02 September 2011

My position

Jalan Padang - Bukit Tinggi, Sintuk Toboh Gadang, Sintuk Toboh Gadang
http://m.google.com/u/m/AnxzyU'>Micelia Amalia's location@10:05am,9/2


Aneh, ini kan pasar raya lubuk alung, knp dibilang sintuk ya?

Om gugel, sintuk itu masih agak jauhan dari sini....
Published with Blogger-droid v1.7.4

Cintanometer (2)

Permasalahan besar itu nampaknya
teratasi sudah . Mereka bersulang di
balai kota, berseru bersama memuji
kepintaran para penemu. Tanpa sedikit
pun menyadari laporan itu ternyata
belum lengkap benar. Karena pelahan -
lahan muncullah berbagai masalah
akibat cintanometer itu.
***
Vyrzas, lelaki baya berumur enam
puluh tahun , duduk menangis di
pojokan kota sambil mengelus kepala
botaknya penuh penyesalan. Dengan
alat itu , barusan ia tahu bahwa
sesungguhnya semenjak empat puluh
tahun silam hingga hari ini, Veronica ,
kembang kampus universitas kota
kami, ternyata amat mencintainya. Ah,
mengapa alat ini baru diciptakan
sekarang ? Sesalnya. Lihatlah, wanita
tua itu sudah beranakpinak dengan
pria lain . Ia dulu ternyata terlalu naif
menganggap dirinya jelek , bodoh dan
sama sekali tidak berguna bila
dibandingkan dengan gadis itu yang
amat cantik, pintar dan populer.
Tetapi kesedihan Vyrzas bukan
masalah serius bagi tetua kota saat ini.
Yang sudah berlalu biarlah berlalu .
Toh itu murni kesalahan Vyrzas . Yang
lebih penting dan mendesak, lihatlah
berbagai pertengkaran yang segera
menyeruak di rumah - rumah
penduduk.
“Aku tak menyangka hatimu busuk
selama ini!” Nenek itu berseru kencang
dari salah satu rumah .
“Apa maksudmu?”
“Lihat ini !” Ia berseru sambil
memperlihatkan telinganya . Kakek itu
tersumpal mulutnya.
“Pokoknya aku tidak mau lagi melihat
mukamu di rumah ini . Pergi ! Pergi
bajingan !” Nenek itu menangis dalam
marah. Ia tidak menyangka pemuda
yang dinikahinya enam puluh tahun
silam ternyata sedikit pun tidak
mencintainya. Jangankan berkedip,
mendesing pun tidak cintanometer di
telinganya. Ternyata suaminya
menikahinya semata -mata karena
kedudukan dan harta orang tuanya .
Segeralah berbagai borok suami
terbongkar . Berbagai aib istri terbuka
lebar -lebar . Banyak sekali pemuda
yang menikahi istrinya hanya karena
harta , kekuasaan , atau kecantikan
wajah. Dan sebaliknya gadis -gadis yang
menikah hanya karena tebalnya
kantong suaminya, rumah -rumah ,
mobil-mobil terbang dan berbagai
kemewahan dunia lainnya . Mereka
bertengkar hebat malam itu.
Cintanometer benar-benar
menelanjangi para pelaku selingkuh.
Suami- suami yang tidak cinta lagi
melihat tubuh istrinya . Suami -suami
yang lebih suka menghabiskan malam -
malan di bar -bar kota . Alat itu juga
membantu anak -anak yang tak
beruntung menerjemahkan perasaan
sesungguhnya dari ayah atau ibu tiri
mereka. Dengan segera di tengah -
tengah lautan cinta yang terjadi di
jalanan , harmoni rumahrumah tangga
penduduk kota kami satu demi satu
rontok.
Tetua kota segera berembug
membahasnya. Satu dua tetua kota
berkata pelan di tengah keramaian : ia
memang dari dulu sudah khawatir
sekali dengan alat pendeteksi cinta ini,
sudah terlalu banyak penemuan tidak
pantas yang telah mereka buat selama
ini. Penemuan yang menebas tata
aturan kehidupan . Cinta adalah urusan
langit dan tidak sepantasnya mereka
mencoba mengakalinya .
Tetapi mayoritas tetua kota kami
mengabaikan keluhan itu. Jika ada
masalah yang muncul dari
cintanometer itu maka anggap saja
harga yang harus dibayar untuk
mengatasi permasalahan
pertambahan penduduk kota . Dan
bukankah lebih banyak anakanak
muda yang akan segera
melangsungkan pernikahannya
dibandingkan dengan rumah tangga
yang hancur berantakan?
Malam itu juga putus. Cintanometer
akan terus diedarkan.
***
Hari-hari berlalu menjadi setahun,
setahun berjalan dirangkai hari-hari.
Siang ini genap lima tahun semenjak
penemuan itu pertama kali
diluncurkan dulu. Lihatlah apa yang
terjadi di kota kami . Bayibayi mungil
kelihatan di mana- mana. Jumlah
penduduk double . Krisis
kepedendudukan itu lewat sudah.
Cintanometer selama lima tahun
berturut- turut mendapat penghargaan
Penemuan Terbaik Tahun Ini . Setiap
tahun fiturnya di tambah, dibuat lebih
gaya dengan model dan warna -warni
mutakhir . Penggunaannya pun
semakin friendly user, tidak berkedip ,
tetapi berbisik. Bisikan cinta yang bisa
di setting sedemikian rupa , termasuk
menggunakan suara artis favorit kalian.
Malah cintanometer oleh sebagian
besar penduduk kota di usulkan agar
ditetapkan sebagai penemuan terbaik
sepanjang abad ini. Melihat situasi
yang sedang berkembang dalam
masyarakat, sepertinya wacana itu akan
benar-benar menjadi kenyataan.
Masalahnya di tengah -tengah
kegembiraan tetua kota , dan leganya
perasaan anak -anak muda, ada
sesuatu yang tanpa disadari pelahan -
lahan merubah kehidupan kota itu .
Alat itu bagi sebagian orang ternyata
dari hari ke hari secara pasti membuat
kehidupan mereka menjadi sangat
sistematis, terukur dan tidak menarik
lagi . Tidak ada lagi seorang pemuda
atau seorang gadis yang berdiri cemas
menunggu di halte , berharap idaman
jantungnya datang dan mereka bisa
pergi satu bus, syukur -syukur bisa
duduk bersebelahan. Tidak ada lagi
degup jantung penasaran saat seorang
pemuda menyatakan cintanya,
menyajak puisi -puisi , menggenggam
tangan sang kekasih . Tidak ada lagi
lipatan suratsurat yang secara
sembunyi- sembunyi dititipkan atau
diselipkan di lemari sekolah, sekuntum
bunga mawar yang dikaitkan di pintu
rumah , atau seorang pemuda yang
memetik gitar bernyanyi keras -keras di
halaman rumah gadis idamannya.
Semakin lama, malah tidak ada lagi
cokelat berbentuk jantung sebagai
hadiah penanda cinta , tidak ada lagi
balon-balon merah itu, tidak ada lagi
cupid si peri cinta. Tidak ada lagi syair-
syair kerinduan, soneta pujaan hati,
tidak ada lagi irama ratapan
kesendirian. Penduduk kota ini tidak
memerlukan itu semua. Cinta pelahan -
lahan namun pasti telah berubah
menjadi barang instan.
Jika cintanometer berkedip- kedip itu
artinya cinta. Jika tidak berkedip -kedip
maka tidak ada cinta . Lama -lama
penduduk kota mulai lupa apa itu
cinta, bagaimana sesungguhnya
perasaan seseorang saat jatuh cinta?
Mereka hanya mengerti soal kedip dan
tidak mengedip. Bisik atau tidak
berbisik. Lama -lama mereka malah
kehilangan kosa kata cinta ? Siapa lagi
yang perlu kata cinta jika kau bisa
menterjemahkannya dengan mudah
melalui sebuah alat mungil yang
canggih? Berbisik Oke,jika tidak cari yang lain.Sesederhana itu .
Maka kata cinta dihapuskan dari kamus
besar bahasa kota kami , karena tak ada
lagi yang mengerti apa maksudnya .
Berikut kata- kata yang menyerupai dan
menyertainya. Kalian tak akan lagi
menemukan kata: kasih , sayang , rindu ,
bertepuk sebelah tangan, pungguk
merindukan bulan, bujang tua, jomblo
dan kata- kata lainnya .
Dan ketika aku sempat berkunjung ke
kota itu minggu lalu . Dalam ramainya
ruang pesta di balai kota, aku
tersenyum bersalaman dengan
penduduk kota. Berkata mengenalkan
diri , “ Namaku Jun. Aku pengelana hati.
Datang dari jauh mencari cinta. Adakah
gadis rupawan di kota ini yang masih
sendiri dan mau menghabiskan sisa
hidup bersamaku?” mereka menatapku
aneh sekali .
Seperti kalian sedang menatap
mahkluk dari galaksi lain .
***

mimpi-mimpi si patah hati
oleh Tere Liye




*ga kebayang efek dari alat itu kalo bener-bener ada.
Seperti semua alat yang kita imajinasikan bisa dikeluarkan dengam mudah oleh doraemon tapi rentetan akibatnya tentu belum tentu memberikan kebermanfaatan pada banyak orang.

Hmm...ga mau ada alat itu.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Cintanometer

kota kami, walau terletak persis di
tengahtengah gurun pasir maha luas,
hujan bukanlah barang langka. Jika
penduduk kota ingin merasakan hujan,
maka tinggal bilang ke balai kota.
Seperti kemarin, anak tetangga sebelah
rumah , rindu berat berlari- lari di atas
gelimang lumpur, di bawah atap langit
yang mencurahkan beribu- ribu bulir
air kesegaran. Maka orang tuanya
segera memesan hujan . Selang dua
belas menit kemudian , awan hitam
datang berarak, guntur dan petir
sambar menyambar , tak lama turunlah
hujan sesuai pesanan .
Jangan salah sangka dulu , kota kami
memang terpencil jauh dari seluruh
penjuru dunia , tetapi bukan berarti
penduduk kota kami lebih primitif
dibandingkan kalian. Kami tidak
memanggil hujan lewat dukundukun ,
nyanyian -nyanyian , apalagi
sesembahan tak berguna itu,
sebaliknya kami memanggil hujan
dengan teknologi tingkat tinggi . Maju
sekali , malah jauh lebih maju
dibandingkan dengan menerbangkan
pesawat untuk menaburkan butiran
pembuat hujan di awan -awan yang
biasa ilmuwan kalian lakukan .
Di sini banyak penemu. Yang terhebat
di seluruh dunia, malah . Jadi jangankan
soal hujan, soal rumit lainnya , seperti
mobil terbang, rumah mengapung ,
lampu tenaga udara, pil anti lapar ,
suntikan seribu penyakit dan yang
lebih sulit lainnya ada di sini . Dengan
berbagai penemuan hebat itu,
kehidupan berjalan amat baik dan
berkecukupan .
Tetapi suatu hari, dewan kota
mendadak mengadakan pertemuan.
Tentu ada hal super penting yang telah
terjadi, karena rapat ini adalah rapat
mendadak untuk pertama kalinya
dalam lima ratus tahun terakhir. Para
tetua risau sekali tentang sesuatu.
Tentang mengapa angka pertumbuhan
penduduk kota ini stagnan, bahkan
dua tahun belakangan justeru minus
sekian persen. Jika trend pertumbuhan
penduduk tetap seperti itu,
dikhawatirkan seratus hingga dua ratus
tahun mendatang , penduduk kota ini
akan musnah.
Lama berdebat akhirnya ditemukanlah
muasal permasalahannya . Yaitu karena
angka pernikahan anakanak muda
turun amat tajam. Kenapa angka
pernikahan turun amat tajam? Karena
anak- anak muda ternyata susah sekali
menemukan jodohnya masing - masing .
Kenapa anakanak muda amat susah
menemukan jodoh? Karena angka
penolakan cinta meningkat tajam. Dan
kenapa angka penolakan cinta
meningkat tajam? Karena anakanak
muda itu terlalu malu untuk
mengungkapkan perasaannya . Takut
ditolak, takut ditertawakan , takut
dihinakan, lebih sial lagi akan dikenang
sepanjang masa : sebagai pecundang.
Tetua kota ramai lagi berdebat mencari
solusi masalah pelik ini. Bagaimana
agar anak- anak muda itu tidak cemas
dan takut lagi menyatakan cintanya ?
Akhirnya setelah berbagai usulan
diterima, mulai dari yang sama sekali
tidak masuk akal hingga yang malah
tidak ada kaitannya sama sekali dengan
akar permasalahan , solusi yang
dimaksud disepakati .
Dewan kota akan menciptakan alat
pendeteksi cinta . Sebut sajalah
namanya cintanometer. Bentuk fisiknya
kurang lebih mirip freehand telepon
genggam yang kalian kenal selama ini.
Dicantolkan di telinga, dan ia dengan
kecanggihannya akan memberitahukan
perasaan yang sedang dipikirkan oleh
lawan jenis di hadapanmu .
Bagaimana caranya? Tidak jelas juga
seperti apa. Terlalu rumit untuk
dituliskan. Tetapi kurang lebih
cintanometer akan mendeteksi gesture
tubuh, kadar pheromon , getaran arus
listrik yang timbul dari detak jantung
pasangan Anda , medan
elektromagnetik yang muncul dari
sekujur kulitnya, sinyal alpha dari bola
matanya , frekuensi dan lamda getaran
suara saat pasangan Anda berbicara
dan berbagai pemicu kimiawi lainnya
yang terus terang aku juga tidak terlalu
mengerti .
Dengan cintanometer itu, anak- anak
muda tak usah malu lagi menyatakan
cinta. Alat ini seratus persen akan
menjamin kalkulasi variabel yang
ditangkapnya benarbenar nyata .
Deviasi kesalahannya kecil sekali ,
sehingga kalian tak usah lagi khawatir
ditolak mentahmentah.
ditolak mentahmentah.
Mendengar kabar tentang
cintanometer, penduduk kota kami
dilingkupi kegairahan yang luar biasa .
Mereka belomba -lomba mencari tahu
sejauh mana kemajuan ilmuwan
terbaik mereka menciptakan alat
pendeteksi cinta tersebut. Tak sabar
lagi mereka menunggu hari H
peredarannya di toko- toko kelontong.
Malah di tengah -tengah kota dipasang
penghitung waktu mundur
(countdown) menunjukkan sisa hari
peluncurannya.
***
Dan ketika tiba hari H peluncuran
cintanometer itu , kota kami heboh
sekali . Inilah penemuan terbesar
sepanjang masa . Muda- mudi berdiri
mengantri membentuk kelokan
puluhan kilometer di depan balai kota
untuk mendapatkan alat pendeteksi
cinta. Lelaki tua dan wanita tua yang
tak laku-laku juga terselip hampir di
setiap dua- tiga pengantri. Orang- orang
tua yang sudah menikah pun ternyata
ikut mengantri . Juga anak -anak di
bawah umur.
Rusuh sekali antrian itu . Saling
menyelak. Jangan pernah kalian
meleng sedikit saja, alamat tempat
berdiri sudah diisi oleh tiga -empat
orang yang tak dikenal . Semakin lama
kerusuhan dalam antrian semakin
meluas . Masalahnya ternyata
pembagian alat tersebut agak sedikit
terganggu karena baru saja tetua kota
menyadari mereka sama sekali belum
melakukan analisis dampak lingkungan
atas cintanometer ini. Tak ada yang
pernah berpikir hal ihwal yang akan
terjadi akibat beredar bebasnya alat ini ,
apalagi lihatlah batasan umur para
pengantri di depan sana .
Semakin siang antrian semakin kusut .
Maka tetua kota tak ada pilihan lain
kecuali mulai membagikan
cintanometer itu . Lupakan dulu soal
analisis dampak lingkungan tersebut .
Yang penting antrian penduduk kota
tidak berubah menjadi anarki .
Mereka berebut menyambar kotak -
kotak kecil itu. Untunglah tak ada satu
pun warga kota yang mengantri
menginginkan benda tersebut yang
tidak kebagian . Lepas senja semuanya
bisa pulang dengan senyuman lega.
Berharap banyak atas benda kecil
tersebut.
Tetapi, wahai, tahukah kalian apa yang
terjadi sekejap setelah itu?
***
Kota kami tiba-tiba berubah menjadi
lautan cinta. Lihatlah anak -anak muda,
mereka seolah -olah sedang berlomba-
lomba menyatakan cintanya. Di
sepanjang jalan- jalan, di taman -taman
kota, di kafekafe, di pelataran parkir
dan pertokoan , di ruangruang kelas , di
atas mobil- mobil dan gerbong kereta,
di dalam lift dan toilet , hingga di altar -
altar suci rumah ibadah yang
seharusnya hanya dipakai untuk
berdoa .
“Clarice , aku cinta padamu?” seru
seorang pemuda dari salah satu meja,
di kafe tengah kota.
“Aku sudah tahu , Leonardo !” gadis itu
juga berteriak sambil memperlihatkan
alat itu di telinganya . Mereka berdua
tertawa. Juga tertawa bersamaan
dengan seluruh isi kafe lainnya.
Anakanak muda yang dimabuk asmara.
Bersemu merah saling menggenggam
tangan .
“Patrice , andai kau meminta bulan,
tentu tak sungkan aku berikan.. ..”
“Sudahlah, Desovov … .” dan gadis di
meja satunya lagi itu melompat
menyeberangi piring-piring .
Sungguh . Padahal kemarin,
kemarinnya lagi , minggu-minggu lalu ,
dan sepanjang hari selama setahun
terakhir ini gadis itu hanya mampu
berdiri menatap pemuda pujaannya
lewat begitu saja di gang bawah sana
dari balik teralis jendela . Terlalu gentar
untuk mengakui . Terlalu takut untuk
menyatakan cintanya.
Kemanapun kau pergi malam itu ,
maka yang akan kau dapati hanyalah
anak- anak muda dengan trendi
mengenakan cintanometer di
telinganya, berjalan kesana- kemari
coba menemukan pasangannya. Saat
alat di telinga mereka berkedip- kedip ,
mereka berseru kegirangan . Itu berarti
ada seseorang yang mencintainya
radius seratus meter darinya.
Apa yang terjadi kemudian?
Tergantung. Jika pasangan yang
ditunjukkan oleh cintanometer itu
ternyata tampan dan memang pujaan
jantungnya selama ini , maka tak
sungkan ia menggamit tangannya ,
menatap tersenyum dengan muka
bersemu merah . Tetapi jika ternyata
pasangan yang ditunjukkan oleh
cintanometer itu ternyata jelek dan
malah sosok yang dibencinya selama
ini, maka dengan terbirit -birit ia akan
lari menjauh .
Amat beruntung seorang pemuda atau
gadis yang berkali -kali cintanometernya
berkedip -kedip . Itu berarti ada banyak
pilihan baginya untuk menyatakan
cinta. Dan di tengah -tengah keramaian
cinta ini, ironisnya , ada saja pecinta
yang tidak sedikit pun cintanometernya
berkedip -kedip .
Awalnya mereka tidak terlalu panik .
Mungkin alat miliknya rusak atau
baterainya habis . Mereka buru- buru
mencoba meminjam alat pendeteksi
cinta milik temannya, berharap nasib
akan berubah. Percuma . Semua alat
yang dikeluarkan oleh balai kota selalu
dalam kondisi seratus dua belas
persen oke .
Maka tinggallah mereka merana
menjadi penonton pertunjukan cinta di
kota kami . Tetapi siapa peduli dengan
orang-orang yang tidak beruntung itu?
Jumlah mereka sedikit . Dan bukankah
dengan demikian , alat pendeteksi cinta
itu membantu seleksi genetik kota
kami. Pemuda atau gadis yang tak
pernah dicintai oleh seseorang maka
sudah sepatutnyalah tidak meneruskan
keturunan genetiknya , demikian
kesimpulan tetua kota .
Mendengar laporan meningkatnya
angka jatuh cinta anak -anak muda di
kota kami , tetua kota tersenyum lega.

cont'd

MMSPH by Tere Liye
Published with Blogger-droid v1.7.4

01 September 2011

Gelegar gemuruh

Menggemuruh langitMu malam ini
Hujan, turunlah...
Entah apa yang menahanmu malam tadi tak jadi menyapa bumi
Seperti malam ini, engkau pun menyapa dengan gemuruh, tapi tetap saja engkau bersikukuh disana atau mungkin melompati koordinat ranah ini untuk mencurahkann ya dititik lain?
Hujan, ayolah... meriuhlah malam ini
Published with Blogger-droid v1.7.4

Gelegar gemuruh

Menggemuruh langitMu malam ini
Hujan, turunlah...
Entah apa yang menahanmu malam tadi tak jadi menyapa bumi
Seperti malam ini, engkau pun menyapa dengan gemuruh, tapi tetap saja engkau bersikukuh disana atau mungkin melompati koordinat ranah ini untuk mencurahkann ya dititik lain?
Hujan, ayolah... meriuhlah malam ini
Published with Blogger-droid v1.7.4

Bosan

Indikator bosan itu pada apa?



Membunuh bosan itu dengan apa?



Bahkan, mengingat esok akan sama adanya juga sudah bosan



Fufufu
Sudahi saja
Indikatornya seberapa kebersyukuranmu ce
Membunuhnya dengan ejawantah syukurmu pula


Wasyukurillah...
Published with Blogger-droid v1.7.4

31 Agustus 2011

Tahun ke-4 kuliah

Alhamdulillah masih ada umur juga merasakan penghujung umur 20 dan tahun ke-4 di FK Unand ini.
Semester 7 euy...
Hmm melelahkan ga ya?
Sebenernya iya sih, tapi karna banyak hal yang mengasyikkan juga, lelahnya terkompensasi
Bentar lagi
Bentar lagi...
Melalui 2,5 blok lagi, maka akan sampe bababk berikutnya, klinik. InsyaAllah.

Hampir semua sudah dipelajari. Tapi rasanya yang nempel kok dikit aja ya?
Sekedar tahu, bahkan ada yang sampe samar-samar pengetahuan ce tentang penyakit tertentu.
Memang harus selalu diulang, ga bisa ngga.

Masalah kuliah, masalah belajar pastinya ga lepas dari nilai.
Nilai ce?
Hmm... agak berat kalo berbicara nilai,hahaha. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhmdulillah...
Harus disyukuri semua.
Meski ga bisa mempersembahkan cum laude yg jelas yg ce sdh hasilkan itulah kemampuan ce, jd jika nilai yang tertera di ijazah ce nanti itulah yang akan ce banggakan, hasil tetes keringat, darah dan airmata (ha ha lebay).

Teman2 yg D3 udah bnyk yg mau wisuda. Yang S1 udah ada yang mulai bikin proposal penelitian (alhamdulillah kami dihindarkan dari perskripsian or tugas akhir itu).
Ada teman2 yang sudah menikah dan punya anak.
Well, kmrn ce jg baru dikagetkan dg pernikahan teman sebangku ce dulu ketika SMP, Ayu Hendrila bulan mei kmrn, hiks... taunya udah telat bgt.

Tahun Ke-4 ini juga kami udah mulai magang di RS, semacam pengenalan klinis yg dinamakan pre-clerckship atau ada jg ada yg bilang Junior Clerckship (JC) utk 4 siklus besar aja; interne, obgyn, bedah dan anak.
Sekarang ce di interne, tiap jum'at dan sabtu.
semoga berjalan lancar hingga ke akhirnya.

Hosh hosh harus semangat di tahun ke-4 ini ^^

Sistem indra-dokter keluarga-blok elektif > kompre!
BEM-fuldfk dew 1-BSMI-ar risalah
Semangatttt!!!

Published with Blogger-droid v1.7.4

Pato

Pato, terminologi atau istilah untuk kami menyingkat patologis, keadaan sakit-tidak normal.
Istilah itu kemudian terkadang oleh mahasiswa kedokteran dilekatkan pada sifat atau sikap seseorang yang dianggap menyimpang dari yang seharusnya dilakukan.
Contoh :
Mahasiswa males2an : mahasiswa pato
Co-ass sering ngeles dan kabur : co-ass pato

Well sekarang sudah ada terminologi baru dari pengembangan pato-pato tadi ;
Ato dan Ito

Apakah itu?
Ato > akhwat pato
Ito >ikhwan pato
Spesies macam apa ini?
Ya... Semacam yg sudah dilanda futur-isme hingga vmj, awal2nya sering melakukan maksiat kecil2, bergosip, mengabaikan hijab hati dan mata,malas-malasan dlm menjalankan amanah, tarbiyah pun akhirnya menjadi tidak penting dan stadium terakhirnya BSH (barisan sakit hati) mungkin.

Satu ato atau ito bisa menularkan pada yang lain, lagian kan prosesnya bertahap.
Kalo ga segera di tatalaksana, hmm... Prognosisnya buruk.

Sekian step pertama dlm pbl
Terminologi pato :p


Semoga tidak ada yang mencoba mengaplikasikannya dulu
Published with Blogger-droid v1.7.4

My first nephew

29 mei 2011, was born Ibrahim Kholilurrahman, spontaneusly with 2500kg and 45cm
He's so cute,as cute as his aunty >_<,ahahaha

Ps: pengengendongpengengendong baim >_<
Cepatlah pulang ke padang
Published with Blogger-droid v1.7.4

29 Agustus 2011

Ramadhan pergi...

Sekejap mata saja rasanya
Sejuknya hati dibulan penuh ampunan
Menggebunya hasrat utk mendekat padaNya

Ada detik-detik yang tersia-sia, meski tidak semua
Semoga masih ada ampunanNya
Semoga amal yg telah ada,tak tergerus riya
Semoga akhlak ini sudah mjd lebih baik lagi

Amin ya Rabb



*bnyk sekali peristiwa di bulan ramadhan kali ini,smg jd pembelajar yg lebih baik
Published with Blogger-droid v1.7.4

07 Agustus 2011

bunga kertas merah muda

Captured by samsung galaxy mini 3MP
Edited by Photoshop Express
Published with Blogger-droid v1.7.4

baik dan perbaikan

Kata baik dan perbaikan berbeda.
Perbaikan berasal dari kata baik, tapi jika dilihat makna, ia dari yang buruk menuju kata baik itulah jadinya.

Ce secara sederhana memahami bulan ramadhan ini menjadi bulan perbaikan dari segala sikap buruk,lisan yang lancang, janji tak tertepati dan segala yang buruk lainnya kepada hal yang baik yang insyaAllah jika Allah berkenan untuk memberikan nikmat jiwa yang fitri dipenghujung ramadhan ini,perbaikan untuk semua aspek.

Sekian banyak ramadhan yang terlewati..
Tak mau ramadhan kali ini menjaidi ramadhan yang biasa-biasa saja.

Seminggu ramadhan, apa saja yang sudah dilakukan?
Published with Blogger-droid v1.7.4

06 Agustus 2011

tawarehtarawih

Sebagian besar tarawih yang ce lakukan adalah di lubuk alung, di tempat masa sekolah ce habiskan.

Biasanya malam-malam ramadhan akan ce lewati dengan pergi ke mesjid bersama Ma'wo (nenek), terkadang bersama Ama(mgkn bisa dihitung jari).
Setelah kami berbuka(ce dan ma'wo) kami akan sholat dan mengaji sejenak, 20 menit sebelum isya Ma'wo sudah menyuruh ce menutup pintu kedai atau jika Ama sudah pulang,maka beliau yang terakhir menutup pintu

Kami beriringan ke mesjid, Ma'wo yang berumur dekade ke 7 berjalan lambat,sangat lambat menurut micelia kecil,namun karna kami berangkat sebelum adzan berkumandang jadinya tidak terlambat, kami akan mendapatkan shaff bagian depan.
Ma'wo tak pernah mau mengambil.posisi shaff terdepan, kebiasaan beliau adalaj di shaff ke2 atau 3, dan memang karena perempuan akan lebih utama shaff nya dibelakang.
Ice?
Seperti biasa, anak-anak tak berhak berdiri di tengah, akan memutus shaff, padahal ce rasanya tidak pernah berisik pas sholat, hanya pandai bermain mata dan menguap sesekali, hmm... mungkin gara-gara itu sholat ce tidak shah dan yang lain juga ikutan tidak shah,hehe itu analisis sotoy micelia kecil, tentu saja untuk preventif buyarnya konsentrasi jamaah lain karena anak kecil seringnya tidak serius sholatnya.
Akibat ini jarang sekali ce bisa bersisian dengan Ma'wo, jadi ce tak bisa berbuat apa-apa saat Ma'wo tertidur terangguk-angguk saat ceramah ustadz.

Saat itu masih ada kewajiban untuk mencatat ceramah-ceramah itu. Alhamdulillah Allah selalu menggerakkan hati ce untuk senang mencatat berdasarkan apa yang ce dengar dan pahami,bukan menyalin catatan teman lain.

Saat-saat genting micelia kecil adalah saat harus tetap menegakkan kepala saat ayat-ayat cukup panjang dibacakan saat tarawih, sesekali terpejam mata dan melayang di stage REM, saat takbir dilaungkan baru tersadar dan ikut rukuk seketika.

Di sini sholat tawarehnya eh tarawihnya 8 rakaat, plus witir 3 rakaat. Lumayan cepat selesainya,apalagi jika imamnya bersahabat(ckckckc istilahnyaaaa) dg membaca ayat yang familiar dan pendek-pendek, setengah sepuluh sudah selesai. Ada beberapa mesjid disini yang sholatnya 23 rakaat (tarawih-witir) masih dapat kami dengarkan suara imamnya sampai jam 10an.

Petasan terkadang mengiringi jalan pulang kami. Kalau buat ce sih ga masalah, hanya khawatir saja dengan Ma'wo yg bisa terkejut. Sekaranh sudah jarang petasan-perasan itu malam-malam,seringnya abis shubuh.

Wew...
Mengingat masa-masa itu bikin dada sesak membuncah rindu pada ma'wo
Sekarang harus menyusuri jalan itu sendirian, tidak ada tangan keriput itu didalam genggaman,tidak ada yang menawari, "bali sate madura wak ce?",tidak ada yang senang memperkenalkan ce pada nenek-nenek di mesjid, "yo, ko cucu ambo", dengan senyum sumringah beliau...

Ma'wo..
Ce kangen pergi tarawih sama Ma'wo...
Ce kangen bikin makanan buka puasa sama Ma'wo
Kangen teriakan jam 2 siang itu;
"ce ndak masak lai? Capek sudahan, beko sore duduak2 se wak lai"
Published with Blogger-droid v1.7.4

i love my gadget so much

Alhamdulillah
Allah ngasih kemudahan
I luv this android so much >_<
Euforia pasca nemuin bnyk aplikasi berharga dan sgt bermanfaat. .

Ps to micelia: jan sampai ilang juo hp tu lai ndak...
Published with Blogger-droid v1.7.4

02 Agustus 2011

semangat

dari mana kita bisa mencari supply semangat yang terusmenerus?
ketika lagi-lagi lelah itu menyelinap disela hari

pertanyaan bodoh ce!
tentu saja padaNya

01 Agustus 2011

harap itu terbaca dalam do'a

marhaban ya ramadhanmarhaban ya ramadhan

alhamdulillah..
kembali menghirup udara ramadhan
tadi sudah mengikuti tarawih pertama..
semoga hingga ke akhirnya ya Allah..

puasa kali ini harus lebih baik dari sebelumnya
upgrade ruhyi
upgrade skill masak2
upgrade akhlak
^^
hamasah!

14 Juli 2011

kerja keras

kerja keras untuk apa yang sudah dijalani, itu pasti

kerja keras untuk orang yang dicintai , selalu

kerja keras untuk mewujudkan mimpi hari ini hingga menjadi nyata di esok hari, Allahuakbar! Harus bisa!



Harus Bisa!


ya Allah, beri hamba kekuatan, beri hamba kemudahan...

semoga bisa melewati ujian blok terakhir di tahun tiga ini dengan sebaik-baiknya, semaksimal-maksimalnya kemampuan, semoga tetap diberi nikmat kesehatan

semoga bisa berkontribusi di atas rata-rata, going extra miles, untuk amanah saat ini

dan semoga ya Allah, diri ini masih bisa menjadi anak yang berbakti

amin...

kerja keras!
ga boleh lemah!




A!

09 Juli 2011

maaaaaaaf

maaf..
maafkan diri ini yang begitu kejam meninggalkan blog ini terlalu lama
tsaaahh.....
sedih...
T.T

doakan ce berjuang
huhu
blok muskuloskeletal ini menggila bahannya
bener-bener gila

ya Allah kuatkan hamba..
BM juga ga dibikin-bikin lagi sejak 3 minggu yg lalu, arrgghh insaplah ce...

*postingan ga jelas dari orang kejam :(

16 Juni 2011

demi apa?

Hidup itu sulit,

Ya sulit, tapi banyak cara untuk membuatnya mudah, untuk bahagia menikmatinya


 

Beberapa frase dalam waktu yang lalu banyak ce jumpai pengorbanan

Pengorbanan Apa (papa) untuk melawan ketakutannya akan operasi

Demi apa?

Hurmmpp.. fuuuh..

Demi bisa melihat ce menjadi dokter

Ah.. ah.. tidak terlalu muluk untuk itu

Demi masih bisanya beliau melangkahkan kedua kaki itu dengan gagahnya

Dan tetap berjuang menafkahi kami

Demi suapan-suapan nasi kami

Demi, mewujudkan mimpi yang selalu beliau tanyakan kepada ce ;

"lamo, ce jadi dokter lai?"


 

Lega sekali rasanya saat melihat apa bisa keluar dari kamar operasi dengan tanpa masalah yang menyertai

Ingin rasanya langsung mengucap ;

"terimakasih Pa, akhirnya Apa mau memperhatikan kesehatan Apa, bukan hanya memikirkan kami"

Tapi lidah ini kelu, hanya bisa mengusap wajahnya yang pucat

"Sakik Pa?" Tanya ce, hanya itu yang keluar.


 

Hebatnya, Apa bisa mengurangi frekuensi merokoknya, ya… masih ada terkadang ketemu puntung rokoknya.

Walaupun ketika ditanya beliau selalu menyanggah bahwa tidak, tetapi setidaknya beliau sudah berusaha untuk menguranginya, setidaknya dihadapan ce.


 

Kini, beliau sudah sibuk dengan aktivitas berladangnya seperti sediakala

Meski kami risau dengan proses penyembuhan kakinya, tapi beliau tak peduli

Ya,beliau memang tak bisa diam, tak bisa jika hanya menganggur



 

Pengorbanan kedua, masih berhubungan dengan orang yang sakit.

Sakit itu nikmat, nikmat yang bisa membuat kita naik tingkat.

Nikmat yang bisa mengungkapkan betapa care-nya oranglain terhadap kita, apalagi orang terdekat.

Memang terkadang sakit membuat seseorang menjadi sensitive, menjadi cengeng, menjadi ketergantungan dengan oranglain.

Memang sakitnya kita merepotkan oranglain.

Memang sakitnya kita akan lebih menyengsarakan rasanya untuk orang yang menyayangi kita.

Tapi begitulah tadi, sakit itu tetap nikmat dariNya. Tetap mengentalkan rasa cinta

Pada mereka berdua, Niwa dan suaminya, ce melihat itu.

Perjalanan 2 tahun pernikahan mereka, cinta itu selalu bertumbuh, terlebih pada saat saling membutuhkan.

Happy anniversary for you both, baarakalahulaka wa baaraka 'alaika, wa jama'a baina kuma fii khair..

^_^ , semoga akan ada kado terindah ditahun ini dari Ia, Maha Pemberi Rizki , amin.


 

Pengorbanan ketiga, beruntun euy…

Ini pengorbanan yang dahsyat!

Perjuangan antara hidup dan mati

Alhamdulillah mba Aini (istrinya Abang Ody) bisa melewatinya dengan baik, hingga lahirlah ponakan ce yang pertama, pada 30 Mei 2011, Ibrahim Kholilurrahman, dengan berat 2300gr, panjang badan 47 cm.


Allahuakbarwalillahililhamd…

Kami mengkhawatirkan mba Aini, terus terang ce juga sangat khawatir, beliau masih terhitung 19 tahun saat melahirkan Ibrahim, usia yang dalam teorinya kemungkinan rentan untuk terjadi komplikasi. Beliau juga mengalami hipertensi dalam masa kehamilannya. Tapi Alhamdulillah, Allah Maha Kuasa, Ia permudah segalanya..

Selamat datang kedunia Ibrahim sayang…., semoga menjadi anak yang sholeh, pintar dan berbakti…, semoga kehadiranmu akan meluluhkan hati Kakek dan Nenekmu ^_^


 


 


 


 

What a life…

Disini, ternyata ce belum bisa memberikan pengorbanan yang terbaik

Seperti mereka.

Ya Allah terangi selalu hati ini…

tweets

temen-temen

translate it

Google-Translate-Chinese (Simplified) BETA Google-Translate-English to French Google-Translate-English to German Google-Translate-English to Italian
Google-Translate-English to Japanese BETA Google-Translate-English to Korean BETA Google-Translate-English to Russian BETA Google-Translate-English to Spanish
Powered by
Grab this widget