09 Februari 2015

Hidup dan kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim

Tidak ada yang terjadi di dunia ini melainkan atas kehendakNya. Dedaunan yang jatuh pun sudah Allah rencanakan.
Tugas kita sebagai makhlukNya untuk berencana, mempersiapkan dengan baik, menjalani dengan segenap kemampuan dan bertawakal atas apa pun hasil dari yang kita usahakan.

24 tahun lebih menjalani kehidupan, banyak hal yang saya syukuri, banyak belajar juga dari kesalahan. Bukan masa yang pendek memang. Adakalanya cerita kehidupan saya klasik seperti yang bisa ditebak alurnya, tapi ada kala juga diluar ekspektasi. Semisal dengan kondisi saya sekarang. Sedikitpun tidak pernah membayangkan dihari ini saya berada jauh bermil-mil dari kota kelahiran  saya, tempat saya bertumbuh dan membuat berjuta kenangan. Saya pun tak menyangka di hari ini saya sudah memiliki seorang suami, imam, sahabat, calon anak-anak saya yang sangat sangat sangat menyayangi saya. Hari-hari tentu terasa berbeda. Banyak bahagia, sedikit sedih (itu pun lebih sering karena rasa sayang yang berlebih tadi). Dan yang melengkapi rasa syukur kami adalah hadirnya kehidupan di dalam rahim saya. Tiap kali ada gerakannya membuat saya tersentak 'aah, ada yang sedang berjuang di dalam sana bersama saya, mendengarkan seluruh irama kehidupan saya dari tempat terdekat dan akan menggantungkan perjalanan kehidupannya berikutnya dengan kuasa Allah dan perjuangan saya untuk melahirkan ke dunia, untuk menyusuinya, untuk merawatnya bersama ayahnya dan lingkungan terdekat kami, untuk mendidik akhlaknya dan mempersiapkan masa depannya'.

Angan-angan manusia memang panjang, hingga maut yang memutusnya.
Tidak, bukan bermaksud untuk pesimis menatap masa depan jikalau memikirkan maut yang sewaktu-waktu ada di hadapan. Namun, bukankah muslim yang cerdas adalah yang sering mengingat mati dan mempersiapkan dirinya untuk itu?.
Realistis saja, semua kita menjalani resiko untuk kecelakaan dimana saja dan kapan saja. Dan saya in syaa Allah akan menghadapi resiko kematian itu juga ketika proses persalinan. Lucu memang, ketika kita lebih banyak tahu resiko kita lebih banyak mengkhawatirkan sesuatu, menjadi paranoid terhadap hal yang bisa saja itu tak akan terjadi kepada kita. Semakin tau saya komplikasi apa saja yang bisa terjadi saat persalinan semakin membuat gentar saja. Haha itulah manusia, banyak kondisi yang menempatkan pada makhluk tidak berdaya dan hanya bisa bergantung pada Yang Maha Kuasa atas apapun takdirnya.

Hidup dan kehidupan, kadang membuat kita terlena bahagia, namun kadang kala juga membuat kita menghela nafas berat. Mari berusaha sebaik-baiknya. Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maula wa ni' man nashiir.

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget