29 September 2013

perih

bagaimanakah rasanya disakiti oleh orang yang dicintai?
ketika sudah memberikan yang terbaik?
ketika pun memilih berdamai dengan hati, biar mengalah saja


bagaimanalah rasanya?
mengigit sesak kuat-kuat, agar tidak luruh semua pertahanan.


sungguh tidak tega.

dan sebenarnya apa yang ada di benak dia?
tidakkah memandang jauh ke depan?
adakah semua ditimbang adil hingga ke esensi awalnya?
beranjak dari ego sendiri
disisi lain, kenapa tidak memikirkan gundahnya belahan jiwanya dengan ide gilanya itu?


adakah sekarang cinta menjadi omong kosong saja?
mengejarnya dahulu sungguh bersemangat; mempertahankannya sekarang?


. saya benar-benar ingin memberondongnya dengan pertanyaan2 yg mengacau di kepala. benar2 ingin begitu.


kepada Allah yang paling bisa membolak-balikkan hati, lunakkanlah ya Allah, beri ilham ya Allah..

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget