18 Desember 2013

Epilepsi (Case Report)


BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

 

A.  PENDAHULUAN

Epilepsi adalah manifestasi klinik yang sangat bervariasi, mulai dari kejang umum, kejang fokal, penurunan kesadaran, gangguan tingkah laku sampai manifestasi “aneh-aneh” sulit dimengerti. Prinsip yang harus dipegang ialah terjadi berulang kali dengan pola yang sama, tanpa memperhatikan tempat, waktu dan keadaan. Epilepsi bervariasi luas dalam bentuk, penyebab dan beratnya. Cetusan abnormal mungkin melibatkan sebagian otak saja (serangan parsial/fokal) atau daerah luas pada kedua belahan otak (serangan umum).
Epilepsi dapat terjadi pada siapa saja di seluruh dunia tanpa batasan usia, gender, ras, sosial dan ekonomi.  Angka kejadian epilepsi masih tinggi; di Indonesia belum ada data yang pasti tentang insidensi maupun prevalensi.  Berdasarkan asumsi bahwa Indonesia termasuk negara yang sedang berkembang, maka angka kejadian epilepsi di Indonesia lebih tinggi daripada di negara maju.
Di kalangan masyarakat awam masih terdapat pandangan yang keliru terhadap epilepsi.  Ini berpengaruh negatif terhadap upaya pelayanan pasien epilepsi. Di negara-negara yang sedang berkembang pelayanan pasien epilepsi masih menghadapi banyak kendala. Di lain pihak, oleh karena berbagai kendala tadi maka penatalaksanaan kasus-kasus epilepsi oleh tenaga medik masih kurang memadai.
Epilepsi berpotensi untuk menimbulkan masalah sosio-medikolegal yang secara keseluruhan dapat menurunkan atau mengganggu kualitas hidup pasien epilepsi, bahkan keharmonisan keluarga pasien epilepsi juga dapat terganggu. Masalah sosio-medikolegal meliputi kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, hak untuk memperoleh tanggungan asuransi, hak untuk memperoleh SIM, hak dan kewajiban dalam bidang hukum, pendidikan, karir dan perkahwinan.
Epilepsi post trauma (PTE) adalah gangguan kejang berulang akibat cedera otak. Cedera dapat terjadi akibat adanya trauma kepala atau operasi pada otak. Epilepsi post trauma harus dibedakan dengan kejang post trauma (PTS), yang menandakan kejang yang terjadi dalam 24 jam setelah cedera otak. PTS yang terjadi dalam waktu 1 minggu setelah cedera yang disebut early PTS, dan kejang yang terjadi lebih dari 1 minggu setelah cedera yang disebut late PTS. Sekitar 20% orang yang memiliki satu kali late PTS tidak pernah mengalami kejang lanjutan.




B.  DEFINISI

Epilepsi didefinisikan sebagai suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan (seizure) berulang sebagai akibat dari adanya gangguan fungsi otak secara intermiten yang disebabkan oleh lepas muatan listrik abnormal dan berlebihan di neuron-neuron secara paroksismal, didasari oleh berbagai faktor etiologi.
Bangkitan epilepsi (epileptic seizure) adalah manifestasi klinik dari bangkitan serupa (stereotipik), berlangsung secara mendadak dan sementara dengan atau tanpa perubahan kesadaran, disebabkan oleh hiperaktivitas listrik sekelompok sel saraf di otak, bukan disebabkan oleh suatu penyakit otak akut (unprovoked).
Epilepsi post trauma adalah gangguan kejang berulang akibat cedera otak.

C.  EPIDEMIOLOGI
Insiden: 0,5-2 0/0. Insiden meningkat menjadi 5-10% pada pasien yang mendapat operasi kepala. Pada penderita dengan cedera kepala berat (GCS < 9) insiden meningkat menjadi 10-15% pada orang dewasa dan 30-35% pada anak-anak.

D.  ETIOLOGI
Faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya PTE pada seseorang adalah:
·      Usia < 5 tahun dan > 65 tahun
·      Konsumsi alkohol lama
Genotip dengan Apolipoprotein E epsilon4 dianggap merupakan faktor resiko walau masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
·         Faktor resiko terkait cedera yang meningkatkan risiko terkena PTE adalah:
·         Trauma berat
·         Cedera kepala terbuka
·         Intrakranial hematom
·         Fraktur depresi
·         Kontusio
·         Koma lebih dari 24 jam
·         Adanya early PTS
·         Abnormalitas pada focal neuroimaging atau EEG pada periode akut post cedera


E.  PATOFISIOLOGI
Neuron adalah suatu tempat terjadinya kegiatan listrik dengan adanya potensial membran. Potensial membran, tergantung permeabilitas membtan neuron yang menseleksi ion-ion K, Na, Ca, Cl dari dalam /luar sel neuron. Perbedaan konsentrasi ion-ion menimbulkan potensial membran (terjadi depolarisasi,repolarisasi, dst). Serangan epilepsi merupakan gangguan fungsi neuron-neuron otak dan tansmisi pada sinaps.
Sinaps terdiri dari presinaps dan postsinaps. Ketika terjadi perambatan potensial aksi ke terminal, kanal Ca pada presinaps akan membuka. Proses ini akan diikuti dengan menempelnya neurotransmitter pada membran neuron, lalu neurotransmitter tersebut dilepaskan ke celah sinaps. Neurotransmitter ada dua macam, yaitu neurotransmitter eksitasi dan inhibisi. Bila neurotransmitter eksitasi yang keluar, akan ditangkap oleh reseptor yang cocok pada postsinaps. Ikatan reseptor dengan neurotransmitter akan mengubah permeabilitas membrane otot sehingga ion Na akan masuk. Terjadilah potensial aksi, yang akan menyebabkan terjadinya depolarisasi. Kejadian selanjutnya adalah akan terbentuk ikatan aksin myosin sehingga otot akan berkontraksi. Sedangkan bila neurotransmitter inhibisi yang keluar, setelah berikatan dengan reseptor, perubahan permeabilitas akan memudahkan ion Cl masuk. Ion Cl mengakibatkan muatan sel menjadi negative, maka terjadilah hiperpolarisasi dan inhibisi.
Kejang terjadi akibat lepas muatan paroksismal yang berlebihan dari sebuah fokus kejang akibat suatu keadaan patologik. Apabila terdapat lesi pada neuron di otak, ada beberapa fenomena yang terjadi :
-          Instabilitas membran sel. Membrane sel yang tidak stabil, ketika terjadi sedikit saja rangsangan akan mengubah permeabilitas. Hal ini mengakibatkan depolarisasi abnormal dan terjadilah lepas muatan yang berlebihan.
-          Neuron-neuron hipersensitif dengan ambang untuk melepaskan muatan menurun, dan apabila terpicu akan melepaskan muatan berlebihan.
-          Kelainan polarisasi yang disebabkan oleh kelebihan asetilkolin atau defisiensi gama aminobutirat acid (GABA).
-          Ketidakseimbangan ion yang mengubah keseimbangan asam basa atau elektrolit yang mengganggu homeostasis kimiawi neuron sehingga terjadi kelainan pada depolarisasi neuron.
Mekanisme terjadinya kejang berulang akibat trauma otak tidak diketahui. Lesi pada korteks tampak memegang peranan penting. Diperkirakan bahwa deposisi besi dari darah yang terekstravasasi menyebabkan kerusakan akibat adanya radikal bebas, dan akumulasi glutamat menyebabkan kerusakan oleh eksitotoksisitas Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa gangguan dari sawar darah-otak kemungkinan berkontribusi terhadap munculan kejang pada PTE.

F.  KLASIFIKASI

Klasifikasi International League Against Epilepsi (ILAE) untuk jenis bangkitan epilepsi:
1.                  Bangkitan Parsial
            1.1  Bangkitan parsial sederhana
                        1.1.1  Motorik
                        1.1.2  Sensorik
                        1.1.3  Otonom
                        1.1.4  Psikis
            1.2  Bangkitan parsial kompleks
1.2.1  Bangkitan parsial sederhana yang diikuti dengan gangguan kesadaran
1.2.2  Bangkitan parsial yang disertai gangguan kesadaran saat awal               bangkitan
            1.3  Bangkitan parsial yang menjadi umum sekunder
                        1.3.1  Parsial sederhana yang menjadi umum tonik klonik
 1.3.2  Parsial kompleks menjadi umum tonik klonik
1.3.3  Parsial sederhana menjadi parsial kompleks kemudian menjadi umum tonik klonik
2.                  Bangkitan Umum
            2.1  Lena (absence)
            2.2  Mioklonik
            2.3  Klonik
            2.4  Tonik
            2.5  Tonik-klonik
            2.6  Atonik
3.                  Tak Tergolongkan


G.  MANIFESTASI KLINIS

  1. Bangkitan Parsial Sederhana
            - Tidak terjadi perubahan kesadaran
- Bangkitan dimulai dari tangan, kaki atau muka (unilateral/fokal) kemudian menyebar pada sisi yang sama ( Jacksonian March )
            - Wajah mungkin berpaling ke arah sisi tubuh yang mengalami kejang ( adversif )
  1. Bangkitan Parsial Kompleks
            - Bangkitan fokal disertai terganggunya kesadaran
- Sering diikuti oleh automatisme yang stereotipik seperti mengunyah, menelan dan kegiatan motorik lainnya tanpa tujuan yang jelas
            - Kepala mungkin berpaling ke arah sisi tubuh yang mengalami kejang ( adversif )
  1. Bangkitan Umum Sekunder
- Berkembang dari bangkitan parsial sederhana atau kompleks yang dalam waktu singkat menjadi bangkitan umum
            - Bangkitan parsial dapat berupa aura
            - Bangkitan umum yang terjadi biasanya bersifat kejang tonik-klonik
  1. Bangkitan Umum Lena (Absence)
            - Gangguan kesadaran secara mendadak, berlangsung beberapa detik
            - Selama bangkitan kegiatan motorik terhenti dan pasien diam tanpa reaksi
            - Mata memandang jauh ke depan
            - Mungkin terdapat automatisme
            - Pemulihan kesadaran segera terjadi tanpa perasaan bingung
            - Sesudah itu pasien melanjutkan aktivitas semula
  1. Bangkitan Umum Tonik-Klonik
            - Dapat didahului prodormal seperti jeritan, sentakan
            - Pasien kehilangan kesadaran, kaku (fase tonik) selama 10-30 detik, diikuti gerakan kejang
kelojotan pada kedua lengan dan tungkai (fase klonik) selama 30-60 detik, dapat disertai mulut berbusa
            - Selesai bangkitan pasien menjadi lemas (fase flaksid) dan tampak bingung
- Pasien sering tidur setelah bangkitan
  1. Bangkitan Umum Atonik
- Sangat jarang kesadaran menurun, terjatuh karena kehilangan tonus otot tidak diikuti gerakan atau serangan tonik klonik, bisa kepala terkulai tiba-tiba.
  1. Bangkitan Umum Mioklonik
- Kontraksi kelompok otot anggota gerak,singkat. Bisa serangan tunggal atau berulang. Mulai gerakan halus sampai sentakan hebat. Biasa pasien mendadak jatuh, benda yang dipegang terlontar (flying saucer syndrome). Bisa lateral, sinkron berulang.
  1. Bangkitan Umum Klonik
-          Gerakan menyentak pada ekstremitas atas dan bawah, kadang-kadang mengenai kedua sisi tubuh.  Lamanya bervariasi.
  1. Bangkitan Umum Tonik
-          Tonus otot sangat meningkat. Tubuh, lengan serta tungkai terlihat kaku.  Biasanya pasien sadar.  Paling sering terjadi sewaktu tidur, dan biasanya mengenai kedua sisi tubuh.  Jika seseorang sedang berdiri sewaktu kejang bermula, ia seringkali akan jatuh
-          Lamanya berlangsung < 20 detik

H.  DIAGNOSIS
Diagnosis epilepsi ditegakkan atas dasar adanya gejala dan tanda klinik dalam bentuk bangkitan epilepsi berulang (minimum 2 kali) yang ditunjang oleh gambaran epileptiform pada EEG. 
Secara struktural, diagnosis epilepsi ditegakkan atas dasar:
1.  Anamnesis (auto dan allo anamnesis)
            - Pola/ bentuk bangkitan
            - Lama bangkitan
            - Gejala sebelum, selama dan pascabangkitan
            - Frekuensi bangkitan
            - Faktor pencetus
            - Ada/ tidaknya penyakit lain yang diderita sekarang
            - Usia pada saat terjadinya serangan pertama
            - Riwayat pada saat dalam kandungan, persalinan / kelahiran dan perkembangan bayi/anak
            - Riwayat terapi epilepsi sebelumnya
            - Riwayat penyakit epilepsi dalam keluarga
2.  Pemeriksaan fisik umum dan neurologik
            - Hal-hal yang perlu diperiksa antara lain adanya tanda-tanda dari gangguan yang berhubungan dengan epilepsi, misalnya: trauma kepala, infeksi telinga atau sinus, gangguan kongenital, gangguan neurologik fokal atau difus, kecanduan alkohol atau obat-obat terlarang, dan kanker. Pada PTE perlu ditanyakan riwayat early dan late PTS.
3.      Pemeriksaan penunjang
-Pemeriksaan penunjang dilakukan sesuai dengan indikasi dan bila memungkinkan.
3.1  Pemeriksaan Elektroensefalografi
·         Rekaman EEG sebaiknya dilakukan pada saat bangun, tidur, dengan stimulasi fotik, hiperventilasi, stimulasi tertentu sesuai pencetus bangkitan
·         Kira-kira 29-38% dari pasien epilepsi dewasa, EEG tunggal menunjukkan kelainan epileptiform. Bila diulang pemeriksaannya, gambaran epileptiform meningkat menjadi 59-77%.
·         Bila EEG normal dan persangkaan epilepsi sangat tinggi, maka dapat dilakukan EEG ulangan dengan persyaratan khusus.
·         Indikasi:
1.      Membantu menegakkan diagnosis epilepsi
2.      Membantu prognosis pada kasus tertentu
3.      Pertimbangan dalam penghentian OAE
4.      Membantu dalam menentukan letak fokus
5.      Bila ada perubahan bentuk bangkitan
            3.2  Pemeriksaan Pencitraan Otak
Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan prosedur pencitraan pilihan untuk epilepsi dengan sensitivitas tinggi dan lebih spesifik dibandingkan dengan Computed Tomography Scan (CT Scan). Pemeriksaan MRI diindikasikan untuk epilepsi yang sangat mungkin memerlukan terapi pembedahan.
Indikasi:
                                    1.  Semua kasus bangkitan pertama yang diduga ada kelainan struktural
                                    2.  Adanya perubahan bentuk bangkitan
                                    3.  Terdapat defisit neurologik fokal
                                    4.  Epilepsi dengan bangkitan parsial
                                    5.  Bangkitan pertama pada usia lebih dari 25 tahun
                                    6.  Untuk persiapan operasi epilepsi
            3.3 Pemeriksaan Laboratorium
·           Pemeriksaan darah meliputi hemoglobin, leukosit, hematokrit, trombosit, elektrolit, kadar gula, fungsi hati (SGOT, SGPT), ureum dan kreatinin serta lain-lain atas indikasi
·           Pemeriksaan cairan serebrospinal bila dicurigai adanya infeksi SSP

I.  TERAPI

·          Tujuan terapi adalah untuk mengontrol gejala atau tanda secara adekuat dengan menggunakan obat tanpa/ dengan efek samping minimal
·          Prinsip terapi:
1.                  Dilakukan bila terdapat minimum 2 kali bangkitan dalam setahun
2.                  Terapi mulai diberikan bila diagnosis telah ditegakkan dan setelah pasien dan keluarga menerima penjelasan tentang tujuan pengobatan dan kemungkinan efek samping.
3.                  Pemilihan jenis obat sesuai dengan jenis bangkitan
4.                  Sebaiknya terapi dengan monoterapi
5.                  Pemberian obat dimulai dengan dosis rendah dan dinaikkan secara bertahap sehingga dosis efektif tercapai
6.                  Pada prinsipnya terapi dimulai dengan obat antiepilepsi lini pertama. Bila diperlukan
penggantian obat, maka dosis obat pertama diturunkan secara bertahap dan dosis obat kedua dinaikkan secara bertahap
7.                  Bila didapatkan kegagalan monoterapi maka dapat dipertimbangkan untuk diberi kombinasi OAE
8.                  Bila memungkinkan dilakukan pemantauan kadar obat sesuai indikasi
·         Pasien dengan bangkitan pertama direkomendasikan untuk memulai terapi bila:
1.      Dijumpai fokus epilepsi yang jelas pada EEG
2.      Pada pemeriksaan CT Scan atau MRI otak dijumpai lesi yang berkorelasi dengan bangkitan
3.      Pada pemeriksaan neurologik dijumpai kelainan yang mengarah pada adanya kerusakan otak
4.      Ada riwayat epilepsi pada orang tua dan saudara kandung kecuali kejang demam sederhana
5.      Ada riwayat infeksi otak atau trauma kapitis terutama yang disertai dengan penurunan kesadaran
6.      Bangkitan pertama berupa status epileptikus
·         Jenis Obat Anti Epilepsi
Tabel 1.  Pemilihan Obat Anti Epilepsi Atas Dasar Jenis Bangkitan Epilepsi pada Orang Dewasa
Seizure type
First line
Second line
Tonic clonic
      Sodium valproate
      Carbamazepine
      Phenytoin
      Lamotrigine
      Oxcarbamazepine
Absence
      Sodium valproate
      Ethosuximide
      Lamotrigine
Myoclonic
      Sodium valproate
      Lamotrigine
Partial
      Carbamazepine
      Phenytoin
      Lamotrigine
      Oxcarbamazepine
      Sodium valproate
Unclassifiable
      Sodium valproate
      Lamotrigine

Tabel 2.  Dosis Obat Anti Epilepsi Untuk Orang Dewasa
OBAT
DOSIS AWAL
(mg/hari)
DOSIS RUMATAN
(mg/hari)
JUMLAH DOSIS PER HARI
WAKTU PARUH PLASMA
(Jam)
Carbamazepine
400-600
400-1600
2-3x
2 s/d 7
Phenytoin
200-300
200-400
1-2x
3 s/d 15
Valproic acid
500-1000
500-2500
2-3x
2 s/d 4
Phenobarbital
50-100
50-200
1

Clonazepam
1
4
1 atau 2
2 s/d 10
Clobazam
10
10 30
2-3x
2 s/d 6
Oxcarbazepine
600-900
600-3000
2-3x

Levetiracetam
1000-2000
1000-3000
2x
2
Topiramate
100
100-400
2x
2 s/d 5
Gabapentin
900-1800
900-3600
2-3x
2
Lamotrigine
50-100
20-200
1-2x
2 s/d 6

Tabel 3. Pemilihan Obat Anti Epilepsi Atas Dasar Jenis Bangkitan Epilepsi pada Anak
Seizure type
First line
Second line
Third line
Tonic-clonic
Sodium valproate
Carbamazepine
Lamotrigine
Oxcarbazepine
Phenytoin
Myoclonic
Sodium valproate
Lamotrigine
Clobazam
Phenobarbital
Tonic
Sodium valproate
Lamotrigine
Clobazam
Topiramate
Absence
Sodium valproate
Lamotrigine
Ethosuximide
Clobazam
Partial
Carbamazepine
Phenytoin
Sodium valproate
Gabapentin
Oxcarbazepine
Lamotrigine
Vigabatrin
Clobazam
Topiramate
Infantile spasms
Vigabatrin
Corticosteroids
Sodium valproate
Nitrazepam
Lamotrigine
Lennox-Gastaut
Sodium valproate
Lamotrigine
Topiramate
Clobazam
Felbamate
Gambar 1. Algoritma Tatalaksana Epilepsi

Tabel 4.  Efek  samping obat anti-epilepsi klasik 
DRUG
SIDE EFFECT
TERKAIT DOSIS
IDIOSINKRETIK
Carbamazepin
Diplopia, dizziness, nyeri kepala, mual, mengantuk, neutropenia, hiponatremia
Ruam morbiliform, agranulositosis, anemia aplastik, efek hepatotoksik, Sindroma Stevens-Johnson,  teratogenecity
Phenytoin
Nistagmus, ataxia, mual, muntah, hipertrofi gusi, depresi, mengantuk, paradoxical increase in seizure, anemia megaloblastik
Jerawat, coarse facies, hirsutism, cariasis, lupus-like syndrome, ruam, Sindroma Stevens-Johnson, Dupuytren’s contracture, efek hepatotoksik, teratogenicity
Valproic acid
Tremor, berat badan bertambah, dispepsia, mual, muntah, kebotakan, tetratogenicity
Pankreatitis akut, efek hepatotoksik, trombositopenia, ensefalopati , udem perifer
Phenobarbital
Kelelahan, listlesness, depresi, insomnia (pada anak), distractability (pada anak), hiperkinesia (pada anak), irritability (pada anak)
Ruam makulopapular, exfoliation, nekrosis epidermal toksik, efek hepatotoksik, arthritic changes, Dupuytren’s contracture, teratogenicity
Pirimidone
Kelelahan, listlessness, depresi, psikosis, libido menurun, impoten
Ruam, agranulositosis, trombositopenia, lupus-like syndrome, teratogenicity
Ethosuximide
Mual, anoreksia, muntah agitasi, mengantuk, nyeri kepala, lethargy
Ruam, eritema multiformis, Sindroma Steven-Johnson, lupus-like syndrome, agranulositosis, anemia aplastik
Clonazepam
Kelelahan, sedasi, mengantuk, dizziness, agresi (pada anak) hiperkinesia (pada anak)
Ruam, trombositopenia
                                               

Tabel 5.  Efek samping obat anti-epilepsi baru
___________________________________________________________________________
OBAT
EFEK SAMPING UTAMA
EFEK SAMPING YANG LEBH SERIUS NAMUN JARANG
Levetiracetam
Somnolen, asthenia, sering muncul ataksia. Juga dilaporkan  penurunan kecil kadar sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit.

Gabapentin
Somnolen, kelelahan, ataksia, dizziness, gangguan saluran cerna

Lamotrigine
Ruam, dizziness, tremor, ataksia, diplopia,  nyeri kepala, gangguan saluran cerna
Sindroma Stevens- Johnson
Clobazam
Sedasi, dizziness, irritability, depresi, disinhibition

Vigabatrin
Perubahan perilaku, depresi, sedasi, kelelahan, berat badan bertambah, gangguan saluran cerna
Psikosis
Oxcarbazepine
Dizziness, diplopia, ataksia, nyeri kepala, kelemahan, ruam, hiponatremia

Zonisamide
Somnolen, nyeri kepala, dizziness, ataksia, renal calculi

Tiagabine
Confusion, dizziness, gangguan saluran cerna, anoreksia, kelelahan

Topiramate           
Gangguan kognitif, tremor, dizziness, ataksia, nyeri kepala, kelelahan, gangguan saluran cerna, renal calculi

                                                           
Penghentian OAE:
l    Penghentian OAE dapat didiskusikan dengan pasien atau keluarganya setelah minimal 2 tahun bebas bangkitan dan sesuai  indeks prognosis, tergantung bentuk bangkitan.
l    Gambaran EEG “normal” / membaik.
l    Bertahap, pada umumnya 25% dari dosis semula, setiap bulan dalam jangka waktu 3-6 bulan.
l    Bila bangkitan timbul kembali maka dosis terakhir dipertahankan, kemudian di      evaluasi kembali.
l    Dimulai dari 1 OAE yang bukan utama.
Indikasi dan kriteria pembedahan
     1. epilepsi yang “intractable”
     2. IQ > 70
     3. tidak ada kontradiksi pembedahan
     4. usia < 45 tahun
     5. tidak ada kelainan psikiatrik yang jelas
     6. 20 % serangan timbul dari lobus temporal kolateral pada EEG
Pertimbangkan kemungkinan kekambuhan bangkitan lebih besar pada :
-          riwayat kejang umum tonik-klonik primer atau sekunder.
-          penggunaan lebih dari satu OAE.
-          riwayat bangkitan mioklonik.
-          masih mendapatkan satu atau lebih bangkitan setelah memulai terapi
-          mendapat terapi 10 tahun atau lebih.
-          riwayat bangkitan neonatal
-          gambaran EEG masih abnormal
-          Semakin tua usia kemungkinan timbulnya kekambuhan makin tinggi
Kemungkinan kekambuhan kecil pada pasien yang telah bebas bangkitan antara tiga sampai lima tahun, dan yang selama lima tahun atau lebih.
STATUS EPILEPTIKUS
                  Status epileptikus (SE) adalah bangkitan yang berlangsung lebih dari 30 menit, atau adanya 2 bangkitan atau lebih di mana antara bangkitan-bangkitan tadi tidak terdapat pemulihan kesadaran,  Namun demikian penanganan bangkitan harus dimulai dalam 10 menit setelah awitan suatu bangkitan.


PROTOKOL PENANGANAN STATUS EPILEPTIKUS
Stadium
Penatalaksanaan
Stadium I (0-10 menit)
-          Memperbaiki fungsi kardio respirasi
-          Memperbaiki jalan nafas, pemberian oksigen, resusitasi
Stadium II (1-60 menit)
-          Pemeriksaan status neurologic
-          Pengukuran TD, nadi dan suhu
-          EKG
-          Memasang infuse pada pembuluh darah besar
-          Ambil 50-100cc darah untuk pemeriksaan lab
-          Pemberian OAE emergensi :  Diazepam 10-20mg i.v. (kecepatan pemberian <2-5 15="" atau="" dapat="" diulang="" kemudian="" menit="" mg="" rectal="" span="">
-          Memasukkan 50 cc glukosa 50% dengan atau tanpa thiamine 250mg i.v.
-          Menangani asidosis
Stadium III (0-60/90 menit)
-          Menentukan etiologi
-          Bila kejang berlangsung terus selama 30 menit setelah pemberian diazepam pertama, beri phenytoin i.v. 15-18 mg/kg dengan kecepatan 50mg/menit
-          Memulai terapi dengan vasopresor bila diperlukan
-          Mengoreksi komplikasi
Stadium IV (30-90 menit)
-          Bila kejang tetap tidak teratasi selama 30-60 menit, transfer pasien ke ICU, beri propofol (2mg/kgBB bolus i.v., diulang bila perlu) atau thipentone (100-250mg bolus i.v. pemberian dalam 20 menit, dilanjutkan dengan bolus 50mg setiap 2-3 menit), dilanjutkan sampai 12-24 jam setelah bangkitan klinis atau bangkitan EEG terakhir, lalu dilakukan tapering off
-          Memantau bangkitan dan EEG, tekanan intracranial, memulai pemberian OAE dosis rumatan

Suatu protokol dari American Academy of Neurology untuk orang dewasa dengan cedera kepala berat, profilaksis fenitoin terbukti menurunkan resiko early PTS, meskipun obat anti epilepsi profilaksis tersebut tidak efektif untuk menurunkan risiko late PTS ( kejang setelah 7 hari cedera). Fenitoin sebagai profilaksis dapat diberikan 1 jam setelah cedera kepala dan dapat diberikan selama 1 minggu setelah operasi kepala. Penggunaan obat anti epilepsi jangka panjang perlu dipertimbangkan setela PTE didiagnosis.




















BAB II

ILUSTRASI KASUS

            Seorang pasien laki laki berusia 18 tahun datang ke Poliklinik Neurologi RS Dr M.Djamil Padang pada tanggal 2 November 2013 dengan:

Keluhan Utama:
Kejang pada leher

Riwayat Penyakit Sekarang:
-          Kejang pada leher dengan kepala menoleh ke kiri dan mulut mencong ke kiri kurang lebih sejak 1 minggu yang lalu, kejang terjadi rata-rata > 5x/hari. Saat kejang pasien dalam keadaan sadar, terkadang lidah tergigit dan mengeluarkan darah serta air liur dari mulutnya, tidak demam, tidak sesak, dan tidak muntah. Kejang terjadi dengan durasi rata-rata selama 5 menit. Kejang muncul secara tiba-tiba, saat pasien sedang istirahat, tidak ada faktor pencetus apapun yang menyebabkan pasien kejang. Sebelum muncul kejang, awalnya pasien merasakan kesemutan pada mulut dan dahinya.
-          Kejang pertama kali terjadi sekitar 1 minggu yang lalu saat pasien tidur tiba-tiba ia mengalami kejang dengan kepala menoleh ke kiri dan  mulut mencong ke kiri, lidah tergigit, dan mengeluarkan darah serta air liur dari mulutnya. 3 hari kemudian tiba-tiba ia mengalami kejang yang sama tapi tidak mengeluarkan darah dari mulutnya, dalam 1 hari tersebut terjadi kejang >5x/ hari. Esoknya pun kembali mengalami kejang yang sama hampir >5x/hari. 2 hari kemudian kejang muncul kembali sehingga pasien langsung berobat ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Riwayat Penyakit Dahulu:                                  
-          Pasien mengalami trauma kepala bagian depan sisi kanan akibat kecelakaan lalu lintas 8 bulan lalu. Kepala depan sisi kanan terbentur aspal. Saat kecelakaan tersebut, pasien tidak pingsan (dalam keadaan sadar penuh bahkan masih ingat kejadian sebelumnya), tidak muntah, dan juga tidak mengeluarkan darah dari hidung, mulut, atau telinganya. Tidak ada kejang setelah trauma. Pengobatan pasien hanya dilakukan di puskesmas terdekat, disana hanya dilakukan penjahitan luka di kepala. Setelah kecelakaan ini, pasien hanya sering merasakan nyeri berdenyut pada kepala depan sisi kanannya, nyeri dirasakan ringan dan hilang timbul sehingga pasien tidak berobat kembali. Pasien mengaku 8 bulan setelah kecelakaan tersebut baru mengalami kejang seperti ini.
-          Riwayat penyakit otak atau infeksi otak tidak ada
-          Riwayat kejang dan kejang demam sebelumnya tidak ada
-          Riwayat infeksi telinga tidak ada

Riwayat Penyakit Keluarga:
-          Tidak ada anggota keluarga pasien yang menderita kejang demam atau penyakit ayan (epilepsi)

Riwayat Pekerjaan, Sosioekonomi, Kebiasaan dan Kejiwaan:
-          Pasien seorang pelajar
-          Riwayat kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang tidak ada
-          Pasien lahir secara persalinan normal, cukup bulan, perkembangan pada masa anak-anak baik

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis :
Keadaan umum           : Tampak sakit ringan
Kesadaran                   : CMC
Tekanan darah             : 120/70 mmHg
Nadi                            : 84x /menit
Nafas                           : 20x /menit
Suhu                            : 36,8 °C
Status Internus :
Kepala                 : Asimetris, frontal dextra lebih cekung, terdapat luka bekas jahitan pada frontal dextra, nyeri tekan (-).
Kulit                    : Tidak ditemukan kelainan
Kelenjar getah bening
          Leher          : tidak teraba pembesaran KGB
          Aksila         : tidak teraba pembesaran KGB
          Inguinal      : tidak teraba pembesaran KGB
Rambut                : Hitam, tidak mudah dicabut
Mata                    : Pupil isokor Ө 3mm/3mm RC +/+
Thorak
Paru                    :
          Inspeksi      : simetris kiri = kanan
          Palpasi        : fremitus sulit dinilai
          Perkusi       : sonor
          Auskultasi : suara nafas vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/-
Jantung                :
          Inspeksi      : ictus cordis tak terlihat
          Palpasi        : ictus cordis teraba 1 jari medial LMCS RIC V
          Perkusi       : batas jantung dalam batas normal
          Auskultasi : irama murni, teratur, bising (-)
Abdomen
          Inspeksi      : tidak membuncit
          Palpasi        : hepar dan lien tak teraba
          Perkusi       : timpani
          Auskultasi  : bising usus (+) N
Korpus vertebrae
          Inspeksi      : deformitas (-)
          Palpasi        : gibus (-)

Status Neurologikus
GCS E4 M6 V5 = 15
1.        Tanda rangsangan selaput otak
·                Kaku kuduk         : (-)     
·                Brudzinsky I        : (-)
·                Brudzinsky II       : (-)
·                Tanda Kernig       : (-)                 
2.        Tanda peningkatan tekanan intrakranial
·                Muntah proyektil tidak ada
·                Sakit kepala progresif tidak ada
·                 
3.        Pemeriksaan nervus kranialis
N. I                                :   Penciuman baik
N. II                              :    Tajam penglihatan baik, lapangan pandang sama dengan  pemeriksa, tidak buta warna, diplopia -/-
N. III, N. IV, N. VI      :  Pupil isokor, diameter 3mm/3mm, reflek cahaya +/+, ptosis -/-, bola mata bergerak bebas ke segala arah.
N. V                              :   Bisa membuka mulut, menggerakkan rahang, menggigit, mengunyah. Refleks kornea +/+. Sensibilitas baik.
N. VII                           :    Wajah simetris.
N. VIII, N VII              :    Fungsi pendengaran baik, nistagmus tidak ada
N. IX, N. X                   :    Refleks muntah (+), arkus faring simetris, uvula ditengah
N. XI                             :    Bisa mengangkat bahu dan bisa melihat kiri dan kanan
       N. XII                           :    Lidah simetris
4.   Pemeriksaan Motorik      :
Ekstremitas atas         :    eutrofi, eutonus
Ekstremitas bawah     :    eutrofi, hipertonus  
Kekuatan                    :    5 / 5 /5    5 / 5 / 5
                                        0 / 0 / 0   0 / 0 / 0    
5.   Sistem reflek                   :
Reflek fisiologis         :    Bisep ++ / ++, Trisep ++ / ++
                                         KPR ++ / ++,  APR ++ / ++
Reflek patologis         :    Refleks Hoffman Trommer  - / -
                                        Refleks Babinsky Group  -/ -
6.    Pemeriksaan Sensorik
Rangsang raba            :    (-) pada kedua tungkai mulai dari pusat hingga ujung jari kaki
Rangsang nyeri           :    (-) pada kedua tungkai mulai dari pusat hingga ujung jari kaki
Rangsang suhu           :    (-) pada kedua tungkai mulai dari pusat hingga ujung jari kaki
Propioseptif                :    (-) pada kedua tungkai mulai dari pusat hingga ujung jari kaki
Diskriminasi 2 titik     :    (-) pada kedua tungkai mulai dari pusat hingga ujung jari kaki
7.    Fungsi Otonom
BAK          :    normal
BAB           :    normal
Berkeringat     :            normal
8.    Pemeriksaan Fungsi Luhur
Memori      :    dalam batas normal
Kognitif     :    dalam batas normal
Bahasa       :    dalam batas normal
9.    Pemeriksaan Koordinasi
Tes supinasi-pronasi   :    dalam batas normal
Tes tunjuk hidung      :    dalam batas normal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.      Laboratorium
Darah lengkap :
Hb             : 14,4 g/dl                                GDS    : 105 mg/dl
Ht              : 44%                                       Na       : 138 mmol/l
Leukosit    : 9.100/mm3                             K         : 4 mmol/l
Trombosit  : 257.000/mm3             Cl        : 102 mmol/l
2.      Brain CT – Scan tanpa kontras
Hasil ekspertise:
è Edema kontusio kortex frontal dextra
è Fraktur depresi frontal dextra

Rencana Pemeriksaan Tambahan
EEG

Diagnosis:
Diagnosis Klinis          : Epilepsi simple partial post trauma kapitis
Dianosis Topik : Korteks motorik hemisfer cerebri (frontal) dextra
Diagnosis Etiologi       : Fraktur depresi frontal dextra

Terapi:
Carbamazepine 2 x 200 mg p.o.
Asam Folat 2 x 5 mg p.o.


Prognosis:
Quo ad vitam              :  dubia ad bonam
Quo ad sanam             :  dubia ad bonam
Quo ad fungsionam     :  dubia ad bonam

Edukasi:

Kepada Pasien:
- Harus patuh minum obat
- Kontrol ke pelayanan kesehatan secara teratur
- Diperbolehkan berolahraga dengan pengawasan dan dilakukan di lapangan /gedung olahraga (tidak di jalan umum, ketinggian, atau air).
- Tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan

Kepada Keluarga Pasien:
- Beri dukungan kepada pasien
- Ciptakan suasana yang nyaman bagi pasien agar pasien tidak stress
- Memberikan informasi kemungkinan kejang berulang kembali
- Memberikan informasi cara penanganan kejang
            1. Tetap tenang dan tidak panik
            2. Kendurkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher
            3. Bila tidak sadar, posisikan pasien telentang, dengan kepala miring.  Bersihkan muntahan
                atau lendir di mulut atau hidung.  Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan
                memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
            4. Observasi dan catat lama dan bentuk kejang
            5. Jangan coba melawan gerakan pasien dan tetap bersama pasien selama kejang
            7. Segera bawa pasien ke dokter atau RS bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih






DISKUSI
     
Telah diperiksa seorang pasien laki-laki berumur 18 tahun yang datang ke Poliklinik Saraf Dr. M.Djamil Padang pada tanggal 2 November 2013.  Diagnosis klinik pada pasien ini adalah epilepsi simple partial post trauma kapitis, dianosis topik korteks motorik hemisfer cerebri (frontal) dextra, dan diagnosis etiologi fraktur depresi frontal dextra. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Dari anamnesis diketahu bahwa pasien mengalami kejang pada leher dengan kepala menoleh ke kiri dan mulut mencong ke kiri kurang lebih sejak 1 minggu yang lalu, kejang terjadi rata-rata > 5x/hari. Saat kejang pasien dalam keadaan sadar, terkadang lidah tergigit dan mengeluarkan darah serta air liur dari mulutnya, tidak demam, tidak sesak, dan tidak muntah. Kejang terjadi dengan durasi rata-rata selama 5 menit. Kejang muncul secara tiba-tiba, saat pasien sedang istirahat, tidak ada faktor pencetus apapun yang menyebabkan pasien kejang. Sebelum muncul kejang, awalnya pasien merasakan kesemutan pada mulut dan dahinya. Kejang pertama kali terjadi sekitar 1 minggu yang lalu saat pasien tidur tiba-tiba ia mengalami kejang dengan kepala menoleh ke kiri dan  mulut mencong ke kiri, lidah tergigit, dan mengeluarkan darah serta air liur dari mulutnya. 3 hari kemudian tiba-tiba ia mengalami kejang yang sama tapi tidak mengeluarkan darah dari mulutnya, dalam 1 hari tersebut terjadi kejang >5x/ hari. Esoknya pun kembali mengalami kejang yang sama hampir >5x/hari. 2 hari kemudian kejang muncul kembali sehingga pasien langsung berobat ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.   
Pasien mengalami trauma kepala bagian depan sisi kanan akibat kecelakaan lalu lintas 8 bulan lalu. Kepala depan sisi kanan terbentur aspal. Saat kecelakaan tersebut, pasien tidak pingsan (dalam keadaan sadar penuh bahkan masih ingat kejadian sebelumnya), tidak muntah, dan juga tidak mengeluarkan darah dari hidung, mulut, atau telinganya. Tidak ada kejang setelah trauma. Pengobatan pasien hanya dilakukan di puskesmas terdekat, disana hanya dilakukan penjahitan luka di kepala. Setelah kecelakaan ini, pasien hanya sering merasakan nyeri berdenyut pada kepala depan sisi kanannya, nyeri dirasakan ringan dan hilang timbul sehingga pasien tidak berobat kembali. Pasien mengaku 8 bulan setelah kecelakaan tersebut baru mengalami kejang seperti ini.
Dari pemeriksaan fisik ditemukan bahwa kepala asimetris, frontal dextra lebih cekung, dan terdapat luka bekas jahitan pada frontal dextra. Dari hasil brain CT-Scan tanpa kontras ditemukan edema kontusio kortex frontal dextra dan fraktur depresi frontal dextra. Pada pasien telah dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan elektroensefalografi (EEG). 
Penatalaksaan farmakologis yang diberikan pada pasien ini adalah carbamazepine 2 x 200mg dan asam folat 2 x 5mg.  Edukasi juga diberikan kepada pasien dan keluarganya.
DAFTAR PUSTAKA

1.    Allan H.Ropper, M.D. and Robert H. Brown, D.Phil., M.D. (2005).  Neurology 8th edition. Mc graw hill companies inc.
2.  Prof. DR. Mahar Mardjono & Prof. DR. Priguna Sidharta : Neurologi Klinis Dasar, Edisi VI, 1994, 270 – 290.
3.      Mary Carter Lombardo : Patofisiologi Konsep Klinis Proses – proses Penyakit, Edisi 4, 1995, 964 – 972.
4.      Prof. DR. S.M. Lumban Tobing : Pemeriksaan Fisik dan Mental; Neurologi Klinik, FKUI.
5.      Posner E. Posttraumatic Epilepsy. Diunduh pada tanggal 2 November 2013 dari http://emedicine.medscape.com/article/1184178-overview


17 Desember 2013

Untitled

Tepat hari yang sama seminggu yang lalu, saya jatuh dari tangga.
Sekitar pukul 6 pagi, berjalan biasa saja menuruni tangga dari lantai 2 wisma kami, qadarullah 3-4 tangga terakhir saya terpeleset karena sendal yang lumayan licin bertemu dg tangga yg terbuat dr kayu yg mgkn licin jg pagi itu.
Sepesekian detik saya perosotan(yang sakit) dari tangga dan di dasar tangga refleks tangan menumpu berat badan, karna sakit, saya melepaskan semua tumpuan dan telungkup di lantai yang kotor.
Mendengar teriakan saya teman2 dan adik2 langsung mencari sumber suara dan melihat saya tergeletak dg dramatis, ahaha, "kak..bisa jalan kak..bisa kak?"
"bisa kok, masih sakit dikit" sahut saya.
Eka nolongin naik lg ke kamar lantai 2 dan saya mengambil posisi telungkup, masih merasakan nyeri di tulang punggung, panggul dan punggung tangan kiri, dan tentunya dengan jantung masih berdebar-debar karena kaget.
Dikarenakan ga ada persediaan trombopop jadinya eka manasin air dan ngasih kompres untuk tangan saya.
Sekitar setengah jam sakitnya sudah reda dan saya sudah bisa jalan lagi ke lantai bawah untuk nukar air panas, dan sudah mencoba-coba duduk, dan tidak terlalu sakit.

Sakitnya ternyata lebih terasa ketika duduk diatas motor dan mengalami goncangan euy. Dan masih berlanjut hingga 2-3hr setelah hari itu.

Dan yg paling ribut nyuruh saya berurut adalah Ama. Tentu saja.

Jatuh = ubek gadang.
Saya rasa tidak

04 Desember 2013

Serius

Ga ada kalian yg bodoh.
Yg adalah karena kalian ga serius.


#jleb

Kini dengarkanlah

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya dipisahkan

Mungkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Kini dengarkanlah dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Tak kan terlupa walau badai datang melanda walau bercerai jasad dan nyawa


_brother_

Kami melantunkannya tadi, ketika gathering wisma
Ada yang nangis ( kar rizki dong...) lagi nyanyi, heuheu.

Time flies so fast!
Rasanya ( klasik banget) baru kemaren ngegeret 1 koper item kecil andalan ke jalan Betawi no 4, rasanya baru kemaren berasa takjub dengar cerita kakak2 koas ( semasa itu kak dati).
Rasanya baru kemarin mengayuh sepeda masuk kuliah jam 7 pulang jam 10.
Rasanya dulu pipi saya tidak sebesar ini . #ups udah stop stop.


Oik iceeee, besok mini cex.

Eh iya ya?
Oh ok, kami lagi melow, tapi tetap fresh liat adek2 baru, kayaknya masa depan mereka lebih cerah daripada kami, we hope so :)


Saya benci perpisahan sebenarnya.

30 November 2013

titik nadir

sebagus2nya perencanaan kita, lebih bagus rencana Allah

selemah-lemahnya raga ini, masih dikuatkan oleh harapan

segila-gilanya ujian yang melecut, masih ada Allah tempat mengadu

saya selalu takjub dengan Allah rancang untuk saya.
saya yang dulu bersetengah-setengah hati mengambil pilihan ini, bahkan berdo'a semoga lulus di TI saja.
saya yang ga pernah lulus TO di bimbel bahkan untuk mengambil yang standarnya di bawah FK.
saya yang tidak berniat membulatkan kode2 ajaib itu untuk FK unand, bermimpi jadi dokter saja tidak, sekejap sekali, H-3 sebelum deadline.

saya yang masih dengan sumringah melihat kota jakarta, tempat saat menuntuk ilmu kelak, menjemput cita2 sbg programmer, namun ketika lulus di FK unand bersorak juga , alih-alih " loh kok bisaaa? ".

saya yang mengucapkan selamat tinggal pada keinginan itu dan membaktikan diri untuk lebib banyak orang ( mungkin, amin).

saya yang menjalani perkuliahan dengan biasa2 saja, tidak ada tendensius untuk jadi yg terbaik. atau mungkin krn sdh nyadar dengan kemampuan diri sendiri ;p.
saya yang lebih suka nongkrong di labor komputer saat pergantiaan shift kuliah, bahkan masih nangkring sampe sore sampe orangnya bilang mau tutup.
hantu labkom itu saya dan tahul :D.
oh well, ini setelah saya beli laptop perdana dengan mengerahkan semua tabungan dari SMA.

saya yang alhamdulillah lancar-lancar saja, ga dibawa stress semua yang ada, nangis ada sesekali, itu pun bukan karna kuliahnya tapi karna konflik sama teman yang sehari kemudian pun lupa, sembuh sendiri.
tersandung di akhir, remedial pertama dan terakhir kalinya, yang meskipun tidak menambah masa studi saya tetapi membuat saya tidak bisa meraih wisuda pertama bersama teman2 rajin lainnya ( ya, saya tau diri juga pun, hehe).
kompre pertama yang sangat2 diusahakan, karna ga mau nganggur di rumah. OSCE bagus, tetapi MCQ remedial, dan ya ada kemudahan lagi dariNya, lulus2 juga pada akhirnya.

ga seru yak?
emang begitu2 aja.

di kkn lebih flat lagi, rasanya sudah mau mati karena bosan saya disana. tapi dijalani saja.

dan yah, welcome to the jungle ; koas.
obgyn ; lumayan nguji mental. masih semangat, tapi belajarnya standar2 saja, tidak seperti teman lainnya yang niat jadi SpOG.
mata : rasa mau mati juga, bosan dengan belajar terlalu banyak, serasa mau memuntahkan semua.
tht : lumayan menikmati, Allah bnyk ngasih kemudahan ( oh yeah, emang selalunya begitu, hoho)
bedah : obsesi saya ini. saya nikmati belajarnya, saya nikmati dinasnya, saya nikmati lika-likunya. walaupun pada akhirnya patah hati karna nilainya nyaris saja menyentuh A. arrggh. dan hingga titik akhir perkoasan saya ditadirkan semuanya B. hahaha epic bgt.
kulit : ewwww, jungkir balik, sangat tidak nyaman, sempat nangis juga, ah cengeng sekali.
ph : ya ampun, surga sekaliii.ndak ada lagi do.
interne : capek2 tapi seru. ilmunya aja yang ga dapet ;p , lewat begitu aja. *tokokkapalo.
neuro : belajar saya rajin disini, ada 'dendam' karna nenek saya meninggal krn stroke, tetapi ternyata saya tidak cukup belajar sekali untuk neuro tnyta.
jiwa : just so so, menikmati saja, pengeluaran sj lbh bnyk. dan ada pukulan dikit suatu hari saat dikasi tau kalo ngga lulus neuro, dan saya bagai zombie bawa motor dari gadut ke jati, nyaris disenggol beberapa kali karna ga fokus. lagi2 cemen.
anak : frustasi, tapi tetap memaksakan badan ini untuk patuh belajar, ga mau, benar2 ga mau untuk ngulang.
anestesi : menyenangkan dan hectic untuk saya yang perdana menjadi ketua siklus. haha. tapi Allah ngasih bnyk kemudahan, lagi2.
forensik : aduh, ini yang paling enjoy ( diluar nunggu menunggunya yang benar2 buang waktu).
neuro 2 : juga ga nyaman, underpressure, tapi tetap bertahan toh saya harus taklukkan diri sendiri untuk tidak cemen lagi, untuk menerima kenyataan bahwa; yah kamu ngulang. saya harus kuat, biar bisa menguatkan teman saya disamping saya yang mengalami hal yang sama.
kulit 2: titik nadir. saya mau jatuh rasanya, matahari bersinar tetapi serasa gelap, dementor dimana2. inginnya optimis tapi takut sakit kalau yang terjadi adalah hal yang ditakutkan. masih berharap, ya masih berharap pun. masih memanjangkan angan di sepertiga putaran malam terakhir. berharap hanya pada Yang memberikan rasa harap itu.


sebesar-besarnya masalah saya, saya masih punya Allah Yang Maha Besar.

ama, apa
maaf untuk kekhawatiran2 itu.

25 November 2013

go abroad

selama nafas masih bisa dihidup sepuasnya, masih ada keinginan untuk menjejak ke negeri orang, memetik hikmah, mensyukuri nikmat.

untuk negeri sendiri sudah lumayan banyak terjajaki ( dalam standar micelia saja, haha), sebagian besar ibukota di sumatera sudah disinggahi, dan 3 ibukota di jawa.
ingin sekali mengintip lebih ke lempengan bumi lain, dibelahan bumi lain, dengan bahasa ibu yang lain.

inginnya, bukan sekadar lewat, hura2, tapi mungkin dengan jalan melanjutkan studi atau mungkin perjalanan pekerjaan.

*tersulut lagi pengen ke luar negeri, beberapa minggu lagi Abang berangkat ke malaysia, untuk waktu yang cukup lama, 3 bulan. urusan pekerjaan yang enak sekali( relatif mandangnya darimana dulu,hehe kalo dari sisi yg ditinggal ya ga enak), udah dulu ke korea, thailand, singapura dan malaysia. envy saia

ayos serius belajar TOEFL ^^9

21 November 2013

just for my mom


Sometimes I feel my heart so
lonely but it's ok
No matter how my girl just
left me and I don't care

Whenever the rain comes
down and it's seems there's
none to hold me
She's there for me, she's my
mom

Reff:
Just for my mom, I write this
song
Just for my mom, I sing this
song
Just for my mom, can wipe
my tears
Just for my mom, can only
here

Trap in a subway, can't
remember the day but I feel
ok
Damped in damn situation, in
every condition with no
conclusion

Whenever the rain comes
down and it's seems there's
none to hold me
She's there for me, she's my
mom

back to Reff
You may say I have none to
cover me under the sun
She's there for me, she's my
mom


#nowplaying sheila on 7

aku...ah...

rasa benci itu harus ku ikat erat-erat
ku lempar jauh ke jurang kelam

tipis sekali beda suka dan benci.

dan sekarang aku bersiteguh untuk membuang benci itu, namun payah sekali aku mengganggap tak terjadi apa-apa

aku. benci dengan rasa benci itu.


berdamailah. berdamailah. tak baik begini. sungguh tak baik

18 November 2013

yang perlu kamu tahu

rasa takut bisa timbul dari pengalaman buruk pribadi, hal yang dilihat, hal yang didengar, hal yang dibaca, hal yang dibayangkan.

dan saya takut.

harus tetap siaga, atas segala namanya kemungkinan.
ga ada mental kerupuk lagi, kena air aja langsung kempes dan ga seru lagi.
jangan kalah sebelum berperang.

baiklah. walaupun saya belum pernah naik rooler coaster( suatu saat. insyaAllah. nanti lgsg bikin di dream list. apasih. ga penting) akan menyediakan diri untuk merasakan sensasinya.

majulah pejuang!

12 November 2013

apa

Apa, apakah luka Apa sudah sembuh?

katanya hari ini hari ayah.

tapi hari ini ce bahkan ga bisa hanya untuk merawat luka Apa kemarin.

Apa, apakah kecewa Apa sudah hilang?
katanya hari ini hari ayah.
mungkin, ce belum bisa memberi apa yang Apa mau, tapi ce yakin Apa sudah memaafkan ce sejak menit pertama mendengar kabar itu. c tau, tp tdk bisa berbuat apa2.

Apa, kenapa tidak ada kata bosan dari mulut Apa untuk rutinitas itu?
oh well ce, itu pertanyaan terbodoh. terlebih bodoh lagi kamu mengeluh ; " ce bosan koas pa".

Pa, maafin ce ya :)
ce ga bilang2 bosan lagi kok.
tapi ce ga bosan kok nyerewetin Apa untuk kesehatan dan kebaikan Apa :)


selamat hari Ayah (dan kakek) , Pa :D

ce tau Apa pasti ga mau kado kaaan, haha baguslah

dia

dia yang pernah menyelipkan genggamannya di tanganku, yang sumpah, pada awalnya saya jengah, tak biasa, sampai sekarang pun tak biasa.
untung saja, ya untung saja hanya sekali itu ia melakukannya. tapi membekas.

selanjutnya hari-hari kami nano-nano.
saya membuka diri kepadanya.
kadang saya sesali, kadang tidak.
saya percaya dia, sekarang entah kenapa menjadi tidak.
pahit sekali mengakuinya.

dia yang pernah menggenggam tangan ini.
dalam frame nya skrg, pastilah saya sebuah masa lalu yang usang, yang ga perlu disentuh. (mandeh,melow itu ga enak banget)
atau saya nya yang sekarang tidak mau tersentuh?

dulu pada awalnya cerita kami juga tak sama, sekarang pun begitu. tapi sekarang seperti berjalan diatas garis sejajar. tak pernah ketemu, berpapasan ada. tapi tak pernah berhenti sejenak untuk menyapa. saya malas melakukannya, apalagi dia.


oke, saya hepatitis sekarang, et causa nya saya tau, obatnya saya belum nemu

30 Oktober 2013

Menulis, berbagi

Bagi saya, menulis itu melegakan pikiran, mengejakan apa yang lagi lompat-lompat di kepala, jadinya dia diikat-diramu jadi untaian kalimat sambung menyambung, menuliskan sejarah, yaa setidaknya sejarah bahwa kita pernah memikirkan dan atau mengalami hal itu, hehe, sesimpel itu.


Dan berbagi, setiap orang memiliki kadar keterbukaan tertentu, ada yang sangat pemurah hati sekali yang mau repot membagikan ilmunya, pengalamannya, ada yang dengan keterpaksaan baru mau..
Ya..pilihan masing2 sih, ga ada yang maksa juga :D


Bagi saya, menulis dan membaca itu sama menyenangkannya, selama itu bukan keterpaksaan (teteeep)


Sebulanan ini lah, baru gabung di web komunitas, yang membahas agak gimanaa gitu, ahem, haha..
Sila join ; sekolahpernikahan.ning.com
Hihihi, saya selalu diketawain kalo ketauan lagi buka web itu, padahal ya..padahal yang ngetawain jg pengen baca, bwahaha.
Singkat kata, disana user nya dari beragam kalangan , beragam umur (jelas saja anak2 dan lansia-err mgkn sj- tdk masuk), bisa sdh menikah atau blm atau sdh bercerai, dan asiknya kita bisa posting tulisan kita sndiri dan akan di broadcast ke email user tiap harinya.
Buanyaaak banget tulisan2 keren dari sana, bukan hanya tulisan dari pak kepsek dan bu kepsek sekolah itu .
Anyway, semua butuh persiapan.
Semua butuh ilmu qabla amal.
Ini bkn (sekedar) kode utk kamu nunjuk2 "aaa...si ce mau nikah ni.."
"lah, emangnya kamu ngga?" *angkat alis kanan tinggi2 berkali2


Mari menulis, mari berbagi. Tentang apapun itu. Jadilah bermanfaat

27 Oktober 2013

hujan lebat

hujan malam ini mencurah dengan semua muatan isi titik-titik airnya

menderu
saling bertabrakan diatas atap-atap, di sela dahan pohon, mencium tanah, berlari bersama aliran sungai, menyiptakan riak di lautan.

hujan malam ini deras.
meski entah ini hujan deras kesekian miliar kalinya di tanah kami ini.

hei, bersyukur sekali berhangat-hangat dibawah selimut, terlindung atap.
tapi..ya tapi..
bagaimanakah dengan mereka, yang meringkuk di jalanan.
bagaimanakah keluarga penunggu pasien di rumah sakit yang kena tempias hujan.
gigilannya terasa sampai disini T.T

18 Oktober 2013

alfin



ia dilahirkan nyaris tiga tahun silam, SC, kepalanya gede, haha.
saya mengenalnya baru sepuluhan bulan ini, bermula dari malam itu ketika ngunjungin rumah anduang dan Apa sengaja membelikan duku untuknya yang selalu hafal dengan derum mobil Apa dan itu tandanya akan ada makanan sebagai oleh-oleh. dia malam itu belum tidur, masih mengejar-ngejar serangga, antara geli dan takut.
saya hanya menyapa sesekali.
"hai alvin" :)

berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, dan berikutnya, ketika pada akhirnya kami ditakdirkan hidup bersama (heleh). ia menyenangkan, sungguh menggemaskan, walau sering sekali bikin ulah yang bikin pusing umminya. untuk saya anteng2 aja, ia cendrung bikin masalah utk menarik perhatian umminya.

well, dia anak yang cepat belajar. kognisi nya mantap.
apaaaapun itu.
dari teknologi, dari ucapan, dari ekspresi.
sughoi.

dia orangnya gemesan, manggaritih nyo kalau sadang suko tu.
dan punya senyuman yang menggoda sekali.
haha.

dia sering histeris kalau liat pemeran di tv yang pakai jilbab, apalagi kalau ada yg sedang ditindas, dimarah2i ;
"mput kakak..mput kakak"
huhuhu terharu kakak pin, kamu ingat kakak..
tapi kalo lagi di telfon dia malah jual mahal, ga mau ngomong
"pin main mi, pin main"
heu heu...

kemaren dia menunjukkan rasa sayangnya dengan mengecup kakaknya ini di pipi kanan, di pipi kiri, di bibir dan di dahi.
sumpah, dia jadi ganteng 100%.
:-*

tapi abis itu saya memberikan dadah-an yang bikin dia sadar akan ditinggalkan dan nangis ngamuk2.
well, kamu membalasnya dengan buruk ce.

13 Oktober 2013

Sekadarnya

Cintai sesuatu sekadarnya.
Benci sesuatu sekadarnya.

Selalunya kita yang memberikan pupuk super itu, menyuburkannya dengan pesat atau malah mencerabutnya dengan tega.


Sekadarnya. Sekadarnya. Sekadarnya.

Koass zombie

Tadi hari terakhir kami bersama di satu siklus.
Menyelesaikan forensik dg mulusnya.

I'll miss you guys.
Indeed kalian semua orang yang menyebalkan dan menyenangkan.

Keterlambatan kita yudisium menyebabkan kita berkumpul bersama, dan keenam kita selalu sama kecuali 2 bulan jiwa-neuro.

Well, sebut saja namanya Dilla Amilia, atau ayak.
Si cerewet 1.
Si ontime 1.
Si pinter ...er... Nomor berapa yak? Hahaha
Teman seperjuangan saya di kelp pertama di obgyn diantara 07 lainnya ( bg leo dan bg huki), dan kemudian terdampar di surga painan. Di mata berpisah, di bedah ketemu lagi (disengajakanlah haha) di kelp yang sama, dan ke daerah yg sama, pariaman. Di tht berpisah, di radio bersama lagi berebutan main tab nya pijal mulai dari bedah hingga radio, setelah itu bosan. Di kulit bersama lagiii, merasakan pahitnya hidup, heleh. Di PH juga bersama, sarapan lotek puskemas pauh bersama. Di interne berpisah, di neuro bersama tapi tak sedaerah, di jiwa bersamaaa, dan aya yg jadi ketua, ahem!, dan selalu saya bikin kesal, hihi. Di anak berpisah, di anestesi tak pernah sedinas, di forensik, ndak ada lagi.
Rekor lah ini, benar2 teman seperjuangan, dan lebih bnyk berjuangnya ya si aya, menghadapi menyebalkannya saya. Haha.
Ce pastikan : ce pasti akan merindukan aya!


Thesa aryanti, tecung.
Jodoh kaliiiii lah saya sama anak satu ni, ndak ada doa penolak jodoh do?
Kuliah bareng, yudisium bermasalah bareng, koas bareng.
Dan yah, dengan orang inilah saya sering bermasalah, dengan orang inilah emosi saya sering tersulut, tapi ya efek jodoh itu tadi, dengan mudah pula saya melupakan itu, dengan mudah pula kami berbaikan lagi, tak terhitung berapa kali kami sebal2an, bahkan nangis2 (tanpa an), tak terhitung pula jalan bersama, bermaota bersama tentang apa saja.
Di obgyn berbeda kelompok, di mata berbeda, di tht berbeda, di bedah sama, di kulit sama, di PH beda, di interne sama tapi tak sedaerah, di neuro sama, di jiwa sama, di anak beda, di anes cuma sekali dinas bersama, di forensik sama.
Um yah, saya ambivalen terhadap kamu cha. Saya akui itu.

Syukri alhamda, cuki cungkring.
Koassulen kami, chief!
Orang lasi yang merasa paling keren se-lasi.
Orang pede yang mengandalkan nasibnya untuk jadi dokter.
Orang ngaco dengan petatah petitihnya.
Sepatutnya harus dilestarikan.
Di obgyn-mata-bedah-tht beda, di kulit sama, di PH beda, di interne sama, di neuro-jiwa sama, di anak dia ketuanya broo, di anes beberapa kali dinas bersama, di forensik bersama.
Untuk kerjaan koas2 dia rajin, untuk belajar : tidak, terimakasih.

Moh nor faizal a.k.a pijal a.k.a cino.
Berrggh orang paling menyebalkan sekota padang.
Indak sanang hati kalau indak manggaduah urang do, sia se tu.
Tapi selalu memasok kacang tojin ni pis untuk saya. Haha.
Yang katanya mau diet, tapi entah kapan. Entah kapan. Saya ragu.
Yang belum berani purpose ke papanya Dalila, hahahahaha.
Apapun pijal, kamu lebih cino daripada saya. Dan kalau macam2 di neuro : kamu mati!.
Kelp2 nya sama lah kyk dg syukri.

Ooo jusssstin darren raj, jusstin duren.
Yang harus bersin tiap pagi.
Yang harus telat tiap pagi, saingan berat saya.
Yang harus pulang paling awal kecuali bersama tharshi.
Yang harus malas dalam segala hal.
Yang selalu ada yang perlu ditertawakan dari justin. Haha,kamu bikin saya sehat bro.
Semoga pasien2 kamu selamat bro.
Well, kelompok2 nya jg sama dg syukri pijal. Kecuali tht, kami bersama.
Dan dia teman ujian saya di interne yg fenomenal, tergopoh2 menghadap bapak dg kaos kaki terpasang sebelah dan celana sobek.
Hal yang terpenting adalah dia tidak pernah nampak sedih, entah dimana disembunyikan itu.


Teman, terimakasih banyak sudah mengasuh saya dalam 2 thn ini.
Saya tau saya banyak salah. Saya tau saya menyebalkan. Saya tau saya banyak hutang.
Dimaafkan saja yaaa (ahahaha maunya).

Tetap semangat teman.
Apapun yg terjadi, tetap percaya, yang terbaik yang kita lakukan,yang terbaik juga yang datang kpd kita.


Selamat aya, thesa, syukri, semoga kalian lulus semua.
Doakan kami segera menyusul.
As soon as possible.

:))


Koas ga berwarna tanpa kalian.

10 Oktober 2013

Neuro, ma'wo

InsyaAllah akan ada hikmahnya

Saya kembali ke tempat itu, tempat yang sesungguhnya saya hindari karna membangkitkan kenangan lama yang mendalam.

Masih terasa suramnya malam itu, masih terasa kalutnya malam itu.

Ada ma'wo disana, menjalani hari-hari terakhirnya dengan kami yang masih terus berharap akan ada keajaiban.
Masih berharap...

Saya tahu, saya harus lebih all out disana, mengenyahkan hambatan2 itu, menyingkirkan kenangan2 buruk yang membuat kebahagiaan saya terserap.


Neuro, saya kembali lagi.
Untuk menjemput ilmu yang lebih banyak lagi.
Untuk pasien saya kelak. Untuk jalan jihad ini.
Aamiin

07 Oktober 2013

Akhlak akhlak akhlak akhlak

*Sajak diri sendiri
Kita boleh benci kepada orang lain
Boleh. Karena kita ini manusia, hal
itu lumrah saja
Tapi sungguh, bencilah kepada:
kenapa perasaan benci itu harus
muncul
Menghiasi hati kita yang sebelumnya
bersih dan tenteram
Kita boleh sedih karena orang lain
Boleh. Karena kita ini manusia, hal
itu biasa saja
Tapi Kawan, sedihlah kepada: kenapa
perasaan sedih itu harus datang
Hinggap di hati kita yang
sebelumnya damai nan lengang
Kita boleh putus asa, kecewa kepada
orang lain
Boleh. Karena kita ini manusia,
tempatnya hal2 demikian
Tapi aduhai, kecewlah kepada:
kenapa perasaan putus asa, kecewa
itu harus muncul
Hadir di hati kita yang sebelumnya
selalu riang dan semangat
Sungguh,
Mengurus diri sendiri adalah
pekerjaan panjang
Barangsiapa yang sibuk berlatih,
maka dia akan menemukan
Titik ketika dia menyayangi
saudaranya sendiri,
Persis seperti menyayangi dirinya
sendiri
Dan itulah wasiat seseorang yang
akhlaknya begitu mulia
Yang bahkan meski kita tidak
berjumpa
Kita menangis mengingatnya.

*Tere Liye

05 Oktober 2013

home home home home home home

"wanna go home frequently, cause
someday I'll stealed from my
parent and come back home to
my other house"

nyomot quote ngasal.

benar2 ingin pulang disaat menjadi tahanan kota.

haha, pas disuruh2 pulang berat kaki ( lebih beratnya pas balik lagi ), tapi pas ga bisa pulang..
beginilah.. :'(

03 Oktober 2013

resep donat



repost dari ricke-ordinarykitchen.blogspot.com


Bahan A:
850 gram terigu protein tinggi (Cakra
Kembar) atau terigu Jepang (Komachi),
klo pake Komachi jadi lebih mirip sama
JCo :)
11 gram ragi instant
10 gram garam
600 ml air (klo pake terigu Cakra airnya
dikurangi sebanyak 75-100 ml yah)
Bahan B:
200 gram terigu protein tinggi (Cakra
Kembar) atau terigu Jepang (Komachi)
10 gram garam
60 gram susu bubuk full cream
100 gram telur (tanpa kulit yah)
125 gram mentega putih (shortening)
Cara membuat:
1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan
selama 90 menit dalam wadah tertutup.
Jadikan bahan biang.
2. Campur bahan B sampai rata,
kemudian campur dengan bahan A. Uleni
sampai kalis dan licin. Lebih kurang 10
menit (beda-beda waktunya tergantung
cara menguleni, yg penting sampe kalis
yah). Istirahatkan dalam wadah tertutup
selama 15 menit.
3. Gilas tipis adonan setebal kurang lebih
1 cm, diamkan 10 menit. Cetak dengan
cetakan bentuk donat, diamkan lagi 10
menit.
4. Goreng dalam minyak padat yg telah
dipanaskan dengan api kecil saja sampai
kuning kecoklatan (balik sekali saja).
5. Angkat, tiriskan dan dinginkan. Beri
topping sesuai selera.
Notes:
- Adonannya memang agak lembek, jadi
menguleninya lebih sabar yah agar
adonan jadi kalis dan mulus.
- Saat menggilas, taburi alas gilas
dengan tepung agak adonan tidak
lengket. Begitu juga dengan cetakan
donatnya taburi dengan terigu.
- Donat yg telah dicetak letakkan dalam
loyang tipis yg ditaburi terigu atau dialasi
kertas roti.
- Menggoreng donat lebih bagus dengan
minyak padat agar hasil donatnya tidak
menyerap banyak minyak. Jika tidak ada
bisa menggunakan minyak goreng biasa
yang ditambahkan mentega putih sekitar
1 sendok makan. Goreng dengan api kecil
saja dan balik 1 kali saja.


utk topping coklat siram :
cairkan coklat batang diatas kukusan, kalau kurang encer tambahkan 1sdt mentega, oles dengan kuas atau sendok (ini tdk lbh mulus hasilnya)

selamat mencoba

temporary temparement

Orang lain tidak dapat membuat
kita sedih, kecewa, atau marah,
sampailah kita mengizinkan itu
terjadi...
Beneran, kita-lah yang memutuskan
untuk sedih atau tetap bahagia.
Bukan orang lain. Maka kendalikan
perasaan kita, bukan dikendalikan...
Siaaaaaap?
-ippho santosa-

beneranlah, akhir2 ini mulai susah mengendalikan itu, membiarkan setan2 berpestapora di kepala.
well, sebenernya ga penting untuk memikirkan yang jelek, toh saya juga ga tau apa yang ada di pikiran orang itu.
berusaha menekan rasa sebal itu, berusaha mengabaikan sajaaaa..

arrghh, terimalah ce, ia berbeda.
hadapi dg kepala lapang, hati jauh dari prasangka dan rasa sebal.

Allah, hati saya lagi ga baik.
tolong perbaiki ya Allah. (childish sekali berdoa di blog :p )

*menarik nafas dalam, menghembuskan perlahan

30 September 2013

goes to UKDI




semangat! semangat!
bahaslah soal2 UKDI tiap hari walau sedikit saja.
haha

say no to maele-ele
:D

29 September 2013

perih

bagaimanakah rasanya disakiti oleh orang yang dicintai?
ketika sudah memberikan yang terbaik?
ketika pun memilih berdamai dengan hati, biar mengalah saja


bagaimanalah rasanya?
mengigit sesak kuat-kuat, agar tidak luruh semua pertahanan.


sungguh tidak tega.

dan sebenarnya apa yang ada di benak dia?
tidakkah memandang jauh ke depan?
adakah semua ditimbang adil hingga ke esensi awalnya?
beranjak dari ego sendiri
disisi lain, kenapa tidak memikirkan gundahnya belahan jiwanya dengan ide gilanya itu?


adakah sekarang cinta menjadi omong kosong saja?
mengejarnya dahulu sungguh bersemangat; mempertahankannya sekarang?


. saya benar-benar ingin memberondongnya dengan pertanyaan2 yg mengacau di kepala. benar2 ingin begitu.


kepada Allah yang paling bisa membolak-balikkan hati, lunakkanlah ya Allah, beri ilham ya Allah..

mati

bukan dilihat dari yang meninggalkan tetapi yang ditinggalkan.

28 September 2013

Penerimaan

Roda belakang motor itu tidak akan
pernah bisa menyusul roda depan.
Secepat apapun dia lari.
Pun dalam kehidupan. Ada hal2 yg
tidak bisa dipaksakan. Menerima
situasi dgn lapang, tulus, justeru
membawa kebahagiaan.

Tere liye



...untold story...
...unfallen tears...


Allah Maha Tahu.



Well, mereka sudah mulai kliring.
Tapi bodo amat saya mau UKDI kapan, yg penting persiapan dulu

24 September 2013

Balkon

Ada tempat favorit kami sekarang.
-balkon-
Tapi bukan ingin fokus ke sana sih.
Daya tarik balkon yang memberi angin segar bikin seorang teman saya, mantan teman sekamar saya sering sekali bertandang ke balkon, di depan kamar saya.

Dia, hafalan qur'annya banyaaaak sekali
Dia, sering nangkring berjam-jam dibalkon, entah itu mengaji, entah itu menghafal, entah baca doa pagi dan petang (ya judul bukunya itu, bukan al matsurat), atau sekedar baca buku ust yusuf mansur-favoritnya-.

Dia yang ekspresinya bikin saya gemas( super ekspresif)
Kami selalu menyapa dengan nada yang tinggi a.k.a saling teriak;
"hai kamuuu"
"hai kamuuu"
Dan setelah itu kami tertawa terbahak2.
Dia yang selalu akan saya rindukan.

Dia yang mandi pagi sekali.
Dia yang mencuci jam 4 shubuh.
Dia yang selalu kehilangan kunci motor dan loker.
Dia yang senang menarik saya dari kaki hingga terseret.

Haha dia benar2lah.

Kami, kami pernah mengadu mimpi bersama.
Akan membuat RS dhuafa, tapi tampilannya tidak seperti RS kebanyakan, lebih seperti tempat gathering, ada taman, ada mesjid tempat ngafal qur'an, setoran , dhuha, QL, ada tempat outbond nya. Yang agak sehatan bisa bantu yang masih tergeletak di bed nya.
(patch adam banget yak)

Kami merancang2, ini harus di daerah yang masih hijau, bukan di pusat kota.

Dan dengan lugu saya menceritakan mimpi kami berdua ke Apa, dan Apa tertawa terkekeh-kekeh..
Ihhh.. Si Apa ga percayaan.

Hei kamuuu..
Mari kita mimpi bersama dan mewujudkannya!
Haha


-mari nangkring di balkon, menikmati semilir angin, menatap dedaunan mangga, melantunkan ayat cinta yang tak kalah menenangkan-

22 September 2013

Jangan jatuh cinta tapi bangun cinta

-maidany-

Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik
fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya
permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau
titipkan
Bukan cinta yang ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan
Tuhanku berikanku cinta yang Kau
titipkan
Bukan cinta yang ku tanam

Pada seseorang...



Ihaa. Keren. Haha

Mentari pagi

Pagi yang segar
Pagi yang membangunkan
Menatap mentari dari kamar kecil kami
Hari baru telah tiba
Menenangkan hati
Namun dikepala masih banyak loncatan-loncatan rencana hari ini
Hehe tak perlu terburu-buru
Ini hari libur, teman

Mari kita beberes rumah
Setelah itu relaks saja
Leyeh-leyeh sambil baca novel

Tak ada dinas.
Ihaa.

Hai mentari pagi, i'm free now :)

Allah, terimakasih untuk pagiMu

16 September 2013

jalan cinta para pejuang

di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam terlalu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkna mimpi-mimpi

lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban
menyeru pada imab
walau duri merantaskan kaki
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

Salim A Fillah

14 September 2013

menikmati senja

ceritanya tadi pulang koas mau ke pariaman, menghadiri pernikahan kakaknya kak sari
ceritanya pun setelah itu akan capcus ke padang panjang, melala2 bersama teteman.
tetapi apalah daya.
ujian diundur. pulang jadi telat.

dan disinilah saya sekarang
di balkon rumah kami
menikmati sahutan2 tilawah qur'an dari corong2 pengeras suara mushola dan mesjid.

disinilah saya sekarang
mengamati tetesan air dari atap yang datang entah dari mana, padahal kami ga pake air cooling pun, airnya netes2 diatas daun puun mangga

disinilah saya sekarang
ngango.
haha.

baca almatsurat oi.
ngango ka ngango se.

10 September 2013

anestesi

selalu ada cerita di tiap siklus
termasuk ini juga. super lah. haha

hari pertama pun saya post dinas dari anak, hujaaaan, hujan sehujannya, malas sekali balik ke RS untuk masuk ke stase selanjutnya yaitu anestesi. :p
dengan kuyup, AC konfrens dingin sekali, ngantuk juga, suasana mendukung  euy..
tapi tidak setelah kalimat sakti itu ;
" kamu, udah pernah jadi ketua ?" tunjuk bapak ke syukri
"udah pak " jawab syukri
" yang perempuan di sebelahnya " tanya bapak lagi
saya disamping kanan syukri, tharshi di samping kiri syukri, otomatis lirik ke tharshi yang dengan tampang bingung juga.
" ya kamu " arah bicara bapak kepada ce
mati. skak mat.
" belum pak" saya mencicit
" ya , kamu ketua "
ondes mandes.

salamaik yooo

begitulah, nasip
jadilah hari itu menjadi hectic untuk saya dan mungkin bbrp teman yg saya limpahkan kekuasaan ngatur dinas, sementara saya lapor sama semua konsulen.
ayolah, kamu pasti berani ce.
kamu pasti bisa ce.

dan, sekarang sudah di minggu terakhir sajaaaa
hah, senangnya
:)
di anestesi ini, kegiatan hariannya menyenangkan bagi saya, tidak terlalu bikin abulia. tapi proses ujiannya itu loh, penuh perjuangan (kadar ini berbeda2 tiap orang). meskipun saya dapat kesempatan ujian sama yang katanya 'dewa' tetap saja perjuangannya bikin berkuah peluh dan bikin perut mules juga.

jadi dokter anestesi itu sepertinya seru.
apalagi di ICU dan resusitasi (walaupun saya tidak mengerti banyak hal disanaaa).



#np :
kami dokter anestesi
jarang tidur apalagi mandi

hihi

btw ini siklus ke2 terakhir bersama2 dg teman seperjuangan 'para zombie'
aya - syukri - faizal - thesa - justin - ice
mmm.. saya jd sedih.



08 September 2013

menyoal keberanian

berani itu melawan rasa ragu di diri bahwa kita tidak bisa meneguhkan kaki ini untuk tak tumbang oleh terpaan ujian menentramkan deguban jantung didada agar tak mengacaukan harus berani harus berani berani dengan ilmu dan niat yang benar. kamu mau jadi dokter ce.

06 September 2013

Filosofi makanan ala ice

Entah kenapa, jika ce memasak, untuk bumbu-bumbu awal ce tidak mau mencobanya, tuang ini tuang itu, masukin ini masukin itu, baru setelah akan matang itu semua dicobain, baru ditambahkan apa yang kurang.
Atau mungkin memang metode awal ce belajar dari mengamati tanpa banyak tanya pada setiap apa yang ma'wo ce racik kemudian esok-esoknya ce dilepas sendiri memasak sendirian di dapur, hasil akhir baru dicoba cicip oleh ma'wo di depan rumah yang lagi jagain warung.
Mungkin seperti itu.


Dan entah kenapa untuk masakan ce sendiri ce ga terlalu bernafsu memakannya, walaupun di depan ce yang makan sepertinya sangat menikmatinya.
Kayaknya ngeliatnya (makanan dan orang yang makanin) itu udah kenyang.
Tapi kalau dimasakin, ce suka, apapun hasilnya :)
Ce suka masakan ma'wo, ce suka nasi goreng ama, ce suka masakan niwa, mba aini, yola, mama yola, metha, mereka masak dengan cinta :).

Well, seenak2nya makanan yg terhidang, ce selalu menahan diri untuk tidak pernah nambah nasi, haha pipi ini bisa meledak. Tapi kalau kerupuk, agiah se lah.

02 September 2013

Selamat ulang tahun Thesa

Selamat ulang tahun sahabatku
Selamat ulang tahun saudariku
Selamat mendewasa
Mungkin, mungkin saja sebentar lagi jarak akan memisahkan kita, namun hati akan selalu mengingatimu, menyebutmu dalam do'aku..
Maaf, maaf untuk semua pedih dan luka yang pernah ada
Maaf..
Terimakasih untuk semuanya, terimakasih untuk segala cinta
Uhibbukifillah Thesa
Ingatan ini sungguh tidak sederhana

Yours
Ice

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget