25 April 2014

Yeah, I'm officialy doctor now

24 April 2014

Hari bersejarah untuk saya dan 84 teman sejawat baru saya lainnya.
Alhamdulillah kami sudah diyudisium dan diambil sumpahnya sebagai dokter ...
Sumpah yang berat, sumpah yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan.
Saya nangis pas prosesi kemarin, tapi menangis dalam diam saja. Semua campur aduk; bahagia, haru dan cemas.

Yap.
Apapun itu.
Gelar ini, profesi ini tidak untuk dibangga2kan semata, ilmulah yang meninggikan derajat kita selangkah, maka ilmu itu yang diberikan selayak2nya, sebaik2nya.
Menjadi dokter, belajar seumur hiduplah konsekuensinya.

-maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?-

Allah, syukur atas semua karuniaMu.

Pa, Ma, this is all for you, your wish. *pecahtangislangsung.

Abang-mba aini, Niwa-ajo, ce bangga jadi adikmu. Terimakasih untuk semua cinta, dalam bentuk apapun itu.

My late grandma, i wish you there yesterday. Ma'wo yang sangat menginginkan 'mancaliak ice jadi dotor'.

My late bro, jo piki, you are my inspiration.

Teruntuk guru-guru saya, dalam pendidikan maupun 'kehidupan' selama ini. Semoga pahala selalu mengalir untukmu.

My best-medstudent-friends ;
Thesa/kak putri/heka/icha/kak rizki/ekha/tari/eza/kak sari/stevi/helma/riri/mia/meisya/chakep/lola/

Fuad/yos/aan/victor/syukri/amir/akbar/dion/defri

Koass zombie saya ;
Aya/faizal/justin/thesa(lagi)/syukri(lagi). Kita udah dokter semua broooo

Teman sepertutorialan saya :)

Teman seperotasiduaan saya:
Ridho/chapo/loren/azrul/cheche/justin(lagi)/puleng/puput/puti/siska/mela

adik-adik tercinta saya ; (errr kenapa tidak boleh disebutkan yaaaa -_-') , terimakasih untuk bucket bunga besarnya dan kehadiran adik2 kemarin, saya sungguh terharu. #elap2matamodeon.

Teman2 di bem dan dpm unand : thanks for all

Teman2 SMA tercintah : hello guys, kami ( ce dan tahul) udah jadi dokter, mari kita wujudkan mimpi kita yang tertulis dibuku (entah diawang2 mana buku itu) itu, menanti karya-karya Allah lewat tangan kita yang melakukan perubahan. Karna kita yakin kita bisa.

Terimakasih untuk akhwatifillah wisma FK unand tercinta, keluarga saya selama menjalani perkuliahan dan perkoasan. *peluksatu2

Terimakasih untuk yang membantu prosesi yudisium kemarin yang ribet sekali; anduang, alfin, zidny, asni , thesa (lagi) dan bg dodo.


Saya senang, sekaligus cemas.
Hahaha berasa ada kupu-kupu banyak beterbangan diperut.

Allah, bantu kami menjalankan jalan jihad ini sebaik-baiknya, selurus-lurusnya.
Semoga jadi insan yang bermanfaat.



*semoga berpuluh-puluh tahun lagi akun blog ini belum lenyap dan saya bisa bernostalgila lagi saat membaca ini. Heu heu heu #lambai2tisu.


Sincerely, yours

Dr. Micelia Amalia Sari

22 April 2014

Persahabatan


- Fiersa Besari -
Apa yang bisa menghangatkan
dinginnya gunung lebih dari
secangkir kopi? Persahabatan.
Seorang sahabat laksana
saudara yang lahir dari rahim
berbeda, bukan diciptakan
untuk memuji setiap
kelakuanku, tapi untuk
memberitahuku hal yang aku
sendiri tidak bisa katakan.
Bukankah orang paling miskin
di dunia ini adalah mereka
yang hanya berteman uang?
Dan bukankah orang terkaya di
dunia ini adalah mereka yang
mempunyai sahabat untuk
berbagi tawa meski di keadaan
yang sulit? Jadi, terima kasih
sahabat. Aku akan menjadi
tanganmu ketika kamu tidak
bisa meraih, aku akan menjadi
kakimu ketika kamu tidak bisa
melangkah, aku akan menjadi
matamu ketika kamu tidak bisa
melihat, kuatkanlah hatimu,
karena kita akan melewati
kegelapan. Kenanglah hari ini,
suatu saat kita akan berbagi
tawa di puncak mimpi kita.


Edisi lagi senang edit-edit sotosop.

*ukdiwoooiwoooooi

20 April 2014

Because i'm happy (today)



Persahabatan
Ukhuwah
Apalah itu namanya, ya semacam-macam itu ada suka dan dukanya.

Hari ini berbagi suka . Meski terselip gundah akan tenggat waktu bersama yang makin menipis.

Melewati hari ini dengan tawa, namun kesal juga ada.
Menemukan dandelion cantik.
Menemukan angle foto terbaik diantara ilalang.
Makan siang dengan pemandangan riak danau dan angin sejuk alahan panjang.
Berbagi bersama adik-adik.
Berkecipak-kecipak didinginnya air danau.

Cukup. Bahagia itu bernama hari ini :)

Love you all, as always.

17 April 2014

Mood disforik

Saya ngga tau harus berekspresi seperti apa jika terlalu kesal, jika terlalu emosi.

Kagum sama yang bisa mengeluarkan apa yang dia rasakan saat itu juga.
Kalau saya seperti menyimpan sesuatu yang penuh di dalam dada, sesak tapi tidak bisa menumpahruahkannya dengan baik.
Hanya bisa menjaga supaya suara tidak terlalu bergetar dan airmata tidak tumpah. Hanya bisa mengendalikan pikiran "oh come on ce, think fast, what will you do".

Terkadang hal sepele bisa menjungkirbalikkan mood mu hari itu. Apalagi jika dipendam sendiri.
Saya was-was terhadap diri sendiri. Hahaha

12 April 2014

Man jadda wa jadda

Going extra miles

Semoga Allah memberikan jalan
Semoga Allah memberikan kemudahan

Bersungguh-sungguhlah!

11 April 2014

Lelaki sabar

"Lelaki mengalah dalam banyak hal, Tuhan menciptakan kita untuk itu, kau tau?"

Hahaha ngakak lihat percakapan itu.

Bener..bener.. (maunya).

Lelaki yang pertama kali saya kenal didunia ini adalah ayah saya (mungkin selain abang ody kecil dan jo piki kecil). Saya pikir ayah saya bukanlah seorang yang sabar dan banyak mengalah, karna yang paling menggelegar suaranya kalau marah dirumah ya ayah saya, saya takut, tapi saya ga pernah (ah atau jarang saja mungkin) dimarahi.

Tapi makin hari saya makin paham ternyata ayah saya punya stok sabar dan stok mengalah yang luarbiasa jika mengingat tempramen beliau sebenarnya.

Soal tunggu menunggu ibu saya bersiap-siap tentulah ayah saya yang kenyang setiap hari, apa karna sudah sangat terbiasa jadinya tidak rusuh lagi kayak kami yang berkali-kali bilang " ma cepatlah, udah telat".

Dalam beberapa hal ayah saya banyak stok sabarnya. Dalam beberapa hal tidak. Hahaha.

Anyway, kemaren pas nyoblos saya mempersilahkan ayah saya duluan sebab saya menyelesaikan pekerjaan rumah, selang sejam beliau berangkat baru saya menyusul dan sempat nyasar di TPS 8 dulu, nyampe di tps tujuan ternyata ayah saya berdiri di luar, belum daftar ternyata. Dan nungguin saya dan ibu saya (sayangnya ama ga jadi ikut, sakit kepala)
Oh wew.
saya ga tau bakal ditungguin.
Dan ayah saya ga ada menggerutu atau pun wajahnya tampak kesal.

Bravo pa!

05 April 2014

Howdy

Hai..
Eh assalamu'alaikum

Apakabar yang nun jauh disana?
Hehe apaan sih ce...

Iya nih, tadi sore ada yang ujug2 kangen, nelfon dan nyuruh sering2 update blog, pengen tau tumbuh kembang ce *jailah


Hai kak dewi, ce baik2 saja, alhamdulillah, masih sebagaimana micelia amalia sari yang kakak kenal sebelumnya, mata ce masih sipit, pipi ce masih belum menyusut, makan ce masih sedikit ( ada gitu yang percaya?haha), masih sekere yang kakak tau, masih sengangenin iniii, bwahahaha.

Baik2 di sana kakak....

Doakan adikmu juga baik2 juga disini

01 April 2014

Terserah



Ce kan udah dari duluuu banget bercita2 bikin Rumah Makan atau Resto dg nama 'Terserah' ya ....
Tp ternyataaa
Udah ada yg bikiiiin


T.T #nangismeraungraung

28 Maret 2014

Semacam dua macam rasa

Cinta yang menyakitkan tetap saja cinta.
Cinta biasa bisa jadi obat yang menyembuhkan, menenangkan.

Cinta yang menyakitkan bisa menjadi disinfektan, pada awalnya akan perih, namun jika ditahan, dikatupkan gigi rapat2, ditahan rasa sakitnya, pada akhirnya ia akan juga menyembuhkan.

#quote aja
#ngertiapakamutentangcintace

12 Maret 2014

Rotasi 2

Dari sekian panjang perjalanan koas, ini terminalnya.
Alhamdulillah sudah 7 minggu dijalani.
Memang tidak seberwarnawari (apalah istilah ini) koas di RS, rotasi 2 di puskesmas punya ceritanya tersendiri.

Kami dapat giliran ketiga untuk masuk puskesmas, ada jeda sekitar sebulan sebelum masuk ke puskesmas setelah menyelesaikan siklus yang diulang.
Entah bodoh entah pintar memanfaatkan waktu dan kesempatan lah namanya, saya memutuskan untuk mencoba mengisi waktu liburan dengan jaga di RS swasta di pariaman, sedap2 ngeri sih, melihat banyak tuntutan dg melakukan suatu hal yg ilegal tapi bnyk dilakukan orang. Allah, ampuni ce yang sudah melayani pasien tanpa SIP dan STR...

Begitulah, memasuki pelayanan di puskesmas untuk anamnesis dan komunikasi dengan pasien ce ga terlalu kagok, ga kagetan, 3 minggu cukup untuk ce bertemu dengan berbagai macam pasien dan dianggap sebagai dokternya, di puskesmas kadang dianggap dokter, kadang ngga, tetapi yang kagoknya ya sama obat2an, biasanya leluasa aja ngeresepin apapun, merk2 canggih, sekarang terbatas, ga bisa juga periksa labor bnyk2, ga bisa konsul ke spesialis terkait, harus mutusin sendiri dan berdoa banyak2 moga2 pasiennya sembuh. ;)


Dengan suasana di puskesmas yang pelayanannya rame dari pagi sampe jam 11an aja, siang2 nya cendrung bosan karna ga ada kerjaan.
minggu2 di puskesmas 1, diisi dengan makan sate ( favorit diatas semua favorit), sholat zuhur dan sesudah itu tidur di KIA, benar2 teratur tidur siang, menunggu jam 14.30.
Dan sudah bisa ditebak hasilnya, berat badan membumbung 2kg, hahah, apalah ini namanya, parah. Tapi rekan saya chapo lebih keren lagi naik 3kg dan ridho 8kg.
Oow.. masalah sensitif ini.

Untuk kunjungan2 ke rumah pasien kabin di puskesmas 1 agak repot dikit, nyatanya pasiennya tidak terlalu kooperatif, jarang dirumah.
Jadi setiap lewat depan rumah mereka ce otomatis menoleh ke sana, memeriksa apakah mereka ada dirumah. Sampai sekarang pun kalau ke jg spt itu, refleks saja.

Hal yang didapat di sana, dicuek kan, dianggap tidak ada, dianggap tidak bermakna itu memang menyakitkan teman, tapi ada andilnya kita juga disana, yang jelas, saya bisa menghela nafas masa bodoh jika hal yang tidak mengenak kan saya rasakan, toh besok2 dengan mudah saya lupakan, tapi jangan harap saya akan bersusah payah untuk dianggap, no thanks, sebegini aja cukup, daripada saya sebal setiap hari.

2 minggu menjalani hari di puskesmas kedua terasa lebih ringan, atmosfernya bersahabat, maka dengan itu saya juga mudah bersahabat dengan paramedis disana, ga ada malas2an yang parah seperti ditempat yang sebelumnya. Meski memang tidak ada tuntutan yang berlebih dari kedua tempat, tapi tetap saja berbeda.
Saya lebih terbuka disini, mungkin juga sudah mulai nyaman dengan teman2 seperjuangan juga, adapatasi itu memang selalu unik ya, ada kesan masing2.
Ah ya, kurangnya disini, hoho ga gitu juga sih, saya aja yg kurang elit, 2minggu disini saya langsung bokek, ngikutin selera makan teman2 bikin kantong jebol, saya waspada2in aja dulu rencana makan siang teman2 ke mana aja dulu, salah salah langkah ngikut berakibat ga tenang makan siang itu. Hahahah.

Untuk sekarang saya bikin semacam catatan harian pasien yang saya temui apa aja hari ini, walaupun berulang, tetap aja dibikin, tiap pasien adalah guru, guru pengalaman, gurunya seni pengobatan.

Hari ke hari makin dekat rasanya untuk ukdi.
Mari persiapkan diri.

10 Maret 2014

Ayah

Ayah, bagaimana cara mengungkapkan rindu padamu


Ayah, bagaimana cara mengatakan cinta ini padamu


Kita berkata memang tidak dalam diam, tapi kata-kata indah diatas hanya kita pahami dari bahasa tubuh saja.


Ayah, gadis kecilmu ini memang tak selamanya patuh dan mengangguk manis.
Ketika aku menggeleng keras dan menangis, pasti hatimu tersedot, tangismu juga tercekat di dada, tak sanggup berkata, menjelaskan apa yang engkau pikirkan.


Ayah, belum lega senyummu menyaksikan gadis kecilmu mengenakan toga nya ia sudah melambaikan tangan padamu.
Bukan, bukan lambaian tangan menyapa, tetapi diiringi kepergiannya dengan seseorang yang entah dengan selaksa rasa apa yang engkau rasakan ketika memberikannya izin.

Ayah, aku, gadis kecilmu masih penasaran dengan pelukanmu, yang mungkin terakhir kali kurasakan saat silam sering berpura-pura tertidur di depan tv.
Aku tak berani memulainya, hanya tangan besar itu yang selalu kuciumi dengan ta'dzim.
Aku penakut ya?
Walaupun aku sebenarnya lebih takut jika hanya bisa melakukannya ketika engkau tersenyum terakhir kalinya.

Ayah, aku ingat engkau membagi resahmu padaku saat kakakku akan pergi bermil-mil jauhnya, tak lagi dengan mudah engkau singgahi saat perjalanan pergi atau pulang dari kampusmu.
Dan aku tak tahu engkau akan membagi resahmu dengan siapa jika aku meminta izinmu untuk pergi bermil-mil juga darimu.

Ayah, aku mengingatimu hanya ketika diujung sholatku. Pelit sekali gadismu ini. Padahal mungkin, engkau lebih sering mengingatiku daripada hitungan lima.


Ayah, ayah kuat sekali, kukuh sekali, walau seringnya aku tidak bisa meringankan beban itu.
Ayah, sering sekali aku yang membuatnya semakin sulit, semakin berat.


Ayah, aku masih punya janji kecil yang selalu ku sepelekan. Seperti janji pada nenek yang juga belum aku tuntaskan.
Janji yang tertimbun oleh tumpukan kesibukan yang sebenarnya jauh lebih sepele.
Gadismu pemalas sekali ayah.

Ayah, seberapa hebat nanti rinduku padamu? Dan rindumu padaku?
Ayah, seberapa sering nanti engkau bertanya pada ibu ; " sadang manga cece kini ko"


Ayah, tak ada lagi nanti yang senang sekali menyembunyikan rokokmu.
Tak ada lagi yang ribut sekali memotongkan kuku-kuku tebalmu.
Tak ada lagi yang minta tolong motornya dikeluarkan dan dipanaskan.
Tak ada lagi yang engkau singgahi saat mengunjungi kota padang, yang selalu saja minta tambahan jajan.
Tak ada lagi yang minta jemput dari tempat dinasnya malam-malam.
Tak ada lagi yang dimintai tolong ke ladang untuk mengambil gambar-gambar hasil keringatmu yang meskipun tidak pernah dicetak, tapi engkau tidak pernah kapok.

Ayah, aku takkan hilang dari hatimu, begitupun pada hati ini, tak bergeser semili pun posisimu, hanya jarak dan waktu saja ayah, hanya itu ya hanya itu, namun sangat bermakna.


Ayah, pun engkau tak akan membaca tulisan ini. Aku penakut ayah. Atau lebih tepatnya pengecut.

06 Maret 2014

Good doctor

"Bayi-bayi itu belum bisa bicara, tidak pandai mengekspresikan tangisnya, tapi dari gerangan tangan kecilnya ia mengatakan bahwa ia ingin hidup"
Park Si On dalam drama Good Doctor.

Aaaak.... saya bangeeet (ngaku2 aja).
Saya ingin, pengen, ngebet banget jadi dokter bedah anak, mau menyambung harapan mereka untuk masa depan tanpa kecacatan yang bukan kehendaknya ia bawa sedari lahir. Ingin mereka hidup selayaknya anak terlahir sempurna lainnya.
Ingin orang tuanya bisa senyum sumringah lega tanpa khawatir anaknya menderita dengan ketidaksamaan dengan yang lainnya.

Allah, adakah jalan ke sana?
*penuhharap.

27 Februari 2014

Menyoal foto #selfie

Selalu saja ngetren dengan segala istilahnya.
dulunya sih foto narsis.
Foto alay.
Sekarang foto selfie.

Saya hanya sesekali (mmmmppghhhh..bwahaha sekali tapi langsung bnyk maksudnya) melakukan hal itu. Tapi untuk memajangnya ditempat mata leluasa memandang mungkin tidak semudah kengkawan yang lain.

Dulu jaman2 friendster ada juga upload2 foto, tapi seringnya foto bareng teman2. Pas di fb, karena saking banyanyaknya orang bisa lihat, bisa kepoin, jadi memutuskan membatasi untuk itu, terutama kalau di tag foto hasil jepretan teman saya langsung hapus tag, ga tau deh teman itu atau ngga, tersinggung atau ngga tag nya saya hapus.

Banyak godaan euy, apalagi dengan instagram. Dengan profil picture Whatsapp yang bisa diganti sekenanya.
Tapiii..walaupun dua hal diatas ga bisa di unduh orang tetap aja ada kesempatan untuk screencapture kan. Hehe ge er benjet sih ce.
Umm yah, pencegahan, profilaksis.

Dan sebenarnya saya ga mau orang menilai saya dari tampilan luar saja, "dari labuah se" -dari kejauhan, setidaknya harus berinteraksi dlu dg saya baru tau menilai seperti apa.


Dan, sedikit buka rahasia, foto selfie saya saya capture sendiri, print sendiri dan tempel sendiri di dinding kamar. Hahaha khas remaja banget. Rasanya sih ga masalah, saya sudah cukup menyalurkan hasrat selfie (plak, gempor kepala sendiri) dengan itu. Yang jadi masalah adalah jikalau saja ada maling yang masuk, trus dia liat dong, iii serem. Astaghfirullah semoga tidak akan pernah terjadi

23 Februari 2014

Juli Agustus 2008

Ini cerita lawas, ketika ce memberanikan diri untuk naik pesawat terbang sendiri dan berangkat ke jakarta. Ga murni sendirian sih, hehe, ada Abang Ody yang jemput di Soe-ta. Nyampe malam dan setelah selesai dengan bagasi kami naik bus damri dan nyambung dengan bus entah apalah namanya, yang kami tuju adalah BSD, kost-annya niwa. Barang2 yang ce bawa hanya 1 koper kecil hitam yang untuk pertama kali menemani ce berpetualang (dan berlanjut sampai sekarang). Sumpah, perjalanannya panjang, naik jembatan penyebrangan, nyambung lagi, trus masuk Hypermart untuk nyari jalan pintas, kost an nya terasa makin jauh. Haha. Pada akhirnya nyampe juga, abang ga masuk ke kostan niwa, langsung balik ke Mampang dengan membawa jatah oleh-oleh untuk dirinya.


Ketemu niwa lagi deh, setelah beberapa bulan, dan rasanya abis wisuda niwa ga pulang deh lebarannya.

Sehari dua hari itu ce dengan seksama memperhatikan rutinitas niwa.
Pagi bangun, nyuci, masak untuk bekal dan sblm jam 7 udah berangkat kerja, pulang jam 6 atau abis maghrib.
Kostannya siang2 sepiii banget. Ada tipi sih, tapi bosan juga sendirian nonton, dengar radio yang buanyaaak banget chanel nya, ya iyalah jakarta ini.


Oia ce lupa menceritakan maksud dan tujuan kedatangan ce (untuk melamar anak bapak . Hahah ga, boong) ke jakarta untuk tes lokal UIN syarif hidayatullah, seminggu sebelumnya ce udah ujian SNM PTN di padang dengan pilihan FK unand dan FK unsyiah, ga yakin2 amat sih bisa lulus. Ce nyoba peruntungan ce disini dan juga udah dibolehin milih TI dan SI, sesuai dengan keinginan ce.


Modal banyak sih, ongkos pesawat, biaya hidup di jakarta, biaya ujian, yaa tapi ini sebagian dari ikhtiar, kalo ce ga lulus SNM PTN kayak UMB dulu gimana dong, dan ga, ce ga mau masuk akbid seperti disarankan Ama, ogah pakai seragam yang wajib celana.
Dikarenakan niwa saya sibuuuk banget di kantornya di SIGMA jadilah ce sendiri pergi laporan ke ciputat, bilang kalo udah nyampe ke Mak Edi dan Mintuo Ipah, aduh kalau ada pilihan untuk tidak ke sana ce bakal milih itu deh, asing, asing banget.
Dari BSD naik Agra Mas ( sebelumnya udah pernah naik ini sama niwa), yang harus sebelum jam 7.15 udah stand by, klo kelewat nunggu stgh jam deh, trus sambung sama mobil merah C berapaa gitu trus nyambung lagi pake D berapaa gitu, petunjuk jalannya sesuai intruksi niwa via sms, udah 17 tahun ini, harus bisa sendiri sih sbnrnya. Hihi.


Well, sepanjang jalan seringnya ce dilihat dengan tatapan panjang sih, bukan, bukan karna ce menarik, lebih karna jilbab ce yang panjang, hihi, pas bimbel 3harian di UIN jg gitu, hmm karna udah terbiasa di padang juga diliatin kayak gitu jadi ya agak2 kebal deh.


Ga ada teman ngobrol di sini, sekalinya disapa malah bilangnya gini "kamu sombong ya" dengan nada tinggi oleh salah seorang teman bimbel pas kami lagi ngaca di toilet, ce langsung speechless, dia ga pernah nyapa, ga pernah senyum langsung judge kayak gitu.
Ya ya ya, karna ce diam aja kali ya, kalo diam ce memang ga ramah banget tampangnya.


Meskipun kayak gitu, toh hari itu ce bisa kenalan sama anak yang asik, namanya indah, yang pada akhirnya lulus di farmasi UIN.


Tiga hari itu plus hari ujian masuk uin ce bolak balik BSD ciputat, ce lebih memilih lama di jalanan belantara jakarta daripada nginap di pisangan atau puri laras ciputat, hahah, nyaman itu nomor satu.


Ujiannya lumayan susah, apalagi bahasa arab dan tes hafalan quran, ondeh mandeh.
Agak2 kurang yakin juga bisa lulus atau ngga.
By the way, kampus UIN itu enak, modern tapi adem, udah kebayang2 sih gimana kalau ce kuliah di sana, sihiy :D.


Hari-hari lain ce di ajak niwa ke rumah kak tiara, ketemu kak tiara untuk kedua kalinya, kak tiara tetap cantik as always, kami ngobrol ngalor ngidul di kost an kak tiara, ada bakso atom juga yang kami bawa untuk kak tiara yang hobi ngebakso, trus niwa dan kak tiara udah merancang gimana masa depan ce di TI UIN, ceilah lulus aja belum tau ;p , mereka bertekad untuk menurunkan semua ilmu mereka baik putih maupun hitam untuk mencetak ce jadi mahasiswa terbaik (terharu saia), dan ce harus mengalahkan ipk niwa yang 3.73, huks. Berat.


Hari berikutnya pergi ke kampus Swiss-Germany University ( ini sotoy aja ya, ce lupa dan malas mengingat apa nama kampusnya sbnrnya) yang gabung sama kantor Sigma niwa, dan ce bingung kenapa kampus bisa gabung sama kantor programming. Kami ikut seminar ttg Ca cervix yang diselenggarakan anak fk nya, well, sampai saat itu masih belum kebayang juga masuk fk, kebayangnya masuk TI :-* .


Hari minggu dengan teman2 kost an niwa lari pagi, lewatin perumahan elit dan nyampe di kompleks pertokoan di BSD lagi, tujuannya cuma satu, nyari bubur ayam disana. seru sih, ternyata jakarta masih punya tempat yang hijau (yaaa walaupun hanya dalam kompleks rumah elit tadi).


Selebihnya sering sendirian di kost-an, siang2 kosong, 2008 itu masih megang hp cina, ga bebas internetan, jadinya melahap buku2 niwa deh dan selebihnya tidur, huehehe.


Oh ya, ce sempat jalan sama Abang, ke daerah UNJ, rawamangun, cari jilbab di toko Rayhan, murah2 euy, diskon 20% all item, sayang saja kami sama miskinnya, hehe. pulang dari sana udah sore, kejebak jam pulang orang jakarta, bus nya penuh2, dan abang bilang ; "kalau abang sendiri yang pergi abang bakal naik bus, tapi karna sama ce ga tega abang liat ce empet2an disana, kita naik taxi aja" , dan yah kami naik taxi, tapi tetep aja ce yg bayar gocang, fufufu.


Tanggal 3 agustus maghrib teman2 udah nanya2in lewat sms, lulus dimana, mereka udah bisa akses di internet, dan ce ga bisa kemana2, sendirian di kost an niwa, ya udah deh nunggu niwa pulang, tapi malamnya juga malas ke warnet, nunggu besoknya aja, dan ternyata ada yang berbaik hati meminjamkan koneksi M2 lewat laptopnya, dari teman kost nya niwa.
Input data..
Jeng..jeng..jeng.. selamat anda lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Alhamdulillah, langsung bangunin niwa yang udah tidur karna kecapean, "iya...selamat ya.. " sahut niwa yang separo bangun.
Hoho ce sebenarnya bingung antara senang atau tidak, bisa lulus snmptn kan alhamdulillah, biaya kuliah ga bakal mahal2 amat, tapi jurusannya FK, ga TI seperti yang ce inginkan.
Ngihihi ya udah deh, rencana2 jauh bakal kuliah di jakarta, bakal sekostan sama kakak ce satu2nya, bakal nyari duit dengan cari kerja sampingan di bidang IT, bakal sering jalan sama Abang dan niwa, yaa semua batal deh.


Semoga itu yang terbaik.
Kayaknya do'a Ama Apa lebih ampuh dari kami. Allah meluluskan cita-cita mereka.


16 agustus ce udah balik ke padang, daftar ulang di unand. Senior sms ce " selamat ya ce, kak lihat nama ce lulus di UIN, ntah TI ntah SI tu"

-_- terlambat zudaaah.. kau datang padakuuu

16 Februari 2014

ama

selamat ulang tahun Ama

kurang lebih Ama, ce tetap mencintai Ama
semoga selamanya.

kasih sayang ibu sepanjang masa
kasih sayang anak sepanjang jalan.

semoga tidak kecewa dan mengecewakan

13 Februari 2014

Percaya diri

Ada yang lagi krisis percaya diri
Dan, saya tidak tahu bagaimana harus meyakinkannya bahwa ia berharga dengan apa adanya dirinya.

Saya termasuk yang tidak pede-an, kadang ngga nyaman dengan diri sendiri, mungkin belum nemu aja posisi wuenaknya kali ya.
Saya tidak percaya diri juga terkadang, saya banyak kekurangan, termasuk beradaptasi dan menarik perhatian orang yang baru dikenal.
Nah, yang lagi krisis percaya diri ini tidaklah seperti saya, dia benar2 bisa kok cepat beradaptasi, dia mengagumkan untuk hubungan interpersonalnya dg siapa saja.
Tetapi ia tidak percaya diri dengan fisiknya. Dan oh tidak, saya tidak punya perbendaharaan kata-kata menghibur apalagi.
Terkadang mengubah standar pandangan umum itu tidak semudah teori, apalagi dengan iman yang kadang naik kadang turun.


Bersyukurlah wahai diri. Jangan terlalu lama tertegun dengan kekurangan. Tonjolkan kelebihan. Bersinarlah. Meskipun sedikit yang akan datang mencari cahaya kita, tetapi itulah para finalisnya, yang terbaik dari yang baik, yang mundur teratur setelah melihat fisik dari kejauhan tak usah difikirkan, besok2 dia akan menyesal.

10 Februari 2014

Jantung

2 hari yang lalu, saya dan teman saya (icha), telat datang untuk dinas jaga, memang karena pulang puskesmas udah siang dan harus mengejar 3 tempat untuk menghadiri pesta pernikahan.

Ada pasien yang sudah nyampai di poli dan sudah acc rawat, beliau berusia 21 tahun, datang dengan keluhan sesak, ada atrial fibrilasinya, dan di status lama dituliskan ada mitral regurgitasinya.
By the way, beliau sudah 3 hari tidak minum obatnya, bosan katanya. Well,meskipun beliau seorang calon perawat dan sudah mengetahui penyakitnya. Ya bisa saja.
Saya jadi ingat teman saya.

Tadi di KIA anak puskesmas ada ibu yang datang dengan anaknya yang berpostur kecil, setelah ditanya umurnya 6 tahun, masih seperti anak umur 2-3th, awalnya hanya mengeluh kulit merah2 yang gatal di leher tapi setelah bercerita panjang ibunya mengatakan kalau detak jantung anaknya cepat.
Lalu saya penasaran dan mendengarkannya. Subhanallah , derap kuda dan serr... serr... ada bising.. , kemudian meminta second opinion kpd pendengaran teman2 lainnya. Dan memang benar begitu.
Pasiennya sering membiru mulutnya ketika menangis,kata ibunya. Lidahnya juga panjang dan katanya sudah diobati ke dukun.



Jantung jantung jantung
Memang bukan hanya satu-satunya yang penting di badan kita. Tapi tanpa jantung yang sehat, pasti perlu usaha keras untuk bertahan hidup.

Hidup sempurna memang tidak harus dari fisik yang sempurna. Syukuri saja, tetap berikhtiar, pasti ada hikmahnya

02 Februari 2014

Hari minggu yang keren

hari minggu yang galau, harus memutuskan pergi apel siaga atau pergi akad nikah ade.
Simalakama sekali.
Dan pada akhirnya bisa mengikuti 3 acara hari itu ;
1. Tenda tensi bsmi, dan segan sekali utk izin pamit cepat.
2. Apel siaga, yg terlambat tentunya, untung (masih untung juga lagi) ada teman seperjuangan. Diiqab skotjump(entah gimana tulisan yg benar) 35 kali, tanpa pemanasan dan langsung lemes abis itu, duduk dalam barisan di lapangan hijau, dan ketika pak IP datang, harus berdiri dong, dan sumpah saya merasa cemen sekali, ga sanggup berdiri euy, belum sarapan juga sih, coba duduk diantara orang2 lainnya yg berdiri, bbrp menit agak pulih tenaga, berdiri lagi, oh tidak saya merasa rapuh sekali dan tidak sanggup berdiri.
Sebenarnya sangat ingin merasakan rasanya pingsan itu, tapi saya kasian jg liat teman2 yg repot nantinya, jadinya izin keluar lapangan dan makan susu bubuk milo yang ada di tas, kemudian menggandeng ayu yang juga muntah2 abis lari.
Kemudian, taraa tenaga sy pulih lagi dan berbaris lagi.
Tapi begitulah, saya harus menjalankan misi yang lain, yaitu kabur ke pariaman, akad nikah sahabat saya. Saya siap sedia saja dg marahnya mere mere saya. Resiko hidup.
3. Akad nikah Ade.
Sy motoran sama mia ke pariaman via jln bandara, singgah ke rumah, bersalin baju dulu, ga mungkin kucel2 abis dijemur dilapangan pergi baralek. Dan, panas matahari siang itu sangat keren sekali, sukses jadi kepiting rebus.
Akadnya molor teman, indonesia banget, mati lampu pula dan saya mengipasi sahabat saya yang sudah senewen, padahal dia tinggal duduk manis saja menunggu kata-kata "sah" ( kamu kira sesimpel itu ce? Hahah).
Dan kami pun berandai2 ;"Ade, penuh perjuangan kami kasiko mah, kok ndak tibo kami kasiko baa lai tu de?" Tanya mia.
"Pikian surang" jawab ade dengan pandangan membunuh. Hahaha
Akadnya berlangsung lancar, sekali lafaz sajo.
Dan, tentu saja, Ade cantik sekali hari itu.
Baarakallah.. teman seperjuangan saya.

Btw kami balik lagi ke padang,saya ngantar mia ke wismanya di pasbar, nyampe jati badan serasa hemiparese, beli kopi es, mata harus melek, leaflet penyuluhan belum dibikin sama sekali.
Selamat micelia.
5 hari kemudian saya menanggungkan sakit yang teramat di tungkai kiri dan kanan. Oleh2 iqab apel siaga. Hihihi

*ini cerita hari minggu, last sunday

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget