03 Juli 2010

Sahabat, tak usah takut, kami ada untukmu

1juli kemarin,duka itu kembali menyapa,bukan..bukan..cerita ttg nenek c,tp ttg duka yg menyapa sahabat c,sahabat yg sdh seperti saudara sendiri,kami sekelas sejak kelas 1sma,sampe skrg,sekelompok tutorial di fk,5tahun kami bersama.

Berawal ketika kamis malam itu,ketika kami berehat sejenak dr latihan karate,Tahul menerima telpon dan ia lgsg jatuh terduduk lemas,c mendengar ia menyebut kata2 meninggal. Langsung ce dekati dan bertanya siapa yg meninggal..

Innalillahiwainnaillahi roji`un
Ayahnya meninggal..
Ayah yg tadi paginya masih mengajaknya sholat shubuh berjama`ah,tp karna ada kuliah jam7 dan jarak pariaman-padang cukup jauh shg dia buru2 dan lbh dulu sholat,namun ternyata harusnya itu kesempatannya terakhir sholat dg ayah tercintanya(dan ternyata kuliahnya batal,diganti jam1)

Dia shock,gmn ngga?ayahnya baik2 aja,tiba2 ada kabar itu

Tp untung dia ga lagi sendiri,jd ada yg menenangkannya,hingga ia tak terlalu larut dlm kesedihannya

Tahul berbisik pd c,bhw ia takut..

Sobat,ptemuan itu mmg sll diiringi ppisahan
Allah lbh menyayangi beliau
Jgn takut,kami disini jg mencintaimu,jgn takut...Allah bersamamu

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget