24 April 2011

Lautan Jilbab

Oleh : Emha Ainun Nadjib


 

Para malaikat Allah tak bertelinga, tapi mereka mendengar suara nyanyian beribu-ribu jilbab

Para malaikat Allah tak punya jantung, tapi sanggup mereka raskan degub kebangkitan jilbab yang seolah berasal dari dasar bumi

Para malaikat Allah tak memiliki bahasa dan budaya, tapi dari galaksi mereka seakan-akan terdengar suara : Ini tidak main-main! Ini lebih dari sekedar kebangkitan sepotong kain!

Para malaikat Allah seolah sedang bercakap di antara mereka. Kebudayaan jilbab itu, bersungguh-sungguhkah mereka?

O, amatilah dengan teliti : ada yang bersungguh-sungguh, ada yang akan bersungguh-sungguh, ada yang tidak bisa bersungguh-sungguh.


 

Sedemikian pentingkah gerakan jilbab di negeri itu?

O, sama pentingnya dengan kekecutan hati semua kaum yang tersingkir, sama pentingnya dengan keputusasaan kaum gelandangan, sama pentingnya dengan kematian jiwa orang-orang malang yang menjadi alas sejarah

Bagaimana mungkin ada kelahiran di bawah injakan kaki Dajjal? Bagaimana mungkin muncul kebangkitan rantai belenggu kejahiliyahan?

O, kelahiran sejati justru dari rahim kebobrokan, kebangkitan yang murni justru dari himpitan-himpitan


 

Alamkah yang melahirkan gerakan itu atau manusia?

O, alam dalam diri manusia Alam tak boleh benar-benar takluk oleh setajam apapun pedang peradaban manusia, alam tak diperkenankan sungguh-sungguh tunduk di bawah kelicikan tuan-tuannya.

Apakah burung-burung ababil akan menabur dari langit untuk menyerbu para gajah yang durjana?

O, burung-burung Ababil melesat keluar dari kesadaran pikiran, dari dzikir jiwa dan kepalan tangan.

Para malaikat Allah yang jumlahnya tak terhitung, bersiliweran melintas-lintas ke berjuta arah di seputar bumi.

Para malaikat Allah yang amat lembut sehingga seperjuta atom tak sanggup menggambarkannya

Para malaikat Allah yang besarnya tak terkirakan oleh matematika ilmu manusia sehingga seluruh jagat raya ini disangga di telapak tangannya.

Tergetar, tergetar sesaat, oleh raungan sukma dari bumi.

Para malaikat Allah seolah bergeremang bersahut-sahutan di antara mereka.


 

Apa yang istimewa dari kain yang dibungkus di kepala?

O, hanya ketololan yang menemukan jilbab sekedar sebagai pakaian badan.

Lihatlah perlahan-lahan makin banyak manusia yang memakai jilbab, lihatlah kaun lelaki berjilbab, lihatlah rakyat manusia berjilbab, lihatlah ummat-ummat berjilbab, lihatlah siapa pun saja yang memerlukan perlindungan, yang memerlukan genggaman keyakinan yang memerlukan cahay pedoman, lihatlah mereka semua berjilbab.

Adakah jilbab itu semacam tindakan politik, semacam perwujudan agama, atau pola perubahan kebudayaan?


 

Para malaikat Allah yang bening bagai cermin segala cermin, seolah memantulkan suara-suara :

Jilbab ini lagu sikap kami, tinta keputusan kami, langkah dini perjuangan kami

Jilbab ini surat keyakinan kami, jalan panjang belajar kami, proses pencarian kami

Jilbab ini perobaan keberanian di tengah pendidikan ketakutan yang tertata rapi

Jilbab ini percikan cahaya dari tengah kegelapan, alotnya kejujuran ditengah hari-hari dusta

Jilbab ini eksperimen kelembutan untuk meladeni jam-jam brutal dari kehidupan

Jilbab ini usaha perlindungan dari sergapan-sergapan


 

Dunia entah macam apa, menyergap kami

Sejarah entah di tangan siapa, menjaring kami

Kekuasaan entah dari napsu apa, menyerimpung kami

Kerakusan dengan ludah berbusa-busa, mengotori wajah kami

Langkah kami terhadang, kaki kami terperosok di pagar-pagar jalan protocol peradaban ini


 

Buku-buku pelajaran kami memakan bumi

Tontonan dan siaran melahap kami

Iklan dan barang-barang jaualan menggiring kami

Panggung dan meja-meja birokrasi mengelabui kami

Mesin pembodoh kami sangka bangku sekolah

Ladang-ladang peternakan kami sangka rumah ibadah

Mulut kami terbungkam, mata kami nangis darah


 

Hidup ialah mendaki pundak orang-orang lain

Hari depan ialah menyuap, disuap, menyuap, disuap

Kalau matahari terbit, kami sarapan janji

Kalau matahari mengufuk, kami dikeloni janji

Kalau pagi bangkit, kami ditidurkan

Ketika hari bertiup, kami dininabobokan


 

Kaum cerdik pandai suntuk mencari permaafan atas segala kebobrokan

Kaum ulama sibuk merakit ayat-ayat keamanan

Para penyair pahlawan berkembang menjadi pengemis


 

Tidak ada perlindungan bagi kepala kami yang diraburi virus-cirus

Tak ada perlindungan bagi akal pikiran kami yang dibonsai

Tak ada perlindungan bagi hati nurani kami yang dipanggang di atas tungku api congkak kekuasaan

Tungku api kekuasaan yang halus, lembut dan kejam

Tak ada perlingan bagi iman kami yang dicabik-cabik dengan pisau beracun

Tak ada perlindungan bagi kuda-kuda kaki kami yang digoyahkan oleh keputusan sepihak yang dipaksakan

Tak ada perlindungan bagi aqidah kami yang ditempeli topeng-topeng , yang dirajam, dimanipulasi oleh rumusan-rumusan palsu yang memabukkan

Tak ada perlindungan bagi padamnya matahari hak kehendak kami yang diranjau


 

Maka inilah jilbab. Inilah jilbab!

Ini furqan, pembeda antara hak dan batil

Jarak antara keindahan dengan kebusukan

Batas antara baik dan buruk, benar dan salah


 

Kami menyarungkan keyakinan di kepala kami

Menyarungkan pilihan, keputusan, keberanian dan istiqomah, di nurani dan jiwaraga kami

Inilah jilbab Ilahi Rabbi, jilbab yang mengajarkan ilmu menapak dalam irama

Ilmu untuk tidak tergesa, ilmu tak melompati waktu dalam batas realitas

Ilmu bernapas setarikan demi setarikan, selangkah demi selangkah, hikmah demi hikmah, rahasia demi rahasia, kemenangan demi kemenangan


 

Para malaikat Allah yang lembut melebihi Kristal, para malaikat yang suaranya tak bisa didengarkan oleh segala macam telinga, berbisik-bisik di antara mereka

Wahai! Anak-anak tiri peradaban! Anak-anak jadah kemajuan dan perkembangan!

Anak-anak yatim sejarah, sedang menghimpun akal sehat

Menabung hati bening, menerobos ke masa depan yang kasat mata

Lautan jilbab! Lautan jilbab! Gelombang perjuangan , luka pengembaraan , tak mungkin bisa dihentikan.

Wahai! Sunyi telah memulai berbicara!


 

Courtesy of Serasi Magazine, 41th ed , sept 1989


 


 

Wew, cape' juga ngetik syair sepanjang ini, tapi bagus banget, jadi inget perjuangan muslimah di tahun 80-an sampe awal 90-an yang dilarang untuk berjilbab di sekolahan umum (coba baca bukunya deh; "Revolusi Jilbab"), dan sekarang buntutnya masih tersisa, ketika siswi yang berfoto untuk ijazah sekolah juga agak sedikit dipaksa( meski tidak dilarang habis, tapi sangat ditakut-takuti bahwa foto berjilbab itu akan membawa masalah ketika melamar pekerjaan) untuk membuka telinga minimal ketika berfoto dan lebih bagus lagi jika tidak memakai jilbab itu.

Keinginan untuk istiqomah memakai jilbab itu memang hidayah dari Ilahi dan hidayah itu bukan untuk ditunggu tapi dicari

7 komentar:

anni(SA) ame(LI)a hani(FA) mengatakan...

oalah...
itu syair toh???
pantesan...susah banget tuk dicerna...

hhhmmm..jadi terketuk ni hati...
arti jilbabku selama ini apa ya? selain nutup aurat..??
sudahkah hatiku berjilbab...???

micelia amalia sari mengatakan...

iya syair pak emha ainun

semua memang butuh proses, untuk menjadi lebih baik pun butuh hidayah dariNya

tapi hidayah itu ga bisa kita duduk2 manis nunggu gitu aja, harus ada action, ada keinginan setidaknya untuk mengenal apa itu jilbab,apa aja syaratnya yg diajarin oleh nabi Muhammad yg sgt memuliakan wanita itu gimana.

banyak jalan menuju LA, eh roma..
banyak cara untuk tau sejauh apa kita berjilbab, bisa baca buku, bisa tanya pd yg lbh tau..

ce juga lagi belajar, dan semoga bisa terus belajar dan belajar
dan semoga Allah memudahkan proses belajar kita ^_^

IndRa SP mengatakan...

wanita berjilbab sesungguhnya adalah wanita yang sangat dicari di zaman ini. tahukah alasannya?

Anonim mengatakan...

I enjoy, lead to I found еxaсtly what I was lookіng for.
Υou have еnԁed mу 4 ԁaу lоng hunt!

God Blesѕ you man. Haѵe а grеat
day. Bye

Ηere is mу webѕite - article.congstone.com

Anonim mengatakan...

Hi thеre to еνегy single one, it's really a pleasant for me to pay a quick visit this web page, it includes useful Information.

My web-site ... Highly recommended Internet site

Anonim mengatakan...

І wаs exсited to find this wеb ѕіtе.
І want tο to thаnk уou fог ones time foг this fantаѕtic
гead!! I dеfіnitely likеd everу bit οf
it аnd і alsо hаve yоu saѵed to fav to lоοk аt new things in уour sіte.


my ωeb-site ... v2 cigs reviews

Anonim mengatakan...

you aгe in point of fact a excellent webmasteг.
The sіte loading velocity iѕ
іncredible. It kind of feеls thаt you're doing any unique trick. Also, The contents are masterwork. you have performed a excellent job in this matter!

Here is my web site :: http://www.sfgate.com/business/prweb/article/V2-Cigs-Review-Authentic-Smoking-Experience-or-4075176.php

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget