25 September 2010

Sahabat, cerita yang pernah usang

Saturday, 25 September 2010, 12:48 am

Menghela napas selarik…

Mencoba untuk kembali merangkai kata.

Setelah sekian lama blog ini terabai oleh pemiliknya yang sok sibuk, ah sebenarnya bukan begitu adanya, but let it be, tak usah ce membela diri dan segalanya, yang jelas lakukan saja dahulu.


 

Well, seperti ucapan klasik seorang teman, yang selalu terpikir jika tak tau harus berkata apa, tak tau harus bercerita apa, maka mulailah dari apa yang sedang kamu pikirkan dan rasakan.

Rasa? ce belum merasa ngantuk sekarang (tadi siang sudah balas dendam, kangen dengan tidur siang ) dan ce ga ngerasa dingin walo hujan terus mengguyur diluar, Alhamdulillah ce berasa dikamar yang hangat, kamar yang nyaman. Ah ya… suasana hati.., sepertinya masih terbawa suasana buku yang baru saja ce tamatkan, "Daun Yang Gugur Tak Pernah Membenci Angin " oleh Tere Liye, suasana haru, tiba2 banyak mengenang masalalu (tertular dengan sukses oleh novel itu) dan perasaan pengen banget nulis (biasalah… sindrom abis baca buku orang, pasti pengen banget baca buku yang kita nulisnya, haha, semoga!).


 

Hari yang indah, dan ce mendapat kado yang indah dari sahabat ce, sahabat yang berani meraup tangan ce dan menggenggamnya erat (ah ya ce pernah menuliskannya setahun yang lalu di sini), meski 11 september sudah jauh tertinggal dipilin hari, namun tak mengapa, ia masih sangat mengerti, bahwa sekecil apapun sesuatu darinya itu sangat berarti untuk hari yang berarti bagi ce itu, walau hanya sekedar ucapan.


 

Hey, ada yang memanas dipelupuk mata, bukan..bukan…bukan saatnya kamu keluar sekarang…


 

Ce terharu sepertinya, terasa buncah di dada, terasa bahagia, terimakasih ya Allah, ce punya banyak sahabat yang menyayangi ce, yang memberikan do'a2 kebaikan untuk ce, yang mengingatkan khilaf-dosa ce, yang bersedia meminjamkan pundaknya jika lelah itu sejenak menyapa, yang .. saling berbagi ucapan "terimakasih sahabat, kamu udah nemenin hariku hari ini ^_^" (ini ga mesti harus langsung, setidaknya harus ada interaksi, bahkan jika itu hanya lewat do'a).


 

Ya Rahman…., Engkau pertemukan kami, Engkau tautkan hati kami, tak putus rasa syukur atas semua itu, semoga persahabatan ini bisa lebih mengakrabkan kami kepadaMu, karuniakanlah hamba sahabat2 yang jika hamba bersamanya menambah keimanan hamba kepadaMu, dan semoga hamba pun mampu untuk menjadi sahabat yang baik. Amin Ya Rahiim..


 


 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Your idea simply excellent checool.blogspot.com

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget