07 September 2014

menjadi dokter

Fyi ketika SMA saya tidak terlalu minat masuk FK, hanya sebagai anak yang baik saya memilih pmdk FK usu, UMB FK UIN SH, dan snmptn FK unand. Sebenarnya passion saya ke IT. Ah sudahlah, masa2 yang sudah ga bisa di undo lagi. Suami saya juga ternyata tidak benar2 ingin menjadi dokter dalam perjalanannya menempuh pendidikan, ketika menemui kenyataan yang tidak sesuai bayangan jadinya tidak mengebu-gebu. Klop kan? Haha kami hanya tertawa getir saja, setidaknya FK unand sudah mempertemukan kami, hanya kenal sebagai senior-junior awalnya dan entah kenapa bisa jadi pasangan hidup setelah lulusnya , hehe alhamdulillah.

Profesi ini sungguh mulia, menolong banyak orang, baik itu dari menolong pasien, membantu perekonomian keluarga hinggga mengajarkan kembali ilmu itu kepada calon-calon dokter berikutnya. Namun tak sedikit juga dokter yang terlalu banyak bermanfaat bagi orang banyak namun dirinya dan atau keluarganya terabaikan. Hal ini yang biasa terjadi pada dokter spesialis atau dokter umum yang sedang menempuh pendidikan spesialis atau dokter umum yang jam terbang tinggi atau dokter umum di daerah terpencil.


Bagi adik2 yang ingin menjalani profesi mulia ini, pelajari baik2 terlebih dahulu bagaimana medannya, bertanya kepada yang sudah menjalani. Bagi teman2 yang sudah menjadi dokter umum dan berniat melanjutkan sekolah, buatlah prioritas, minta dukungan keluarga(ini yang terpenting).



Pernah membaca dan mendengar prosa dari Tere liye tentang 3 sahabat yang saat itu sebelum berpisah di kehidupan masing2 mereka berjanji untuk menjadi orang yang sukses. Kemudian mereka bertemu puluhan tahun berikutnya.
Sahabat yang pertama menceritakan bahwa ia sudah menjadi kepala puskesmas, pasien yang di layaninya ramai sekali dan masyarakat hormat kepadanya, ia pun pernah mengabdi di daerah terpencil.
Sahabat kedua sudah menjadi spesialis ternama, pasien yang ditanganinya banyak sekali, namanya selalu direkomendasikan dari berbagai daerah.
Sahabat ketiga hanya tersenyum malu, pasiennya hanya dua orang; pertama ibunya yang sakit sejak ia lulus, kemudian ia menikah, tak lama berselang ibunya meninggal dan suaminya ditakdirkan untuk sakit juga dan harus ia rawat sepanjang hari.

Siapakah yang paling sukses diantara mereka?
Ah ya, ada yang terlupa, sahabat ketiga ini di dalam kesehariannya merawat pasien tetapnya itu, ia banyak menulis artikel di blog yang ia punya, semua ilmu yang ia miliki dan juga dari ebook terbaru yang berusaha ia pelajari, pahami dan kemudian jabarkan lagi dengan bahasa yang mudah dipahami orang banyak, dan pada akhirnya ia menghasilkan banyak buku dari tulisan-tulisan itu.

Nah, sekarang sudah jelas siapa yang sukses jika dipandang dari sebermanfaatnya ia dan ilmunya.



*tulisan ini untuk menyemangati diri kalau-kalau lagi butuh :)

Tidak ada komentar:

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget