06 Juli 2014

Balada bacaan imam

Dari mulai belajar sholat sendiri maupun sholat berjamaah di masjid saya jaraaaang sekali menggubris benar atau tidaknya bacaan imam, kalau surat yang dibaca imamnya kepanjangan saya kadang terkantuk-kantuk saja namun tidak protes. Dan selama ini dii mesjid yang saya berjemaah disana bacaan imamnya bagus2 aja, tidak ada masalah. Akhir-akhir ini riuh sekali dibahas topic ini. Dimulai ketika bang dodo bersemangat sekali bercerita tentang balada imam di mushola depan rumahnya di Pandau, saya ingat, bang dodo bercerita di perjalanan menuju ke pekanbaru, kami duduk di bangku mobil belakang, habis topik cerita ini beliau langsung mual-mual, hohoho (bukan karna itu juga sih, karna posisi duduk dan ketahanan perut bg dodo juga). Pun nyampe di rumah di Pandau, mama juga sama bersemangatnya untuk menceritakan tentang bacaan imam disini yang adaaa aja salahnya. Jadi penasaran dong saya.

Jadilah saya buktikan ketika sholat berjamaah di mushola yang dimaksud, ternyata benaaar. Bisa panjang pendek mad tidak benar, bisa jadi ada lafaz “syyyamia’allahu liman hamidah”, atau yang lebih kacaunya surat pendek Al Humazah menjadi asing ditelinga makmum karena improvisasi imamnya yang lumayan ekstra. Beberapa makmum menjadi resah, namun sepertinya mayoritas tidak ambil pusing. Terkadang adakalanya bang dodo yang didaulat jadi imam, fiiuuh dan kami bisa bernafas lega, tetapi seringnya sih ngga, karena masih banyak yang dituakan dan ada beberapa bapak-bapak yang katanya ‘hobi jadi imam’ meskipun tajwid bacaannya tidak benar dibeberapa tempat. Beberapa hari kemudian, muncul di televisi sesi tanya jawab dengan ustadz mengenai topic yang sama, hmmm yaaa kami simak baik2, kesimpulannya, jika masih belum bisa mengadirkan imam yang benar bacaannya, banyak hafalannya, boleh kita memilih sholat di tempat lain sehinga kita tidak khawatir dengan masalah tersebut. Jeng … jeng.. jeng…, berhijrahlah kami sholat tarawih ke mesjid yang imamnya bacaannya keren abis katanya itu, semalam dua malam, bertahan, namun ternyata ada musuh nyata kita yang tidak putus asa mengganggu niat dan tekad kita; setan menghembus2 isu baru ; mengantuk. Meskipun bacaan imamnya kereeen abisss, namun surat yang dibaca dirasa (beberapa atau banyak orang) cukup panjang hingga membuat terkantuk-kantuk. Yo sabana lah. Well, sebenarnya ce kangen tarawih di mesjid mujahidin LA ajalah , udah pas bacaannya, benar, jelas dan ringkas.

Btw, teman ce ada yang bercita-cita punya anak laki-laki nanti dia sendiri yang mau ngajarin ngaji, tujuannya biar bisa jadi imam nanti dengan bacaan yang benar, selama ini dia gemes dengan banyaknya bacaan imam yang belum benar, bahkan yang adzan pun banyak yang tidak benar, katanya.

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget