02 September 2011

Cintanometer (2)

Permasalahan besar itu nampaknya
teratasi sudah . Mereka bersulang di
balai kota, berseru bersama memuji
kepintaran para penemu. Tanpa sedikit
pun menyadari laporan itu ternyata
belum lengkap benar. Karena pelahan -
lahan muncullah berbagai masalah
akibat cintanometer itu.
***
Vyrzas, lelaki baya berumur enam
puluh tahun , duduk menangis di
pojokan kota sambil mengelus kepala
botaknya penuh penyesalan. Dengan
alat itu , barusan ia tahu bahwa
sesungguhnya semenjak empat puluh
tahun silam hingga hari ini, Veronica ,
kembang kampus universitas kota
kami, ternyata amat mencintainya. Ah,
mengapa alat ini baru diciptakan
sekarang ? Sesalnya. Lihatlah, wanita
tua itu sudah beranakpinak dengan
pria lain . Ia dulu ternyata terlalu naif
menganggap dirinya jelek , bodoh dan
sama sekali tidak berguna bila
dibandingkan dengan gadis itu yang
amat cantik, pintar dan populer.
Tetapi kesedihan Vyrzas bukan
masalah serius bagi tetua kota saat ini.
Yang sudah berlalu biarlah berlalu .
Toh itu murni kesalahan Vyrzas . Yang
lebih penting dan mendesak, lihatlah
berbagai pertengkaran yang segera
menyeruak di rumah - rumah
penduduk.
“Aku tak menyangka hatimu busuk
selama ini!” Nenek itu berseru kencang
dari salah satu rumah .
“Apa maksudmu?”
“Lihat ini !” Ia berseru sambil
memperlihatkan telinganya . Kakek itu
tersumpal mulutnya.
“Pokoknya aku tidak mau lagi melihat
mukamu di rumah ini . Pergi ! Pergi
bajingan !” Nenek itu menangis dalam
marah. Ia tidak menyangka pemuda
yang dinikahinya enam puluh tahun
silam ternyata sedikit pun tidak
mencintainya. Jangankan berkedip,
mendesing pun tidak cintanometer di
telinganya. Ternyata suaminya
menikahinya semata -mata karena
kedudukan dan harta orang tuanya .
Segeralah berbagai borok suami
terbongkar . Berbagai aib istri terbuka
lebar -lebar . Banyak sekali pemuda
yang menikahi istrinya hanya karena
harta , kekuasaan , atau kecantikan
wajah. Dan sebaliknya gadis -gadis yang
menikah hanya karena tebalnya
kantong suaminya, rumah -rumah ,
mobil-mobil terbang dan berbagai
kemewahan dunia lainnya . Mereka
bertengkar hebat malam itu.
Cintanometer benar-benar
menelanjangi para pelaku selingkuh.
Suami- suami yang tidak cinta lagi
melihat tubuh istrinya . Suami -suami
yang lebih suka menghabiskan malam -
malan di bar -bar kota . Alat itu juga
membantu anak -anak yang tak
beruntung menerjemahkan perasaan
sesungguhnya dari ayah atau ibu tiri
mereka. Dengan segera di tengah -
tengah lautan cinta yang terjadi di
jalanan , harmoni rumahrumah tangga
penduduk kota kami satu demi satu
rontok.
Tetua kota segera berembug
membahasnya. Satu dua tetua kota
berkata pelan di tengah keramaian : ia
memang dari dulu sudah khawatir
sekali dengan alat pendeteksi cinta ini,
sudah terlalu banyak penemuan tidak
pantas yang telah mereka buat selama
ini. Penemuan yang menebas tata
aturan kehidupan . Cinta adalah urusan
langit dan tidak sepantasnya mereka
mencoba mengakalinya .
Tetapi mayoritas tetua kota kami
mengabaikan keluhan itu. Jika ada
masalah yang muncul dari
cintanometer itu maka anggap saja
harga yang harus dibayar untuk
mengatasi permasalahan
pertambahan penduduk kota . Dan
bukankah lebih banyak anakanak
muda yang akan segera
melangsungkan pernikahannya
dibandingkan dengan rumah tangga
yang hancur berantakan?
Malam itu juga putus. Cintanometer
akan terus diedarkan.
***
Hari-hari berlalu menjadi setahun,
setahun berjalan dirangkai hari-hari.
Siang ini genap lima tahun semenjak
penemuan itu pertama kali
diluncurkan dulu. Lihatlah apa yang
terjadi di kota kami . Bayibayi mungil
kelihatan di mana- mana. Jumlah
penduduk double . Krisis
kepedendudukan itu lewat sudah.
Cintanometer selama lima tahun
berturut- turut mendapat penghargaan
Penemuan Terbaik Tahun Ini . Setiap
tahun fiturnya di tambah, dibuat lebih
gaya dengan model dan warna -warni
mutakhir . Penggunaannya pun
semakin friendly user, tidak berkedip ,
tetapi berbisik. Bisikan cinta yang bisa
di setting sedemikian rupa , termasuk
menggunakan suara artis favorit kalian.
Malah cintanometer oleh sebagian
besar penduduk kota di usulkan agar
ditetapkan sebagai penemuan terbaik
sepanjang abad ini. Melihat situasi
yang sedang berkembang dalam
masyarakat, sepertinya wacana itu akan
benar-benar menjadi kenyataan.
Masalahnya di tengah -tengah
kegembiraan tetua kota , dan leganya
perasaan anak -anak muda, ada
sesuatu yang tanpa disadari pelahan -
lahan merubah kehidupan kota itu .
Alat itu bagi sebagian orang ternyata
dari hari ke hari secara pasti membuat
kehidupan mereka menjadi sangat
sistematis, terukur dan tidak menarik
lagi . Tidak ada lagi seorang pemuda
atau seorang gadis yang berdiri cemas
menunggu di halte , berharap idaman
jantungnya datang dan mereka bisa
pergi satu bus, syukur -syukur bisa
duduk bersebelahan. Tidak ada lagi
degup jantung penasaran saat seorang
pemuda menyatakan cintanya,
menyajak puisi -puisi , menggenggam
tangan sang kekasih . Tidak ada lagi
lipatan suratsurat yang secara
sembunyi- sembunyi dititipkan atau
diselipkan di lemari sekolah, sekuntum
bunga mawar yang dikaitkan di pintu
rumah , atau seorang pemuda yang
memetik gitar bernyanyi keras -keras di
halaman rumah gadis idamannya.
Semakin lama, malah tidak ada lagi
cokelat berbentuk jantung sebagai
hadiah penanda cinta , tidak ada lagi
balon-balon merah itu, tidak ada lagi
cupid si peri cinta. Tidak ada lagi syair-
syair kerinduan, soneta pujaan hati,
tidak ada lagi irama ratapan
kesendirian. Penduduk kota ini tidak
memerlukan itu semua. Cinta pelahan -
lahan namun pasti telah berubah
menjadi barang instan.
Jika cintanometer berkedip- kedip itu
artinya cinta. Jika tidak berkedip -kedip
maka tidak ada cinta . Lama -lama
penduduk kota mulai lupa apa itu
cinta, bagaimana sesungguhnya
perasaan seseorang saat jatuh cinta?
Mereka hanya mengerti soal kedip dan
tidak mengedip. Bisik atau tidak
berbisik. Lama -lama mereka malah
kehilangan kosa kata cinta ? Siapa lagi
yang perlu kata cinta jika kau bisa
menterjemahkannya dengan mudah
melalui sebuah alat mungil yang
canggih? Berbisik Oke,jika tidak cari yang lain.Sesederhana itu .
Maka kata cinta dihapuskan dari kamus
besar bahasa kota kami , karena tak ada
lagi yang mengerti apa maksudnya .
Berikut kata- kata yang menyerupai dan
menyertainya. Kalian tak akan lagi
menemukan kata: kasih , sayang , rindu ,
bertepuk sebelah tangan, pungguk
merindukan bulan, bujang tua, jomblo
dan kata- kata lainnya .
Dan ketika aku sempat berkunjung ke
kota itu minggu lalu . Dalam ramainya
ruang pesta di balai kota, aku
tersenyum bersalaman dengan
penduduk kota. Berkata mengenalkan
diri , “ Namaku Jun. Aku pengelana hati.
Datang dari jauh mencari cinta. Adakah
gadis rupawan di kota ini yang masih
sendiri dan mau menghabiskan sisa
hidup bersamaku?” mereka menatapku
aneh sekali .
Seperti kalian sedang menatap
mahkluk dari galaksi lain .
***

mimpi-mimpi si patah hati
oleh Tere Liye




*ga kebayang efek dari alat itu kalo bener-bener ada.
Seperti semua alat yang kita imajinasikan bisa dikeluarkan dengam mudah oleh doraemon tapi rentetan akibatnya tentu belum tentu memberikan kebermanfaatan pada banyak orang.

Hmm...ga mau ada alat itu.
Published with Blogger-droid v1.7.4

tweets

Follow by Email

temen-temen

Ada kesalahan di dalam gadget ini

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget