07 Februari 2011

teladan *edisi ke 2

2 tahun yang lalu ce bercerita teladan juga, teladan yang baik, tapi sekarang, sepertinya ini bukan teladan yang baik, ah bukan, tetap saja, mereka teladan yang baik yang kami bisa ambil hikmah dari kesalahan yang mereka sudah terlanjur lakukan. semoga ce dapat memetik hikmahnya, dan teman2 juga... ^^

teman, bagaimana caranya dulu ketika teman baru belajar berbicara? menulis? memasak?
dari meniru kah?
kebanyakan orang iya, belajar dari meniru

meski tau teori, kalau tak tau praktek yang sebenarnya, banyak hal yang tidak bisa dilakukan tanpa meniru.

ok, ce pun banyak sekali meniru, baik itu positif atau negatif

berjilbab pun meniru; meniru buku, meniru teman, meniru senior
jadi 'aktivis dakwah sekolah' juga meniru ; pada senior tentunya
hingga sekarang

kita senang kan kalau ternyata yang kita tiru itu adalah kebaikan, hati kita yang fitrah memang condongnya pada kebaikan, tapi bagaimana caranya bisa sempurna beralih pada kebaikan tentu perlu proses dan andil hanya hal.
ce akui ce bersyukur bisa meniru hal yang baik. dan Alhamdulillah Allah pun memudahkan untuk jalan itu, kalau tidak dengan inginNya,mustahil.

tapi, teman
pernah teman kecewa jika figur yang teman tiru ternyata melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang teman tiru darinya dahulu, dan itu tak baik.
meski memang setiap manusia boleh melakukan perubahan, tapi apakah teman-teman rela jika orang yang kita tiru itu berubahnya bukan pada hal yang baik? sepertinya tidak.

begitu pun ce.

ce pernah punya sepupu yang ce anggap luarbiasa
dari SMA sudah berprestasi,aktivis dakwah, santun, agamanya baik, jilbabnya sesuai syari'at, masuk FK pula. kerenlah dimata ce pokoknya.
singkat cerita, perubahan itu juga melanda sepupu ini, perubahan yang dahsyat.
perubahan ketika ko-ass
perubahan yang membuat ce tak mengenali foto wisudanya, bahkan ketika bertemu langsung.
tak ada lagi kaus kaki-manset
tak ada lagi baju longgar yang tidak membentuk lekuk tubuh
tak ada lagi jilbab yang menjulur ke dada
yang ada malah ia menggandeng seorang lelaki yang 'akan' menjadi suaminya.

ok, sejak saat itu, stigma ce terhadap fk cukup buruk
ce anggap fk yang membuat sepupu ce itu berubah seperti itu, tapi tak pun ke arah yang baik ce rasa

ce lupakan cita-cita iseng jadi dokter
apalah gunanya jadi dokter kalau harus merubah hal-hal yang prinsip seperti itu? (sengaja bikin di blog ini, jaga-jaga, kalau ce pun sudah terhanyut dibawa arus perubahan, setidaknya ini cambuk ce, agar melakukan apa yang ce katakan)
apa ada berkahNya kalau ternyata semakin membuat jauh dariNya dan mengejar dunia aja?

jujur, sepupu ce membuat ce kehilangan selera untuk masuk FK
hehe padahal bukan FK nya yang salah ya? oknum.. oknum...
maaf ya FK ce terdjinta.. ^,^

sekarang setelah 'terjebak' di FK
wah..wah... ternyata setelah dilihat-lihat dunia ko-ass benar-benar menyeleksi ketat
siapa yang bertahan, siapa yang berguguran

tapi meski maklum dengan fenomena itu
tetap saja tidak relaaaaaa T.T
jika senior ce yang ce kenal baik akhlaknya, baik tutur katanya, baik penampilannya, baik persaudaraannya pada akhirnya memilih untuk berubah.
masalahnya berubahnya bukan pada arah kebaikan.

ah, ce jadi kepikiran..
apa yang terpikir oleh junior-junior mereka yang meniru kebaikan mereka yang tidak mereka lakukan sekarang?
apa yang terpikir oleh orang-orang yang tergaet mendekatkan diri kepada Islam melalui propaganda mereka? meski hidayah itu milik Allah, bisa saja mereka yang menjadi perantara.

pasti sedih
pasti kecewa
pasti tidak rela

kakak-kakak , abang-abang...
janganlah berperilaku menyimpang juga lagi..
udah bener yang dijalani dari dulu itu..
janganlah merendahkan kehormatan dan kemuliaan dengan kata-kata yang tidak santun itu lagi...
lisan maupun lewat status
jika tak kuat menahan rasa suka, jangan nekat-nekat bermain api juga lagi, Allah cemburu dengan hubungan ilegal kakak-abang..
jika lagi gersang imannya, janganlah lari dari lingkaran kecil itu dulu, cari solusinya, walau sudah ga sempat preventif, kuratif pun bolehlah, dari pada palliatif?

ya Allah, ampuni hamba untuk segala khilaf yang hamba dan saudara/i hamba perbuat
tegur ya Rabb, jika sekali-kali kami nakal
kakak-kakak, abang-abang
kami sayang sama kalian, uhibbukum fillah...
mohon jika tersinggung sekarang, esok-esok.. maafkanlah ce ya..

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget