30 November 2013

titik nadir

sebagus2nya perencanaan kita, lebih bagus rencana Allah

selemah-lemahnya raga ini, masih dikuatkan oleh harapan

segila-gilanya ujian yang melecut, masih ada Allah tempat mengadu

saya selalu takjub dengan Allah rancang untuk saya.
saya yang dulu bersetengah-setengah hati mengambil pilihan ini, bahkan berdo'a semoga lulus di TI saja.
saya yang ga pernah lulus TO di bimbel bahkan untuk mengambil yang standarnya di bawah FK.
saya yang tidak berniat membulatkan kode2 ajaib itu untuk FK unand, bermimpi jadi dokter saja tidak, sekejap sekali, H-3 sebelum deadline.

saya yang masih dengan sumringah melihat kota jakarta, tempat saat menuntuk ilmu kelak, menjemput cita2 sbg programmer, namun ketika lulus di FK unand bersorak juga , alih-alih " loh kok bisaaa? ".

saya yang mengucapkan selamat tinggal pada keinginan itu dan membaktikan diri untuk lebib banyak orang ( mungkin, amin).

saya yang menjalani perkuliahan dengan biasa2 saja, tidak ada tendensius untuk jadi yg terbaik. atau mungkin krn sdh nyadar dengan kemampuan diri sendiri ;p.
saya yang lebih suka nongkrong di labor komputer saat pergantiaan shift kuliah, bahkan masih nangkring sampe sore sampe orangnya bilang mau tutup.
hantu labkom itu saya dan tahul :D.
oh well, ini setelah saya beli laptop perdana dengan mengerahkan semua tabungan dari SMA.

saya yang alhamdulillah lancar-lancar saja, ga dibawa stress semua yang ada, nangis ada sesekali, itu pun bukan karna kuliahnya tapi karna konflik sama teman yang sehari kemudian pun lupa, sembuh sendiri.
tersandung di akhir, remedial pertama dan terakhir kalinya, yang meskipun tidak menambah masa studi saya tetapi membuat saya tidak bisa meraih wisuda pertama bersama teman2 rajin lainnya ( ya, saya tau diri juga pun, hehe).
kompre pertama yang sangat2 diusahakan, karna ga mau nganggur di rumah. OSCE bagus, tetapi MCQ remedial, dan ya ada kemudahan lagi dariNya, lulus2 juga pada akhirnya.

ga seru yak?
emang begitu2 aja.

di kkn lebih flat lagi, rasanya sudah mau mati karena bosan saya disana. tapi dijalani saja.

dan yah, welcome to the jungle ; koas.
obgyn ; lumayan nguji mental. masih semangat, tapi belajarnya standar2 saja, tidak seperti teman lainnya yang niat jadi SpOG.
mata : rasa mau mati juga, bosan dengan belajar terlalu banyak, serasa mau memuntahkan semua.
tht : lumayan menikmati, Allah bnyk ngasih kemudahan ( oh yeah, emang selalunya begitu, hoho)
bedah : obsesi saya ini. saya nikmati belajarnya, saya nikmati dinasnya, saya nikmati lika-likunya. walaupun pada akhirnya patah hati karna nilainya nyaris saja menyentuh A. arrggh. dan hingga titik akhir perkoasan saya ditadirkan semuanya B. hahaha epic bgt.
kulit : ewwww, jungkir balik, sangat tidak nyaman, sempat nangis juga, ah cengeng sekali.
ph : ya ampun, surga sekaliii.ndak ada lagi do.
interne : capek2 tapi seru. ilmunya aja yang ga dapet ;p , lewat begitu aja. *tokokkapalo.
neuro : belajar saya rajin disini, ada 'dendam' karna nenek saya meninggal krn stroke, tetapi ternyata saya tidak cukup belajar sekali untuk neuro tnyta.
jiwa : just so so, menikmati saja, pengeluaran sj lbh bnyk. dan ada pukulan dikit suatu hari saat dikasi tau kalo ngga lulus neuro, dan saya bagai zombie bawa motor dari gadut ke jati, nyaris disenggol beberapa kali karna ga fokus. lagi2 cemen.
anak : frustasi, tapi tetap memaksakan badan ini untuk patuh belajar, ga mau, benar2 ga mau untuk ngulang.
anestesi : menyenangkan dan hectic untuk saya yang perdana menjadi ketua siklus. haha. tapi Allah ngasih bnyk kemudahan, lagi2.
forensik : aduh, ini yang paling enjoy ( diluar nunggu menunggunya yang benar2 buang waktu).
neuro 2 : juga ga nyaman, underpressure, tapi tetap bertahan toh saya harus taklukkan diri sendiri untuk tidak cemen lagi, untuk menerima kenyataan bahwa; yah kamu ngulang. saya harus kuat, biar bisa menguatkan teman saya disamping saya yang mengalami hal yang sama.
kulit 2: titik nadir. saya mau jatuh rasanya, matahari bersinar tetapi serasa gelap, dementor dimana2. inginnya optimis tapi takut sakit kalau yang terjadi adalah hal yang ditakutkan. masih berharap, ya masih berharap pun. masih memanjangkan angan di sepertiga putaran malam terakhir. berharap hanya pada Yang memberikan rasa harap itu.


sebesar-besarnya masalah saya, saya masih punya Allah Yang Maha Besar.

ama, apa
maaf untuk kekhawatiran2 itu.

3 komentar:

Justin mengatakan...

radio ang lupa ce??? :-P

Welydya mengatakan...

Katakan pada masalah "wahai masalah, sesungguhnya Tuhan ku jauh lebih besar"

micelia amalia sari mengatakan...

@ justin : hahahaha iya, sya (me)lupa(kan) radio

@welydya : iya ^^9

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget