21 Oktober 2011

ayah

kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita?
menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya?

kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkrama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

-tere liye- Ayahku (bukan) Pembohong

buku tere liye ini untuk kedua kalinya membobol pertahanan airmata saya.
benar-benar mengaduk rasa
membilurkan rindu padanya, rasa tak ingin kata terlambat itu memupus semua


ayah

ampuni anakmu yang terlalu banyak mendurhakai, belum bisa mempersembahakan yang terbaik, bahkan berani mengingkari janji...

ya Allah, hamba mohon ampun atas kedzholiman diri hamba

ayah

segeralah pulang

ce mau mengaku maaf
ce mau mengaku cinta


apa, ama, cepatlah pulang..

LA, 21 okt, 10:14 pm

1 komentar:

Apriyandi mengatakan...

Se lamat....
Semoga bisa,, sebelum masa nya habis...
:)

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget