11 Mei 2015

Cerita Kak Nayla #1

Kakak sayang, hari ini sudah 10 hari umur kakak...
10 hari yang luarbiasa sayang, haru biru, bahagia juga cemas, ibu masih belum berpengalaman sayang ...


Kakak sayang, hari ini kakak muntah lagi, kali kedua setelah kemaren, meskipun ini hal yang wajar, tetap saja hati ibu sedih sayang, ga tega lihat kakak jadi letih setelah muntah, dan mungkin kerongkongan kakak jadi ngga enak setelah itu. Berbeda dengan hari kemaren yang kakak langsung tertidur lemas setelah muntah, hari ini kakak malah minta menyusu lamaaa sekali, gapapa sayang meskipun awalnya ngga enak dimulut setelah itu setidaknya perut kakak terisi lagi.

Kakak sayang, ibu nulis ini sambil mandangin kakak yang lagi tidur.
Sejak semalam tidur kakak kurang sekali, maunya menyusu terus, katanya sih lagi growth spurt, sehat-sehat terus ya kakak sayang, kami semua sayang kakak..

16 April 2015

Mencintaimu

Saya cinta padanya
Dirinya yang mencintai saya apa adanya

Well, rasa cinta yang terlalu besar memang susah diungkapkan dengan kata-kata ya ...

Hehe

23 Maret 2015

Rencana-rencana ayah untuk kakak

Dear kakak yang lagi asik main sendiri di perut ibu..
Kakak aktif banget sih kak... bikin ibu kadang gemas kadang penasaran lagi ngapain aja kakak di dalam. Entah emang karena seru muter-muter disana atau malah karena ga nyaman di ruangan sempit itu?
Sabar ya sayang...

Kakak, sini ibu kasih tau ya..
Tiap hari ada yang gemes juga nungguin kakak keluar dari perut ibu.
Hoho udah ketebak ya siapanya?
Iya, ayah kakak tersayang ...
Ayah udah merancang apa-apa aja yang akan ia lakukan bersama kakak. Kami membicarakannya sambil tersenyum-senyum konyol bahagia.
Kakak, membayangkan kehadiran kakak saja sudah membuat kami senang alang kepalang.

Tapi... ada satu hal yang harus kita waspadai dari ayah, sayang...
Ayah berencana mengigit pipi kakak (apalagi setelah tahu pipi kakak yang gembul dari USG 4D!) . Ibu otomatis berkata tidak untuk itu, meskipun ibu tahu gigitannya gigitan sayang, tapi ibu ngga yakin kakak akan ngerti secepat itu. Hmmm... ibu masih mencoba melobi ayah nih, untuk mencukupkan luapan rasa sayang dan gemasnya dengan ciuman saja, tidak sampai menggigit kakak, hufff semoga saja berhasil.
Kakak nanti jika diciumi ayah jangan kaget ya, memang berbeda sedikit dengan ibu, ayah ada jenggot dan kumisnya, hihi mungkin kakak akan sedikit geli.


Kakak, ayah (dan ibu) juga berencana untuk membiasakan kakak nantinya memakai jilbab dan pakaian yang cukup tertutup jika kakak keluar rumah atau masuk dunia maya ( prognosis kakak bakal eksis di instagram ibu nih, hikhikhik), biar kakak terbiasa dan menganggap jilbab itu adalah bagian dari pakaian keseharian kakak, tidak perlu dipaksa2 oleh peraturan sekolah nantinya.

Kakak, nanti yang mengajarkan kakak menghafal dan mengaji biar ayah saja ya, ayah lebih berkafaah tentang itu daripada ibu, hehe, ibu giliran mengajari hal-hal yang lainnya saja, kita akan melewati hari-hari yang seru sayang, in syaa Allah.


Kakak, sampai ketemu ya sayang, baik-baik di perut ibu..

16 Maret 2015

menjadi seorang ibu

Saya tidak tahu mau memulai dari mana, seperti biasa ; jika tak tahu apa yang mau diungkapkan, ungkapkanlah apa yang kamu rasakan saat ini juga. Well, saya tidak mual(tadinya iya) dan tidak mengantuk, masih ingin menulis.

Saya 24 tahun lebih beberapa hari, usia yang cukup matang 'kata orang' untuk menjadi ibu (jadi istri dulu tentunya). Dan memang, usia 24 untuk perempuan inilah puncak terbaiknya, persentase untuk bisa hamil inilah titik tertinggi secara penelitian, yang awalnya bertahap naik di usia 19 kemudian puncaknya 24 th, bertahan hingga 28 th rada2 di puncak kemudian mulai menurun dari usia 30 dan turun drastis usia 35. Well, itu angka2, lupakanlah jika tidak bermakna, toh siti hajar hamil usia 80th, toh banyak pasien di RS yang ce temui baru punya anak diatas umur 35.

Ok, itu angka umur.
Gizi?
Oh, siapalah yang bisa menjudge saya kurang gizi dengan penampakan pipi-dimanamana-ini? Hehe ada juga sih, teman2 diwisma yang 'gizi'nya lebih baik. Ukuran lingkar lengan atas ce sebelum menikah 22,5cm, dan menurut kuliah yang saya ikuti, itu tidak mumpuni untuk hamil dengan gizi cukup, bayinya bisa kurus (bblr pada awalnya). Nah, sekarang sudah 23,5 cm, batas normal terendah untuk ibu hamil bergizi, hahaha, padahal teman saya yang penampakan luarnya sebesar badan saya aja lingkar lengan atasnya 28cm, ckckck, bagaimana bisa.
BB saya udah meningkat, nguing nguing, sebelum nikah 48, sekarang 52kg, aaaaaaa (ekspresi awal) dan fiuuuuh (akhirnya bisa memaafkan diri karena merasa ini wajar karena hamil).


Btw, sudah sejauh ini cerita, apakah memang saya hamil?
Hanya bermodalkan rekaman mata dan kamera untuk 2 garis merah di test pack tanggal 8 september kemaren saja, belum tau kantong kehamilannya sudah sebesar apa dan apakah tertanam ditempat yang seharusnya atau tidak, saya belum tau, dan saya masih menyimpan rasa penasaran itu sampai sekarang hingga waktu yang tidak ditentukan. Tapi tanda-tanda yang lain mulai menghebat seminggu post periksa TP, serangan mual dan lemas yang periodik, kadang muncul kadang tidak, kadang sanggup berdiri kadang hanya bergelung, belum muncul muntah sih, dan semoga tidak berlama-lama.


Menunggu, saya tau ini benar2 abstrak. Hamil adalah cikal bakal kehidupan generasi selanjutnya, generasi yang kami (dan mungkin orang-orang) terdekat tunggu. Apakah 40 minggu itu lama? Hmm bagi yang sudah bertahun-tahun menunggu kehadiran anak tentu saja ini waktu yang sedikit. Patut bersyukur untuk segala kemudahan yang kita dapat yang bisa saja banyak yang tidak mudah mendapatkannya.

Menjadi seorang ibu..
Mencurahkan segenap kasih sayang kepada buah hati, buah cinta. Mengerahkan segala jenis sabar yang pernah ada didunia. Memberikan pengobanan yang semoga tanpa pamrih terucap secara lisan ataupun bahasa tubuh. Mendisiplinkan diri sendiri untuk menjadi teladan , guru yang baik bagi ia yang akan merekam apa yang ditangkap oleh panca indra dan hatinya. Menjadi pelukis yang baik untuk kanvas-kanvas putih yang penuh potensi. Menjadi pemaaf untuk lisan yang tak tahu bahwa telah menyakiti, ah itu bukanlah seberapa. Menjadi paling kokoh saat ujian untuknya atau untuk keluarga kecil kami menyapa. Menjadi tempat tenyaman untuk ia bercerita apa saja. Menjadi tempat yang ia rindukan untuk pulang.

Akankah saya bisa?


Pekanbaru, 29 september 2014

how's life?

Assalamu'alaikum
Heu heu..
banyak yang mau diceriterakan tetapi males nulis, hihi.

Hampir 4 bulan kami merantau di pulau lombok ini, dan masih banyak hari-hari yang akan kami jalani lagi disini, insyaa Allah.
over all internsipnya menyenangkan, meskipun diselingi homesick2an, tapi enak lah, cuaca nya tidak jauh berbeda dg padang-pekanbaru, orangnya juga ramah-ramah.

Daaaan... ini juga hampir masanya melahirkan, 8 bulan lebih 1 minggu an. Kami berharap kami bisa melaluinya dengan baik :-) .

Ah yaa, kami sudah mempersiapkan beberapa opsi nama untuk calon putri shalihah kami, tapi yang agak sreg dihati mungkin ada 1 nama; Nailah Shabrina , nailah berarti dermawan, shabrina berarti sabar, hmmm gimana ? Hehe, rasanya bakalan banyak nama yang serupa, tapi gapapa lah, yang penting harapan di dalam namanya yang istimewa :-)

09 Februari 2015

Hidup dan kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim

Tidak ada yang terjadi di dunia ini melainkan atas kehendakNya. Dedaunan yang jatuh pun sudah Allah rencanakan.
Tugas kita sebagai makhlukNya untuk berencana, mempersiapkan dengan baik, menjalani dengan segenap kemampuan dan bertawakal atas apa pun hasil dari yang kita usahakan.

24 tahun lebih menjalani kehidupan, banyak hal yang saya syukuri, banyak belajar juga dari kesalahan. Bukan masa yang pendek memang. Adakalanya cerita kehidupan saya klasik seperti yang bisa ditebak alurnya, tapi ada kala juga diluar ekspektasi. Semisal dengan kondisi saya sekarang. Sedikitpun tidak pernah membayangkan dihari ini saya berada jauh bermil-mil dari kota kelahiran  saya, tempat saya bertumbuh dan membuat berjuta kenangan. Saya pun tak menyangka di hari ini saya sudah memiliki seorang suami, imam, sahabat, calon anak-anak saya yang sangat sangat sangat menyayangi saya. Hari-hari tentu terasa berbeda. Banyak bahagia, sedikit sedih (itu pun lebih sering karena rasa sayang yang berlebih tadi). Dan yang melengkapi rasa syukur kami adalah hadirnya kehidupan di dalam rahim saya. Tiap kali ada gerakannya membuat saya tersentak 'aah, ada yang sedang berjuang di dalam sana bersama saya, mendengarkan seluruh irama kehidupan saya dari tempat terdekat dan akan menggantungkan perjalanan kehidupannya berikutnya dengan kuasa Allah dan perjuangan saya untuk melahirkan ke dunia, untuk menyusuinya, untuk merawatnya bersama ayahnya dan lingkungan terdekat kami, untuk mendidik akhlaknya dan mempersiapkan masa depannya'.

Angan-angan manusia memang panjang, hingga maut yang memutusnya.
Tidak, bukan bermaksud untuk pesimis menatap masa depan jikalau memikirkan maut yang sewaktu-waktu ada di hadapan. Namun, bukankah muslim yang cerdas adalah yang sering mengingat mati dan mempersiapkan dirinya untuk itu?.
Realistis saja, semua kita menjalani resiko untuk kecelakaan dimana saja dan kapan saja. Dan saya in syaa Allah akan menghadapi resiko kematian itu juga ketika proses persalinan. Lucu memang, ketika kita lebih banyak tahu resiko kita lebih banyak mengkhawatirkan sesuatu, menjadi paranoid terhadap hal yang bisa saja itu tak akan terjadi kepada kita. Semakin tau saya komplikasi apa saja yang bisa terjadi saat persalinan semakin membuat gentar saja. Haha itulah manusia, banyak kondisi yang menempatkan pada makhluk tidak berdaya dan hanya bisa bergantung pada Yang Maha Kuasa atas apapun takdirnya.

Hidup dan kehidupan, kadang membuat kita terlena bahagia, namun kadang kala juga membuat kita menghela nafas berat. Mari berusaha sebaik-baiknya. Hasbunallah wa ni'mal wakiil ni'mal maula wa ni' man nashiir.

11 Januari 2015

Speechless

Saya sudah beberapa kali mendengarkan lagu itu yang ia nyanyikan khusus untuk saya.
Ketika pertama kalinya saat masih di awal-awal kebersamaan kami. Berdua saja. Berbekal contekan lirik dari gugel ia mulai bersenandung.

..Engkaulah bidadari surgaku..

Itu penutupnya, sumpah, merinding saya, dan saat itu pun ia dengan sepenuh jiwa menatap saya, benar-benar menyampaikan ke diri saya bahwa seperti itulah yang ia rasakan.
Melambung euy. Hehe

Kemarin, ia menyanyikannya kembali, didepan teman-teman yang lain, berjalan cukup mulus (saya ikut deg deg an, haha), namun di reff ia tercekat dan tetiba suaranya serak, dari sudut matanya saya melihat sudah ada genangan air, saya genggam tangannya lebih kuat.
Hurmmpp.. saya juga pengen nangis sebenernya, tapi kan lagi rame.

Ketika ia menangis dalam keharuan atau kesyukurannya saya sejujurnya tidak tahu apa yang bisa saya perbuat, hanya memberikan respon lewat bahasa tubuh bahwa saya merasakan apa yang ia rasakan... terkadang kata-kata tidak bisa melakukan semuanya.

Yang jelas, rasa cinta dan kasih sayang itu semakin hari semakin bertambah, dan itu ga selalu mengikuti ilmu kali bagi tambah kurang, perasaan itu bisa eksponensial, dan mungkin bisa tak hingga (?) , haha who knows.

I love you, honey.
Semoga Allah meridhoi cinta kita.

Yours.


*nb : lagunya punya alm ust. Jefri, Bidadari Surgaku

17 Desember 2014

Kepadamu, calon putri shalihah kami



Assalamu'alaikum sayang
(Hehe janinnya jawab dengan ketukan di dalam perut)
Apakabar mu sayang?
Ibu senang, kemarin saat usg dokter bilang kamu sehat-sehat saja dan bertumbuh sesuai dengan usiamu, dan ibu juga senang kamu sudah sering menendang-nendang sekarang. Terkadang perut ibu terasa sakit, ibu bingung, apakah posisi berbaring atau duduk ibu yang membuat sakit atau kamu yang lagi protes di dalam karena ga nyaman entah karena apa.

Sayang, ibu yakin kita bisa saling memahami perasaan masing-masing, ibu pun dapat membayangkan betapa ributnya di dalam perut ibu ini, kamu bisa dengar detak jantung ibu lebih jelas, kamu dengar aliran darah ibu, kamu dengar gemuruh air ketuban disekelilingmu, bahkan suara berisik ibu bersin, tertawa cekikikan ibu, suara kentut ibu dan juga suara gemuruh guntur di luar sana. Hei, kamu juga bisa mendengar suara ayah dan ibu mengaji bukan? Hehe, kami ingin membuatmu akrab dengan suara lantunan al qur'an, kami punya harapan yang besaaar sekali untuk kamu jadi penghafal al qur'an kelak, aamiin.


Putri kami yang shalihah, yang kami tunggu-tunggu kehadiranmu...
Kami in syaa Allah sabar menanti, hingga saatnya nanti kamu siap menyapa dunia dengan tangisanmu, merasakan dekapan ibu, ayah dan orang-orang terdekat yang juga menyayangimu, bahkan sebelum kamu lahir sayang.


Sayang, semoga nyaman ya di perut ibu, cepat tumbuh sehat sempurna, ibu dan ayah berusaha yang terbaik untuk mendukung pertumbuhanmu dan melindungimu dari hal-hal yang membayahakan buatmu.

Sayang, maafkan ibu tidak bisa menelan kapsul-kapsul vitamin itu buatmu ya, ibu sudah mencoba, tapi sering kali gagal sayang. Semoga nutrisimu tercukupi dengan makanan yang lain ya.

Ingin sekali memelukmu sayang, tapi saat ini ibu hanya bisa mengelusmu dari permukaan kulit ibu dan sesekali membalas tendanganmu dengan ketukan jari-jari ibu juga dari permukaan kulit perut ibu, hehe tak apa ya, kita in syaa Allah terhubung selalu sayang.

Wassalamu'alaikum

Ibu

07 Desember 2014

Antara jarak, waktu dan rasa

Memasuki masa internsip yang wajib kami lalui demi masa depan ( haha, ga tau sepenuhnya masa depan kami tergantung oleh profesi ini sih, hanya menjalani saja) kami mendapat giliran untuk stase IGD terlebih dahulu, itu artinya dinas sendiri-sendiri. Sudah sekian lama saya tidak pernah dinas malam lagi, terakhir kami desember 2013- januari 2014, dinas yang mau tak mau harus dijalani, waktu itu demi uang yang bisa di dapat, hehe. Setelah menikah kami bersepakat untuk tidak menerima tawaran jaga klinik yang ada jam malamnya, karna jam-jam tersebut hak kami berdua sebagai keluarga (terkecuali seminggu di daerah siak yang kami pun menginap di sana 24 jam, tapi itu pun bikin kapok).
Seminggu ini kami dinas malam berganti-gantian, selang sehari, ketemunya dari pagi pulang dinas hingga malam dengan salah satu dari kami harus pergi ke RS.
Layaknya anak sekolahan yang menanti-nanti jam pulang dan malas-malasan menghadapi jam masuk, begitulah kami, hahaha, ga rela aja berpisah jarak, walaupun itu cuma berbilang 2km jarak kostan dan RS, tapi tetap saja... waktu ketemunya 12 jam kemudian.

Ketika terpisah jarak selama 22 hari di bulan kedua kami menikah berasa menyiksa sekali, susah payah menyabar-nyabarkan hati, haha.
Sepertinya kami memang ketergantungan satu sama lain.

Well, dikarenakan bukan hanya kami yang mengalami long distance marriage (2km aja ini jaraknya cumaaa), kami mencoba bersikap tegar meskipun tetap tidak mau membiasakan diri dengan kondisi ini, takutnya esok-esok merasa tidak masalah jika terpisah-pisah.

Semangat!

10 Oktober 2014

I'm pregnant

Alhamdulillah
Going to 10th week.

Still have morning sickness like nausea and vomit, but when i realized there's baby in my womb that's enough to make me feel happy

07 September 2014

menjadi dokter

Fyi ketika SMA saya tidak terlalu minat masuk FK, hanya sebagai anak yang baik saya memilih pmdk FK usu, UMB FK UIN SH, dan snmptn FK unand. Sebenarnya passion saya ke IT. Ah sudahlah, masa2 yang sudah ga bisa di undo lagi. Suami saya juga ternyata tidak benar2 ingin menjadi dokter dalam perjalanannya menempuh pendidikan, ketika menemui kenyataan yang tidak sesuai bayangan jadinya tidak mengebu-gebu. Klop kan? Haha kami hanya tertawa getir saja, setidaknya FK unand sudah mempertemukan kami, hanya kenal sebagai senior-junior awalnya dan entah kenapa bisa jadi pasangan hidup setelah lulusnya , hehe alhamdulillah.

Profesi ini sungguh mulia, menolong banyak orang, baik itu dari menolong pasien, membantu perekonomian keluarga hinggga mengajarkan kembali ilmu itu kepada calon-calon dokter berikutnya. Namun tak sedikit juga dokter yang terlalu banyak bermanfaat bagi orang banyak namun dirinya dan atau keluarganya terabaikan. Hal ini yang biasa terjadi pada dokter spesialis atau dokter umum yang sedang menempuh pendidikan spesialis atau dokter umum yang jam terbang tinggi atau dokter umum di daerah terpencil.


Bagi adik2 yang ingin menjalani profesi mulia ini, pelajari baik2 terlebih dahulu bagaimana medannya, bertanya kepada yang sudah menjalani. Bagi teman2 yang sudah menjadi dokter umum dan berniat melanjutkan sekolah, buatlah prioritas, minta dukungan keluarga(ini yang terpenting).



Pernah membaca dan mendengar prosa dari Tere liye tentang 3 sahabat yang saat itu sebelum berpisah di kehidupan masing2 mereka berjanji untuk menjadi orang yang sukses. Kemudian mereka bertemu puluhan tahun berikutnya.
Sahabat yang pertama menceritakan bahwa ia sudah menjadi kepala puskesmas, pasien yang di layaninya ramai sekali dan masyarakat hormat kepadanya, ia pun pernah mengabdi di daerah terpencil.
Sahabat kedua sudah menjadi spesialis ternama, pasien yang ditanganinya banyak sekali, namanya selalu direkomendasikan dari berbagai daerah.
Sahabat ketiga hanya tersenyum malu, pasiennya hanya dua orang; pertama ibunya yang sakit sejak ia lulus, kemudian ia menikah, tak lama berselang ibunya meninggal dan suaminya ditakdirkan untuk sakit juga dan harus ia rawat sepanjang hari.

Siapakah yang paling sukses diantara mereka?
Ah ya, ada yang terlupa, sahabat ketiga ini di dalam kesehariannya merawat pasien tetapnya itu, ia banyak menulis artikel di blog yang ia punya, semua ilmu yang ia miliki dan juga dari ebook terbaru yang berusaha ia pelajari, pahami dan kemudian jabarkan lagi dengan bahasa yang mudah dipahami orang banyak, dan pada akhirnya ia menghasilkan banyak buku dari tulisan-tulisan itu.

Nah, sekarang sudah jelas siapa yang sukses jika dipandang dari sebermanfaatnya ia dan ilmunya.



*tulisan ini untuk menyemangati diri kalau-kalau lagi butuh :)

september

Ayayayaiiii ini september

Hihi

Ga kenapa2 juga sih, semoga bertabur kebahagian aja. Aamiin.

Melewati 3 bulan pertama kami bersama, katanya sih yang kemaren2 itu bulan madu, sekarangnya bulan nano-nano, haha ya ga sih?

Ce rasa tiap hari deh nano-nano
Life's never flat

14 Agustus 2014

happy growing old together


Banyak yang berbahagia bulan agustus ini :)

Kak restu - bang harly 2 agt 2014
Kak zola - bang rahmad 5 agt 2014
Bang eric - kak putri, in syaa Allah 17 agt 2014

Selamat merayakan cinta, seiring waktu cinta itu akan tumbuh dengan suburnya, semakin hari makin bertambah, rasanya suatu waktu cinta itu udah meletup2 menyentuh maksimal tapi ternyata suatu berikutnya bisa lebih dari itu, hihihi. Tak perlu takut karena belum mengenal sebelumnya, skenario Allah tentu luarbiasa dan tak sia-sia, Allah langsung yang menitipkan rasa cinta itu.

Itu piala bergilir kami, anggota BEM KM Unand Kabinet Karya, sederhana namun bermakna

Ps : selamat juga untuk kak priska dan bg rian, senior plus teman blogger juga (dulunya, hehe)

my half life

"Guruku pernah berkata, jika kamu pandai bersyukur, pandangilah ia saat terlelapnya, seseorang yang bukan ayahmu, bukan siapa-siapa sebelumnya dalam hidupmu sekarang mau bersungguh-sungguh berikhtiar untuk kesejahteraanmu, untuk menjagamu"

Sesimpel itu, begitupun sebaliknya.

Quote dari buku Asma Nadia.


Layang-layang

Untuk pertama kalinya ce main layang-layang seumur hidup (kesian kali ya).
Itu pun penuh perjuangan. Hahahah

Dari sebulan yang lalu udah nyebut2 jg mau main layang2, tapi kami ga nemu yang jual layangan macho.
Pas pergi lebaran ke kedai amak ajo, baru deh nemu, senaaang bingits.

Saatnya cari waktu yang tepat untuk main, dan dimana. Maklumlah jadwal kunjungan padat sekali.

Akhirnya kami curi2 waktu sore hari, abis nyelesaiin masakan,buru2 ke pantai ketaping naik motor berdua, pukul 18.00 kami baru berangkat dari LA, rasa2 mustahil aja masih bisa main. Mulai dari ama apa yang menyangsikan kami bisa sempat main, mulai dari jarak ke sana yang jauh dan jalanan yang banyak berlubang2 bikin bg dodo yang bawa motor cukup kencang dari biasa bikin ngeri-ngeri sedap, di perjalanan juga turun titik-titik air, beuh.
Sempat juga agak nyerah dan main di lapangan tengah perjalanan aja, tapi ternyata ga ada angin berhembus, walaupun sudah dipancing dengan siulan (hahaha bagaimana mungkin akan berhasil).
Kami melanjutkan perjalanan lagi demi menemui angin di tepian pantai. Pukul 18.20 an nyampe pantai ketaping, langsung naikin layang2nyaaaa

Aaaa senang hati melihat layanganya mengudara, dan..
Tetiba bang dodo berlari mengiringi arah angin yang membawa layangan itu. Amazing!
Ce baru pertama kalinya lihat bang dodo lari, secaranya setelah kecelakaan bang dodo ga bisa lari, dan ini ternyata bisa lari2 meskipun dengan derap kecil2 tapi lumayanlah, ce pun ngos-ngosan ngejarnya, wew.. memang energi kebahagiaan itu luarbiasa, dan ketika ce tanya apakah kakinya sakit ketika dibawa berlari, beliau menjawab tidak, senangnyaaa

Lima menit saja kami main layang-layangnya, selain adzan maghrib sudah memanggil, angin juga sudah berkurang.
Lima menit yang sangat membahagiakan hati.

Terimakasih sahabat hatiku, untuk pertama kalinya ce bisa main layang-layang, LOL

19 Juli 2014

Menabung rindu

Kamu akan merasakan betapa berartinya sesuatu yg kamu miliki ketika tidak menemukan sesuatu itu di sisimu.

Yap, benar banget
Meskipun udah tau sebenarnya akan berat untuk berpisah, namun ketika harinya sudah datang, harus mengikhlaskan, harus menegarkan diri.
Berusaha memenangkan diri bahwa ini hanya untuk sementara, bahwa ini untuk kebaikan kami berdua dan berusaha menepis kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi.

Menabung rindu hari demi hari memang membuat dada sesak, tapi sekaligus melegakan, bahwa ternyata kami telah merasakan karunia Allah yaitu perasaan yang sangat berharga; saling menyayangi, meskipun usia pernikahan kami baru berbilang minggu.

Bagi saudara-saudara seperjuangan yang telah mengazzamkan dirinya untuk tidak pacaran sebelum menikah, tak usah khawatir dengan cinta yang apakah mungkin hadir atau tidak ketika kita tidak begitu mengenalnya, kita tahu kan, janji Allah benar-benar pasti, yang baik untuk yang baik ( aamiin in syaa Allah) , dan ketika kita menikah dg orang shaleh, ia tidak akan menyakiti kita, malah memuliakan kita, apapun perasaannya terhadap kita.

Mari kita pecahkan celengan rindu kita disaat yang tepat, dengan orang yang tepat. Allah selalu bersama orang yang sabar.


#nasehatbuatdirisendirikhususnya

12 Juli 2014

Gaza

Pilu benar hati kami
Membuncah keinginan untuk dapat turut meringankan penderitaan saudara-saudara kami
Pun sampai sekarang bantuan dari luar belum bisa masuk sama sekali.

Allah beri mereka kekuatan, semoga bantuan yang diberikan dari seluruh penjuru dunia sampai ke tangan mereka dan dapat meringankan beban mereka.


#savegaza
#prayforgaza

06 Juli 2014

Ramadhan 2014

Ramadhan ini
Rampung minggu pertama ramadhan euy..
Sudah meningkatkah taqwamu?
Hehe, dan bagaimanakah saya?

Alhamdulillah, banyak nikmat yang Allah berikan, disamping juga ujian2 kehidupan yang wajib menyapa.

Ramadhan kali ini jauh dari orangtua, dulunya sih juga gitu, tapi tiap weekend bisa pulang, sekarang bermil-mil jauhnya. Tapi semerana-merananya ramadhan jauh dari orangtua ternyata lebih merana ramadhan jauh dari pasangan, hahaha (tertawa getir). Suami saya lagi merantau, mencari berlian (halah) nun jauh disana, dan akan pulang, hmmm .. berapa ya, 17 hari lagi in syaa Allah (jangan diitungin ceeee), semoga bisa pulang dengan selamat dan tanpa kekurangan apapun, termasuk berat badan, aamiin.

Ramadhan belum lengkap tanpa peningkatan amalan ibadah, pasang target lumayan tinggi, semoga kesampean. Ramadhan lalu disibukkan dengan kegiatan koass di bagian anak bisa mencapai ¾ target, in syaa Allah dengan tidak banyaknya kegiatan rutin yang menyita waktu bisa dikerjakan semaksimalnya, aamiin. Memang tidak hanya mementingkan kuantitas, namun dengan bersikap cukup keras kepada diri semoga bisa membiasakan di bulan-bulan berikutnya.

Ramadhan tahun depan tidak tahu akan seperti apa, tidak tahu juga masih bisa bertemu atau tidak, manfaatkan semaksimalnya.

Bersemangatlah wahai diri.
Ingatlah, puasa ini untuk Allah.

Balada bacaan imam

Dari mulai belajar sholat sendiri maupun sholat berjamaah di masjid saya jaraaaang sekali menggubris benar atau tidaknya bacaan imam, kalau surat yang dibaca imamnya kepanjangan saya kadang terkantuk-kantuk saja namun tidak protes. Dan selama ini dii mesjid yang saya berjemaah disana bacaan imamnya bagus2 aja, tidak ada masalah. Akhir-akhir ini riuh sekali dibahas topic ini. Dimulai ketika bang dodo bersemangat sekali bercerita tentang balada imam di mushola depan rumahnya di Pandau, saya ingat, bang dodo bercerita di perjalanan menuju ke pekanbaru, kami duduk di bangku mobil belakang, habis topik cerita ini beliau langsung mual-mual, hohoho (bukan karna itu juga sih, karna posisi duduk dan ketahanan perut bg dodo juga). Pun nyampe di rumah di Pandau, mama juga sama bersemangatnya untuk menceritakan tentang bacaan imam disini yang adaaa aja salahnya. Jadi penasaran dong saya.

Jadilah saya buktikan ketika sholat berjamaah di mushola yang dimaksud, ternyata benaaar. Bisa panjang pendek mad tidak benar, bisa jadi ada lafaz “syyyamia’allahu liman hamidah”, atau yang lebih kacaunya surat pendek Al Humazah menjadi asing ditelinga makmum karena improvisasi imamnya yang lumayan ekstra. Beberapa makmum menjadi resah, namun sepertinya mayoritas tidak ambil pusing. Terkadang adakalanya bang dodo yang didaulat jadi imam, fiiuuh dan kami bisa bernafas lega, tetapi seringnya sih ngga, karena masih banyak yang dituakan dan ada beberapa bapak-bapak yang katanya ‘hobi jadi imam’ meskipun tajwid bacaannya tidak benar dibeberapa tempat. Beberapa hari kemudian, muncul di televisi sesi tanya jawab dengan ustadz mengenai topic yang sama, hmmm yaaa kami simak baik2, kesimpulannya, jika masih belum bisa mengadirkan imam yang benar bacaannya, banyak hafalannya, boleh kita memilih sholat di tempat lain sehinga kita tidak khawatir dengan masalah tersebut. Jeng … jeng.. jeng…, berhijrahlah kami sholat tarawih ke mesjid yang imamnya bacaannya keren abis katanya itu, semalam dua malam, bertahan, namun ternyata ada musuh nyata kita yang tidak putus asa mengganggu niat dan tekad kita; setan menghembus2 isu baru ; mengantuk. Meskipun bacaan imamnya kereeen abisss, namun surat yang dibaca dirasa (beberapa atau banyak orang) cukup panjang hingga membuat terkantuk-kantuk. Yo sabana lah. Well, sebenarnya ce kangen tarawih di mesjid mujahidin LA ajalah , udah pas bacaannya, benar, jelas dan ringkas.

Btw, teman ce ada yang bercita-cita punya anak laki-laki nanti dia sendiri yang mau ngajarin ngaji, tujuannya biar bisa jadi imam nanti dengan bacaan yang benar, selama ini dia gemes dengan banyaknya bacaan imam yang belum benar, bahkan yang adzan pun banyak yang tidak benar, katanya.

05 Juli 2014

Takut

Kepada Allah lah kita sandarkan rasa takut kita
Jika kita sudah memasrahkan diri padaNya namun masih khawatir, perteguhlah hati, semoga Allah menampakkan kemudahan-kemudahan yang diberikannya.


Tetap semangat wahai imamku

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget