Tampilkan postingan dengan label doctor wanna be. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doctor wanna be. Tampilkan semua postingan

27 Mei 2013

Abulia

Ke sotoy-an saya menjadi2, mendengar senior berkata ;
"abang cuti koass bkn karna apa2, udah abulia"

Nah, saya mengartikannya bahwa abulia itu sudah muak, libak dalam bahasa minangnya, udah mencapai limit. Saya telah bulat2 definisi ala sotoy saya tanpa mencoba mencari arti sebenarnya.
Sekarang, berhubung sudah masuk distase Jiwa maka saya ketemu lagi dg si abulia, dan pengertiannya kurang lebih begini;
" Pasien
memiliki kemauan yang lemah
(abulia) susah membuat keputusan
atau memulai tingkah laku. Pasien
susah sekali bangun pagi, mandi,
merawat diri sendiri sehingga
terlihat kotor, bau dan acak-
acakan"

Yah ternyata seperti itu, untuk kalimat pertama saya akhir2 ini sering sekali mengalaminya, tapi tidak utk kalimat kedua :D

04 Mei 2013

Jalan yang tak mudah sama sekali

Sekarang bulan mei, hei sudah setahun mengukur panjang keramik-keramik di RS, bolak balik seperti setrikaan. Sepatu saya masih sepatu yang sama. Beuh hebatnya si sepatu :p

Sudah setahun menatap panjang ke langit-langit kamar koass. Lah, saya sudah di sini. Dengan awalnya dengan segudang harapan.

Setahun berusaha tetap mengukir senyum yang terkadang senyum jengah, kikuk. Tapi semoga fisik juga mempengaruhi hati, mengajak ia berdamai dengan keadaan.

Setahun, relatif terasa panjang.
Tapi ini fase yang katanya fase lagi pengisian ilmu yang cuma-cuma (nah lo, ga bayar belajar kayak seminar dan simposium bukan berarti ini tnp pengorbanan), harus raup ilmu sebanyak2nya.


Ga pedulian juga sih sebenarnya saya dianggap apa selama ini; mau sbg keset kek, mau nge-spam kek, mau dek koass yg favorit utk di order kek, mau suster yg nensi2 kek.
Terserahlah terserahlah its ok. Selama masih dalam batas toleransi. Anggap aja bonus jackpot tiap hari.

Lelah fisik bathin
Iya lah
Tapi selalunya berbalik kepada kesiapan hati, penjagaan hati dan evaluasi langkah.
Saya sebenarnya tak terlalu berani untuk ngeluh sama Allah ;
" ya Allah saya lelah sekali "
Ngga sih, ngga gitu juga
Paling-paling...
" ya Allah, saya bosan, ya Allah saya enggan sekali"
Hehe ga ada bedanya yak?

Allah is the best lah, selalu ngasih kemudahan2. Bahkan ketika ce ga banyak melakukan apa2, Allah ngasih lebih, berdoa sungguh2 dikit, Allah ngabulin, bahkan ketika dikecendrungannya pada saat terjepitlah frekuensi berdo'a makin meningkat. Ya lah, saya hambaNya yg 'perhitungan', ckckckck.

Hei, sudah setahun.
Bentar lagi...
Bertahanlah...
Berjuanglah...
Manfaatkan kesempatan yg tersisa. Sebelum semua ilmu ditakar dengan uang insert :D
Sebelum pada akhirnya cita2 mu utk jd spesialis entah bisa terwujud entah tidak.
Pengalaman mengatakan, apa yg saya idam2kan selalu saja berbelok pada yg lainnya di akhirnya.
Ga jodoh kali ya.

Sekian.

-dm micelia-

03 Maret 2013

Kawan, ini kabar kematian

Terhitung bulan april silam ce memasuki dunia klinik, dunia yang sungguh hectic, berkumpulnya beragam orang, beragam kondisi, beragam kepentingan.
Dan ce disini belajar, belajar untuk memantaskan diri sebagai dokter yang baik utk pasien2 ce kelak.
Hingga saat ini baru beberapa kali ce melepas kematian pasien, maksud ce, pasien yg sedang ce pegang itu ce lihat kepergiannya.
Di obgyn utk perdananya, ada 2 org, di bedah ada 2 org dan di interne (masih) 1 org.
Sedih?
Takut?
Kasihan?
Nano2, 'tergantung' pasiennya bgmn, ya ampun..udah setega itu kamu ce...
Ga sih, in general ce sedih, gregetan juga kalo ada yg sbnrnya bisa dilakukan utk menunda kematian itu tapi tdk adanya SDM yg terampil dan pelayanan profesional SAAT ITU (para expert buanyak sekali disini) atau fasilitas(lagi2 nyalahin fasilitas) yg ga ada.
2 anggota keluarga terdekat ce jg meninggal disini, kakak dan nenek.
Nyawa milik Allah, ga bisa menggugat kapan Ia akan mengambilnya.

Kemaren, ada pasien yang tiba2 henti nafas, bergegas kami kesana, ternyata sdh terlambat, nothing to do(ini inplisit ya), hanya bisa memastikan kematian beliau dg mendengarkan degub jantungnya, rasakan nadi carotisnya dan melihat pupil matanya.
Bapak itu telah berpulang.
Tapi, yang meremukkan hati adalah ketika dokter yang merawat pasien itu merangkul istri pasien dan menangis terisak memohon maaf.
Ce pribadi, tak sanggup melihatnya. Dan tak sanggup membayangkan bila di posisi dokter tersebut, apakah akan berbesar hati mengakui kesalahan dan meminta maaf atau malah mengeraskan hati dan air muka dan berkata " maaf ibu, bapak sdh berpulang, tolong ikhlaskan"

Mana yang benar?
Mana yang benar?
Mana yang baik?

Ini kabar kematian, kawan..

22 Desember 2012

Ujian bedah

Bentar lagi ujian
Dijadwalkan hari kamis untuk saya, kak ika, ed dan bg riyal.
Well, belum tau pengujinya siapa aja jadinya harap2 cemas :)

Setidaknya kemungkinan2 utk dapat penguji 'dewa' sudah pupus, but let it be lah..
Toh yg penting usaha dan do'a dulu
Masih ada persiapan 5 hari lagi.
Mari belajar! (ahaha ini masih blogging)

Ga berasa sih ya udah mau ujian aja, masih pengen dapet ilmu yang banyak dari prof kamardi dan konsulen lainnya, dari residen juga, dan masih mau ketemu sama pasien di bedah anak skrg (hehe ini jahat kayaknya, si anaknya kan ga mau lama2 disana).

Hehe pengennya sih jadi dokter bedah, banyak yang sangsi, sanggup ga dg 'dunia bedah' yang kata prof harus punya ;
Hawk's eye-Lion's heart-Lady's hand. Well, tak ada yang salah dengan bermimpi. Ketika sudah menghujam keinginan itu, percayalah, there's a way!

Satu tahap lagi insyaAllah akan terlewati, beranjak ke tahapan berikutnya.
Semoga semakin lebih baik ^^9

posted from Bloggeroid

17 November 2012

kasus-kasus kami

nyaris seminggu dinas bedah di RSUD Pariaman..
banyak tindakan euy..
ce berdua disini, sama Aya...
seingat ce dari hari kedua kami disini mulai ada kerjaan jahit menjahit eh hecting maksudnya :p

-jatuh dari motor > 1 ruas tulang ujung jari nya retak > amputasi traumatik deh > jahiiit
- tabrakan motor-motor > rujukan dr puskesmas LA, 1 pasien udah ditangani, 1 lg ujung jari manis kakinya robek dan kuku jempol dicabut, tangan kirinya patah, fraktur comminuted
- jatuh dari motor krn kesandung lubang > banyak ini jahitannya, luka tembus.
- kepala > kena 'pinggalan'/buat menjangkau buah di pohon > vulnus laceratum > jahit luar dan dalam
- kepala > travel tabrakan dg dagang pesisir, yg penumpang bisa ditangani karna luka robek di dahi aja, tulang kraniumnya masih intak, tapi sopirnya harus dirujuk, ada darah yang mengalir dari celah tulang tengkoraknya.
- jari > masuk karburator > jahit aja
- sekitar mata > abis dikeroyok masa> jahit...

lumayan beragam kan kasusnya
o_O
kasian sih liat pasiennya, tapi ya...malang ga bisa ditolak..
*mana sebagian besar tu pasien pake motor, fiuuuuu

Operasi juga banyak disiniiii...

mari menimba ilmu sebanyak2nya..
ambil kesempatan sebaik2nya

posted from Bloggeroid

07 November 2012

bedah

bismillahirrahmanirrahiim...
^^9
i'm so excited on it.

semoga Allah memudahkan
semoga Allah memudahkan
semoga Allah memudahkan

memiliki mimpi setinggi langit boleh-boleh aja
asal bikin tangga nya
eh, belum ada yang bikin ya..
asal preparation nya baik, hingga bisa menyentuh angkasa itu dengan usaha maksimal, bahkan mungkin menembusnya dengan roket

mari
mari
bersemangatlah micelia!!

posted from Bloggeroid

22 Januari 2011

empati

LA, Saturday, January 22, 2011, 6:06 pm

Jadi dokter itu, banyak kebahagiaan memang, bahagia bermanfaat bagi pasien, bermanfaat bagi orangtua dan keluarga, dan bangsa, insyaAllah.

Tapi juga ada kesedihan.

Siapa yang tidak sedih ketika melihat orang lain tak berdaya karena sakitnya, tidak ceria, tidak bisa melakukan apa yang diinginkan, atau bahkan tidak bisa melanjutkan hidup.

Bahkan saking sedihnya kita melihat penderitaan oranglain yang sepertinya tidak bisa ia tanggungkan lagi, maka kita bersedia menggantikan posisinya (pada orang yang kita cintai, apalagi).


 

Tapi, dokter tidak bisa juga larut dalam kesedihan karena penderitaan pasiennya, ntar tiap pasiennya terlihat menderita dia nangis, pas pasiennya meninggal dia meraung-raung.

Ngga.. ga kayak gitu juga

Yang diperlukan adalah empati. Nah, beda kan dengan simpati?

Kita tetap sedih, kita tetap merasakan penderitaannya tapi tidak harus terbawa perasaan hingga menangis dihadapan pasien, ntar dia makin takut kalo2 emang sakitnya bener2 parah :P.


 

Ce pengenlah..

Ditiap blok yang ce pelajari, misalnya sekarang kardiovaskuler, belajar tentang penyakit jantung dan pembuluh darah, pengeeeen banget bisa bercengkrama dengan pasien di RS yang lagi berjuang menghadapi penyakit2 ini. Pengen, pengen, tapi boleh ga ya?

Paling ga mencoba mendekati yang sedang tidak ditunggui keluarganya, paling ga hanya membawakan buah, paling ga hanya bercerita lepas, atau mungkin mau ce bacain al qur'an…

Hmm.. pengen banget, tapi coba survey dulu lah, kira2 bisa atau ngga kalo kayak gitu.


 

Menurut teman2 bisa ga?

16 Oktober 2009

constitusional delay of growth and puberty ( jawaban skenario bu Rini)

friday, 16th oct 2009

kami ada dapet soal latihan (atau pe-er yah?) dari dr. Eka A.Rini , SpA(K), tentang evaluasi seorang anak, skenarionya kayak gini :
ada seorang anak laki2, pada usia 7 tahun 4 bulan tingginya 110 cm, bone age 5 tahun

pada usia 8 tahun tingginya 114 cm, bone age 6 tahun

pada usia 9 tahun 6 bulan (bisa digenapkan menjadi 10 tahun), tingginya 122 cm, bone age 7 tahun

tinggi ayahnya 172 cm, tinggi ibu 166 cm, ibu menarche umur 15 tahun.

coba evaluasi pertumbuhan anak itu?dia berada di fase apa? faktor apa yang berperan?


well, sebenernya soal ini harus udah dijawab/dipresentasikan secara acak oleh kami pada kuliah kemarin (kuliah perdana pasca gempa) tapi mungkin ibunya lupa, jadinya beliau udah nerangin lanjut tentang permasalahan ini, dan kami udah tau jawabannya, tapi anehnya ibu itu memberikan soal yang sama lagi, katanya juga bakal di suruh acak mahasiswa untuk menerangkannya pas kuliah pubertas (semoga aja bukan ice....)

sedikit c analisis masalah di atas,
si anak memiliki growth velocity yang masih bisa dikategorikan normal, karna anak umur 8-10 tahun GV nya 4-6 cm/thn, nah dia dari umur 7-8 tahun bertambah 4cm, dari umur 8-10(pembulatan tadi) bertambah 8 cm, so that's it..

kalo dilihat dari potensi tinggi dewasa secara genetik dengan rumus :
TB ayah + (tinggi ibu +13 cm )/ 2 ---> ini untuk anak laki2, maka tinggi akhirnya berkisar 167 cm- 184 cm, itu normal, so ga ada masalah dengan itu.

tapi.... kenapa bone age nya terlambat???

itu yang mo di cari penyebabnya... (ya iyalah......hehehe)

kalo data2 tadi dicocokkan dengan teori, maka kelainan yang mungkin menjurus pada keadaan si anak laki2 cakep (eh, emang datanya begitu??) tadi adalah constitutional delay of growth and puberty, sign nya antara lain :

pertumbuhan linier normal (ga ada penurunan kan?) atau hampir normal, pada saat prapubertas selalu berada di bawah persentil 3 (coba cek di growth chart kalo mo detailn-nya)


bone age (di ukur secara radiologik) nya terlambat, tapi sesuai height age (coba liat growth chart lagi, tinggi segitu sama dengan bone age yang terlambat itu, anak dengan tinggi 110, untuk persentil 50 di capai oleh anak umur 5 tahun)

tinggi akhir umumnya normal (udah dihitung tadi kan?cukup tinggi kan?)

pada umumnya terdapat riwayat pubertas dalam keluarga (ibunya telat menarche, normalnya 11-13 thn)


so, anak ini sebenernya ga perlu treatment lebih anjut seperti terapi hormon pertumbuhan misalnya, coz emang dia pada masa prapubertas lebih lambat pertumbuhannya itu, tapi nanti dia bisa ngejar (catch uP) ketertinggalannya itu untuk mencapai potensi tinggi akhirnya tadi, hanya saja asupan gizi juga harus dikontrol.

trus pertanyaan lainnya, faktor apa yang berperan?
genetik? iya deh menurut c, kan emang ada riwayat kalo ibunya juga puberty delayed, trus dia juga, cuma kalo laki2 kan ga nyata kapan mulai pubertasnya itu, yang jelas bakalan tampak di pertumbuhannya itu

hormon? well, karna skenarionya ga detail2 amat, ga dibilang juga dia ada IQ rendah atau ngga, perawakan yang disproporsional atau ngga, dismorfik atau ngga, hasil pemeriksaan growth hormon nya berapa (eh, tapi di CDGP ini emang ga perlu pemeriksaan hormon kok). so, ga da landasan tuk nyimpulin ini karna hormon

lingkungankah? lebih2 lagi, ga ada yang gambaran tentang itu diskenario


ps :oia, tadi pas tutorial kami terbentur untuk menjelaskan hubungan atas hormon terkait dipertumbuhan itu, sama pusingnya c ngeliat bagan di bawah ini(kalo liat jelasnya klik aja gambar itu)...argghhh ada yang mo ngejelasin ga???

13 Oktober 2009

Buat mahasiswa kedokteran

Tuesday,oct 13, 2009
Mo mampir bentaaarrr aja
Mo promosi sesuatu

Ni bagusnya bwt mahasiswa kedokteran yg 'sufi'-suka film-,ada film bagus niy
1st, Something the Lord Made, film hollywood ttg kdokteran yg inspiratif bgt (patch adam juga).ttg dokter yg nemuin dan ngelakuin bedah jantung pertama kali,dr.Alfred Blalock dan dr.(honorus clausa) vivien thomas(beliau hanya tamatan SMU,ga pernah mengecap pendidikan dokter).mereka bener2 berjasa utk menyelamatkan bayi2 yg mengalami PJB(Penyakit jantung bawaan),transplantasi jantung jg shock jantung.
Hmm.. Jadi kepengen..bisa berjasa bwt bnyk orang.
Yup,tp semua itu butuh ilmu,spt janji Allah jg kalo qt manusia bs kok menembus langit dg ilmu dan jg izìnNya.
Hahay jd melecut semangat c utk lbh rajin lagi belajar..caiyo!!hamasah!

2nd,dorama jepang lagi(kpn y indonesia bkin film kdokteran bermutu kayak jepang,korea, n USA?huff bikin sinetron n film horor mulu sih),tentang residen lagi, Say Hello to Black Jack, dr. Eijiro Saido tu ngambil PPDS di university hospital of Eido ,jepang. Tp dia sering bikin masalah,coz dia slalu menentang dokter2 senior yg menurutnya salah.idealisme nya patut diacungi jempol.
Hal menarik di film ni,c bs liat dg jelas gmn bayi yg prematur amat sangat kecil itu (850gram) trus cyanosis dan mengalami aspirasi mekonium juga,tapi subhanallah dia tetep bjuang tuk btahan hidup,walo pun dia dpt down sindrome jg..luar biasa,1 bln kemudian warna kulitnya udah kemerah2an,ihh..lucunya..

30 September 2009

Lamo jadi dokter lae ko???

Tuesday, September 29, 2009, 9:16 pm

Tadi c siang baru blogwalking lagi, ketemu artikel ini lagi, tapi waktu itu c baca langsung dari blog orang yang bikin, wahahaha parah2 deh, itu kan yang sering dialami calon-calon dokter, tapi c belom sering2 banget sih ngalamin yang begituan, tapi ngga tau ya besok2nya gimana (hehehe, ngga ngerti c ngomongin apa ya?, nah, open on new tab aja tu link, ok?). trus mana yang lebih parah n nakut2in tu artikel yang ini, katanya jadi dokter tu ngga ngenakin banged…baca ndiri ya..

Jadi dokter itu enak!?! Eit tunggu dulu…..

jadi istri dokter enak!?! Eit baca dulu yang di bawah ini…

punya pacar dokter enak!?! Eit coba rasakan dulu (jangan percaya sebelum merasakan)…

jadi anak dokter itu enak!?! Eit kalau bisa mending orangtuaku bukan seorang dokter……

Tapi dari kesemua itu belum ada kedengaran di telingaku, ada dokter yang mati kelaparan, mati kehausan, ataupun mati kepanasan (karena tidak punya rumah).. Paling yang pernah kudengar dan kubaca..

Dokter dibunuh pasiennya!

Dokter mati bunuh diri karena tidak kuat mental waktu pendidikan!

Dokter mati karena kecelakaan karena pengen cepet-cepet ke tempat praktek!!!

Dokter mati kena AIDS atau hepatitis akibat salah suntik waktu ngambil darah/operasi (ini yg paling siallll)!!!

Ternyata masih banyak sisi lain di balik dunia kedokteran.. Kucoba bahas satu persatu.

Sisi lain dunia kedokteran!!!

Langkah pertama di RS… berbaju putih… berlingkarkan stetoskop di bahu.. Seolah olah tidak menginjak bumi. Kami para dokter muda melangkah yakin, sedikit sombong (pakai baju putih itu lho) bertekad menyelamatkan pasien.. Setelah masuk lebih jauh.. Kepala tertunduk seolah olah dak mau dilihat orang lagi kalau kami koas dokter muda.. (makanya, jadi orang jangan sombong)

Semua manusia di bumi percaya kalau dokter itu mahluk yang jujur, rapi, berwibawa, berkharisama, pintar, setia, tampan (nah ini yang agak belebe).. Jadi yakinlah wahai para pengacara niat kami tulus untuk menyelamatkan pasien, biarpun ada kesalahan itu pasti diluar kehendak kami… ilmu yang kami dapatkan selama 4 tahun di kuliah, 2 tahun di RS, dan 4 tahun di spesialisasi bisa kalian kuasai dalam 6 minggu itu mustahil (ada pengacara yang bisa menyimpulkan ttg malpraktiknya satu dokter berdasar pada satu buku yang dibacanya, itupun pasti bukan buku textbook) pokoknya percayalah pada kami. Bersama kita Bisa!!!

Baru mau nelpon cewek, eh teringet besok maw ujian!!! Baru mau ngajak jalan, eh teringet pasien jerit jerit (gak tega), mau pegi nonton, eh ada panggilan mendadak. Mau romantis, teringet tadi pagi abis kena bentak perawat senior, dokter senior ato anak pasien!!

Biarpun susah dengan waktunya…kami para dokter tanpa susah2 kok kalau mau cari pacar, cukup meggerlingkan mata, menyipitkan lesung pipi, menjulurkan lidah, merentangkan tangan (ngajak kenalan ceritanya) , senyum sedikit, dan dengan tidak lupa memakai jas dokter kami . Dijamin dah cewek/cowok bakal tergoda dengan kami. Tapi tenang kami para dokter 90% bukan tipe buaya darat, kami type setia semua (halah!!)..

Mau pacaran!?! Mesti cari cewek/cowok yang cinta mati nian, sayang nian, punya hobi unik seperti menunggu, menemani di perpustakaan, ngetik tugas, translate bahan, cari bahan di inet!!! Kalau belum nemuke type yang seperti itu…gak berani deh pacarannnn. Terus kalau pacaran siap siap mencium bau feses, darah, air ketuban, formalin, mayat…(wah nambah sereeeem!!)

Nah ini masalahnya!!! Pacaran dengan dokter itu jarang nian langgeng… Satu bulan udah ribut, 2 bulan dicuekin, 3 bulan putus, terus bulan keempat dapet yang baru.. Itu lingkaran setannya. Mending kenal, nikah, langsung punya anak! Itu jalan yang terbaik.

Mau nikah!?! PTT belum, klinik dak ada, ortu maseh berharap banyak, keinginan ngambil spesialis tertanam di hati. Kayaknya sekitar umur 40 an deh baru nikah…mungkin yang dokter cewek nyari suami yang kaya raya aja biar umur 30 an bisa nikah..

Kalau nikah sesama dokter!? Udah terbayang suasana di meja makan, kamar tidur, kamar mandi (lho kok,,?)! Ngomongi TBC, AIDS, feses, darah, pasien meninggal.. Nambah pening kalau nikah dengan non dokter! Diajak ngomong TBC dsangka kita ngatain dia kena TBC.. Kalo diajak ngomong AIDS, langsung nangis dan bilang "sumpah!! Aku bukan OIDA", …diajak ngomong darah/feses, langsung melayang piring ke wajah kita.. Diajak ngomong orang meninggal tidak bisa tidur pula.. jd Buah simalakama deh..

Punya anak pertama laki-laki, umur sudah 45 tahun…Kaki udah gak kuat lagi maen dengan anak, pinggang lah sakit gendong anak (kena LBP). Anak umur 10 tahun udah keno penyakit degeneratif (kanker payudara, kanker usus, kanker prostat), anak umur 13 tahun sudah mesti check up dan kemoterapi terus, anak belum nikah kita udah tergolek lemas di kursi roda. Sehari sebelum anak kita nikah….kita dipanggil yang diatas! (ampunnnn!!! Serem!!)


 

Nah gimana kawand2, yang mo jadi dokter khususnya? Hahay… gaswat juga sih, tapi tergantung individu yang ngejalaninnya..

Karna c sering ngedengerin curhatan senior2 yang udah jadi dokter muda(h), yang mulai dari yang udah gaek-gaek(mo akhir co-ass) mpe yang baru seumur jagung co-ass nya.

Co-ass 1(yang mo tamat)     : whuaa… capek… tadi baru dinas IGD, pasien masuk banyak banget, residen marah2, ga bisa tidur, capek bediri, mana besok ada case, referat belon selese…huwaaaa…… capek….. kapankah selesenya ni??? Lama banged sih jadi dokternya T.T (padahal tinggal beberapa bulan lagi)

Co-ass2(yang baru 2 hari ngo-ass)    : kakak…. Aku juga, ga sanggup….capek banged…. Trus juga takut2 mulu, takut salah…, ni mana kasusnya aneh2 lagi, teori2 yang dipelajari dulu udah samar2, huwaaa… harus belajar ampe jungkir balik ni malam…T.T, kakak… harus berapa hari lagi ngejalaninnya nih? (kalo 2 tahun dikurangin 2 hari ada berapa yak?)

ice (mahasiswi tahun 2 yang masih cengar-cengir ngeliat co-ass_ers pada ngeluh)    : whuaduh… kakak2 ku yang cakep, jangan gitulah…., kakak2 bentar lagi juga bakal make jas putih dokter itu, kami masih jaooooouuuuh banged… masih beratus bahkan beribu hari lagi yang harus di tempuh… kasian juga ma junior kita yang baru 2 hari kuliah nih (hohoho…anak2 tahun 1,masih…. 6 tahun dikurang 2 hari, ada berapa hari lagi ya?)


 

profesi dokter emang mulia, manusia yang paling ideal kan yang paling berguna buat banyak orang, yah walo semua orang juga pasti bisa bermanfaat buat orang lain,tapi profesi ini kentara bangetlah gimana pertolongannya, kita dengan segala daya upaya dan juga izin dari Allah harus bisa optimal dalam menyelamatkan nyawa n merawat kesehatan banyak orang, apalagi dokter2 yang mengabdi untuk kemanusiaan (wah… jadi inget senior yang dulu sekamar yang sekarang udah PTT di Papua sana, bener2 ngeluarin pengorbanan yang banyak tuk membantu orang2 di pedalaman sana). So, untuk ngedapetin profesi ni juga ga mudah, ngejalaninnya apalagi, berattttt sekali, banyak halangan dan rintangan, n kita juga ga boleh give up di tengah jalan, coz segala yang kita perjuangkan akan sia2…


 

di tahun pertama c kuliah kemaren c udah nonton beberapa film yang bercerita ttg kedokteran..

team medical dragon (dorama jepang), ni tentang bedah batista(pada jantung), wuih…keren….. apalagi Asada Ryotaru-nya, so perfecto!, tapi itu berlebihan juga kayaknya, soalnya dia selalu bisa nyelamatin nyawa orang, walo itu kelihatannya mustahil


 

bong dal hee surgeon (dorama korea), ni tentang dokter umum yang ngambil PPDS( nempuh spesialis) di bedah thorac, hemm..hmm…geleng2 kepala c liat jatuh-bangunnya dia, bener2 super deh, walo udah trauma coz pasien yang meninggal karna dia, tapi dia tetep tegar, masih belum give up, walo kondisinya pun menyedihkan (pernah operasi jantung 2 kali),


 

new heart(dorama korea), ga selese nontonnya (ada yang mo minjemin DVDnya ga?hehehe), jg tentang bedah jantung (huah..laris banget ni jantung), keren sih, apalagi konsulennya, tapi bumbu2 percintaan di film-nya kentara banged


 

dr. koto's clinic (dorama jepang)…gyaaaa… I love it(not him), kereeeeennnnnnnn, two thumbs up deh, pengabdian yang keren, caranya mengatasi masalah juga keren, hohoho yang paling keren itu… dia naik sepeda..huahahahah (halah…paling2 karna ini nih mau naek sepeda, ngehehehe), tapi setelah niwa nonton film ini, dia jadi bersyukur ga jadi masuk kedokteran, karna dia liat masalah yang dihadapi dr. koto tu berat2 semua…ya iyalah…


 

batista (dorama jepang), ni ceritanya lebih ke cerita detective , soalnya dia nyari siapa yang merekayasa pasien yang meninggal di meja operasi pas operasi batista, tapi anesthesiologist-nya keren …ups… don't judge book by it's cover ya?


 

Grey anatomy (American serial), ga ngerti2 banget, coz pake bahasa inggris, mana ga ada translate dlm bahasa indonesianya lagi (wahahaha…kesian banged…)


 

Ah…. Jadi dokter itu ga mudah…bener2 butuh perjuangan yang lama, masalahnya pun banyak banget, but walo gimana pun, inilah jihad kita, so don't give up c!


 


 

Ps: cita-cita masa kecil c mo jadi astronot (hmm… soalnya keren sih)

Cita-cita masa remaja . mo jadi orang yang berguna buat apa aja (coz udah fracture hepar sama masa depan sbg astronot)

Cita-cita ketika SMA, mo jadi programmer (Cuma selangkah lagi. Tapi Allah berkehendak lain)

Cita-cita sekarang. Apaan ya???

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
↑ Grab this widget