04 Oktober 2011

finnaly, i like coffee

Ayah saya (i called him ; "Apa") pecinta kopi
ibu saya (Ama) terkadang mencampur susu Anlene beliau dengan kopi...

maka saya bergidik melihat mereka meminumnya (walau pun saya yang menyeduhkannya), aih.. item manis-pahit.. ga enak..

ya.. sampai segitunya

saya lebih memilih susu coklat (susu putih lebih tak mau lagi, amis)

tapi, itu dulu, ketika saya masih muda (udah berapaan umur ce?)
sekarang karna tuntutan jaman, tuntutan karier, tuntutan deadline..
maka saya butuh

butuh sesuatu untuk memacu adrenalin
butuh sesuatu untuk menahan mata sipit ini untuk tidak semakin sipit saat jam-jam kritis
butuh sesuatu untuk mensugesti diri sendiri bahwa itu bisa menghindarkan saya dari godaan kasur yang mendayu-dayu..

kopi
pilihan terakhir sebenarnya
terkadang ia membuat mulas (simpatis nya ngefek ternyata)
terkadang bikin insomnia berlanjut...
bikin email gigi tidak secerah terdahulu
bikin si jantung hati makin lembur dan extra kerja keras, ginjal pun dapet pe-er tambahan

tapi buntut-buntutnya saya bisa suka juga
walau pada awalnya akan menyicipnya dengan bergidik
pada akhirnya menghirup dengan santai

kenapa?
karna udah tersensitisasi(untuk mengobati alergi biasanya dengan metode ini, dibiasakan dengan intensitas sedikit demi sedikit) kali ya?
atau karna emang sebenarnya kopi itu enak?(banyak yang bersorak ; "emang enak!!")

ah ya..
untuk mulas-mulas
saya sudah tau penyebabnya..

ketika berkunjung ke bandung bulan februari kemaren, kak dina nitip beliin kopi giling khas bandung (dan ternyata memang sangat khas, cuma satu-satunya di bandung), ya.. ce sanggupi aja, itung-itung bisa beliin sesuatu untuk Apa tercinta.

agak susah juga awalnya, karna ga da yang tau diantara kami (ii, gina, apalagi ce yg baru dateng) jalan Banceuy itu dimana dan Fabriek Koffie itu dimana. setelah bertanya pada peta bandungnya ii dan mbah google kami pun nekat aja ke sana, dengan asumsi daerahnya akan dekat dari jalan braga.
setelah bertanya-tanya sana sini, akhirnya tau juga kalo toko itu namanya Kopi Aroma, kalo nanya Fabriek Koffie orang-orang ngga tau..

dateng ke sana jam 15.05, dan pintu toko sudah ditutup..
heran, kok ada toko yang tutup jam segitu? kecuali emang di pasar pagi.
orang-orang yang jualan jok didepan toko itu bilang;
"besok aja balik lagi, jam 7 udah buka kok"
hiyaaa..., saya nya mau ke lembang sore itu, gimana bisa balik lagi esok pagi.
tak mau menyerah disitu saja, kami berdiri disana untuk muter otak, ga ada lagi soalnya toko kopi di kota itu.
si tukang jok bilang lagi;
"neng coba ketok aja, tadi masih ada yang masuk 1 pelanggan, bilang neng dari jauh dateng ke sini"
alhamdulillah, 20 menitan abis resah mencet-mencet bel, ketok-ketok ga jelas, pelanggan terkahir yang dimaksud keluar juga, kami pun segera nyetor muka, berharap yang punya toko masih mau menerima kami.

ga nyesel lah dateng ke sana, bapak Widya (lupa nama lengkapnya siapa) itu baik banget ternyata, setelah beliau menutup pintu toko kembali kami diajak masuk ke dalam bahkan ke tempat penyimpanan kopinya.
beliau dosennya ii, di akun Unpad. tapi ternyata ga kenal, hehe.
beliau bilang, bisnis kopi olahan sendiri ini butuh komitmen tinggi untuk kejujuran, kebermanfaatan lebih untuk orang lain. karena semua perbuatan kita di dunia pasti ntar ditanyain, walau pun hanya membuat kopi.
banyak kopi yang beredar sekarang adalah kopi yang belum layak untuk diolah, secara ... nunggu umur kopi itu untuk diolah kan lama, ada yang 5 tahun, bahkan ada yang 8 tahun. tentunya selama rentang waktu itu berkurang juga berat bersih biji-biji kopi itu. makanya banyak yang ga mau rugi dan repot, mengolah biji kopi yang tidak cukup umur segera dengan mesin, kemudian menambahkan aroma sintetis/ buatan dan pewarna.
hmmm... masa sih?

bedanya apa coba?

pernah mencret-mencret ga abis minum kopi?
atau setidaknya mules?
atau pernah liat orang kayak gitu?
perhatiin lah, paling yang diminum adalah kopi bubuk instan. ya.. mengandung yang dibilang tadi. lagi pun biji kopinya masih belum ramah untuk pencernaan.



kopi olahan Fabriek Koffie itu bisa dipesan sesuai keinginan, ada gilingan halus, sedang dan kasar. jika sudah ada riwayat penyakit jantung atau darah tinggi, lebih baik memilih gilingan halus, dan nantinya disaring saat diseduh.
jika tak salah ingat, ce pesan mocca arabica dan robusta. wanginya mantap!
dan tentunya Apa ce seneng banget pas dikasih itu.

di padang, hanya saat-saat tertentu kami membutuhkan kafein berlebih dari kopi itu.
salah satunya saat-saat seperti ini ;
besok mau ujian.
luar biasa efek kafein, -metabolisme meningkat-aliran darah ke otak pun lebih cepat-
semoga esok pagi saat ujian, dia ga minta kompensasi, haha

selamat ujian.
selamat begadang untuk beberapa hari ke depan ^^

2 komentar:

Apriyandi mengatakan...

Yang membuat tidak ngantuk adalah coffein...
Dan tahukah anda,,
Bahwa kadar koffein tertinggi bukan ada pada kopi...
Tapi pada TEH....
Jika dibanding minum kopi atau teh,, maka yang lebih membuat tidak ngantuk adalah teh..,,tapi orang2 hanya mensugesti kalau minum kopi yang mbuat tak ngantuk...

micelia amalia sari mengatakan...

coffein= kafein?
iyo, paliang tinggi ado di teh. tp coba perhatiin org bikin teh, biasanya teh celup kan? ampasnya dikit doang?
kalo kopi ampasnya masuk semua sampe akhir (endapannya yg berat2 mgkn ga dihirup jg)

hmm..hmm... itu buat bradikardi.

tp emg tergantung sugesti td. kdg dia ngefek, kadang ngga. kalah jg dia sm kantuk kdg2

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget