21 Juni 2014

Repost

“Cinta sejati selalu menemukan
jalan. Ada saja kebetulan, nasib,
takdir, atau apalah sebutannya. Tapi
sayangnya, orang-orang yang
mengaku sedang dirundung cinta
justru sebaliknya, selalu
memaksakan jalan cerita, khawatir,
cemas, serta berbagai perangai
norak lainnya. Tidak usahlah kau
gulana, wajah kusut. Jika berjodoh,
Tuhan sendiri yang akan
memberikan jalan baiknya.
Kebetulan yang menakjubkan.”
*Tere Liye, novel tentang
kesederhanaan perasaan, "Kau, Aku
& Sepucuk Angpau Merah"

Pengennya ga alay

Hatiku masih mengeja cinta, perdetik kita bersama
Menyeruak rasa itu melalui lajur-lajur yang indah
Semoga itu menjadi berkah

Tak cukup enam puluh detik menatap mata itu, cetusan-cetusan cinta menerobos masuk, menghangatkan hati, namun tak sampai ke ujung jemari, disana malah dingin membeku sepihak


Allah mengirimmu untukku, sayang
Meneguhkan langkah, saling menggenggam erat ketika goyah, dan memeluk erat ketika badai

Terimakasih cinta

17 Juni 2014

Aia Angek Cotage

penginapan untuk keluarga yang menyenangkan
ada di jalan Padang Panjang- Bukittinggi, setelah RM Aia Badarun, di sebelahnya ada Rumah Puisi Tufik Ismail

kemarin untuk satu malam kami dikenai IDR 650.000 dengan paket sarapan pagi.

ini foto-foto tempatnya



14 Juni 2014

By my side

Ku hitung detik waktu
Memikirkan kamu tiada habisnya
Kau di detak jantungku
Di setiap nafasku tiada gantinya
Engkau segalanya yamg bermakna
I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life
I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you forever right here by my
side
All the fears you feel inside
And all the tears you’ve cried
They’re ending right here
I’ll heal your hardened soul
I’ll keep you oh so close
Don’t worry, i’ll never let you go
You’re all I need, you’re everything
I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life
I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you forever right here by my
side
Siapa yang kan menyangka aku
tergila-gila
Dengarlah sekali lagi, i love you
Tiada yang lain lagi
Hatiku telah terkunci, cuma kamu
I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life
I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you forever right here by my
side
Oooh hold you kiss you
I just wanna love you all my life
I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you forever right here by my
side


Maudy ayunda feat David Choi



Hahaha

Lama ga posting cerita hal yang ga penting2 seperti sebelumnya.
Sekarang dah ganti status euy. I'm a wife now :)
Ga berasa aja secepat ini.
Dan ini menyenangkan, percayalah , hihihihi


Dan sekarang pusing mau memulai cerita darimana, kalau dari apa yang ce rasa sekarang tentunya senang dan senang. Itu aja

28 Mei 2014

The day after tommorrow

Ga tau sebenernya mau ngomong apaan. Haha

Begitulah.


Desain by @rakun19 (akun instagram)


Btw, the day after tommorrow, terhitung sejak lusa, in syaa Allah saya akan berganti status, tapi saya sudah diwanti-wanti oleh banyak teman untuk tidak pernah mengapdet status atau mengupload foto2 yg menimbulkan per-mual-an, per-ilfeel-an, per-bikiniri-an.
Dan saya sudah menyanggupinya , semoga alay dan narsis saya bisa teredam .. aamiin ( ber-amin dg sungguh2)


Heeeeeeiiiiii datang yak :p
Saya dan dia mau baralek

*mulai memancing2 mual , bwahahaha

10 Mei 2014

UKDI mei 2014

Setelah diayun-ayun ombak kepastian jadwal
Di beri angin semilir akan penundaan

Toh pada akhirnya akan dilaksanakan juga

Masalah sah atau tidaknya nanti
Mari berpikir kembali bersama lagi

Kami kira semua ingin tenang, ingin belajar dengan pikiran yang jernih.

Dunia memang tidak mudah teman untuk dilalui.
Tapi kita masih punya Allah, Allah ngasih sesuai kemampuan kita, Allah akan bantu, Allah akan senang jika kita mohon bantuan padanya.


dr. Ice
*masih mencoba untuk manik belajar.
Ini sabtu, sampai ketemu sabtu depan yang melilit

03 Mei 2014

Dakwah profesi

Lagi berkemas-kemas, mengumpulkan bekal untuk perjuangan berikutnya, medan berikutnya

Dakwah profesi

Dahulu ketika mengenal awal-awal pusaran kebaikan ini, ada di sekolah kami , kami menyebutkan dakwah sekolah, kami dengan senang hati melakukannya, merasa menemukan tujuan pasti, ya beginilah yang baik.

kemudian menginjakkan kaki ke wahana yang lebih beragam lagi, kampus, alhamdulillah menemukan yang sehati, meneruskan perjuangan dengan semangat yang selalu ada pemicunya sewaktu-waktu. Kami menyebutnya dakwah kampus. Meskipun polemiknya lebih banyak, tapi tetap saja seru.

Well, dikarenakan kami melalui tahap ini, kami melalui juga tahap klinik (koas di RS maksudnya, meskipun ini utk mengambil gelar profesi, ini baru pengenalan untuk dunia itu, blm berhak kami menyebutnya dakwah profesi). Kami melaluinya setelah sebelumnya di lingkungan kampus yang nyaman, bisa memilih berkumpul dengan siapa saja, namun di klinik beda2 asam manisnya, lebih nano2, dan lebih mendebarkan.
Saya sendiri was-was, apakah saya bisa bertahan disana.

Dan sekarang ,ketika akan berarungjeram ( saya lebih menyukai analogi ini, kalau 'terjun' kan pengaruh gravitasi aja kan, hehe apasih) melalui kehidupan berliku, ada batu2 besar yg bs sewaktu2 membentur kita, bikin luka atau malah terjungkal ke dalam air, dan juga ada fase2 air tenang yang menghanyutkan kita. Sensasinya lebih bikin kita teriak senang atau teriak seram ketakutan.
Dunia profesi punya tuntutan lebih banyak untuk diri ini bertahan, terlebih harus memperkuatkan kekuatan internal, kemana lagi lah kita akan mencari pelecut semangat, jika teman teman perjuangan kita sedang menghadapi medan yang beda, yang mungkin saja lebih seru daripada kita, hingga kita tidak bisa meladeni kita.
Dunia profesi, yang orang lain yg kita temui sehari-hari punya kompleksitas kepribadian dan kompleksitas aktivitas.
Dunia profesi yang orang lain banyak munculan seperti artis-artis sinetron ; culas/ pasrah banget ga ketulungan/ sosialita/otoriter/pengeluh. Dll
Maka disinilah, dakwah itu dituntut adalah tindakan. Tak banyak berteori namun dengan keteladanan, dengan ke-konsisten-an memegang prinsip. Itu penting, agar orang memahami sikap kita, menghargai pilihan kita dan mau mendengarkan kebaikan apa yang kita sampaikan.

Butuh bekal yang lebih banyak.
Harus mempersiapkan diri lebih banyak.
Imunitas diri sendiri dipertaruhkan di ajang ini.
Tekad untuk mewujudkan mimpi itu juga harus kuat, banyak godaan.
Setidaknya kita sudah tahu apa yang kita perlukan untuk membuat diri kita bertahan terhadap dunia liar di sana.
1. Punya lingkungan yang heterogen namun masih punya idealisme yang sama untuk kebaikan, minimal 1 orang terdekat di keseharian kita di profesi, jadi ada teman tukar pikiran.
2. Punya lingkungan yang kita menjadi minoritas disana, baik gaya hidup kita maupun idealisme kita, agar kita bisa membuka mata bahwa 'ini loh kenyataan yang lebih mendominasi' , akan kita temukan rasa sebal dan rasa syukur disana (misalnya bersyukur tidak melalukan spt mereka) dan bisa membaca kenapa pola pikir mereka menjadi seperti itu dan kita rancang strategi untuk sedikit2 memasukkan kebaikan kpd mereka.
3. Punya lingkungan sesinyal, mungkin pada lingkaran kita atau pada sahabat-sahabat lama yang masih berkontak, yang saling menguatkan dan mengingatkan. Ini perlu.


Selamat datang di arena pertarungan sebenarnya.
Mari bermain cantik.
Mari bermain gila

:)

25 April 2014

Yeah, I'm officialy doctor now

24 April 2014

Hari bersejarah untuk saya dan 84 teman sejawat baru saya lainnya.
Alhamdulillah kami sudah diyudisium dan diambil sumpahnya sebagai dokter ...
Sumpah yang berat, sumpah yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan.
Saya nangis pas prosesi kemarin, tapi menangis dalam diam saja. Semua campur aduk; bahagia, haru dan cemas.

Yap.
Apapun itu.
Gelar ini, profesi ini tidak untuk dibangga2kan semata, ilmulah yang meninggikan derajat kita selangkah, maka ilmu itu yang diberikan selayak2nya, sebaik2nya.
Menjadi dokter, belajar seumur hiduplah konsekuensinya.

-maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?-

Allah, syukur atas semua karuniaMu.

Pa, Ma, this is all for you, your wish. *pecahtangislangsung.

Abang-mba aini, Niwa-ajo, ce bangga jadi adikmu. Terimakasih untuk semua cinta, dalam bentuk apapun itu.

My late grandma, i wish you there yesterday. Ma'wo yang sangat menginginkan 'mancaliak ice jadi dotor'.

My late bro, jo piki, you are my inspiration.

Teruntuk guru-guru saya, dalam pendidikan maupun 'kehidupan' selama ini. Semoga pahala selalu mengalir untukmu.

My best-medstudent-friends ;
Thesa/kak putri/heka/icha/kak rizki/ekha/tari/eza/kak sari/stevi/helma/riri/mia/meisya/chakep/lola/

Fuad/yos/aan/victor/syukri/amir/akbar/dion/defri

Koass zombie saya ;
Aya/faizal/justin/thesa(lagi)/syukri(lagi). Kita udah dokter semua broooo

Teman sepertutorialan saya :)

Teman seperotasiduaan saya:
Ridho/chapo/loren/azrul/cheche/justin(lagi)/puleng/puput/puti/siska/mela

adik-adik tercinta saya ; (errr kenapa tidak boleh disebutkan yaaaa -_-') , terimakasih untuk bucket bunga besarnya dan kehadiran adik2 kemarin, saya sungguh terharu. #elap2matamodeon.

Teman2 di bem dan dpm unand : thanks for all

Teman2 SMA tercintah : hello guys, kami ( ce dan tahul) udah jadi dokter, mari kita wujudkan mimpi kita yang tertulis dibuku (entah diawang2 mana buku itu) itu, menanti karya-karya Allah lewat tangan kita yang melakukan perubahan. Karna kita yakin kita bisa.

Terimakasih untuk akhwatifillah wisma FK unand tercinta, keluarga saya selama menjalani perkuliahan dan perkoasan. *peluksatu2

Terimakasih untuk yang membantu prosesi yudisium kemarin yang ribet sekali; anduang, alfin, zidny, asni , thesa (lagi) dan bg dodo.


Saya senang, sekaligus cemas.
Hahaha berasa ada kupu-kupu banyak beterbangan diperut.

Allah, bantu kami menjalankan jalan jihad ini sebaik-baiknya, selurus-lurusnya.
Semoga jadi insan yang bermanfaat.



*semoga berpuluh-puluh tahun lagi akun blog ini belum lenyap dan saya bisa bernostalgila lagi saat membaca ini. Heu heu heu #lambai2tisu.


Sincerely, yours

Dr. Micelia Amalia Sari

22 April 2014

Persahabatan


- Fiersa Besari -
Apa yang bisa menghangatkan
dinginnya gunung lebih dari
secangkir kopi? Persahabatan.
Seorang sahabat laksana
saudara yang lahir dari rahim
berbeda, bukan diciptakan
untuk memuji setiap
kelakuanku, tapi untuk
memberitahuku hal yang aku
sendiri tidak bisa katakan.
Bukankah orang paling miskin
di dunia ini adalah mereka
yang hanya berteman uang?
Dan bukankah orang terkaya di
dunia ini adalah mereka yang
mempunyai sahabat untuk
berbagi tawa meski di keadaan
yang sulit? Jadi, terima kasih
sahabat. Aku akan menjadi
tanganmu ketika kamu tidak
bisa meraih, aku akan menjadi
kakimu ketika kamu tidak bisa
melangkah, aku akan menjadi
matamu ketika kamu tidak bisa
melihat, kuatkanlah hatimu,
karena kita akan melewati
kegelapan. Kenanglah hari ini,
suatu saat kita akan berbagi
tawa di puncak mimpi kita.


Edisi lagi senang edit-edit sotosop.

*ukdiwoooiwoooooi

20 April 2014

Because i'm happy (today)



Persahabatan
Ukhuwah
Apalah itu namanya, ya semacam-macam itu ada suka dan dukanya.

Hari ini berbagi suka . Meski terselip gundah akan tenggat waktu bersama yang makin menipis.

Melewati hari ini dengan tawa, namun kesal juga ada.
Menemukan dandelion cantik.
Menemukan angle foto terbaik diantara ilalang.
Makan siang dengan pemandangan riak danau dan angin sejuk alahan panjang.
Berbagi bersama adik-adik.
Berkecipak-kecipak didinginnya air danau.

Cukup. Bahagia itu bernama hari ini :)

Love you all, as always.

17 April 2014

Mood disforik

Saya ngga tau harus berekspresi seperti apa jika terlalu kesal, jika terlalu emosi.

Kagum sama yang bisa mengeluarkan apa yang dia rasakan saat itu juga.
Kalau saya seperti menyimpan sesuatu yang penuh di dalam dada, sesak tapi tidak bisa menumpahruahkannya dengan baik.
Hanya bisa menjaga supaya suara tidak terlalu bergetar dan airmata tidak tumpah. Hanya bisa mengendalikan pikiran "oh come on ce, think fast, what will you do".

Terkadang hal sepele bisa menjungkirbalikkan mood mu hari itu. Apalagi jika dipendam sendiri.
Saya was-was terhadap diri sendiri. Hahaha

12 April 2014

Man jadda wa jadda

Going extra miles

Semoga Allah memberikan jalan
Semoga Allah memberikan kemudahan

Bersungguh-sungguhlah!

11 April 2014

Lelaki sabar

"Lelaki mengalah dalam banyak hal, Tuhan menciptakan kita untuk itu, kau tau?"

Hahaha ngakak lihat percakapan itu.

Bener..bener.. (maunya).

Lelaki yang pertama kali saya kenal didunia ini adalah ayah saya (mungkin selain abang ody kecil dan jo piki kecil). Saya pikir ayah saya bukanlah seorang yang sabar dan banyak mengalah, karna yang paling menggelegar suaranya kalau marah dirumah ya ayah saya, saya takut, tapi saya ga pernah (ah atau jarang saja mungkin) dimarahi.

Tapi makin hari saya makin paham ternyata ayah saya punya stok sabar dan stok mengalah yang luarbiasa jika mengingat tempramen beliau sebenarnya.

Soal tunggu menunggu ibu saya bersiap-siap tentulah ayah saya yang kenyang setiap hari, apa karna sudah sangat terbiasa jadinya tidak rusuh lagi kayak kami yang berkali-kali bilang " ma cepatlah, udah telat".

Dalam beberapa hal ayah saya banyak stok sabarnya. Dalam beberapa hal tidak. Hahaha.

Anyway, kemaren pas nyoblos saya mempersilahkan ayah saya duluan sebab saya menyelesaikan pekerjaan rumah, selang sejam beliau berangkat baru saya menyusul dan sempat nyasar di TPS 8 dulu, nyampe di tps tujuan ternyata ayah saya berdiri di luar, belum daftar ternyata. Dan nungguin saya dan ibu saya (sayangnya ama ga jadi ikut, sakit kepala)
Oh wew.
saya ga tau bakal ditungguin.
Dan ayah saya ga ada menggerutu atau pun wajahnya tampak kesal.

Bravo pa!

05 April 2014

Howdy

Hai..
Eh assalamu'alaikum

Apakabar yang nun jauh disana?
Hehe apaan sih ce...

Iya nih, tadi sore ada yang ujug2 kangen, nelfon dan nyuruh sering2 update blog, pengen tau tumbuh kembang ce *jailah


Hai kak dewi, ce baik2 saja, alhamdulillah, masih sebagaimana micelia amalia sari yang kakak kenal sebelumnya, mata ce masih sipit, pipi ce masih belum menyusut, makan ce masih sedikit ( ada gitu yang percaya?haha), masih sekere yang kakak tau, masih sengangenin iniii, bwahahaha.

Baik2 di sana kakak....

Doakan adikmu juga baik2 juga disini

01 April 2014

Terserah



Ce kan udah dari duluuu banget bercita2 bikin Rumah Makan atau Resto dg nama 'Terserah' ya ....
Tp ternyataaa
Udah ada yg bikiiiin


T.T #nangismeraungraung

28 Maret 2014

Semacam dua macam rasa

Cinta yang menyakitkan tetap saja cinta.
Cinta biasa bisa jadi obat yang menyembuhkan, menenangkan.

Cinta yang menyakitkan bisa menjadi disinfektan, pada awalnya akan perih, namun jika ditahan, dikatupkan gigi rapat2, ditahan rasa sakitnya, pada akhirnya ia akan juga menyembuhkan.

#quote aja
#ngertiapakamutentangcintace

12 Maret 2014

Rotasi 2

Dari sekian panjang perjalanan koas, ini terminalnya.
Alhamdulillah sudah 7 minggu dijalani.
Memang tidak seberwarnawari (apalah istilah ini) koas di RS, rotasi 2 di puskesmas punya ceritanya tersendiri.

Kami dapat giliran ketiga untuk masuk puskesmas, ada jeda sekitar sebulan sebelum masuk ke puskesmas setelah menyelesaikan siklus yang diulang.
Entah bodoh entah pintar memanfaatkan waktu dan kesempatan lah namanya, saya memutuskan untuk mencoba mengisi waktu liburan dengan jaga di RS swasta di pariaman, sedap2 ngeri sih, melihat banyak tuntutan dg melakukan suatu hal yg ilegal tapi bnyk dilakukan orang. Allah, ampuni ce yang sudah melayani pasien tanpa SIP dan STR...

Begitulah, memasuki pelayanan di puskesmas untuk anamnesis dan komunikasi dengan pasien ce ga terlalu kagok, ga kagetan, 3 minggu cukup untuk ce bertemu dengan berbagai macam pasien dan dianggap sebagai dokternya, di puskesmas kadang dianggap dokter, kadang ngga, tetapi yang kagoknya ya sama obat2an, biasanya leluasa aja ngeresepin apapun, merk2 canggih, sekarang terbatas, ga bisa juga periksa labor bnyk2, ga bisa konsul ke spesialis terkait, harus mutusin sendiri dan berdoa banyak2 moga2 pasiennya sembuh. ;)


Dengan suasana di puskesmas yang pelayanannya rame dari pagi sampe jam 11an aja, siang2 nya cendrung bosan karna ga ada kerjaan.
minggu2 di puskesmas 1, diisi dengan makan sate ( favorit diatas semua favorit), sholat zuhur dan sesudah itu tidur di KIA, benar2 teratur tidur siang, menunggu jam 14.30.
Dan sudah bisa ditebak hasilnya, berat badan membumbung 2kg, hahah, apalah ini namanya, parah. Tapi rekan saya chapo lebih keren lagi naik 3kg dan ridho 8kg.
Oow.. masalah sensitif ini.

Untuk kunjungan2 ke rumah pasien kabin di puskesmas 1 agak repot dikit, nyatanya pasiennya tidak terlalu kooperatif, jarang dirumah.
Jadi setiap lewat depan rumah mereka ce otomatis menoleh ke sana, memeriksa apakah mereka ada dirumah. Sampai sekarang pun kalau ke jg spt itu, refleks saja.

Hal yang didapat di sana, dicuek kan, dianggap tidak ada, dianggap tidak bermakna itu memang menyakitkan teman, tapi ada andilnya kita juga disana, yang jelas, saya bisa menghela nafas masa bodoh jika hal yang tidak mengenak kan saya rasakan, toh besok2 dengan mudah saya lupakan, tapi jangan harap saya akan bersusah payah untuk dianggap, no thanks, sebegini aja cukup, daripada saya sebal setiap hari.

2 minggu menjalani hari di puskesmas kedua terasa lebih ringan, atmosfernya bersahabat, maka dengan itu saya juga mudah bersahabat dengan paramedis disana, ga ada malas2an yang parah seperti ditempat yang sebelumnya. Meski memang tidak ada tuntutan yang berlebih dari kedua tempat, tapi tetap saja berbeda.
Saya lebih terbuka disini, mungkin juga sudah mulai nyaman dengan teman2 seperjuangan juga, adapatasi itu memang selalu unik ya, ada kesan masing2.
Ah ya, kurangnya disini, hoho ga gitu juga sih, saya aja yg kurang elit, 2minggu disini saya langsung bokek, ngikutin selera makan teman2 bikin kantong jebol, saya waspada2in aja dulu rencana makan siang teman2 ke mana aja dulu, salah salah langkah ngikut berakibat ga tenang makan siang itu. Hahahah.

Untuk sekarang saya bikin semacam catatan harian pasien yang saya temui apa aja hari ini, walaupun berulang, tetap aja dibikin, tiap pasien adalah guru, guru pengalaman, gurunya seni pengobatan.

Hari ke hari makin dekat rasanya untuk ukdi.
Mari persiapkan diri.

10 Maret 2014

Ayah

Ayah, bagaimana cara mengungkapkan rindu padamu


Ayah, bagaimana cara mengatakan cinta ini padamu


Kita berkata memang tidak dalam diam, tapi kata-kata indah diatas hanya kita pahami dari bahasa tubuh saja.


Ayah, gadis kecilmu ini memang tak selamanya patuh dan mengangguk manis.
Ketika aku menggeleng keras dan menangis, pasti hatimu tersedot, tangismu juga tercekat di dada, tak sanggup berkata, menjelaskan apa yang engkau pikirkan.


Ayah, belum lega senyummu menyaksikan gadis kecilmu mengenakan toga nya ia sudah melambaikan tangan padamu.
Bukan, bukan lambaian tangan menyapa, tetapi diiringi kepergiannya dengan seseorang yang entah dengan selaksa rasa apa yang engkau rasakan ketika memberikannya izin.

Ayah, aku, gadis kecilmu masih penasaran dengan pelukanmu, yang mungkin terakhir kali kurasakan saat silam sering berpura-pura tertidur di depan tv.
Aku tak berani memulainya, hanya tangan besar itu yang selalu kuciumi dengan ta'dzim.
Aku penakut ya?
Walaupun aku sebenarnya lebih takut jika hanya bisa melakukannya ketika engkau tersenyum terakhir kalinya.

Ayah, aku ingat engkau membagi resahmu padaku saat kakakku akan pergi bermil-mil jauhnya, tak lagi dengan mudah engkau singgahi saat perjalanan pergi atau pulang dari kampusmu.
Dan aku tak tahu engkau akan membagi resahmu dengan siapa jika aku meminta izinmu untuk pergi bermil-mil juga darimu.

Ayah, aku mengingatimu hanya ketika diujung sholatku. Pelit sekali gadismu ini. Padahal mungkin, engkau lebih sering mengingatiku daripada hitungan lima.


Ayah, ayah kuat sekali, kukuh sekali, walau seringnya aku tidak bisa meringankan beban itu.
Ayah, sering sekali aku yang membuatnya semakin sulit, semakin berat.


Ayah, aku masih punya janji kecil yang selalu ku sepelekan. Seperti janji pada nenek yang juga belum aku tuntaskan.
Janji yang tertimbun oleh tumpukan kesibukan yang sebenarnya jauh lebih sepele.
Gadismu pemalas sekali ayah.

Ayah, seberapa hebat nanti rinduku padamu? Dan rindumu padaku?
Ayah, seberapa sering nanti engkau bertanya pada ibu ; " sadang manga cece kini ko"


Ayah, tak ada lagi nanti yang senang sekali menyembunyikan rokokmu.
Tak ada lagi yang ribut sekali memotongkan kuku-kuku tebalmu.
Tak ada lagi yang minta tolong motornya dikeluarkan dan dipanaskan.
Tak ada lagi yang engkau singgahi saat mengunjungi kota padang, yang selalu saja minta tambahan jajan.
Tak ada lagi yang minta jemput dari tempat dinasnya malam-malam.
Tak ada lagi yang dimintai tolong ke ladang untuk mengambil gambar-gambar hasil keringatmu yang meskipun tidak pernah dicetak, tapi engkau tidak pernah kapok.

Ayah, aku takkan hilang dari hatimu, begitupun pada hati ini, tak bergeser semili pun posisimu, hanya jarak dan waktu saja ayah, hanya itu ya hanya itu, namun sangat bermakna.


Ayah, pun engkau tak akan membaca tulisan ini. Aku penakut ayah. Atau lebih tepatnya pengecut.

06 Maret 2014

Good doctor

"Bayi-bayi itu belum bisa bicara, tidak pandai mengekspresikan tangisnya, tapi dari gerangan tangan kecilnya ia mengatakan bahwa ia ingin hidup"
Park Si On dalam drama Good Doctor.

Aaaak.... saya bangeeet (ngaku2 aja).
Saya ingin, pengen, ngebet banget jadi dokter bedah anak, mau menyambung harapan mereka untuk masa depan tanpa kecacatan yang bukan kehendaknya ia bawa sedari lahir. Ingin mereka hidup selayaknya anak terlahir sempurna lainnya.
Ingin orang tuanya bisa senyum sumringah lega tanpa khawatir anaknya menderita dengan ketidaksamaan dengan yang lainnya.

Allah, adakah jalan ke sana?
*penuhharap.

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget