jalan Allah nabi Musa harus mendekatkan diri dulu sama Allah, karna mustahil tanpa bantuan Allah nabi Musa tetap bisa tegar, tetep bisa punya tekad yang kuat untuk menegur kesalahan Fir'aun.


 

Ada analogi yang menarik yang dikemukakan Abang, kalo banyak da'I atau kader da'wah yang selama ini hanya jadi calo aja atau agen perjalanan lah…

Dia menyeru orang, dia manggil2in orang

"bukiktinggi…bukik..bukik…, sia ka bukik …ko oto terakhir mah.." (ni sorak sorai kalo agen mobil ke bukittinggi "bukittinggi..bukit..bukit.. siapa mau ke bukit?.. ini mobil terakhir…")

Nah… apakah dia juga ikut ke bukittinggi?

Kebanyakan sih ngga, coz dia mo ngelanjutin kerjaannya lagi nyari penumpang ke bukittinggi kan..

Gimana dengan sopirnya , dia juga ngajak (kalo ga ada agen atau calo yang beli tiket ma dia dan jualin sama orang lain), tapi apakah dia tetep tinggal atau pergi? Ya iyalah dia pergi ke bukittinggi juga, wong dia yang nyupir…

Gitu juga dengan para da'I yang menyeru orang pada kebaikan tapi dia belum menyeru dirinya sendiri (Astaghfirullah.. moga c bisa instropeksi diri dengan apaa yang c tulis barusan), jadi deh calo atau agen aja buat ke surga, dia ga ikutan, masih mau nungguin targetan da'wah baru yang ditujukan pada surga, trus dia gimana? Rugi dunk..


 

Salah satu hal yang terberat dalam da'wah itu, menyeru diri kita sendiri dan kemudian mengajak diri orang lain, hal yang berat, karna sering kali kita terjebak untuk menjadi penyeru hal yang tidak pernah kita sampaikan, atau melakukan apa yang kita himbau untuk ditinggalkan…


 

Instropeksi diri dulu c…

Upgrade diri dulu c…

Luruskan niat dulu c…


 


 

Ps: pantes aja , dia bilang c masih jadi akhwat ¼ , masih jauh perjalanan itu, tapi ga boleh putus asa, semangat!! Berjuang keras utk mendekatkan diri padaNya \\(^_^)//


 

5 komentar:

uci cigrey mengatakan...

reminder me :)

trimssss. semangat 45!

ice mengatakan...

yup, sama2 ngingetin...

smangat!!!hamasah!!
^^

makasih dah bkunjung pagi2 :)

Muchlisin mengatakan...

Ya Allah ridhailah kami, masukkanlah kami ke dalam surga-Mu bersama orang-orang yang menerima dakwah-Mu.

ice mengatakan...

amin

Apriyandi mengatakan...

paling tidak kita memiliki sebuah pahala yaitu ilmu yang bermanfaat..
pada dasarnya memang iya,,jangna hanya menyuruh orang saja dan kita tertinggal dibelakang...

tapi ingat yang jadi calo meman tidak sering pergi ketujuannya tapi ketika sudah pergi,,maka service paling memuaskanlah yang ia dapatkan..

calo memang sekali2 pergi,,tapi ketika pergi maka yang terbaiklah yang didapatkan..hehe

(*mencobabelacalo..
:-)

arigato..

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget