08 Maret 2011

Saya dan penculikan

Saturday, March 05, 2011, 4:12 pm

Tadi jam 11 an nonton re-run nya Oprah Winfrey Show tentang penculikan anak-anak dan perempuan.

MasyaAllah… banyak banget kasus penculikan di sana.

Tadi itu ada yang setelah 18 tahun baru ditemukan kembali setelah dia diculik saat berumur 11 tahun di tahun 1991, dan terungkap agustus 2009, namanya Jaycee Lee D, dia diculik oleh kriminalis yang sudah pernah masuk penjara juga karna kejahatan seks, dan dia disekap di sebuah pondok kecil yang disana juga ada istri penculik yang juga rasanya tidak punya perasaan.

Ketika sang kriminalis yang schizophrenic ini mencoba mencari-cari perhatian polisi dengan menceritakan bahwa dia punya kasus yang FBI cari-cari belasan tahun lalu, tetapi yang mencurigakan adalah ia membawa 2 remaja kecil perempuan yang sangat ganjil sekali sikapnya, mereka hanya dia mematung, tidak seperti anak-anak lainnya. Pada akhirnya diketahui bahwa sang lelaki tadi itu dalam data kepolisian dia pernah memperkosa dan dia tidak punya anak, sedangkan dia mengaku ada satu anaknya lagi dirumah yang berusia 29 tahun dan kedua remaja kecil tadi memanggilnya 'father'. Untunglah polisi-polisi itu menyadari banyak hal yang ganjil dan langsung menelusuri ke akarnya, sampai pada akhirnya Jaycee yang sudah belasan tahun hidup menderita itu kembali pada keluarganya meski tidak dengan keadaan mental yang sama seperti sebelum ia diculik.


 

Innalillah… itu baru 1 kasus, masih ratusan foto lagi yang dipajang yang masih dalam pencarian, para keluarga yang kehilangan masih saja terus berharap dan mungkin ada juga yang sudah mengikhlaskan.


 

Itu memang kisah di amerika sana.

Bagaimana dengan di negri kita?

Tidak bisa menutup mata pada banyaknya anak jalanan dan perempuan yang menjalani seks komersil itu bukanlah keinginan mereka.

Bisa saja mereka sama nasibnya dengan anak malang yang diculik tadi, yang kemudian akan dipaksa untuk melakukan apa yang tidak mereka inginkan.


 

Ah dunia ini memang ada yang baik dan jahat.

Semampunya kita untuk tetap terus waspada.


 

Lalu ada apa dengan judul di atas?

Hoho iya…. Sampe lupa..

Kakak ce pernah bilang kalau ce pernah diculik.

Ga percaya?

ce juga tidak percaya pada awalnya.

Dan kakak ce meyakinkan bahwa ce pernah diculik ketika masih kelas 1 SD dulu, seharusnya sore itu ce sudah pulang dari mengaji di TPA Mesjid Nurussalam di Parupuk Tabing, tapi ce ga juga muncul-muncul di rumah.

Ya, memang biasanya ce ga pulang bareng Niwa, karna memang jarak usia kami 5 tahun, ketika itu beliau sudah kelas 6 SD, jadinya beda jadwal, dan ce pulang dengan Diah-teman sepermainan-.

Dan entah malam atau paginya dapatlah telpon di rumah tetangga (telpon satu-satunya di dekat rumah kami) kalau ce udah berada dirumah bapak ***** , dan mensyaratkan Apa ce untuk menuruti keinginannya untuk ce bisa kembali lagi ke rumah. Teman- teman yang biasanya pulang dengan ce pun mengaku bahwa sore itu ce dibujuk pergi oleh dua orang bapak-bapak naik mobil, dan mereka meski merasa ganjil tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Aih… kayak cerita gangster gitu..

Tapi emang bener, karna Apa ce waktu itu punya bisnis perumahan yang ada bersengketa dengan bapak itu dan bapak itu sangat culas, teganya menculik anak 6 tahun hanya untuk memudahkan urusannya.

Tapi Alhamdulillah, Allah memang Maha Baik, ce ga diapa-apain, hanya diculik untuk menggertak begitu saja, pada akhirnya ce besok-besoknya bisa tertelap nyenyak lagi dirumah tercinta. Dan ya.. walau setelah Ajo Piki meninggal dunia dan tidak ada lagi yang menemani ma'wo di Lubuk Alung makanya Ama dan Apa pindah ke LA begitupun juga ce, pindahlah sekolah, sedangkan niwa tetap di Padang, mungkin karena sudah lebih besar dari ce dan sudah bisa menjaga diri makanya diperbolehkan untuk tetap disana.


 

Heran lah sama para penculik-penculik itu (siapapun dan dimanapun itu) tidakkah mereka rasakan juga bagaimana sedihnya keluarga yang kehilangan belahan jiwanya?

Tidakkah mereka sadar bahwa mereka belum bisa menjamin kebahagiaan anak/perempuan yang mereka culik, bahkan hanya bisa memberikan kesengsaraan?


 

Dunia tak kan selalu berlaku manis pada semua orang

Ya, ini pun adalah ujian dari Nya, tapi kita pun wajib untuk ikhitiar untuk tidak terjadi hal-hal seperti itu.

Tidak boleh lengah dalam menjaga anak kecil, apalagi dalam keramaian dan di kota besar, hindari pulang terlalu malam ditempat-tempat yang rawan kejahatan, bekali diri dengan kemampuan untuk melindungi diri sendiri.


 

ps: pada akhirnya ce ngerti kenapa Niwa sangat-sangat melarang ce yang keras kepala untuk balik dari Cilegon ke Depok sendirian malam itu, karena sangat beresiko, harus naik angkot dulu di terminal Kampung Rambutan yang katanya disana antara orang baik dan orang jahatnya 50:50 , entah apa yang terjadi jika ce mengambil resiko itu.

Netbook….netbook…

Saturday, March 05, 2011, 5:26 pm

Kenapa harus netbook?

Karna butuh yang punya kapasitas memorinya lebih besar dari Lenovo y400 ce ini (yang hanya 80GB-an dan sudah penuh semua)

Karna sudah cape' angkat berat tiap hari dengan laptop 14" wide screen plus charger batrainya, tas ransel saya pun sudah minta ampun dengan itu, sebentar lagi akan putus.

Karna laptop ini sepertinya akan lebih berguna jika dihibahkan kepada abang saya dan istrinya.


 

Well…

Meskipun itu akan berarti…

Butuh berhemat lebih ketat lagi

Akan merelakan kalung itu

Akan merindukan Lenovo yang sudah cukup banyak dibuat menderita oleh saya, dibanting, ditumpahi air, dianggurin sampai pagi dengan mp3 menemani, diinstall ulang hingga belasan kali, dicekcoki flashdisk-flashdisk kotor (dengan full virus) takterhitung kali, dan yah… retak nya pun oleh saya. Maaf…,gomenasai…, afwan…., I'm so so so sorry…,aufwiedersehn mein komputer…

Akan lebih merindukan layar yang besar ini,keyboard yang juga besar ini yang sangat berguna untuk banyak hal ; desain grafis, desain web, bikin video, bikin tulisan-tulisan untuk blog ini, bikin presentasi untuk pleno kelompok 15, untuk adek-adek Ar Risalah belajar Photoshop,untuk mentoring, untuk nonton macam-macam (ah.. sangat merindukan hal ini, sudah lama sekali rasanya tidak nonton), untuk blogwalking yang lebih memuaskan mata.


 

Maka, akan memuaskan diri dulu untuk memanfaatkan laptop pertama ce ini yang sumbangsih dari hadiah beberapa lomba + cincin kado seventeen-an dari ma'wo.

Meski belum tau kapan akan beli netbook-nya, tapi semoga as soon as possible.


 

Ps: pernah berulang kali ketika SMP dulu melihat teman saya Nissa, punya computer dirumahnya, maka terbayanglah mimpi dibenak saya untuk bisa menabung dan juga membeli PC, tapi Allah mutlak Maha Baik, Ia mengizinkan saya untuk bisa membeli laptop ini dengan tabungan saya, meski bekas, tak mengurangi makna syukur itu ^_^.

Like this

Sahabat sejati

By UNIC

Kubiar kalam berbicara

Mengurai maksudnya dijiwa

Agar mudah ku mengerti

Segala yang terjadi sudah suratan Ilahi

Kubiarkan pena menulis

Meluahkan hasrat dihati

Moga terobat segala keresahan dijiwa

Tak pernah ku ingini


 

Aku telah pun sedaya

Tlah melukai hatimu

Mungkin sudah suratan hidupku

Kasih yang lama terjalin

Berderai bagaikan kaca

Oh teman maafkanlah diriku


 

*Oh Tuhan tunjukkan ku jalan

Untuk menempuhi dugaan ini

Teman maafkan jika ku melukaimu

Moga ikatan ukhuwah yang dibina ke akhirnya


 

Sahabat pertemuan dan perpisahan adalah ketentuanNya

Semoga kita tetap dalam naunganNya


 

Aku tak kan berdaya

Menahan ibanya rasa

Kau pergi meninggalkan diriku

Entahlah apa yang terjadi

Usahlah dikau kesali

Mungkin ada rahmat yang tersembunyi


 

Back to *


 

Ps: saya suka ini, tella juga suka ini.

Ukhti Hatimu Dijendela Dunia

Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang di idamkan bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan.

Ukhti…Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antunna sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu.

Ukhti…Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antunna sama dengan lembutnya ksasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.

Ukhti…Lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.

Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan. Atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi negatifmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.


Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang antuna dapatkan, ataukah antunna tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat.

Ukhti…Cantiknya wajahmumu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antunna sendiri, pernahkah antunna menyadari bahwa kecantikan yang antunna punya hanya titipan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antunna masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu.

Ukhti…Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan antunna hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.

Ukhti…Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina, pernahkah antunna menangis ketika mujahid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah antunna merasakan bagaimana rasanya berjihad yang di lakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan.

Ukhti…Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba antunna perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga antunna sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman. Mereka belum merasakan apa yang antunna rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antunna menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang antunna rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam.

Ukhti…Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada Sang Khalikmu, antunna adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus antunna lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….?

Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antunna membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di atas rata - rata akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu? lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu.

Ukhti…Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah antunna kalo kotak - kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan menghawatirkan, tidakkah antunna memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antunna masukan, maukah antunna di beri rizki sepelit itu?

Ukhti…Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin- kamis yang antunna laksanakan , kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksanakan. Tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastic, puasa ayyaumul bidh pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antuna? makanan fisik yang antuna pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.

Ukhti…Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antunna lewati, sikap ramahmu pada orang antuna temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader. Ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antunna tapi… antunnalah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.

Ukhti…Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rosulullah sebagai panutanmu.

Ukhti…Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah antunna senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat malammu?

Ukhti…Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antuna ketika sang mujahid akan segara menghampirimu.

Ukhti…Masih ingatkah antunna terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa "akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik", jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu.

Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu.

Ukhti…Muhasabah yang antunna lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antunna yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antunna tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlak busuk mu di lupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri? bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik.

Ukhti…Pernahkah antunna bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang antunna pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari isteri yang solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antunna mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah.

Ukhti…Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antuna, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang birruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan antunna akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah.

Ukhti…Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar.

Ukhti… Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah antuna menjaga izzah yang antuna punya, atau sebaliknya antuna bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antunna sendiri membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.

Ukhti…Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan isteri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan isteri yang solehah, siapkah antunna sekarang menjadi isteri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang?


 

Tulisan di atas jelas bukan tulisan ce, ce lupa pernah mengambilnya darimana, sotoy nya bukan dalam file web juga di save nya, maaf untuk tidak memberi link ke sumbernya.

Tulisan di atas, sangat keras, ah ya.. mungkin bagi hatinya sensitif akan luluh lantak untuk tamparan keras itu, tapi sepertinya itu perlu, untuk cambuk diri, untuk bisa lebih ikhlas lagi kedepannya, untuk menjadi lebih baik lagi, untuk bisa melepaskan hal-hal buruk itu dari diri, untuk … yah.. untuk itulah.. saya kehilangan kata-kata tiba-tiba.

03 Maret 2011

Bahagia itu…

Padang, Tuesday, March 01, 2011, 12:24 pm


 

Teman, bercitakah untuk hidup bahagia?

Tentunya


 

Banyak sekali teori yang berpanjang-panjang kata menuntun kita untuk mendapatkan bahagia itu

Lalu apakah ketika kita mempraktekkannya akan selalu bahagia?

Maybe yes, maybe no


 

Seketika tercetus bahagia

Ingin selamanya begitu saja

Tak ada air mata, tanpa galau melanda, tidak harus sakit kepala dengan masalah yang juga melemahkan gerak


 

Bahagianya anak-anak dan dewasa sepertinya berbeda

ya, kita memang akan tersenyum senang jika bahagia, pun mereka

Tapi riuhnya bahagia kita sekejap sudah digilas resah yang lain, tak sepolos mereka

Ya…. mungkin jalan untuk bahagia kita juga tak setulus mereka


 

Bahagia

Bersamanya tak pentingkan kuantitas, tetapi kualitas

Bersamanya tak khawatirkan kapan duka baru akan memudarkan segalanya

Bersamanya, baiknya selalu ketulusan menyertai


 

Bagiku

Bahagiaku, ada pada mereka

Ada pada sumringah senyum lepas mereka yang kucintai

Ada pada lepasnya sedih menggelayut dipikiran dan letih hidup mereka yang selalu membahagiakan hidupku


 

Bahagiaku tertinggi

Ada pada ridhoNya, insya Allah….


 

ps: ceracau ice sebelum tidur


 


 

28 Februari 2011

tentang hijab

definisi hijab : pembatas
yg kita bahas disini adalah membatasi pergaulan laki-laki dg perempuan

hijab vs ikhtilat

hijab>menjaga batasan2 sesuai syar'i

kalau dlm pandangan ulama,hijab bnyk lbh membahas ttg wanita

fungsi hijab :
1. menjaga aurat

2. ghadul bashar>
Allah mengkhususkan pada 2 ayat yg beruntun perintah untuk menjaga pandangan pada laki-laki pertama dan perempuan pd ayat berikutnya.

Pandangan mata itu adalah panah setan jika sengaja memandang yg haram

setiap bagian tubuh kita bisa berzina

barangsiapa yg menundukkan pandangannya demi Allah maka Allah akan menanamkan kpdnya nikmat yg melebihi dr kenikmatan mengumbar pandangan itu

laki-laki memang banyak sekali godaan utk terlihat yg sbenarnya tdk boleh dilihat dari perempuan2 yg beredar disekitarnya.
Dan perempuan lebih kpd godaan memandang wajah laki-laki yg menarik hatinya

sejauh mana dalam islam membatasi hubungan laki-laki dan perempuan?
: pada hal-hal yg tidak menimbulkan fitnah


ps: catatan singkat saat tidak membawa kertas dan pena ketika ta'lim, sekalian saja di hp, biar bisa di posting :)

26 Februari 2011

posting


just write sumthin

for the best posting ^_^


http://www.blogger.com/img/blank.gif
dan.... indonesia memilih (halah!)
jeng..jeng...jeng..
congrats for :
diah untuk tulisannya

cintya dengan tulisannya


tahul juga ...

dan
.
.
.
mumus :) ini...


karna teman2 benar2 menulis, walau sepatah dan terpatah-patah kata, haha :)

selamat...
dibawa pulang ke blognya masing2 ya..
caranya klik kanan aja foto award itu, lalu di save as atau copy link image, ntar upload di posting-an atau di banner blog nya..
terimakasih ^_^

kenapa saya suka blogging?

otw to padang
haha,memalukan sekali, udah lama ga apdet.
Terjebak di mikroblogging > fb- twitter , :p

tapi blog ini ga akan ditinggal kok
coz i love this n i need this

kenapa saya suka ngeblog?
Apa ya?
Karna saya pengen punya arsip cerita sendiri
karna saya suka berkreasi dg layout dan gadgetnya
karna saya suka blogwalkingnya
Karna saya punya mimpi untuk punya buku yg saya tulis sendiri,dan untuk itu saya harus memantaskan diri dg rajin menulis walau msh sesuka hati
karna saya pengen pny bnyk teman ><

masih bnyk sih alasan lain..
Tapi cukup sgitu dlu

ps: blogging itu mudah2 gampang, dan menyenangkan

13 Februari 2011

Ayo jalan [jalan] !

Bismillahirrahmanirrahiim

padang-tanggerang-depok-cilegon-depok-lebak bulus-?-jatinangor-dipati ukur-cimahi-tanggerang-padang

enuf \^^/
semoga bjalan lancar
semoga Allah memudahkan
:)
amin

ps:sudah bolehkah mimpi ketiga ce coret?
Oh,belum!

07 Februari 2011

Mangaluah – keluhkesah – sigh

Sunday, February 06, 2011, 11:44 pm

Qona'ah…

Wah ternyata sering melupakan hal itu

Sering tak puas dengan dipunya

Sering minta dilebihkan tapi sadar kalau itu tak mungkin


 

Qona'ah > Memang amalan hati

Automatically , ini berhubungan dengan kabarnya si iman kita

Apakah lagi baik-baik saja atau lagi dehidrasi, kering, bikin semuanya tak bersemangat, bikin semuanya terasa berat, bikin semuanya tak adil, semua yang datang itu tak baik

Kenapa dia begitu? Saya begini?

Kenapa hanya segini? Bukan seperti itu?


 

Ah.. manusia tidak pernah puas


 

Allah sudah mencukupkan, sesuai dengan standar terbaikNya untuk kita

Ingat, TERBAIK !

Lalu apa yang kita ga mau terima?


 

Jika memang tak sanggup bertahan membersamai qona'ah maka si keluhkesah akan dengan senang hati mendampingi kita

Apa pun bisa dikeluhkan

Mulai dari cuaca yang tidak baik

Orang-orang yang tidak ramah

Atau bahkan mengeluh dengan keadaan fisik sendiri yang (sekali lagi) sudah Allah cukupkan, sesuai standar terbaikNya


 

Saya ingin sekali mereduksi keluhkesah saya yang tidak penting itu, yang tanpa disadari terucap dan membuat beberapa hati terluka atau hanya sekedar tidak suka.

Pun ketika menemui orang yang berkeluhkesah, tidak baik untuk mengabaikan penyakit hatinya itu (entah akut atau kronis, terserah), maka bantulah dengan 3 modal ; perbuatan, lisan dan do'a


 

Mari jauhi mengeluh yang bikin hati rusuh ^_^

teladan *edisi ke 2

2 tahun yang lalu ce bercerita teladan juga, teladan yang baik, tapi sekarang, sepertinya ini bukan teladan yang baik, ah bukan, tetap saja, mereka teladan yang baik yang kami bisa ambil hikmah dari kesalahan yang mereka sudah terlanjur lakukan. semoga ce dapat memetik hikmahnya, dan teman2 juga... ^^

teman, bagaimana caranya dulu ketika teman baru belajar berbicara? menulis? memasak?
dari meniru kah?
kebanyakan orang iya, belajar dari meniru

meski tau teori, kalau tak tau praktek yang sebenarnya, banyak hal yang tidak bisa dilakukan tanpa meniru.

ok, ce pun banyak sekali meniru, baik itu positif atau negatif

berjilbab pun meniru; meniru buku, meniru teman, meniru senior
jadi 'aktivis dakwah sekolah' juga meniru ; pada senior tentunya
hingga sekarang

kita senang kan kalau ternyata yang kita tiru itu adalah kebaikan, hati kita yang fitrah memang condongnya pada kebaikan, tapi bagaimana caranya bisa sempurna beralih pada kebaikan tentu perlu proses dan andil hanya hal.
ce akui ce bersyukur bisa meniru hal yang baik. dan Alhamdulillah Allah pun memudahkan untuk jalan itu, kalau tidak dengan inginNya,mustahil.

tapi, teman
pernah teman kecewa jika figur yang teman tiru ternyata melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang teman tiru darinya dahulu, dan itu tak baik.
meski memang setiap manusia boleh melakukan perubahan, tapi apakah teman-teman rela jika orang yang kita tiru itu berubahnya bukan pada hal yang baik? sepertinya tidak.

begitu pun ce.

ce pernah punya sepupu yang ce anggap luarbiasa
dari SMA sudah berprestasi,aktivis dakwah, santun, agamanya baik, jilbabnya sesuai syari'at, masuk FK pula. kerenlah dimata ce pokoknya.
singkat cerita, perubahan itu juga melanda sepupu ini, perubahan yang dahsyat.
perubahan ketika ko-ass
perubahan yang membuat ce tak mengenali foto wisudanya, bahkan ketika bertemu langsung.
tak ada lagi kaus kaki-manset
tak ada lagi baju longgar yang tidak membentuk lekuk tubuh
tak ada lagi jilbab yang menjulur ke dada
yang ada malah ia menggandeng seorang lelaki yang 'akan' menjadi suaminya.

ok, sejak saat itu, stigma ce terhadap fk cukup buruk
ce anggap fk yang membuat sepupu ce itu berubah seperti itu, tapi tak pun ke arah yang baik ce rasa

ce lupakan cita-cita iseng jadi dokter
apalah gunanya jadi dokter kalau harus merubah hal-hal yang prinsip seperti itu? (sengaja bikin di blog ini, jaga-jaga, kalau ce pun sudah terhanyut dibawa arus perubahan, setidaknya ini cambuk ce, agar melakukan apa yang ce katakan)
apa ada berkahNya kalau ternyata semakin membuat jauh dariNya dan mengejar dunia aja?

jujur, sepupu ce membuat ce kehilangan selera untuk masuk FK
hehe padahal bukan FK nya yang salah ya? oknum.. oknum...
maaf ya FK ce terdjinta.. ^,^

sekarang setelah 'terjebak' di FK
wah..wah... ternyata setelah dilihat-lihat dunia ko-ass benar-benar menyeleksi ketat
siapa yang bertahan, siapa yang berguguran

tapi meski maklum dengan fenomena itu
tetap saja tidak relaaaaaa T.T
jika senior ce yang ce kenal baik akhlaknya, baik tutur katanya, baik penampilannya, baik persaudaraannya pada akhirnya memilih untuk berubah.
masalahnya berubahnya bukan pada arah kebaikan.

ah, ce jadi kepikiran..
apa yang terpikir oleh junior-junior mereka yang meniru kebaikan mereka yang tidak mereka lakukan sekarang?
apa yang terpikir oleh orang-orang yang tergaet mendekatkan diri kepada Islam melalui propaganda mereka? meski hidayah itu milik Allah, bisa saja mereka yang menjadi perantara.

pasti sedih
pasti kecewa
pasti tidak rela

kakak-kakak , abang-abang...
janganlah berperilaku menyimpang juga lagi..
udah bener yang dijalani dari dulu itu..
janganlah merendahkan kehormatan dan kemuliaan dengan kata-kata yang tidak santun itu lagi...
lisan maupun lewat status
jika tak kuat menahan rasa suka, jangan nekat-nekat bermain api juga lagi, Allah cemburu dengan hubungan ilegal kakak-abang..
jika lagi gersang imannya, janganlah lari dari lingkaran kecil itu dulu, cari solusinya, walau sudah ga sempat preventif, kuratif pun bolehlah, dari pada palliatif?

ya Allah, ampuni hamba untuk segala khilaf yang hamba dan saudara/i hamba perbuat
tegur ya Rabb, jika sekali-kali kami nakal
kakak-kakak, abang-abang
kami sayang sama kalian, uhibbukum fillah...
mohon jika tersinggung sekarang, esok-esok.. maafkanlah ce ya..

22 Januari 2011

Cardiovascular test (in English)

173. Which one of the following ECG components varies with heart rate?
a. PR interval
b. QRS duration
c. ST segment
d. QT interval
e. QRS voltage
174. Which of the following cardiac parameters decreases during pregnancy?
a. Cardiac output
b. Stroke volume
c. Heart rate
d. Blood volume
e. Systemic vascular resistance
175. Which of the following occurs during systole?
a. Blood passes from atria into the ventricles
b. The atrioventricular (AV) valves are open
c. Rapid ventricular filling occurs
d. The ventricles contract
e. Atrial contraction propels final proportion of blood into ventricles
176. Cardiac output, the volume of blood ejected from the ventricles in
1 minute, is equal to which of the following?
a. The product of heart rate and stroke volume
b. The product of contractility and preload
c. The difference between preload and afterload
d. The product of heart rate and preload
e. The difference between contractility and afterload
Review the Frank-Starling curve to answer questions 177–179.

177. Curve A corresponds to which of the following?
a. A patient in congestive heart failure
b. A patient with normal left ventricular function who is receiving intravenous
dobutamine as part of a diagnostic study for ischemia
c. A patient in congestive heart failure due to diastolic dysfunction
d. A normal person whose stroke volume increases as preload increases
e. A patient with congestive heart failure treated with a positive inotrope
178. Curve B corresponds to which of the following?
a. A patient in congestive heart failure treated with a positive inotrope
b. A patient in congestive heart failure due to systolic function
c. A normal person whose stroke volume increases as preload increases
d. A patient with normal left ventricular function who is receiving intravenous
dobutamine as part of a diagnostic study for ischemia
e. A patient in congestive heart failure due to diastolic dysfunction
179. Curve C corresponds to which of the following?
a. A patient in congestive heart failure due to systolic dysfunction
b. A normal person whose stroke volume increases as preload increases
c. A patient with normal left ventricular function who is receiving intravenous
dobutamine as part of a diagnostic study for ischemia
d. A patient in congestive heart failure due to diastolic function
e. A patient in congestive heart failure treated with a positive inotrope
Review the left ventricular pressure volume loop to answer questions
180–183.


180. Which of the following represent the mitral valve opening?
a. Point A
b. Line A–B
c. Point B
d. Line B–C
e. Point C
181. Which of the following represent the mitral valve closing?
a. Line A–B
b. Point B
c. Point C
d. Line B–C
e. Point D
182. Which of the following represent the aortic valve opening?
a. Point A
b. Line B–C
c. Point C
d. Line C–D
e. Point D
183. Which of the following represent left ventricular ejection?
a. Point A
b. Point B
c. Line B–C
d. Line C–D
e. Point C
Review the diagram of an ECG tracing for questions 184–187.


184. Which of the following would represent left or right atrial enlargement
on a surface electrocardiogram?
a. Wide or tall P wave
b. Wide or tall T wave
c. A prominent U wave
d. An elevated J point
e. A large QRS voltage
185. Which of the following is often noted during hypokalemia?
a. Prominent P wave
b. Prominent QRS complex
c. Long Q–T interval
d. Prominent U wave
e. J point elevation
186. Which of the following represent repolarization of the ventricles?
a. P wave
b. QRS complex
c. T wave
d. J point
e. U wave
187. Which of the following would widen if a bundle branch block were
present?
a. P wave
b. QRS complex
c. T wave
d. J point
e. U wave
188. A normal frontal plane QRS axis is
a. 90degreeto 180degree
b. −30to −90
c. −30to 90
d. 0to 150
e. 0to 90
189. Which of the following associations is correct?
a. Hypokalemia: shortened Q–T interval
b. Hypercalcemia: long Q–T interval
c. Hypercalcemia: flattened T waves
d. Hypocalcemia: U waves
e. Hyperkalemia: peaked T waves

Risalah hati


Entah dimulai darimana

Entah…

Saran klasik, maka mulailah dari apa yang kamu rasakan sekarang

Entah juga

Baiklah

Setidaknya ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh sahabat ce ttg hal2 yang patut diubah dari diri ce.

Tahukah kawan…

Dikritik itu memang pada awalnya nyelekit, bikin perih, apalagi kalo kita ga menyangka bahwa itu yang dipikirkan oleh orang kita anggap dekat, orang yang kita rasa sudah memahami kita.

Ce sepertinya bukan orang yang tegar, kuat membendung kenaifan diri, kokoh membendung airmata, tidak, tidak sama sekali ternyata.

Ego(id, I mean) dan rasionalitas berkecamuk,

Huufff..

Berat, berat sekali rasanya

Sesak menahan rasa sesal - kesal, bersalah - menyalahkan, haru - sedih, harap – khawatir….

Berbaur, pun ikut meleleh bersama airmata, aduh cengeng sekali.

Sesal karena seringkali lidah ini menyakiti, sesal karena seringkali diri ini masa bodoh terhadap orang-orang yang sepatutnya ce beri perhatian, sesal karena seringkali sok tau, sesal karena tidak bisa memahami mereka.

Kesal, siapa yang tidak kesal dengan ketidakterusterangan itu? Kesal dengan mereka pun tanpa sengaja sering menyakiti ce. Kesal, tidakkah mereka mengerti ce inginkan kebaikan untuk mereka, bukan sebaliknya.

Bersalah, untuk semua ketidakmanisan sikap ce, untuk keapatisan ce, untuk memberikan celah untuk membicarakan keburukan ce dibelakang ce, untuk diri ce yang menyebalkan-membuat stress-tidakenakdipandang-komen2 ga penting c.

Menyalahkan, ah… mereka juga seperti itu *tsaaahh…. Pembelaan diri macam apa ini? Kanak-kanak sekali

Haru, hmm.. ternyata mereka masih peduli, walau dengan bentuk ketidaksenangan mereka.

Sedih. gila! yang berputar-putar dibenak ce hanyalah :

" I'm the worst friend, worst! Worst! And worst! "

sedih.. sedih karna merasa sudah gagal menjadi pribadi yang memberikan banyak kebermanfaatan, sedih karna hanya menjadi hal yang mereka hindari, sedih karna selama ini mereka anggap ce seperti itu. (aduh, ce lagi pake kalung jahatnya Dolores Umbridge ya? Kenapa sebegini larut dalam kenaifan?)

harap….

Setidaknya ce udah tau, seberapa mengerikan ce dimata mereka, seberapa jahatnya kata-kata ce, seberapa dihindarinya seorang ice.

Setidaknya masih ada nyawa,

setidaknya masih ada detik tersisa,

setidaknya mereka belum memberi kartu merah bagi ce untuk berhenti dalam permainan hidup bersosialisasi ini,

setidaknya mereka (dalam pikiran positif ce) tidak berfikir untuk menjauhkan ce dari kehidupan mereka (kalau menghindari, mungkin saja),

setidaknya ce masih punya kesempatan untuk berubah, setidaknya ce masih punya akal sehat untuk tidak lagi mengulangi kesalahan-kesalahan ce.

Dan setidaknya, hubungan ini, kami bangun dalam ukhuwahfillah –mereka bilang seperti itu --.


 

Khawatir, jika saja ce masih tergelincir untuk mengulagi kesalahan itu, jika saja luka yang pernah ce buat membentuk jaringan parut dihati mereka lalu bekas itu bisa diungkit kapan saja, jika saja … ce tidak punya cukup waktu untuk memperbaiki itu semua…..


 

Aku tahu ku tak kan bisa

Menjadi seperti yang engkau minta

Namun selama, aku bernyawa aku kan mencoba

Menjadi seperti yang kau minta

Soal kardiovaskuler

Sumber : kumpulan soal UKDI (http://www.dokternida.blogspot.com )
1. Pria 60 tahun datang dengan keluhan sesak nafas, terasa semakin berat, tidak ada riwayat
sakit ginjal. RO thorax= pembesaran jantung. TD=160/90, N=100x/menit, RR=24x.menit.
Suara nafas tambahan (-), oedema (-), Pemeriksaan tambahan untuk menegakkan
diagnosa?
a. darah urin rutin d. EKG/ ECG
b. ureum, creatinin, elektrolit e. Ro thorax
c. AGD, tes fungsi paru

2. Hipertensi, kolesterol tinggi, HDL rendah, trigliseride tinggi, obatnya?
a. captopril + simvastatin

3. Pria 65 tahun, DM tidak terkontrol, tidak sadarkan diri, TD=140/85 kulit kering dan luka di
ujung jari kaki. Kemungkinan diagnose?
a. KAD c. Hipotiroid e. hipoglikemi
b. DM d. hipertiroid

4. Seorang wanita hamil dating ke dokter untuk melahirkan, umur kehamilan 40 minggu.
Setelah melahirkan terjadi perdarahan, TD 140/90 mmHg, nadi 120 kali/menit. Pada wanita
ini terjadi:
a. Syok septik c. syok hipovolemik
b. syok kardiogenik d. syok anafilaktik

5. Seorang anak laki-laki, 8 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mengorok Sejak1
tahun yang lalu, hilang timbal. Pada pemeriksaan fisik tonsil T3-T2b, tidak hiperemis, cripta
membesar, tidak ada detritus. Kuman apa yang penyebab penyakit di atas, yang toksinnya
dapat menimbulkan komplikasi glomerulonefritis atau miokarditis?
a. Staphylokokus aureus d. Morexella catharalis
b. Streptokokus B hemolitikus e. Psedomonas aerogenosa
c. Pneumokokus

6. Seorang karyawan, 45 tahun mengalami hipertensi. Pada waktu diperiksa pasien
mengeluh sakit kepala sebelah dan tangan gemetar. Terapi yang sesuai?
a. Alfa bloker c. Kalsium bloker e. Diuretik
b. Beta bloker d. ACE inhibitor

7. Seorang pasien menderita hipertensi, mengalami atrofi otot, acites, terdapat edema pada
kaki, hepatomegali, JVP meningkat. Apakah obat yang sesuai untuk pasien ini?
a. Aldosteron c. Beta bloker e. Loop diuretik
b. Angiotensin II d. Tiazid

8. Obat antitrombosis:
a. verapamil c. ISDN
b. diltiazem d. klopidogrel
9. Seorang laki-laki berusia 24 tahun dirujuk ke unit gawat darurat rumah sakit setelah
tertusuk benda tajam di thoraks anterior pada sisi medial papilla mamae sinistra. Pada saat
tiba, diketahui tekanan darah = 70/50 mmHg. Vena-vena leher tampak melebar.Suara
pernafasan vesikuler normal pada kedua paru. Dari pilihan jawaban di bawah ini, step
pengelolaan berikutnya yang paling tepat adalah:
A) Foto Sinar X Thoraks
B) Intubasi endotracheal
C) EKG
D) Insersi tabung pada cavum thoraks sebelah kiri.
E) Perikardiosentesis
Jwb: A
10. Pria, 38 th, 2 mgg ini merasakan kaki kirinya terasa sangat nyeri saat tidur. sebenarnya
dirasa sakit sejak 1 tahun belakangan, namun hanya dirasakan bila berjalan. Penderita
mengeluh jarak tempuh makin lama makin pendek dan sering berhenti karena nyeri. Bila
istirahat nyeri hilang. Penderita seorang perokok berat. PF secara umum normal, pada
eks. inf. sinistra tidak teraba pulsasi a. dorsalis pedis dan tibialis posterior. pemeriksaan lab
normal.
Manakah diagnosis yg paling mungkin?
A. Acute arterial occlusion -> tdk mgkn akut sdh 1 thn
B. Thromboangitis obliterans
C. Diabetic arteriopathy
D. Chronic arterial thrombosis
E. atherosclerotic peripheral arterial occlusive disease
Jwb: B
11. Apa tanda dan gejala terpenting dari Volkmann's ischemic:
A. Pallor C. Swelling E. Pain
B. Coolness D. Numbness
Jwb: E
12. Wanita 35 tahun, tungkai kanan bengkak sejak 2 thn lalu, tidak nyeri. diagnosa paling
mungkin?
A. deep vein thrombosis C. Limfedema E. Edema
B. Lipedema D. Edema statis
Jwb: C
13. Satu hari setelah perbaikan terhadap ruptur aneurisma aorta yang dilakukan dalam
keadaan emergensi, seorang pria berusia 66 tahun menghasilkan urine sebanyak 35 mL
selama perioda 4 jam, sebuah kateter foley masih terpasang. Dia menerima 14 unit darah
selama operasi. Suhu C (100 F), tubuhnya 37.8°tekanan darah 104/68 mmHg, dan nadi
126x/menit. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya edema perifer yang luas. Suara
jantung normal. Pada pemeriksaan dengan auskultasi suara paru terdengar bersih. Perut
teraba lunak. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan: Hematocrit 27%, Serum Na+
143 mEq/L, K+ 5.0 mEq/L, Urine Na+ 6 mEq/L. Manakah dari pernyataan di bawah ini
yang merupakan penyebab oliguria yang paling tepat untuk pasien tersebut?
A) Gagal jantung D) Renal artery thrombosis
B) Hypovolemia E) Transfusion reaction
C) Occluded Foley catheter
Jwb: B
14. Penyebab asites dan udem tungkai pada pasien decomp cordis kanan? Peningkatan
tekanan vena cava
15. Hipertensi TD : 170/100. berdasar JNC VII ? HT St. II
16. Laki-laki 43 tahun mengeluh sesak nafas setelah menaiki tangga. Keluhan ini sudah
dialami sejak 1 bulan yang lalu. Sesak berkurang bila istirahat. JVP meningkat, bising
jantung (+). Diagnosis kelainan di atas adalah
a. Kompensasi jantung d. Atrial fibrilasi
b. Dekompensasi ventrikel kiri e. Ventikel fibrilasi
c. Dekompensasi ventrikel kanan
17. Wanita hamil 32 minggu mengeluh sesak nafas, bengkak di kaki (+), parameter lainnya
normal. Pada pemeriksaan urin, dijumpai protein +. Bagaimana hal ini bisa terjadi
A. Peningkatan tekanan osmotik plasma D. Sumbatan aliran darah
B. Penurunan tekanan hidrostatik E. Retensi garam oleh ginjal
C. Pemindahan cairan intravaskuler
18. Wanita 30 tahun, sering berdebar, gemetar, berkeringat. Pada pemeriksaan fisik: denyut
jantung meningkat, eksoftalmus, tremor, laboratorium: T meningkat, TSH menurun, EKG
AF. Apa yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung pada pemeriksaan?
A. Hambatan pengisian darah ke ventrikel
B. Kebutuhan metabolik tubuh
C. Tamponade jantung
D. Regurgitasi katup trikuspid
E. Infarct miokard
19. Laki-laki 58 tahun mengeluh nyeri dada yang menjalar ke dagu dan lengan kiri setelah
makan siang. Nyeri yang sama kurang lebih 1 minggu yang lalu. Nyeri kurang lebih 5
menit, yang hilang saat istirahat, tekanan darah 120/70, nadi 100x/menit, T=37°C, TB=154
cm, BB= 71 kg. Diagnosis keadaan di atas adalah
A. Pleuritis D. Ulkus peptikum
B. Pneumonia E. Refluks esofagus
C. Angina pectoris
20. Laki laki gemuk 40th perokok masuk RS 3jam sebelum dirawat. Nyeri dada kiri mendadak
saat mendorong mobil. Nyeri hilang timbul lamanya 30mnt menjalar ke lengan. DM+ saat
usia 32 tahun.minum obat tidak teratur. Pmx fisik TD 170/90, nadi 96x/mnt. DX
a. Miocarditis d. Pleuritis
b. Infark miocard acute e. Kanker paru kiri
c. Pneumothorax
21. Laki-laki 50 thn riwayat Ca paru, mengeluh sesak nafas dan batuk2. foto thorak gambaran
jantung seperti botol. EKG jantung berayun di dalam ruang pericardia. Apakah penyebab
sesak nafas yang paling mungkin
a. gagal jantung d. kardiomegali hipertrofi
b. tamponade jantung e. perikarditis akut
c. kardiomiopati dilatasi
22. Pria 75 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada kedua tungkai sejak 3 hari
yang lalu. Pada autoanamnesa dikatakan bahwa pasien menghabiskan sebagian besar
waktunya berbaring di tempat tidur, makan sedikit-sedikit dan ada riwayat hipertensi. Tes
undulasi +, atrofi otot tungkai, hepar teraba 3 cm di bawah arcus costae, JVP meningkat,
kadar albumin normal. Diagnosa?
a. gagal jantung c. gagal ginjal e. imobilitas umum
b. gagal hati d. malnutrisi
23. Pria 65 tahun, DM tidak terkontrol, tidak sadarkan diri, TD=140/85 kulit kering dan luka di
ujung jari kaki. Kemungkinan diagnose?
a. KAD c. Hipotiroid e. hipoglikemi
b. DM d. hipertiroid

Cobalah pantau penyebab kita terpukau

Sumber : http://www.annida-online.com/bianglala/cobalah-pantau-penyebab-kita-terpukau.html?pageID=1

Wah…. Kangen banget baca AnNida yang versi majalah nih…

Terpukau? Apaan tuh!

Sobat Nida, pernahkah kamu merasa terpukau pada sesuatu?

Eit, jangan salah! Terpukau itu maksudnya bukan sekedar melongo sambil melotot takjub terus ngiler (iih... jorki), tapi lebih dari itu, terpukau berarti juga terbius.

Pernah baca kisah Nabi Yusuf dalam Al-Quran? Atau setidak-tidaknya mengetahui ceritanya deh. Itu loh... adegan saat para wanita yang sedang memegang pisau untuk mengiris buah yang dihidangkan Zulaikha, tiba-tiba saja tanpa sadar melukai tangan mereka sendiri begitu melihat kedatangan Nabi Yusuf. Ajaibnya... tanpa anestesi alias obat bius merek apa pun, para wanita itu sama sekali tidak merasa kesakitan meski jemari dan tangan mereka tersayat pisau. Bahkan mereka begitu terpesona menatap Yusuf sampai-sampai mengira tengah melihat malaikat turun ke bumi.

Terasa lebay? O..ow, itu kisah nyata loh. Coba cek sendiri di Al-Quran surat Yusuf, dan rasakanlah sensasi terpukau yang sungguh mengerikan. Ternyata ketika kita sedang terpukau, kita bisa benar-benar lupa diri, bahkan menyakiti diri sendiri pun tak terasa. Itulah keadaan terpukau alias terbius yang dialami oleh para wanita kala itu saat melihat paras tampan Nabi Yusuf.

"Yee... itu kan dulu, zaman sekarang belum pernah gw lihat orang yang terpukau sampai sebegitunya. Paling banter kepentok tiang listrik atau jatuh kesandung karena meleng."

Sobat Nida, boleh saja kita merasa tidak pernah terpukau berlebihan saat melihat paras rupawan atau body aduhai dari lawan jenis, tapi jangan lupa... terpukau bukan sekadar perkara menatap lawan jenis saja. Ada seribu satu hal lain yang mungkin selama ini telah membuat kita terbius tanpa sadar.

Butuh contoh? Oke, mari kita teliti beberapa hal berikut:

Facebook dan kawan-kawannya

Hayyo ngaku... pernahkah kamu ber-FB ria sampai lupa makan, lupa ke WC, lupa tidur? Bukankah dengan demikian sesungguhnya kamu sedang menyakiti diri sendiri tanpa sadar? Artinya kamu sedang terbius, terpukau.

Lagu OnlineSaykoji bisa dengan jelas memperlihatkan betapa gilanya orang-orang ketika terpukau dengan dunia maya. Rela tidur telat, bangun pagi-pagi, ngebuka facebook meski masih ngantuk, siang-malam selalu menatap layar terpaku untuk online-online! Kerasa kebangetan nggak sih?

Ini bukan berarti nge-net atau FB itu buruk, asal tidak berlebihan dan masih dalam taraf kewajaran, oke kok.

Fashion dan kawan-kawan

Nah, mungkin yang ini lebih banyak dialami kaum wanita. Pernahkah kamu belanja ngiterinmall sampai lupa waktu? Badan sudah pegal, kepala sudah pening, mata sudah berat, tapi tetap saja kamu rela terus menyidik setiap toko untuk berburu barang-barang terbaik: baju yang paling oke, sepatu yang paling fashionable, tas yang terkeren, hape yang tercanggih.

Kamu begitu terpukau dengan barang-barang yang dipajang di tiap etalase toko itu sampai-sampai lupa diri, otakmu terbius.

Games

Saat ini games sudah ada dalam genggaman, tidak hanya di warnet atau di komputer rumah. Lewat HP pun kita sudah bisa men-download . Sadar atau tidak, kita bisa dibuat terpukau akibat permainan tersebut: Lupa waktu, lupa segalanya.

Atau, kita bisa juga terpukau oleh berbagai permainan yang ditawarkan di Timezone dan tempat lain sejenisnya. Bukan hanya lupa waktu, bahkan kita bisa lupa berapa banyak logam yang telah kita masukkan ke dalam mesin-mesin pemakan uang itu. Kita benar-benar terbius.

Film, Sinetron, atau Tayangan Teve

Satu lagi hal yang mungkin bisa bikin kita lupa diri adalah saat menonton. Saking serunya, kita sampai-sampai meng-cancelaktivitas lainnya yang bisa jadi jauh lebih penting. Hmm...

            Bagaimana sobat Nida? Sudah bisa membayangkan model terpukau zaman sekarang? Weit, jangan sangka pembahasan kali ini enteng. Coba simak terus bianglala ini hingga titik terakhir!

Terpukau, So What Gitu Loh?

Memangnya kenapa kalau kita terpukau? Nggak boleh?

Hmmm... sabar dulu dong, Sobat sekalian! Ini bukan masalah boleh atau tidak boleh, karena lain orang tentu lain kasusnya, yang bisa tahu vonisakhir boleh atau tidaknya melanjutkan terpukau pada sesuatu adalah diri kita sendiri, makanya penting untuk memantau penyebab kita terpukau.

Terpukau bisa membawa beberapa dampak buruk, antara lain:

1. Hilangnya produktivitas

Iya dong, ketika kita terpukau otomatis kita terbius sampai lupa waktu. Akibatnya, kita mengabaikan kewajiban kita dan kepentingan-kepentingan lain. Misalnya, saking asyiknya nonton acara musik atau mengikuti perkembangan gosip selebriti terbaru di teve, kita sampai hilang konsentrasi belajar, hilang fokus saat mengerjakan tugas. Waktu dan energi terbuang begitu saja untuk hal yang tidak produktif. Kita keasyikkan sampai-sampai lupa bahwa kelahiran kita di muka bumi ini bukan sekadar untuk menjadi penonton!

2. Terbiasa menuruti nafsu, cenderung lebay

Sekali kita terpukau pada sesuatu, biasanya akan ketagihan, dan kita bisa melakukan apa pun untuk memenuhi rasa "nagih" itu, persis orang sakawalias kecanduan. Misalnya terpukau pada facebook, saking lupa dirinya, sampai-sampai kita kepengen di mana pun dan kapan pun membuka facebook, meng-updatestatus, menambah foto dan video terbaru, bermain permainan-permainan seru yang ditawarkan, chatting-chattingan. Bukan sejam-dua jam, tapi hampir sehari semalam, dari mata terbuka sampai tertutup lagi. Hingga pulsa habis pun tidak masalah, sampai kantong jeblogpun oke-oke saja. Padahal pekerjaan kita masih banyak yang lainnya. Kita tidak sadar bahwa yang menyuruh kita melakukan itu sebenarnya adalah nafsu. Akhirnya kita terbiasa memperturuti hawa nafsu. Nah kan, ternyata hal yang positif sekalipun bisa berubah menjadi negatif ketika nafsu sudah ikut campur.

 3.  Menzalimi diri sendiri

Sama seperti para wanita di zaman Nabi Yusuf yang melukai tangan sendiri dengan pisau tanpa sadar, terpukau juga bisa membuat kita menganiaya diri sendiri. Contoh, saking terpukaunya dengan game online, mata yang sudah mengantuk tetap kita paksakan untuk terbuka. Perut yang sudah berbunyi tetap kita cuekin. Bukankah ini berarti menyakiti tubuh sendiri?

 4.  Merembet pada perbuatan syirik

Sobat Nida, yang paling berbahaya dari terpukau ini adalah... bisa-bisa apa yang kita kira biasa saja, tidak berdosa, bahkan kita anggap sebagai sesuatu yang hebat dan membanggakan, ternyata menjadi penyebab murkanya Allah pada kita.

Jangan lupa definisi syirik, yaitu menduakan Allah dengan makhluk-Nya. Ketika kita terpukau pada sesuatu sampai-sampai mengabaikan kewajiban kita terhadap Allah, seperti lupa shalat... atau menunda waktu shalat. Bukankah artinya kita tengah menduakan Allah?

Kalau demikian, jangan salahkan siapa-siapa kalau hidup terasa jadi sempit, banyak masalah, banyak derita. Bukankah Allah sudah nyatakan dengan jelas bahwa Ia memaafkan dosa apapun selain menduakan-Nya! Mestinya kita selalu ingat bahwa Allah Mahacemburu! Lebih cemburu daripada seorang istri terhadap suaminya yang melirik wanita lain!

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh seseorang yang cemburu? Marah habis-habisan tentu saja, atau paling parah... meninggalkan pihak yang telah menduakannya. Terus, bagaimana dong jika gara-gara terpukau pada makhluk-Nya, kemudian kita malah ditinggalkan oleh Allah?

Maka pantaulah penyebab kita terpukau! Apakah keterpukauan kita itu telah melebihi kadar yang normal? Apakah kita sampai mengabaikan kewajiban kepada Allah ketika sedang terpukau pada sesuatu selain-Nya? Kalau iya, maka cepat-cepatlah bertobat! Mungkin keterpukauan kita yang berlebihan itulah yang membuat hidup kita sial terus-terusan.

Bukankah segala keburukan yang menimpa diri kita kebanyakan disebabkan oleh tangan kita sendiri? So, hati-hatilah ketika terpukau! Pada apapun dan pada siapa pun.

Terpukau yang Berbeda

            Sobat Nida, jangan salah paham dulu! Tidak selamanya terpukau itu buruk dan harus dihindari. Ternyata masih ada satu jenis terpukau alias terbius, tapi bentuknya benar-benar berbeda dan malah sangat berguna untuk membantu kita melupakan segala kesakitan dan kelelahan yang kita rasakan dalam hidup ini.

            Terpukau yang satu ini telah dicontohkan dengan baik oleh salah seorang sahabat Rasulullah, Bilal.

            Coba bayangkan betapa nelangsanya seorang Bilal! Karena murka atas keislamannya, majikannya menyiksanya tanpa ampun. Tubuh Bilal yang sudah hitam, kian bertambah legam karena dipanggang langsung di bawah terik matahari padang pasir. Bayangkan, Sobat Nida, betapa menderitanya fisik Bilal! Jangankan terik mentari di padang gurun, panas matahari di Jakarta saat musim kemarau saja sudah bisa membuat kita mengeluh panjang lebar kali tinggi. Di saat seperti itu, kita bahkan rela melakukan apapun demi untuk mendapat terpaan sejuk angin, dan lebih asyik lagi kalau ditambah segelas air es.

            Bilal juga bisa mendapatkan kebebasan semacam itu, syaratnya mudah saja... cukup dengan mengakui bahwa Tuhan itu hanya satu. So simple? Hanya dengan berucap seperti itu, Bilal tidak akan lagi terpanggang matahari dan ditindih dengan batu besar di atas badannya. Akan tetapi dengarkanlah suara erangan dari bibir Bilal...

            "Ahad! Ahad!" (satu! Satu!)

            Bilal tetap keras kepala mengatakan bahwa Tuhan itu esa, membuat siapa pun yang mendengarnya akan merinding sembari keheranan.

            Obat bius macam apakah yang sudah disuntikkan pada tubuh Bilal?

            Ya, Sobat Nida... sesungguhnya Bilal sudah benar-benar dalam keadaan terpukau, stadium akhir pula. Ia sampai mati rasa, tidak ada lagi baginya rasa sakit dan duka, salah besar kalau kita merasa kasihan pada apa yang menimpa Bilal! Justru harusnya kita terbakar rasa iri.

Saat itu, yang menderu dalam dada Bilal hanyalah kebahagiaan tak terperi, ia lupa apa yang namanya panas atau berat, karena ia telah begitu terpesona akan keagungan Allah. Jangan bayangkan Bilal adalah seorang budak bodoh yang cari mati! Ia hanya seorang pemuda yang sudah terlalu terpukau pada penciptanya, sehingga terlepaslah segala kesusahan dunia untuknya. 

Bagi Bilal, fisik bukanlah apa-apa! Tidak ada yang istimewa dari hal-hal bersifat fisik, apalagi sampai membuat terpukau. Setampan atau secantik apa pun wajah seseorang, toh akan jadi santapan belatung dan cacing di liang kuburnya kelak. Sebesar apapun hunian tempat tinggal, sekeren apa pun kendaraan yang dimiliki, bukankah hanya dengan beberapa detik goncangan bumi saja semua itu bisa lumat, rata dengan tanah, tak bersisa. Maka, pada hakikatnya... tidak ada hal-hal berbau fisik yang pantas membuat kita terpukau.

 
 

Tips Mensiasati Ke-terpukau-an

            Jadi, apa yang harus kita lakukan? Secara... terpukau itu kan bukan sesuatu yang disengaja, itu kan reaksi spontan kita pada sesuatu yang mengagumkan.

            Oke, Nida sangat sangat mengerti, wong Nida pun pernah merasakan seperti apa yang namanya terpukau. Ketika sedang baca novel yang keren abis misalnya. Sampai ogah makan dan tidur.

            Jadi, kiat-kiat berikut mudah-mudahan bisa sedikit membantu kita untuk warningsupaya tidak masuk dalam perangkap "terpukau" yang melenakan:

 
 

1.  Tiap kali terpukau, ingat hakikatnya!

Hakikatnya, semua hal berasal dari Allah dan akan kembali pula kepada-Nya. So, ketika melihat cowok berwajah tertib atau cewek yang bertampang bidadari, jangan puji orangnya... tapi pujilah penciptanya! Lalu, supaya nafsu tidak menggoda lebih jauh, bayangkan saja muka-muka yang indah itu toh nantinya akan kembali ke asalnya, alias lumer dengan tanah, setelah sebelumnya menjadi keriput dan kendor, terus menjadi santapan jasad renik di liang kubur. Hii....

Begitu pula ketika terpukau pada kepandaian seseorang, ingatlah hakikatnya! Kepandaian dan kebijaksanaan itu pasti berasal dari Allah, jangan sampai kita malah rugi karena terpesona pada makhlukNya! Misalnya ketika kita terlalu kagum pada seorang penulis, buku yang ditulisnya menjadi "kitab suci" yang kita sakralkan. Wah... wah.

Padahal siapa pun yang membawa kebenaran atau kebaikan, mereka hanyalah "gardu-gardu" kecil yang menyalurkan "listrik" untuk menerangi "rumah-rumah". Sumber energi yang sebenarnya adalah Allah. 

Akan tetapi, supaya kita mendapatkan hikmah, pelajarilah apa yang membuat orang tersebut sampai diberi kepandaian dan kesempatan menjadi "gardu energi" seperti itu oleh Allah, lalu tiru-lah! Mudah-mudahan Allah pun memberkahi kita kepandaian sepertinya, dan menjadikan kita juga sebagai salah satu "gardu" yang mengalirkan energi kebaikan pada orang lain, meski sekecil apa pun.

2. Berdoa pada Allah agar dijauhkan dari syirik yang disadari maupun tidak.

Ini sangat penting, Sobat Nida! Syirik kan tidak melulu yang berbau klenik seperti dukun, kemenyan, jampi-jampi, atau patung sembahan. Bisa-bisa artis atau penyanyi idola kita adalah sekutu Allah di hati kita.

Secara tidak sadar, kita lebih suka melantunkan syair-syair lagu mereka, daripada melantunkan al-Qur an yang mulia. Kita lebih tertarik pada profil band pendatang baru, daripada mencari tahu tentang manusia "idola" sesungguhnya yang telah Allah utus untuk kita pelajari, Muhammad SAW. Kita lebih terpukau pada gaya hidup mentereng selebritis, daripada gaya hidup zuhud seperti para nabi.

Maka, semoga Allah mengampuni kita dari kebodohan dan ketidaktahuan kita selama ini, dan semoga Allah membimbing kita untuk merasa "terpukau" hanya pada hal-hal yang hakiki saja.

Sobat Nida, mari kita pantau penyebab kita terpukau! Jangan sampai kita rela terbius oleh sesuatu yang tidak bisa menyelamatkan kita di hari pengadilan kelak, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati kita akan diminta pertanggungjawabannya. [Syamsa]

empati

LA, Saturday, January 22, 2011, 6:06 pm

Jadi dokter itu, banyak kebahagiaan memang, bahagia bermanfaat bagi pasien, bermanfaat bagi orangtua dan keluarga, dan bangsa, insyaAllah.

Tapi juga ada kesedihan.

Siapa yang tidak sedih ketika melihat orang lain tak berdaya karena sakitnya, tidak ceria, tidak bisa melakukan apa yang diinginkan, atau bahkan tidak bisa melanjutkan hidup.

Bahkan saking sedihnya kita melihat penderitaan oranglain yang sepertinya tidak bisa ia tanggungkan lagi, maka kita bersedia menggantikan posisinya (pada orang yang kita cintai, apalagi).


 

Tapi, dokter tidak bisa juga larut dalam kesedihan karena penderitaan pasiennya, ntar tiap pasiennya terlihat menderita dia nangis, pas pasiennya meninggal dia meraung-raung.

Ngga.. ga kayak gitu juga

Yang diperlukan adalah empati. Nah, beda kan dengan simpati?

Kita tetap sedih, kita tetap merasakan penderitaannya tapi tidak harus terbawa perasaan hingga menangis dihadapan pasien, ntar dia makin takut kalo2 emang sakitnya bener2 parah :P.


 

Ce pengenlah..

Ditiap blok yang ce pelajari, misalnya sekarang kardiovaskuler, belajar tentang penyakit jantung dan pembuluh darah, pengeeeen banget bisa bercengkrama dengan pasien di RS yang lagi berjuang menghadapi penyakit2 ini. Pengen, pengen, tapi boleh ga ya?

Paling ga mencoba mendekati yang sedang tidak ditunggui keluarganya, paling ga hanya membawakan buah, paling ga hanya bercerita lepas, atau mungkin mau ce bacain al qur'an…

Hmm.. pengen banget, tapi coba survey dulu lah, kira2 bisa atau ngga kalo kayak gitu.


 

Menurut teman2 bisa ga?

SOAL IMUNOLOGI

1. Imunitas natural :?

Jawab : non spesifik, makrofag paling berperan, tidak terbentuk sel memori


 

2. Antigen :

a. Non spesifik maupun spesifik, yang dapat bereaksi dengan produk sistem imun yang terjadi

b. Spesifik, yang tidak dapat bereaksi dengan produk sistem imun yang terjadi

c. Non spesifik maupun spesifik, tidak dapat bereaksi dengan produk sistem imun yang terjadi

d. Spesifik, yang dapat bereaksi dengan produk sistem imun yang terjadi

e. Non spesifik, yang dapat bereaksi dengan produk sistem imun yang terjadi


 

3. Sel yang memproses antigen ?

a. Basofil d. Sel T

b. Mast e. Sel B

c. Makrofag


 

4. Epitope ?


 

5. Karbohidrat terikat pada domain ? CH2


 

6. Titer Antibodi ?


 

7. Fragmen yang terjadi jika Ig + pepsin?

a. 1 Fab d. 1 F(ab')

b. 1 Fc e. 2 Fab

c. 2 F(ab')


 

8. Subkelas IgG dengan BM paling besar :

a. IgG 1 d. IgG 4

b. IgG 2 e. IgG 5

c. IgG3


 

9. Ig yang berperan pada parasit cacing?

a. IgA d. IgM

b. IgD e. IgG

c. IgE


 

10. Sifat komplemen ?

Ada di soal-soal tahun lalu pilihannya..


 

11. Aktivasi komplemen jalur alternatif terjadi oleh :

a. Faktor komplemen C3b d. Faktor komplemen D

b. Sistem inflamasi e. Kompleks Ag-Ab

2

c. Faktor komplemen C1q


 

12. Yang bukan merupakan protein pengatur dalam sistem komplemen :

a. Properdin d. Faktor I

b. Faktor H e. Protein S

c. Faktor D


 

13. Sel T Helper memproduksi senyawa penting untuk proliferasi dan diferensiasi sel B

a. IL-1 d. Interferon

b. IL-2 e. Timidin

c. Prostaglandin


 

14. γ Interferon berfungsi utamanya sebagai :

a. antivirus d. Aktivasi sel NK

b. menghambat pertumbuhan sel e. penambah produksi sel NK

c. pengatur imun


 

15. Kompleks komplemen yang hanya terlibat dalam jalur klasik :

a. C1q, C1r, C1s d. C8, C9

b. C3 e. Faktor B

c. C5, C6, C7


 

16. Reaksi anafilaksis diperantarai oleh :

a. IgA d. IgD

b. IgM e. IgG

c. IgE


 

17. Komplemen C5 konvertase jalur alternative adalah : C3bBb3b


 

18. Untuk menurunkan aktivitas plasmin penyakit Angiodem Neurolitik digunakan :

Danasol


 

19. Interferon tipe I adalah :

a. INF α d. INF α dan INF β

b. INF γ e. INF γ dan INF β

c. INF γ dan INF α


 

20. Hipersensitivitas tipe cepat dipindah secara pasif dengan :

a. Serum penderita

b. Sel limfosit B penderita

c. Kulit penderita

d. Sel Limfosit T penderita

e. Semua benar


 

21. Pengukuran IgE total terhadap allergen yang dicurigai, dapat digunakan untuk diagnosis terhadap …

a. Hipersensitivitas I d. Hipersensitivitas IV

b. Hipersensitivitas II e. Hipersensitivitas V

3

c. Hipersensitivitas III


 

22. Reaksi tes tuberculin …

a. terjadi dalam waktu 24 jam

b. terjadi bentol-bentol karena adanya infiltrasi sel mononuclear

c. terjadi warna kemerahan di sekitar terjadinya hipersensitivitas karena vasodilatasi

d. tidak dapat dipicu dengan antigen mononuclear

e. semua benar


 

23. MHC bertanggung jawab terhadap …

a. lisis bakteri d. lisis fagositosis

b. lisis eritrosit e. penolakan transplant

c. lisis sel tumor


 

24. Yang dimaksud penyakit SLE adalah …

a. Kelebihan C5,C6,C7 d. Kelebihan C1, C4, C2

b. Kekurangan C1, C4, C2 e. Kelebihan C3

c. Kekurangan C8, C9


 

25. Yang digunakan sebagai obat asma adalah …

a. Norepineprin d. Karbakol

b. Fenil epineprin e. teofilin

c. propanolol


 

26. Penyakin rheumatoid arthritis termasuk sebagai hipersensitivitas …

a. I b. II c. III d. IV e. V


 

27. Sitokin yang dapat direaksikan secara in vitro dengan sel NK untuk hasil LAK adalah

a. IL-1 b. IL-2 c. IL-3 d. IL-4 e. IL-5


 

28. Faktor yang berperan sebagai protein komplemen fungsional

a. Faktor B d. Faktor I

b. Faktor H e. DAF

c. Faktor D


 

29. Yang disebut sebagai prokinin adalah ………..

a. C1s b. C2a c. C2b d. C3a e. C3b


 

30. IL-2 adalah sitokin yang diproduksi oleh ……..

a. makrofag d. neutrofil

b. sel B e. sel mast

c. sel T


 

31. Antigen-T-independen mempunyai sifat sebagai berikut :

  1. mol polimerik besar dengan determinan Antigen berulang
  2. mol kecil dengan determinan Antigen tunggal
  3. mengaktifkan sel B pada konsentrasi tinggi dari LPS
  4. mengaktifkan sel B pada konsentrasi rendah dari LPS


 

32. IgA adalah :

  • Ig yang terdapat dalam jumlah besar dari cairan secret
  • Bentuk monomer terdapat dalam serum
  • Bentuk dimmer tidak rusak oleh enzim proteolitik
  • Diproduksi paling awal apabila hospes terpapar Antigen


 

33. Fungsi biologik komplemen adalah :

  • Merangsang terjadinya pelepasan histamine
  • Merangsang terjadinya agregat neutrofil
  • Merangsang terjadinya fagositosis
  • Merangsang terjadinya penolakan cangkok


 

34. Pernyataan berikut ini yang benar adalah :

  • Senyawa yang dapat menstimulasi cAMP, menurunkan reaksi alergi
  • Senyawa yang dapat menstimulasi cGMP, menurunkan reaksi alergi
  • Senyawa yang menurunkan cAMP, memperburuk reaksi alergi
  • Senyawa yang menurunkan cGMP, memperburuk reaksi alergi


 

35. Ciri-ciri hipersensitivitas tipe IV :

  • Hipersensitivitas tipe lambat
  • Melibatkan sel T dan makrofag
  • Melibatkan senyawa mediator limfokin
  • Terjadi pada penyakit asma


 

36. Hipersensitivitas tipe cepat dapat dipindahkan secara pasif dengan :

  • Sel limfosit T penderita
  • Sel limfosit B penderita
  • Kulit penderita
  • Serum penderita


     

37. Sistem pengendalian komplemen dapat dilakukan oleh :

  • Protein-S
  • C1-esterase INH
  • C4 binding protein
  • Faktor I


     

38. Kaskade klasik pada keadaan normal untuk aktivasi perlu :

  • Komplek Ag-Ab
  • C1, C4, C2, C3
  • Kation Ca++ dan Mg++
  • Properdin


     

39. Produk komplemen yang berperan sebagai factor khemotaktik adalah :

  • C4a
  • C5a
  • C3a
  • MAC

40. Hipersensitivitas tipe II dikarakterisasi dengan reaksi yang disebabkan oleh :

  • Sel T
  • Komplek imun
  • Senyawa mediator sel mast
  • Antibodi sitotoksik


     

41. Fungsi Interferon I :

  • menghambat replikasi virus
  • menghambat proses fagositosis
  • menghambat proliferasi sel
  • menghambat proses inflamasi


     

42. Fungsi sitokin :

  • meregulasi respon imun spesifik
  • memfasilitasi respon imun alami
  • mengaktifkan reaksi inflamatori
  • mempengaruhi migrasi leukosit


 

43. Aktivasi komplemen jalur alternative dikarakterisasi oleh fungsi :

  • C3
  • C2
  • Properdin
  • C4


 

44. Mekanisme reaksi alergi :

  • Alergen menimbulkan IgE dalam sirkulasi, menempel pada sel mast / Basofil
  • Alergen menimbulkan IgE dlm sirkulasi, m'bentuk ik.silang dg sel mast / Basofil
  • Alergen II b'ik silang dg IgE yg menempel pd sel mast/basofil, melepaskan seny mediator
  • Alergen yg b'ik dg IgE, menempel pd sel mast / basofil, melepaskan seny mediator


 

45. IgE yang terlibat dalam HS tipe II :

  • IgG
  • IgA
  • IgM
  • IgE


 

46. Berikut ini merupakan komponen sel utama terjadi reaksi anafilaksis:

1. sel mast 2. sel B 3. sel basofil 4. sel T


 

47. Penyakit yang disebabkan oleh terjadinya HS tipe III :

1. asma 2. Reaksi Arthus 3. Alergi 4. Rematik


 

48. Penyakit reaksi autoimun dapat diberi pengobatan dengan :

1. imunosupressor 3. antiinflamasi

2. imunostimulator 4. Ig


 

49. Fungsi Biologik C5a :

1. anafilaktoksin 3. khemotaksis

6

2. kontraksi otot polos 4. vasodilatasi


 

50. Interaksi Ag-Ab dapat :

1. membentuk ikatan kovalen 3. bersifat irreversible

2. afinitas yang tinggi 4. dilakukan secara invitro


 

51. Kadar komplemen dapat meningkat setelah imunisasi sebab fungsi dari komplemen sama dengan

antibodi.


 

52. Penyakit infeksi kronis dapat ditandai dengan meningkatnya kadar IgM sebab IgM diproduksi awal

terpaparnya antigen.


 

53. Reaksi imun seluler menghasilkan sel memori sebab sel memori diperlukan untuk membentuk

sitokin.


 

54. Adanya interaksi antigen-antibodi menghasilkan kompleks membrane penyerang sebab sistem

komplemen memerlukan adanya kompleks Ag-Ab.


 

55. Concanavalin A adalah adjuvant yang diisolasi dari tanaman sebab merupakan senyawa

polisakarida.


 

56. Benang sari bunga dapat menyebabkan reaksi allergen sebab merupakan senyawa protein.


 

57. Reaksi anafilaksis merupakan Hipersensitivitas tipe lambat sebab terjadi secara sistemik.


 

58. Sitokin merupakan produk respon imun humoral sebab diproduksi sel T.


 

59. HLA dapat digunakan sebagai 'genetic matching' jika akan dilakukan transplantasi sebab HLA adalah

MHC.


 

60. Hipersensitivitas tipe cepat diperantarai oleh sel B sebab sel B dapat memproduksi antibodi.

19 Januari 2011

It’s all about my mark

Wednesday, January 19, 2011, 1:55 am

Apa yang pertama kali terpikir kalo tercetus kata 'nilai' ?

Nilai rapor?

Nilai ulangan/ujian?

Nilai tugas?

Nilai pahala?

Nilai harga diri?

Hmm.. subjektif banget kayaknya..

Fokus aja deh, nilai yang berhubungan dengan akademik.

Ada yang peduli dengan hal ini?

Waaahhh.. ada banget!

Malah tak jarang yang sangat mementingkan hal ini, hingga segala cara dihalalkan untuk mendapatkan nilai terbaik. Machiavelli-an banget.


 

What about me?

Penting! Penting banget!

Jadi ce bisa me'nilai' seberapa jauh kemampuan ce, bisa mengevaluasi dimana kurangnya , dimana harus dipertahankannya.

Tapi, ketika ce ga mendapatkan nilai yang seperti yang ce harapkan, insyaAllah tidak begitu mempersoalkan, tidak melulu menyesalkan, tidak memutuskan adil atau tidaknya Allah pada ce.

I've done my best! Tawakalillah aja lagi..


 

Tapi,

Ga sedikit yang bermasalah dengan nilai ini

Yang nilainya ga pernah baik karna memang tidak tekun belajar.

Yang nilainya terjun bebas setelah disibukkan oleh hal-hal lain yang tidak menunjang keterjagaan nilai itu tetap meningkat atau minimal stabil.

Yang nilainya selalu tidak seperti yang diharapkan, karna ekspektasinya terhadap kemampuannya yang melebihi dari ukuran nilai yang ia dapat.

Biasanya hal-hal diatas yang sering kejadian.


 

Nilai memang bukan tujuan utama kita belajar, ujian…

Tapi dia salah satu bentuk indikator keberhasilan belajar kita itu, meski memang terkadang tidak sesuai, seperti kita rasanya sudah memahami ilmu tersebut, sudah bisa mempraktekkannya dengan cukup bagus, namun dalam ujian, baik itu ujian tertulis atau tidak, ada suatu dan lain halnya yang membuat kita tidak mendapat nilai yang sebaik kita rasa kemampuan kita terhadap hal itu, maka jangan kecewa. Jangan kecewa,jangan, apalagi hanya karna kita membandingkannya dengan teman lain yang rasanya tidak lebih baik dari kita tapi mendapat nilai yang bagus, bahkan timbul suudzonitas disana, menganggap nilai yang dia dapat tidak sesuai dengan ekspektasi kemampuan dia versi kita, jangan gitu…. karna.. itu tadi, nilai bukan segala-galanya, nilai pun terkadang menipu, baik itu karena murni sabotase, atau itu bukan hasil kerjakerasnya sendiri…. Tapi dengan bantuan orang lain (bahasa kerennya nyontek), kita tak patut kecewa dengan hal itu, harusnya merasa kasihan, mereka yang mementingkan nilai tapi tidak mengutamakan esesensi mendapat nilai yang murni karna ilmu dan pemahamannya… sayang sekali untuk bekal yang tidak matang untuk profesinya ke depan.


 

Nilai…

Nilai…

Polemik..

Bagi ce, dan juga mungkin bagi beberapa orang lainnya.


 

By the way.. kapan ya bisa dapet A+???

Hahaha

Pesan Tuk Bayan Tula ;

"MAKANYA BELAJAR!"

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget