03 Oktober 2010

Hey, sudah satu tahun

Sunday, 3 October 2010, 12:32 am

Sudah setahun, atau mungkin lebih, ce memegang amanah itu.

Amanah yang begitu berat untuk ce terima, terlebih karna ce merasa tak pantas.

Tapi bolehkah bersikap seperti itu?

Ce rasa ngga.


 

Ketika kita sudah dipercaya, maka mari singkirkan pikiran2 negatif di diri kita akan ketidakmampuan kita.

So, apa setelah ce melewatinya setahun, maka ce udah merasa mampu?

Belum, belum juga ternyata, but at least ce merasa udah berusaha untuk melakukan yg terbaik, meski yang terbaik versi masing2 individu itu berbeda, ketika ce melakukannya seperti ini mungkin teman2 yang lain memandang hal ini bukan yang terbaik yang bisa dipersembahkan oleh micelia.


 

ya..ya..ya.. ce sudah terlalu lelah untuk beretorika malam pagi ini, hanya ingin menorehkan beberapa hikmah yang ce petik dari hal yang udah ce jalani setahun ini, menjalani sebuah amanah sebagai ketua wisma yang begitu banyak masalahnya, dan hingga sekarang masalah tak kunjung usai jua.


 

First : hidup bersosialisasi itu memang tak gampang, menyatukan hati itu tak semudah kita berharap kepada Tuhan, butuh ekstra kesabaran, butuh selalu memberi -- jangan selalu meminta, butuh mengenyahkan ego demi kepentingan bersama, konflik internal di diri kita terkadang harus diredam kuat2 agar tak berimbas kepada sikap kita kepada oranglain. Ce mendapatkannya banyak di wisma, dimana beragam karakter, dari yang ce suka banget sampe yang ce ga suka (ga tega bilang benci), dari yang senior ampe junior, dari yang sangat sensitive sampe cueknya nauzubillah.


 

2nd : ce baru ngerti, memang banyak banget orang yang punya prinsip "peraturan itu dibuat untuk dilanggar", menegakkan hukum di Negara ini sangat susah, kawan!, pun di wisma, disiplin terhadap apa yang udah dikomitmenkan itu juga susah aplikasinya, dan biasanya kalo udah ada satu yang melanggar yang lain pun ikut tertular, maka ce pun sempat pesimis dengan peraturan2. C akui ce pun pernah melanggar peraturan itu, tapi ce melakukannya bukan karna kesengajaan dan karna ketidakpedulian, lebih kepada terlupa, dan mohon diingatkan kalo besok2 ce melanggar lagi, namun bagaimana dengan yang sudah resisten terhadap sindiran bahkan teguran?


 

3rd : jaga komunikasi, itu sangat penting! Bukan hanya saat kita yang butuh aja , ketika orang lain membutuhkan kita, kita harus cepat merespon, baik itu secara langsung maupun jarak jauh, terkadang masalah udah berlarut2, menghubungi tak kunjung ditanggapi, maka masalah itu bisa jdi bom waktu. Dan jika punya masalah terkait dg yang lain, jangan dipendam saja, orang lain nyantai2 saja, kita yang sengsara merutuk2 dalam hati.


 

4th : saling menghargai. Ah, ce sebenarnya tak ingin juga menggurui, ce yakin semua penghuni wisma udah pada tau apa sih arti menghargai tsb, tp terkadang dlm keseharian kita terlupa. Ketika hari itu bukan kita yang piket dan yang bertugas telah melakukan tugasnya dg cukup baik , lalu apa salahnya kita tidak seenaknya membuang sampah tidak pada tempatnya? Apa salahnya kita merapikan apa yang sudah kita berantakin? Apasalahnya ketika ada yang sedang repot2 membersihkan dapur lalu kita yg lagi ga urgen ngerjain yang lain tidak ikut membantu? Toh itu semua untuk kebaikan bersama bukan?

Ketika kita dibangunkan tahajud, shubuh atau di waktu2 sholat lainnya , apasalahnya kita menghargai perhatian teman tersebut dg bangun dan melakukan apa hal yg baik utk kita itu, bukannya malah menarik selimut dan menutup telinga.


 

5th : ce banyak dapat teladan, baik itu teladan kebaikan atau pun teladan keburukan (emangnya ada ya?haha), ce bisa dapet spirit yang melimpah ketika berinteraksi dg penghuni wisma, tapi bisa juga il-feel berat sama org yg ga banget untuk dicontoh, ce banyak dapet nasehat,koreksi dan motivasi untuk perubahan ce yang lebih baik, meski terkadang menyampaikannya nyelekit dan mengiris sembilu dihati, tapi tak apa, itu proses pendewasaan diri.


 

6th : ce berhasil, eh setidaknya bisa mengeyahkan rasa jijik ce terhadap makhluk2 halus bernama belatung, huhu ironi yang menyedihkan, mestinya hal itu ga boleh terjadi di kediaman mahasiswi kedokteran, tapi ya.. itu tadi, kedisiplinan untuk menjalankan komitmen kami itu rendah, piket lah contohnya, kalo hanya satu-dua yang menjalankan piket buang sampah, terbayang sendirilah kan akibatnya, maka ce sudah bisa menahan rasa jijik ce dengan kejadian yang tak satu dua kali ce temui.

(sepertinya ini bukan hikmah, ini uneg2 , haha)


 

7th : ce nemu keluarga baru di wisma ini, dulu ce pernah hidup di kost2an yang individual, yang asik jg ada sih, tapi kalo masalah kekeluargaan lebih bagus diwisma, kita ga hanya berbatas teritori kamar kita seorang, karna kita saling berbagi maka interaksinya lebih banyak dan lebih hangat.


 

8th : satu hal lain yang ce dapet dari 2 tahun ce diwisma, seorang ketua wisma itu harusnya seseorang yang punya seni untuk mempengaruhi orang lain, dapat memahami orang lain, dapat bersikap netral, tegasnya beliau bisa mendisiplinkan penghuni wisma, dan solver problem, kalo ga?ya.. wisma akan punya prognosis buruk. Ah, ya dan ce rasa ce belum dapat memenuhi semua itu

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget