01 April 2010

Menyempurnakan optimis

Thursday, April 01, 2010, 2:08 am

*abis sahur n ql, mata masih melek, miss call-in temen2 pd ga ada yg ngangket(namanya jg mc ce….), ya syudahlah, ce mencet2 keyboard aja, kali aja bisa rampung satu tulisan.


 

Tadi malam, ce tidur dengan rasa yg ngga nyaman, bukan karna ga pewe, tapi perasaan itu yg ga nyaman.

Ada sentilan peristiwa yang bikin optimisme ce terpental, mungkin sudah kabur entah kemana.

Pheww…, memang bermental kerupuk ce.., dikasih air dikit udah lembek, dibiarin kena angin jadi alot.


 

Ketika itu, mengamati dua makhluk yang lagi asyik2nya menikmati film kartun.

Hmm.., ce liat jam, wah udah waktunya nih, pun mereka sepertinya sebentar lagi mau selesai.

C kumpulin semua keberanian utk mengajak mereka melakukan kegiatan yg sbnrnya harus dijadiin prioritas, karna kebaikan yang banyak terkandung didalamnya, tapi dari yang sudah2 mereka sangat enggan utk melakukannya.

Ketika diajak

"huah…kok, gua tiba2 ngantuk ya?ndak nio doh, gua mau tidur"

Padahal dia sebelumnya masih semangat utk menonton 1 film lagi.

Bwt info aja, dia yang jadi penanggungjawab hal yang akan kami lakuin itu, so itu amanah dia utk mengajak yang lain juga, tapi??? Berbusa pun mulut bujukin dia, tetap aja diabaikan. Hahh.., ada sesak terasa di sini. Ketika banyak orang yang melalaikan amanah, dan mungkin ce juga, masih menggurita kewajiban2 yg terlalaikan, tapi setidaknya ada ikhtiar lah utk itu.

Lain dengan yang satunya lagi, energi negative penolakan ia(dg ekspresi keengganan itu) melumpuhkan optimis ce. Meski ia hanya tersenyum, dan beranjak untuk melakukan hal yang lain, sama saja. Tak mau, itu intinya.


 

Ouh..

2 orang lainnya, yang ce rasa punya iltizam(terminology yang katanya artinya pemahaman(?)) lebih dalam, ternyata juga sama saja, 'hal yang baik' itu bukan kebutuhan buat mereka, tapi hanya rutinitas yang bisa dimaklumkan untuk tidak diikuti kapan mereka tak mau bisa.


 

Ahaha..

Tulisan ini penuh dg kepesimisan ya ..(?)

Terkadang ketika si pesimis ini butuh kekuatan untuk menjadi positif, ia hanya bisa terjebak dalam cetusan2 negatif lain dalam pikirannya, jika tak ada yang peduli.

Berupaya pun ada, tapi belum mampu untuk menyeretnya dari rakusnya energy negative yang memupus optimis ce.


 

Menyempurnakan optimis, kapankah itu?

(ini bukan tangan saia.... :D)


 

Ps: bwt yg butuh motivasi dkk, jangan kesini dulu, judulnya aja kok yg positif, hehe


 

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget