Tampilkan postingan dengan label keluarga c. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga c. Tampilkan semua postingan

23 Maret 2015

Rencana-rencana ayah untuk kakak

Dear kakak yang lagi asik main sendiri di perut ibu..
Kakak aktif banget sih kak... bikin ibu kadang gemas kadang penasaran lagi ngapain aja kakak di dalam. Entah emang karena seru muter-muter disana atau malah karena ga nyaman di ruangan sempit itu?
Sabar ya sayang...

Kakak, sini ibu kasih tau ya..
Tiap hari ada yang gemes juga nungguin kakak keluar dari perut ibu.
Hoho udah ketebak ya siapanya?
Iya, ayah kakak tersayang ...
Ayah udah merancang apa-apa aja yang akan ia lakukan bersama kakak. Kami membicarakannya sambil tersenyum-senyum konyol bahagia.
Kakak, membayangkan kehadiran kakak saja sudah membuat kami senang alang kepalang.

Tapi... ada satu hal yang harus kita waspadai dari ayah, sayang...
Ayah berencana mengigit pipi kakak (apalagi setelah tahu pipi kakak yang gembul dari USG 4D!) . Ibu otomatis berkata tidak untuk itu, meskipun ibu tahu gigitannya gigitan sayang, tapi ibu ngga yakin kakak akan ngerti secepat itu. Hmmm... ibu masih mencoba melobi ayah nih, untuk mencukupkan luapan rasa sayang dan gemasnya dengan ciuman saja, tidak sampai menggigit kakak, hufff semoga saja berhasil.
Kakak nanti jika diciumi ayah jangan kaget ya, memang berbeda sedikit dengan ibu, ayah ada jenggot dan kumisnya, hihi mungkin kakak akan sedikit geli.


Kakak, ayah (dan ibu) juga berencana untuk membiasakan kakak nantinya memakai jilbab dan pakaian yang cukup tertutup jika kakak keluar rumah atau masuk dunia maya ( prognosis kakak bakal eksis di instagram ibu nih, hikhikhik), biar kakak terbiasa dan menganggap jilbab itu adalah bagian dari pakaian keseharian kakak, tidak perlu dipaksa2 oleh peraturan sekolah nantinya.

Kakak, nanti yang mengajarkan kakak menghafal dan mengaji biar ayah saja ya, ayah lebih berkafaah tentang itu daripada ibu, hehe, ibu giliran mengajari hal-hal yang lainnya saja, kita akan melewati hari-hari yang seru sayang, in syaa Allah.


Kakak, sampai ketemu ya sayang, baik-baik di perut ibu..

16 Maret 2015

how's life?

Assalamu'alaikum
Heu heu..
banyak yang mau diceriterakan tetapi males nulis, hihi.

Hampir 4 bulan kami merantau di pulau lombok ini, dan masih banyak hari-hari yang akan kami jalani lagi disini, insyaa Allah.
over all internsipnya menyenangkan, meskipun diselingi homesick2an, tapi enak lah, cuaca nya tidak jauh berbeda dg padang-pekanbaru, orangnya juga ramah-ramah.

Daaaan... ini juga hampir masanya melahirkan, 8 bulan lebih 1 minggu an. Kami berharap kami bisa melaluinya dengan baik :-) .

Ah yaa, kami sudah mempersiapkan beberapa opsi nama untuk calon putri shalihah kami, tapi yang agak sreg dihati mungkin ada 1 nama; Nailah Shabrina , nailah berarti dermawan, shabrina berarti sabar, hmmm gimana ? Hehe, rasanya bakalan banyak nama yang serupa, tapi gapapa lah, yang penting harapan di dalam namanya yang istimewa :-)

09 Februari 2015

Hidup dan kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim

Tidak ada yang terjadi di dunia ini melainkan atas kehendakNya. Dedaunan yang jatuh pun sudah Allah rencanakan.
Tugas kita sebagai makhlukNya untuk berencana, mempersiapkan dengan baik, menjalani dengan segenap kemampuan dan bertawakal atas apa pun hasil dari yang kita usahakan.

24 tahun lebih menjalani kehidupan, banyak hal yang saya syukuri, banyak belajar juga dari kesalahan. Bukan masa yang pendek memang. Adakalanya cerita kehidupan saya klasik seperti yang bisa ditebak alurnya, tapi ada kala juga diluar ekspektasi. Semisal dengan kondisi saya sekarang. Sedikitpun tidak pernah membayangkan dihari ini saya berada jauh bermil-mil dari kota kelahiran  saya, tempat saya bertumbuh dan membuat berjuta kenangan. Saya pun tak menyangka di hari ini saya sudah memiliki seorang suami, imam, sahabat, calon anak-anak saya yang sangat sangat sangat menyayangi saya. Hari-hari tentu terasa berbeda. Banyak bahagia, sedikit sedih (itu pun lebih sering karena rasa sayang yang berlebih tadi). Dan yang melengkapi rasa syukur kami adalah hadirnya kehidupan di dalam rahim saya. Tiap kali ada gerakannya membuat saya tersentak 'aah, ada yang sedang berjuang di dalam sana bersama saya, mendengarkan seluruh irama kehidupan saya dari tempat terdekat dan akan menggantungkan perjalanan kehidupannya berikutnya dengan kuasa Allah dan perjuangan saya untuk melahirkan ke dunia, untuk menyusuinya, untuk merawatnya bersama ayahnya dan lingkungan terdekat kami, untuk mendidik akhlaknya dan mempersiapkan masa depannya'.

Angan-angan manusia memang panjang, hingga maut yang memutusnya.
Tidak, bukan bermaksud untuk pesimis menatap masa depan jikalau memikirkan maut yang sewaktu-waktu ada di hadapan. Namun, bukankah muslim yang cerdas adalah yang sering mengingat mati dan mempersiapkan dirinya untuk itu?.
Realistis saja, semua kita menjalani resiko untuk kecelakaan dimana saja dan kapan saja. Dan saya in syaa Allah akan menghadapi resiko kematian itu juga ketika proses persalinan. Lucu memang, ketika kita lebih banyak tahu resiko kita lebih banyak mengkhawatirkan sesuatu, menjadi paranoid terhadap hal yang bisa saja itu tak akan terjadi kepada kita. Semakin tau saya komplikasi apa saja yang bisa terjadi saat persalinan semakin membuat gentar saja. Haha itulah manusia, banyak kondisi yang menempatkan pada makhluk tidak berdaya dan hanya bisa bergantung pada Yang Maha Kuasa atas apapun takdirnya.

Hidup dan kehidupan, kadang membuat kita terlena bahagia, namun kadang kala juga membuat kita menghela nafas berat. Mari berusaha sebaik-baiknya. Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maula wa ni' man nashiir.

11 April 2014

Lelaki sabar

"Lelaki mengalah dalam banyak hal, Tuhan menciptakan kita untuk itu, kau tau?"

Hahaha ngakak lihat percakapan itu.

Bener..bener.. (maunya).

Lelaki yang pertama kali saya kenal didunia ini adalah ayah saya (mungkin selain abang ody kecil dan jo piki kecil). Saya pikir ayah saya bukanlah seorang yang sabar dan banyak mengalah, karna yang paling menggelegar suaranya kalau marah dirumah ya ayah saya, saya takut, tapi saya ga pernah (ah atau jarang saja mungkin) dimarahi.

Tapi makin hari saya makin paham ternyata ayah saya punya stok sabar dan stok mengalah yang luarbiasa jika mengingat tempramen beliau sebenarnya.

Soal tunggu menunggu ibu saya bersiap-siap tentulah ayah saya yang kenyang setiap hari, apa karna sudah sangat terbiasa jadinya tidak rusuh lagi kayak kami yang berkali-kali bilang " ma cepatlah, udah telat".

Dalam beberapa hal ayah saya banyak stok sabarnya. Dalam beberapa hal tidak. Hahaha.

Anyway, kemaren pas nyoblos saya mempersilahkan ayah saya duluan sebab saya menyelesaikan pekerjaan rumah, selang sejam beliau berangkat baru saya menyusul dan sempat nyasar di TPS 8 dulu, nyampe di tps tujuan ternyata ayah saya berdiri di luar, belum daftar ternyata. Dan nungguin saya dan ibu saya (sayangnya ama ga jadi ikut, sakit kepala)
Oh wew.
saya ga tau bakal ditungguin.
Dan ayah saya ga ada menggerutu atau pun wajahnya tampak kesal.

Bravo pa!

10 Maret 2014

Ayah

Ayah, bagaimana cara mengungkapkan rindu padamu


Ayah, bagaimana cara mengatakan cinta ini padamu


Kita berkata memang tidak dalam diam, tapi kata-kata indah diatas hanya kita pahami dari bahasa tubuh saja.


Ayah, gadis kecilmu ini memang tak selamanya patuh dan mengangguk manis.
Ketika aku menggeleng keras dan menangis, pasti hatimu tersedot, tangismu juga tercekat di dada, tak sanggup berkata, menjelaskan apa yang engkau pikirkan.


Ayah, belum lega senyummu menyaksikan gadis kecilmu mengenakan toga nya ia sudah melambaikan tangan padamu.
Bukan, bukan lambaian tangan menyapa, tetapi diiringi kepergiannya dengan seseorang yang entah dengan selaksa rasa apa yang engkau rasakan ketika memberikannya izin.

Ayah, aku, gadis kecilmu masih penasaran dengan pelukanmu, yang mungkin terakhir kali kurasakan saat silam sering berpura-pura tertidur di depan tv.
Aku tak berani memulainya, hanya tangan besar itu yang selalu kuciumi dengan ta'dzim.
Aku penakut ya?
Walaupun aku sebenarnya lebih takut jika hanya bisa melakukannya ketika engkau tersenyum terakhir kalinya.

Ayah, aku ingat engkau membagi resahmu padaku saat kakakku akan pergi bermil-mil jauhnya, tak lagi dengan mudah engkau singgahi saat perjalanan pergi atau pulang dari kampusmu.
Dan aku tak tahu engkau akan membagi resahmu dengan siapa jika aku meminta izinmu untuk pergi bermil-mil juga darimu.

Ayah, aku mengingatimu hanya ketika diujung sholatku. Pelit sekali gadismu ini. Padahal mungkin, engkau lebih sering mengingatiku daripada hitungan lima.


Ayah, ayah kuat sekali, kukuh sekali, walau seringnya aku tidak bisa meringankan beban itu.
Ayah, sering sekali aku yang membuatnya semakin sulit, semakin berat.


Ayah, aku masih punya janji kecil yang selalu ku sepelekan. Seperti janji pada nenek yang juga belum aku tuntaskan.
Janji yang tertimbun oleh tumpukan kesibukan yang sebenarnya jauh lebih sepele.
Gadismu pemalas sekali ayah.

Ayah, seberapa hebat nanti rinduku padamu? Dan rindumu padaku?
Ayah, seberapa sering nanti engkau bertanya pada ibu ; " sadang manga cece kini ko"


Ayah, tak ada lagi nanti yang senang sekali menyembunyikan rokokmu.
Tak ada lagi yang ribut sekali memotongkan kuku-kuku tebalmu.
Tak ada lagi yang minta tolong motornya dikeluarkan dan dipanaskan.
Tak ada lagi yang engkau singgahi saat mengunjungi kota padang, yang selalu saja minta tambahan jajan.
Tak ada lagi yang minta jemput dari tempat dinasnya malam-malam.
Tak ada lagi yang dimintai tolong ke ladang untuk mengambil gambar-gambar hasil keringatmu yang meskipun tidak pernah dicetak, tapi engkau tidak pernah kapok.

Ayah, aku takkan hilang dari hatimu, begitupun pada hati ini, tak bergeser semili pun posisimu, hanya jarak dan waktu saja ayah, hanya itu ya hanya itu, namun sangat bermakna.


Ayah, pun engkau tak akan membaca tulisan ini. Aku penakut ayah. Atau lebih tepatnya pengecut.

16 Februari 2014

ama

selamat ulang tahun Ama

kurang lebih Ama, ce tetap mencintai Ama
semoga selamanya.

kasih sayang ibu sepanjang masa
kasih sayang anak sepanjang jalan.

semoga tidak kecewa dan mengecewakan

25 November 2013

go abroad

selama nafas masih bisa dihidup sepuasnya, masih ada keinginan untuk menjejak ke negeri orang, memetik hikmah, mensyukuri nikmat.

untuk negeri sendiri sudah lumayan banyak terjajaki ( dalam standar micelia saja, haha), sebagian besar ibukota di sumatera sudah disinggahi, dan 3 ibukota di jawa.
ingin sekali mengintip lebih ke lempengan bumi lain, dibelahan bumi lain, dengan bahasa ibu yang lain.

inginnya, bukan sekadar lewat, hura2, tapi mungkin dengan jalan melanjutkan studi atau mungkin perjalanan pekerjaan.

*tersulut lagi pengen ke luar negeri, beberapa minggu lagi Abang berangkat ke malaysia, untuk waktu yang cukup lama, 3 bulan. urusan pekerjaan yang enak sekali( relatif mandangnya darimana dulu,hehe kalo dari sisi yg ditinggal ya ga enak), udah dulu ke korea, thailand, singapura dan malaysia. envy saia

ayos serius belajar TOEFL ^^9

27 Oktober 2013

hujan lebat

hujan malam ini mencurah dengan semua muatan isi titik-titik airnya

menderu
saling bertabrakan diatas atap-atap, di sela dahan pohon, mencium tanah, berlari bersama aliran sungai, menyiptakan riak di lautan.

hujan malam ini deras.
meski entah ini hujan deras kesekian miliar kalinya di tanah kami ini.

hei, bersyukur sekali berhangat-hangat dibawah selimut, terlindung atap.
tapi..ya tapi..
bagaimanakah dengan mereka, yang meringkuk di jalanan.
bagaimanakah keluarga penunggu pasien di rumah sakit yang kena tempias hujan.
gigilannya terasa sampai disini T.T

18 Oktober 2013

alfin



ia dilahirkan nyaris tiga tahun silam, SC, kepalanya gede, haha.
saya mengenalnya baru sepuluhan bulan ini, bermula dari malam itu ketika ngunjungin rumah anduang dan Apa sengaja membelikan duku untuknya yang selalu hafal dengan derum mobil Apa dan itu tandanya akan ada makanan sebagai oleh-oleh. dia malam itu belum tidur, masih mengejar-ngejar serangga, antara geli dan takut.
saya hanya menyapa sesekali.
"hai alvin" :)

berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, dan berikutnya, ketika pada akhirnya kami ditakdirkan hidup bersama (heleh). ia menyenangkan, sungguh menggemaskan, walau sering sekali bikin ulah yang bikin pusing umminya. untuk saya anteng2 aja, ia cendrung bikin masalah utk menarik perhatian umminya.

well, dia anak yang cepat belajar. kognisi nya mantap.
apaaaapun itu.
dari teknologi, dari ucapan, dari ekspresi.
sughoi.

dia orangnya gemesan, manggaritih nyo kalau sadang suko tu.
dan punya senyuman yang menggoda sekali.
haha.

dia sering histeris kalau liat pemeran di tv yang pakai jilbab, apalagi kalau ada yg sedang ditindas, dimarah2i ;
"mput kakak..mput kakak"
huhuhu terharu kakak pin, kamu ingat kakak..
tapi kalo lagi di telfon dia malah jual mahal, ga mau ngomong
"pin main mi, pin main"
heu heu...

kemaren dia menunjukkan rasa sayangnya dengan mengecup kakaknya ini di pipi kanan, di pipi kiri, di bibir dan di dahi.
sumpah, dia jadi ganteng 100%.
:-*

tapi abis itu saya memberikan dadah-an yang bikin dia sadar akan ditinggalkan dan nangis ngamuk2.
well, kamu membalasnya dengan buruk ce.

13 Agustus 2013

Sabar

Ketika kita disuruh menunggu, lantas bertanya, hingga kapan?
sampai kapan? berapa lama?
Maka sebenarnya kita tidak sedang menunggu, Kawan. Tapi berhitung,
penuh perhitungan sang pedit nan pelit.

Ketika kita disuruh bersabar, lantas nyeletuk iya kalau ujungnya dapat,
kalau nggak? Rugi dong. Maka sebenarnya kita tidak sedang bersabar, Kawan. Tapi transaksi jual beli, atau malah bertaruh. Seolah
bersabar adalah pilihan tersisa yang dilempar di atas meja taruhan.

Padahal, sungguh tidak ada resiko bagi orang yang sabar. Dia menjual
sesuatu kepada Yang Maha Memiliki segala sesuatu. Apanya yang akan rugi? Jangan begitu keliru memahami hakikat sabar. Orang2
dulu yang berilmu bahkan menghabiskan puluhan tahun hanya
untuk mengerti satu cabangnya saja.
*Tere Lije

^ suka sekali

Banyak hal yang terjadi 2 bulan terakhir.
Jatuh bangun, nangis ketawa, pisah ngumpul, kesal bahagia.
Gado2 banget lah.
Juli juga istimewa buat saudari kami kak rizki, -kami selalu mendoakan yg terbaik kak- , semangat!, merasakan nikmat kelapangan setelah super duper kesedihan beneran melegakan.
Pun ramadhan, istimewa sekali, meskipun amalan yaumi jauh merosot dari tahun lalu ( hiks ), tp energinya luar biasa, energi mengendalikan diri juga sgt dibutuhkan (secara lagi di siklus anak, hehe), dan saya entah odong entah gimana, lebih semangat baca tulisan arab kecil-kecil di mushaf paling kecil daripada buku anak merah2 itu, haha, lebih damai baca itu dari pada text book (pletak, nanti ada buku yang mampir di kepala, belajar woy!).
Dan lebaran, ya lebaran, beda banget.
Selain hujan deras, ce tdk seperti biasanya pergi sholat ied dengan ama apa niwa ajo, tapi duduk sendiri di igd, setelah sebelumnya ujan2an ngantar tania ke mesjid pjka. Igd sepi euy ( bedah ngga).
Pagi itu kami pulang kampung nan jauh dimato, dan tidak ada angkot untuk beberapa waktu yang lama, haha nasib baik.

Dan lebaran kali ini lah, tidak menginjakkan kaki di rumah itu lg, hanya berkunjung, ia baik2 saja, tentu, tapi perasaan kami yang tidak baik2 saja. Dan entah sampai kapan akan begitu.
Tidak berani mengusik terlalu jauh. Berhati-hati, sungguh berhati-hati dengan mereka yang terluka.

Ce, masih bisa membayangkan suasana lebaran pertiap tahunnya disana...
Dan mgkn jg hari-hari lainnya.

Tak berani berharap banyak. Cintai saja apa yang ada, yang membuat kita lebih baik.

Allah tahu kadar terbaik buat kita :), selalu

05 Agustus 2013

My second family

Waktu kecil ce dibesarkan oleh 2 keluarga ce dan keluarga angkat ce.
Katanya sih, umur 3 bulan ce udah ditinggal pergi siang hari oleh ama dan dititip ke tetangga sebelah, resiko pny ibu wanita karier, haha.
Keluarga angkat ce keluarga yg menyenangkan, ada Apak Bidon dan Ibuk, pasangan yang unik, apak yang sangat mendominasi dalam pembicaraan dan banyak petatah petitihnya, ibuk yang kalem namun suka tertawa.
Ada Uda Batar, yang sering sekali kalau ice kecil menangis dia yang menggendong di bahunya dan membawa main ke pantai parupuak tabiang atau sekedar jajan di warung terdekat.
Ada ninem yang hanya ce kenal banyak di foto hoka-hoka bentonya, ce panggil imem.
Ada ninom yang cerewet, tapi jarang dirumah, ce panggil imom.
Ada niya yang alim, yang ngajarin ce ngaji, ce panggil ila.
Ada da wana, abang sepersusuan (katanya), anak bungsu yang bersaing perhatian ibuk dengan kami kurcaci kecil pendatang :).
Mereka orang agam, tepatnya orang baso, jadi bahasanya cukup berbeda, makannya selalu tersedia pucuak ubi dan ikan asin.

Keluarga yang mengajarkan kami disipli keluarga yang mengajarkan kami mandiri.

Kalau ice kecil tak mau mengaji atau tak mau sholat isya, pasti ada hukumannya (tidur di kamar mandi, hihi), kalau ujian TV menjadi haram untuk hidup, terkecuali utk berita yg ditonton Apak.

Kalau ke keluarga manapun yang datang berkunjung atau kami kunjungi di kampung pasti diperkenalkan seperti ini :
"iko namonyo celi, anak bungsu kami"

Hoho, lebaran kali ini dapat tawaran lagi untuk berkumpul bersama di Baso, Agam.
peduli amat mau ujian. Pokoknya lebaran ini harus seru :D

21 Desember 2012

Komitmen

32 tahun mereka bersama
Sejatinya itu rentang waktu tak sebentar

Konflik, justru mendekatkan mereka
Mereka bukan pasangan romantis, bukan pasangan agamis
Biasa-biasa saja
(tapi kami peduli apa, mereka tetap luarbiasa)

Pernahkah ada yang menanyakan kenapa orangtua mereka bisa menikah?
I do
Ketika masih SMP malah, ketika umur belasan, melihat teman2 pacaran, jadian-putus-nyambung/jadian, begitulah, jadinya bertanya-tanya, bagaimana proses orang tua saya.

Apa(ayah saya) dengan nyengir menjawab;
Entahlah kenapa bisa, Ama (ibu saya) ce adalah calon ke-40 Apa (saya ketawa lebar, saya antara percaya dan tidak, Apa saya sering membual), ditawarkan ke Umi(ibu ayah saya) beliau merasa cocok lalu kami berkenalan.
Apa pergi ke rumah Ama di Belakang Olo dengan sepeda dari Lapai, bersama Ni Yet (keponakan Apa) lalu kami hanya main di pantai (lalu saya tertawa lagi, membayangkan Apa muda menuntun sepeda beriringan dg Ama dan ni Yet di pantai, pacaran macam itu rasanya tak ada lagi).
Sebentar saja(berkenalannya) lalu kami menikah.

*Kemarin lalu, ama pernah nyeletuk; ni ada undangan dari calon Apa yang ga jadi (oo...bertahun-tahun dari cerita Apa baru saya percaya) anaknya menikah.


Tak mulus memang
Dan memangnya siapa pula yang senang hidupnya mulus-mulus saja
Bagi orang sekitar yang, hidup mereka banyak pahitnya, tapi mereka berhasil(ukuran berhasil itu bukan hanya kaya, sukses saja) satu persatu melewatinya, tertatih sebentar, berjalan normal, tapi rasanya tak pernah lama bisa berlari kencang.

Sekarang , mereka masih bersama( dan semoga selamanya, hingga ke surga, amin)
Kami telah dewasa(at least kedua kakak saya), saatnya melanjutkan estafet kehidupan itu, berbekal didunia dan mendambakan berkumpul di surga.

Allahummaghfirli waliwali dayya warhamhuma kama rabbayana saghira

posted from Bloggeroid

11 Oktober 2012

kami

3 serial anak mamak sudah terselesaikan. Membangkitkan ingatan pada abang, jo piki dan niwa.
Benarlah adanya, kita punya kisah masing-masing.
Kisah yang bagi miliaran orang di dunia ini memang bukan hal yang harus diminati bersama, apalah arti sepotong episode perjalanan beberapa manusia dalam perjalanan epik dunia, ga banyak kan? Tapi bagi diri kita dan orang terdekat inilah yang menjadi kisah hebatnya masing-masing.
Terlahir sebagai anak bungsu, kadang enak kadang tidak enak, ya benar adanya, ce jaraaaang sekali di marahi, kalau di omeli sering, namun hingga sebesar ini, pun kalau dimarahi, masih melalui perantara, ama-apa mengungkapkan kemarahannya sama niwa, kemudian niwa yang marah2 sama ce, heh heh. Ga enaknya ya gitu, jadi ‘anak bawang’ itu sering terabai jika sudah berada di komunitas mereka, bisa jadi kita hanya dianggap sebagai pengganggu yang tak usah diajak main, mendekam saja di rumah. Ga enaknya lagi, selalunya dapet barang-barang bekas,yang sudah tak dipakai oleh kakak2, meskipun begitu barang2 mereka  terasa hebat untuk ce terima.
Nama abang ce Woody Perdana Lukman, beliau lahir ketika Apa sedang asik dengan bisnis perkayuannya, dan begitulah, namanya aneh gitu, kayu, hehe, tapi sebenarnya ada do’a juga dibalik nama itu, diharapkan abang jadi seseorang yang kokoh, yang menguatkan keluarga. Beliau pendiam ,keras tapi penyayang, persis seperti Apa, apa yang dimau pasti dilakukan dengan cara apa pun, abang dengan pekerjaannya saat ini setidaknya telah berhasil merintis dari nol kehidupan rumah tangganya, dengan segala suka dukanya, yap toh itu kehidupan. Well, abang sudah menjejakkan kakinya di Seoul, Kuala Lumpur dan Bangkok, entah apa cita-citanya dari dulu , ce sendiri ga tau, mungkin cita-citanya jadi penjaga perpustakaan, namun sekarang terdampar sebagai insinyur bahan-bahan kimia.
Nama abang kedua ce Silviki, kata Apa, itu diambil dari Sylvi culture, penerus. Jo piki, ce manggilnya gitu. Pribadi yang gampang sekali membaur dengan lingkungan, cadel, prestatif dalam bidang seni (ce punya kumpulan puisinya). Lagu favoritnya dari Stinky , “gerimis mengundang”, sering dinyanyiin pake gitar di rumah. Ia abang yang baik, rasanya tak sering membuat ce menangis.
Nama kakak ce yang ketiga, Wirda Hilwa, ah sebenarnya agak berat untuk mengungkapkan arti nama niwa, ntar niwa baca dan langsung melambung tinggi. Wirda = wardah= mawar, hilwa = manis. Ya.. ya..ya.. niwa beruntung saja dapat nama bagus kayak gitu, tapi tetap aja namanya iwa t*b, haha ^^v. gara-gara niwa manggil dirinya iwa dan bukannya hilwa (nama yang dibiasakan oleh ama), ce juga ikut2an manggil diri ce ; ice, dan bukannya celi (nama yang dibiasakan oleh ama) :P . niwa sungguh tomboy, ketua geng dimana2, di pasia, di kompleks, dan di sekolahan. Well, otak niwa lumayanlah, bisa juara dimana2, bisa lulus dari universitas dengan nilai yang ya.. ga jauhlah dari nilai ce (?), 3.73, ya… bisa dibilang cukup rajin (haha, kalo niwa bisa nimpuk ce, pasti udah ditimpuk pake sendal). Niwa punya cita-cita jadi dokter, huhu untunglah ga jadi, niwa tu lebay, ntar dikit2 berjengit lihat pasien gawat2 :p.
Saya yang ke empaaaaat :) , sebenarnya kami ada berdelapan, jika saja saudara2 yang lain bisa bertahan hingga melihat dunia, namun kamilah yang berhasil bertahan, dengan perjuangan Ama yang luarbiasa juga tentunya serta berkat rahmat Allah ta’ala. Sampai saya lahir sebagai anak keempat, Ama sudah melar badannya, pas dilihat foto mudanya, langsing beud, haha ntar saya pagimane ye. Saya anak keempat yang sering ditinggal sama tetangga, Ama udah jadi komisaris waktu itu (wah gaya banget namanya),PT  Kamisato, fufufu hanya sedikit kenangan ce tentang itu, ce udah TK, SD perusahaan itu udah bubar jalan, namun sekarang ama masih jadi wanita karier, haha, wanita karier sibuk sana sibuk sini. Ah ya, saya punya cita-cita jadi programmer, namun kandas das das das seiring keluarnya hasil SNMPTN 2008 lalu, maka saya bercita-cita saja jadi ……pemilik restoran ‘ Terserah’ , haha.
Kami memang tidak tumbuh besar selalu bersama, namun ikatan itu masih terjalin, masing-masing menguntai kisahnya, mengilhami satu sama lain, berusaha membahagiakan orangtua, membanggakan agama dan setidaknya sedikit membanggakan bangsa dengan tidak ikut serta menjadi pemuda-pemuda yang suram masa depannya, insyaAllah.
Mari berjuang!

Published with Blogger-droid v2.0.8

06 November 2011

ibrahim kholilurrahman

ibrahim kholilurrahman
Cilegon, 29 mei 2011




Baru menetas, eh baru lahir :)



imut nyaaaa :3



hayooo... baim mirip siapa?



putihan mana sama Abi nya> haha, putihan baim dunkzz..



udah bisa tengkurap ci baim :3
heiii botak unyuu, liat sini doong :P


fufufu tidak sabaran untuk main sama baim, ga sabaran untuk nyulik baim ke Padang :P

21 Oktober 2011

ayah

kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita?
menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya?

kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkrama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

-tere liye- Ayahku (bukan) Pembohong

buku tere liye ini untuk kedua kalinya membobol pertahanan airmata saya.
benar-benar mengaduk rasa
membilurkan rindu padanya, rasa tak ingin kata terlambat itu memupus semua


ayah

ampuni anakmu yang terlalu banyak mendurhakai, belum bisa mempersembahakan yang terbaik, bahkan berani mengingkari janji...

ya Allah, hamba mohon ampun atas kedzholiman diri hamba

ayah

segeralah pulang

ce mau mengaku maaf
ce mau mengaku cinta


apa, ama, cepatlah pulang..

LA, 21 okt, 10:14 pm

16 Juni 2011

demi apa?

Hidup itu sulit,

Ya sulit, tapi banyak cara untuk membuatnya mudah, untuk bahagia menikmatinya


 

Beberapa frase dalam waktu yang lalu banyak ce jumpai pengorbanan

Pengorbanan Apa (papa) untuk melawan ketakutannya akan operasi

Demi apa?

Hurmmpp.. fuuuh..

Demi bisa melihat ce menjadi dokter

Ah.. ah.. tidak terlalu muluk untuk itu

Demi masih bisanya beliau melangkahkan kedua kaki itu dengan gagahnya

Dan tetap berjuang menafkahi kami

Demi suapan-suapan nasi kami

Demi, mewujudkan mimpi yang selalu beliau tanyakan kepada ce ;

"lamo, ce jadi dokter lai?"


 

Lega sekali rasanya saat melihat apa bisa keluar dari kamar operasi dengan tanpa masalah yang menyertai

Ingin rasanya langsung mengucap ;

"terimakasih Pa, akhirnya Apa mau memperhatikan kesehatan Apa, bukan hanya memikirkan kami"

Tapi lidah ini kelu, hanya bisa mengusap wajahnya yang pucat

"Sakik Pa?" Tanya ce, hanya itu yang keluar.


 

Hebatnya, Apa bisa mengurangi frekuensi merokoknya, ya… masih ada terkadang ketemu puntung rokoknya.

Walaupun ketika ditanya beliau selalu menyanggah bahwa tidak, tetapi setidaknya beliau sudah berusaha untuk menguranginya, setidaknya dihadapan ce.


 

Kini, beliau sudah sibuk dengan aktivitas berladangnya seperti sediakala

Meski kami risau dengan proses penyembuhan kakinya, tapi beliau tak peduli

Ya,beliau memang tak bisa diam, tak bisa jika hanya menganggur



 

Pengorbanan kedua, masih berhubungan dengan orang yang sakit.

Sakit itu nikmat, nikmat yang bisa membuat kita naik tingkat.

Nikmat yang bisa mengungkapkan betapa care-nya oranglain terhadap kita, apalagi orang terdekat.

Memang terkadang sakit membuat seseorang menjadi sensitive, menjadi cengeng, menjadi ketergantungan dengan oranglain.

Memang sakitnya kita merepotkan oranglain.

Memang sakitnya kita akan lebih menyengsarakan rasanya untuk orang yang menyayangi kita.

Tapi begitulah tadi, sakit itu tetap nikmat dariNya. Tetap mengentalkan rasa cinta

Pada mereka berdua, Niwa dan suaminya, ce melihat itu.

Perjalanan 2 tahun pernikahan mereka, cinta itu selalu bertumbuh, terlebih pada saat saling membutuhkan.

Happy anniversary for you both, baarakalahulaka wa baaraka 'alaika, wa jama'a baina kuma fii khair..

^_^ , semoga akan ada kado terindah ditahun ini dari Ia, Maha Pemberi Rizki , amin.


 

Pengorbanan ketiga, beruntun euy…

Ini pengorbanan yang dahsyat!

Perjuangan antara hidup dan mati

Alhamdulillah mba Aini (istrinya Abang Ody) bisa melewatinya dengan baik, hingga lahirlah ponakan ce yang pertama, pada 30 Mei 2011, Ibrahim Kholilurrahman, dengan berat 2300gr, panjang badan 47 cm.


Allahuakbarwalillahililhamd…

Kami mengkhawatirkan mba Aini, terus terang ce juga sangat khawatir, beliau masih terhitung 19 tahun saat melahirkan Ibrahim, usia yang dalam teorinya kemungkinan rentan untuk terjadi komplikasi. Beliau juga mengalami hipertensi dalam masa kehamilannya. Tapi Alhamdulillah, Allah Maha Kuasa, Ia permudah segalanya..

Selamat datang kedunia Ibrahim sayang…., semoga menjadi anak yang sholeh, pintar dan berbakti…, semoga kehadiranmu akan meluluhkan hati Kakek dan Nenekmu ^_^


 


 


 


 

What a life…

Disini, ternyata ce belum bisa memberikan pengorbanan yang terbaik

Seperti mereka.

Ya Allah terangi selalu hati ini…

19 Maret 2011

jono dan lono



entah mana yang jono dan mana yang lono..
entahlah..

eits.. ngomong apa sih?

haha
lagi-lagi pengen geje

itu tuh...
niwa dan ajo-nya (her husband) kan punya a couple of motorcycle,
yang punya niwa yang biru itu (hadiah dari Apa utk pernikahan mereka, jailaaah... padahal niwa yang mohon2 pengen akuisisi tu motor, #sirik-sirikan mode ON) dan satu lagi motor bebek-nya Ajo, warna item (hehe banyangin aja, ga ada fotonya sama ce)
dan mereka menamakannya
jono dan lono
entahlah yang mana mereka, ga pernah dikenalin sama ce pun..

hohoho.. bukan berarti mereka punya motor sendiri jadinya mereka jarang pergi berdua, si biru (bodo amat itu 'jono' atau 'lono') dipakenya buat niwa ngajar ke perguran islam Ar risalah, nah kalo yang item punya Ajo (bodo amat ini 'lono' atau 'jono') baru sering dipake mereka berdua kemana, malam mingguan nyari makan keluar, pulang ke LA atau limau hantu, pergi piknik ke ladang Apa di Ketaping, pergi baralek, pergi nyari obat, pergi blablablasyalaala... terserah merekalah, saat itu pun pasti mereka merasa-dunia-milik-berdua-yang-lain-lagi-hidden-mode-on (apasih?)

what about me?
adilkah dunia untukku? halah..
yayaya.. walau ada satu motor bebek item lagi yang terkadang nganggur di rumah, tetap saja ga dibolehin bawa motor, alasan klasik sih, takutnya ntar kecelakaan dan langsung matiditempat (kalo patah-patah lebih nyusahin, ngabisin duit, kata Niwa)..
ya lah.. ya lah.. ya lah...

sepeda itu pun udah cukup (ouh.. please my beloved-blue-bicycle jangan keseringan ngambek)
^_^

selesai

*cerita apa sih ce?

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
↑ Grab this widget